header permata pengalamanku

Selamat Jalan, Ika Puspita

Posting Komentar
bloger semarang

"Makasih ya, Mbak Farida," sapanya ramah di acara gathering ASUS bulan lalu.

"Hah? Apa?"

"Itu, lo. Voucher."

Seketika aku teringat giveaway yang kuadakan di IG bukufaridapane. Hadiahnya voucher di resto sushi. Beliau memang salah satu pemenangnya.

"Aku tuh pengennya cari waktu buat makan bareng keluarga. Soalnya kan enak ya, rame-rame."

Siapa kira, itu adalah dialog terakhir kami.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Tanggal 27 Oktober biasanya menjadi hari yang istimewa bagi para bloger Indonesia. Pada tanggal tersebut, kita memperingati Hari Blogger Nasional, sebuah momentum untuk merayakan kegemaran menulis, berbagi pengalaman, dan membangun pertemanan melalui blog.

Namun, Hari Blogger Nasional 2026 justru membawa kabar duka bagi dunia blogging Semarang.

Salah seorang bloger Semarang, Ika Puspita, pemilik blog bundafinaufara.com, meninggal dunia pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Ada sesuatu yang terasa begitu mengharukan dari waktu kepergiannya. Di hari ketika para bloger merayakan keberadaan dan perjalanan komunitasnya, salah seorang di antara mereka justru harus berpulang untuk selamanya.

Hari yang biasanya dipenuhi ucapan selamat itu kini juga menjadi pengingat tentang seorang bloger yang telah meninggalkan begitu banyak tulisan.

Mengenang Ika Puspita dan Perjalanan Blogging-nya

Bagi Teman-teman yang sudah lama berkecimpung dalam dunia blog, khususnya di Semarang, nama Ika Puspita mungkin bukan nama yang asing.

Melalui blog pribadinya, My Life on Words, Mbak Ika membagikan berbagai pengalaman hidup, keluarga, perjalanan, kuliner, teknologi, dan kegiatan yang diikutinya.

Dalam halaman profil blognya, Mbak Ika bercerita bahwa dirinya lahir dan besar di Purworejo. Setelah sempat merantau ke Gresik dan Bogor, beliau kemudian menetap di Semarang bersama keluarga.

Kecintaannya terhadap dunia tulis-menulis ternyata sudah tumbuh jauh sebelum aktif menjadi seorang bloger. Berawal dari kegemarannya menulis cerita fiksi. Bahkan, minggu ini beliau masih sempat mendaftar ke sebuah pelatihan menulis cerpen.

Mbak Ika mulai menulis blog pada 2009. Aktivitas tersebut sempat terhenti karena kesibukan mengajar sambil kuliah. Baru pada 2015 beliau kembali serius menekuni blogging dan bergabung dengan berbagai komunitas bloger.

Mbak Ika pun mengelola beberapa blog dengan tema berbeda. Selain My Life on Words yang membahas gaya hidup, ada Think Parenting yang berfokus pada pengasuhan dan pendidikan anak, serta Doyan Jalan Jajan yang membahas perjalanan dan kuliner.

Prestasi beliau di dunia blog juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain aktif mengikuti berbagai kegiatan seputar bloger, beliau juga beberapa kali memenangkan lomba blog, bahkan pernah menjadi ambasador sebuah produk kesehatan yang membawa beliau berkunjung ke berbagai kota di Indonesia.

Perjalanan beliau menunjukkan bahwa blogging bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang. Melalui blog, seseorang bisa mengembangkan minat, memperluas pertemanan, dan membagikan pengalaman yang bermanfaat bagi orang lain.

Tulisan-Tulisan yang Menjadi Jejak Kehidupan

Ada satu hal yang membuat dunia blog begitu istimewa. Ketika seorang penulis telah tiada, sebagian cerita kehidupannya masih bisa kita temukan melalui tulisan-tulisan yang pernah dibuatnya. Begitu pula dengan Mbak Ika Puspita.

Menelusuri arsip blognya seperti membuka potongan-potongan perjalanan hidup seseorang. Ada cerita ringan tentang makanan dan tempat wisata. Ada pengalaman menghadiri berbagai kegiatan. Ada pula kisah keluarga yang jauh lebih personal.

Pada 2018, misalnya, Mbak Ika menulis artikel berjudul "Kenapa Ngeblog? Ini Alasannya". Tulisan tersebut menjadi salah satu jejak kecintaannya terhadap dunia blog.

Pada 2021, beliau juga menulis tentang kegiatan menulis tangan dalam artikel "Menulis Tangan untuk Terapi Jiwa". Di sana, Mbak Ika menceritakan bahwa aktivitas menulis tangan bisa memberikan ketenangan baginya.

Sementara itu, berbagai tulisan lain memperlihatkan kepeduliannya terhadap persoalan sosial dan kesehatan masyarakat.

Salah satunya adalah laporan tentang workshop teknologi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di Semarang pada Desember 2022. Dalam artikel tersebut, bercerita bercerita tentang keterlibatannya dalam kegiatan penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat.

Tidak semua tulisan harus membahas sesuatu yang besar untuk menjadi berarti. Cerita tentang keluarga, makanan favorit, perjalanan, dan pengalaman sehari-hari pun bisa menjadi bagian penting dari kehidupan seseorang.

Barangkali, ketika menulis artikel-artikel tersebut, Mbak Ika tidak sedang memikirkan bagaimana tulisannya akan dikenang bertahun-tahun kemudian. Namun, kini kita dapat melihat bahwa tulisan-tulisan itu telah menjadi jejak perjalanan hidupnya.

Hari Blogger Nasional yang Kini Memiliki Makna Berbeda

Kepergian Mbak Ika tepat pada Hari Blogger Nasional membuatku kembali memikirkan satu hal. Selama ini, kita mungkin terlalu sering membahas bagaimana cara meningkatkan jumlah pengunjung blog, memperbaiki SEO, memperoleh kerja sama, atau menghasilkan uang dari tulisan.

Padahal, ada sisi lain dari blogging yang tidak kalah penting: tulisan bisa menjadi sesuatu yang kita tinggalkan ketika kehidupan telah berakhir.

Suatu hari, mungkin kita tidak lagi bisa menghadiri acara komunitas, membalas komentar, atau memperbarui blog. Namun, tulisan yang pernah kita buat masih mungkin ditemukan oleh orang lain.

Bisa jadi, seseorang mendapatkan informasi yang dibutuhkannya dari artikel yang kita tulis bertahun-tahun sebelumnya. Bisa juga sebuah cerita sederhana membuat orang lain merasa terhibur atau terinspirasi.

Bukan berarti setiap tulisan pasti akan terus dibaca. Blog pun memerlukan perawatan agar tetap dapat diakses. Namun, selama tulisan tersebut masih tersedia, selalu ada kemungkinan seseorang menemukan manfaat di dalamnya.

Selamat Jalan, Mbak Ika

Kematian selalu mengingatkan bahwa kehidupan manusia memiliki batas. Kita tidak pernah benar-benar mengetahui berapa banyak kesempatan yang masih dimiliki untuk menyelesaikan sesuatu, termasuk tulisan yang sedang kita kerjakan.

Kepergian Mbak Ika Puspita pada Hari Blogger Nasional menjadi pengingat yang terasa dekat, terutama bagi orang-orang yang memiliki kegemaran sama dalam dunia kepenulisan. 

Bahwa di balik sebuah alamat blog, ada manusia yang mempunyai keluarga, pengalaman, harapan, dan perjalanan hidupnya sendiri. Dan, di balik setiap artikel, ada waktu serta bagian dari kehidupan yang pernah diberikan oleh penulisnya.

Selamat jalan, Mbak Ika Puspita.

Semoga Allah mengampuni segala kesalahanmu, menerima amal kebaikanmu, melapangkan kuburmu, serta memberikan kesabaran dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan dunia blogging Indonesia, khususnya di Semarang.

Hari Blogger Nasional 2026 mungkin akan dikenang dengan perasaan berbeda oleh orang-orang yang mengenalmu.

Namun, ada satu hal yang patut kita syukuri dari kegemaran menulis ini. Kita tidak hanya menghasilkan artikel. Kita juga meninggalkan sebagian cerita kehidupan yang mungkin suatu hari akan menjadi kenangan bagi orang lain.

Orangnya telah berpulang. Semoga kebaikan yang pernah dibagikan melalui tulisan tetap memberikan manfaat.

Allahummaghfirlaha warhamha wa 'afiha wa'fu 'anha.

Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, berilah keselamatan kepadanya, dan maafkanlah kesalahannya.

Related Posts

Posting Komentar