Sabtu, 29 Juli 2017

Festival Pasir Raksasa Hingga Lumpur yang Sayang Dilewatkan jika Ke Korea Selatan


Dilansir dari CNN Indonesia, Korea Tourism Organization (KTO) menyebutkan bahwa 17,2 juta orang wisatawan mancanegara telah berkunjung ke Korea Selatan sepanjang 2016. Dan, masyarakat Indonesia berada di  peringkat ke-9 untuk wisatawan mancanegara yang berlibur ke Korea Selatan.  Jumlah masyarakat Indonesia yang berlibur di tahun 2016 saja tercatat 295.462 jiwa.

Tingginya minat wisatawan dari Indonesia salah satunya karena harga tiket yang cukup terjangkau. Info tiket pesawat dari Jakarta ke Seoul bisa kamu temukan mudah di layanan- layanan online. Rata-rata harga tiket pesawat dari Jakarta ke Seol mulai dari Rp1.899.000 hingga Rp2.746.548,-

Saat berkunjung ke Korea Selatan sempatkan diri kamu untuk ikut serta pada acara festival-festival seru dan popular seperti di bawah ini, di antaranya:



1.  Festival Lumpur Boryeong (Boryeong Mud Festival)

Banyak perusahaan kosmetik yang menjadikan lumpur dari gunung vulkanik atau laut mati untuk dijadikan bahan kosmetik atau masker karena bermanfaat untuk kecantikan. Harganya pun relatif tinggi dibandingkan harga masker-masker biasa. Tapi di Korea Selatan, kamu bisa menggunakan lumpur sebanyak-banyaknya lho! Tanpa dipungut biaya.

Asalkan, kamu datang saat Festival Lumpur Boryeong yang diselenggarakan  tanggal 21 – 30 Juli 2017 . Festival ini sudah berlangsung sejak tahun 1977 dan tetap diselenggarakan hingga saat ini. Bahkan pengunjungnya pun tak hanya warga lokal melainkan wisatawan mancanegara pun ikut meramaikan Festival Lumpur Boryeong.

Festival Lumpur Boryeong diadakan di daerah yang bernama Boryeong. Awalnya, festival ini diselenggarakan untuk memasarkan kosmetik produksi dari Boryeong. Khususnya produksi kosmetik lumpur yang kaya akan mineral. Namun, setelah melihat antusias dari warga sekitar dan para turis, Festival Lumpur Boryeong rutin diadakan tiap tahun.

Selama Sembilan hari Festival Lumpur Boryeong digelar, kamu bisa mengikuti beberapa rangkaian acaranya seperti Mud Self Massage Zone, Mud Pool Side, Mud Love Love, Lari Marathon 10 km, Kompetisi Gulat Lumpur, parade festival, cat tubuh dengan lumpur  dan puncak acaranya Giant Mud Bath. Untuk tahun ini, pembukan Festival Lumpur Boryeong akan dibuka oleh penyanyi PSY dan IU.



2.  Festival Kunang- Kunang Muju (Muju Firefly Festival)

Mitos di Indonesia, kunang-kunang merupakan kukunya orang mati yang sudah meninggal.  Namun, di Korea Selatan persisnya di Kota Muju Provinsi Jeolla Utara, kunang-kunang dijadikan festival.  Sejak tahun 1977,  Muju Firefly festival menjadi festival terbaik. Muju Firefly Festival diadakan setiap bulan Juni dengan tujuan untuk mengingat keberadaan dan melestarikan kunang-kunang. 


Festival Kunang-Kunang Muju pun dijadikan salah satu festival budaya tahun 2012 oleh Departemen Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata, Korea.  Hal ini dikarenakan, di Korea  tidak sembarangan tempat terdapat kunang-kunang. Kunang-kunang hanya dapat ditemukan di sungai Namdaechong Muju.

Daerah Muju memiliki iklim yang dipengaruhi oleh pegunungan di sekitarnya dan menyebabkan suhu antara siang dan malam berbeda. Suhu tertinggi yang pernah terjadi di daerah Muju mencapai 35 derajat celcius.  Daerah Muju pun memiliki Namdae Stream yang memiliki aliran cabang dari sungai Geum. Hal-hal inilah yang menyebabkan daerah Muju seolah berkah bagi warga sekitarnya. Belum lagi setiap tahunnya para wisatawan mancanegara pun selalu menyempatkan untuk berwisata ke daerah tersebut.

Kegiatan yang paling banyak dinantikan yakni saat para pengunjung diperbolehkan untuk mengamati dan memberi makan kunang-kunang.  Saat acara  Festival Kunang-Kunang, kamu pun bisa menyusuti Seopdari atau jembatan bersejarah di Namdae Stream. Acara ini pun telah menjadi andalan sejak tahun 2006. Seopdari merupakan jembatan yang dibangun dari awal musim dingin hingga musim panas dan  terbuat dari cabang-cabang pinus serta kayu lumpur. Tak hanya itu, masih di tempat yang sama, setiap malamnya Anda bisa merasakan kemeriahan dengan adanya kembang api tradisional atau Nakhwanori ataupun menyaksikan upacara tradisional leluhur (Didilbanga Aekmmaginori). Acara ini pun berhasil mendapatkan penghargaan dari Ministry of Cultural Award ke-41.



3.  Festival Pasir Korea (Heundae Sand Festival)

Terakhir festival yang paling popular yakni Heundae Sand Festival. Festival ini digelar saat musim panas pada bulan Juni hingga Agustus. Sesuai dengan namanya, Festival Pasir Korea diadakan di Heundae, pantai poluler di Korea Selatan yang memiliki pasir putih nan indah. Pantai Heundae berada di antara bukit Dalmaji dan Pulau Dongbaekseom, Kota Busan, Korea Selatan.

Heundae Sand Festival merupakan ajang internasional . Pasalnya, di ajang ini, kamu bisa melihat karya dari para seniman kreatif yang membuat karya luar biasa yang berasal dari pasir. Berbagai karakter terkenal dari Korea dibuat dalam bentuk pasir dan diberikan efek cahaya tertentu. Bahkan, pengunjung pun bisa masuk ke dalamnya.

Nah, pastikan ketiga festival di atas masuk di dalam itinerary kamu ke Korea Selatan. Saat mengunjungi banyak objek wisata, kamu juga harus memastikan akomodasi di setiap daerah yang akan kamu kunjungi. Misalkan saat akan melihat Heundae Sand Festival mungkin kamu akan mencari penginapan sekitaran Busan. Untuk mencari penginapan saat kamu pergi ke Korea Selatan, agar lebih mudah kamu bisa booking hotel online murah dan mudah hanya di Reservasi.com kapan saja dan di mana saja pun kamu bisa memesan hotel sesuai dengan yang diinginkan.

Senin, 10 Juli 2017

Diary Ramadhan Penuh Berkah 2017


Ramadhan Penuh Berkah Bersama Abutours & Travel

Hai, Sahabat! Bagaimana pengalamanmu selama Bulan Ramadhan tahun ini? Adakah kisah menarik di baliknya? Katanya, Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Dan aku bersyukur merasakan berkah Ramadhan di tahun ini. Semoga Anda juga mengalaminya, ya. Mau tahu apa saja kebaikan yang kudapatkan pada Ramadhan kali ini? Tentu saja, jika disebutkan, akan sangat banyak. Namun aku akan menceritakan 3 diantaranya.


Rabu, 05 Juli 2017

Kehidupan Keluarga Kami Sebagai Cyber Family

Jika bicara tentang kehidupan dunia maya, bisa dibilang keluarga kami adalah contoh nyata apa yang disebut Cyber Family. Bagaimana tidak? Karena selama belasan tahun ini kami melakukan sebagian besar aktivitas kami menggunakan fasilitas internet. Berbelanja, belajar, bekerja, berbisnis maupun berekreasi. Semua kebutuhan ini bisa kami penuhi langsung dari rumah.