Kereta Api Indonesia: Dulu, Kini dan Masa Mendatang

Stasiun Poncol tampak depan (Sumber: dokumen pribadi)
"Enak ya ternyata, keretanya. Rasanya seperti kereta bisnis," komentar kakakku setibanya di rumah kami setelah turun di Stasiun Poncol.
"Lha, memang kamu terakhir naik kereta ekonomi kapan?" tanyaku.
"Nggak pernah. Hehehe.. Aku selalu naik kereta bisnis waktu zaman kuliah dulu," jawab kakakku.

Berjalan-Jalan Dahulu, Beroleh-Oleh Kemudian. Harus, Gitu?

Bermain bersama teman di Pantai Parangtritis

"Sayang, aku dan anak-anak diajak jalan-jalan ke Parangtritis sama temanku hari ini," begitu laporan Suami pagi-pagi saat masuk rumah dengan wajah berseri-seri.

"Wah, asyik! Jam berapa? Aku siap-siap dulu, ya!" Girangnya hatiku. Inilah salah satu keramahan penduduk di sini terhadap orang yang baru pindah, pikirku.

"Mmm... Anu, Say. Tapi kamu nggak bisa ikut. Nggak cukup kan, mobilnya. Karena dia berangkat sekeluarga juga. Jadi aku maksimal cuma bisa ajak 3 anak. Tanpa kamu," jelas Suamiku.

Tembalang, Pesona Rayuan Mata dan Lidahnya Bukan Sembarang


Kota Semarang terkenal dibagi dalam 2 bagian, yaitu Semarang Atas dan Semarang Bawah. Hal ini mengacu pada kontur geografis ketinggian dari lokasi Kota Semarang itu sendiri. Sebagiannya berada di dataran rendah, dan sebagiannya berupa dataran tinggi.