Ternyata Membuat Kerajinan dari Barang Bekas Itu Mudah!


Demi apa coba, aku bisa kasi tutorial membuat kerajinan dari barang bekas? Memangnya sudah ahli nih, ceritanya? Mentang-mentang putri sulungnya dulu rajin ikut kursus Eco Craft? Yang mau lihat beberapa hasil karya putriku, ada di artikel: Merekam Jejak Memori, Mengasah Asa dan Cinta.


Eit, tapi jangan berprasangka baik dulu, ya (lho?). Aku belum mahir kok membuat kerajinan begini. Yang rutin belajar itu kan, anakku. Dan ilmunya belum tertransfer sepenuhnya padaku. Hihihi...

Tapi sekarang aku optimis nih, bahwa membuat kerajinan dari barang bekas itu memang mudah. Pantas saja putriku selalu antusias dan bisa mengikutinya. Karena memang berhasil menyulap sampah menjadi benda cantik bernilai ekonomis itu rasanya menakjubkan, ya. 

Hal ini kualami berkat kesempatan untuk mengikuti Workshop Daur Ulang Rumahtangga yang diselenggarakan di Hotel Allstay Semarang, tanggal 22 Maret 2018 kemarin. Acara ini digawangi oleh Titik Tengah Partnership sebagai bagian dari Program Women Blogger Movement dalam rangka Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret sekaligus Hari Air dan Bumi yng diperingati setiap tanggal 20 April.

Founder Titik Tengah Partnership, Nia Nurdiansyah menjelaskan,
"Program ini merupakan yang pertama kami selenggarakan bersama Alfamart. Semoga bisa menginspirasi banyak orang dan lingkungan bisa lebih sehat dengan memanfaatkan barang bekas menjadi barang serbaguna seperti ini."

Yang namanya sampah, seperti sudah menjadi keniscayaan adanya sebagai efek samping dari berbagai aktivitas kita. Apa lagi bagi perempuan yang biasanya akrab dengan kegiatan bersih-bersih rumah, ya. Sampah ini pasti jadi pemandangan yang rutin menyapa dan kadang bikin gundah.


Karena itulah maka Titik Tengah Partnership bersama Alfamart mengundang 25 bloger perempuan untuk belajar bersama mengolah sampah rumahtangga dipandu oleh pendiri Laquinna Creative, yaitu Ibu Yuniar Alfa Arta. Bapak Eko, Tim CSR Alfamart dan fokus pada Public Relation serta Media Relation, yang menyambut kami di awal acara ini. Menurut Pak Eko, Ibu Alfa (demikian panggilan akrab Beliau) ini sangat jeli mengubah barang bekas menjadi terpakai lagi. Hal ini sejalan dengan langkah-langkah yang telah ditempuh Alfamart untuk mengajak masyarakat menjadi kreatif, peduli lingkungan dan berjiwa wirausaha.


Laquinna Creative sendiri lahir dari sebuah kelas inkubator bisnis yang diikuti oleh Ibu Alfa. Kelas ini mendorong pesertanya untuk memiliki usaha sesuai dengan minatnya masing-masing. Ibu Alfa yang memulai usahanya dari bisnis online ini kemudian memutar otak dan mencari ide dengan cara berselancar di dunia maya. Hingga akhirnya terciptalah konsep Laquinna Creative yang fokus pada pengolahan barang bekas menjadi barang ekonomis sejak tahun 2015.

Masih relatif baru, ya. Tapi karya Laquinna Creative ini sudah menggunung, lho. Ada berbagai wadah mulai dari yang kecil hingga besar. Semua dibuat dari aneka bahan bekas seperti dus, kain perca dll. Walau karirnya gemilang, namun Ibu Alfa tidak pelit ilmu. Beliau aktif mengadakan pelatihan Ibu PKK di tingkat kelurahan guna turut memberdayakan masyarakat. Mantap, kan?

Nah, pada pertemuan kemarin, kami berkesempatan untuk menimba ilmu langsung dari Beliau. Kali ini kami diajari untuk membuat dompet koin dari kardus bekas susu. Semua peserta antusias sekali mengikuti instruksi langkah demi langkah. Tak terkecuali aku. Apa lagi, kebetulan sekali aku mendapat paket bahan yang menggunakan warna ungu kesayanganku. Sukak

Di tengah acara, kami juga dipersilakan untuk menikmati hidangan coffee break yang sudah disiapkan pihak hotel. Duh, agak alot lho, mengarahkan para bloger ini untuk bersedia mengambil jeda sejenak mencicipi camilan yang ada. Karena kami sangat bersemangat dan penasaran ingin segera merampungkan pekerjaan. Hihihi...

Menu yang disediakan berupa 3 jenis kudapan yaitu pastry manis, red velvet cupcake dan keripik singkong. Untuk minumannya, disediakan pilihan teh dan kopi dengan gula dan cream yang disajikan terpisah untuk ditambahkan sesuai selera. Lumayan menghibur juga rasanya. Yang istimewa bagiku adalah krim cupcake-nya. Teksturnya sangat ringan dengan rasa yang segar. Iya, nggak eneg sama sekali. Sudah mirip seperti makan es krim saja. Yummy!  

Tapi kok aku ya nggak kepikiran untuk nambah, ya? Saking serunya berkreasi nih, sampai merasa sayang untuk melewatkan momennya walau sebentar. Bahkan kami membawa hidangannya ke atas meja tempat berkarya. Hihihi..

Penasaran kan, kenapa kita sebegitunya mengikuti pelatihan ini? Makanya, coba sendiri deh, sensasinya membuat prakarya dari barang bekas. Berikut ini aku sertakan tutorial pembuatan dompet koin yang aku ikuti kemarin, ya. Yuk, dipraktikkan!

Tutorial Membuat Dompet Koin dari Barang Bekas



Kardus susu yang dimaksud adalah kardus susu cair volume 1 literan, ya. Sedangkan untuk kain, disarankan kain katun karena lebih mudah digunakan. Lem putihnya bisa merek Fox atau Rajawali. Sedangkan lem kuningnya di sini menggunakan lem Aibon. kalau susah menemukan, sepertinya bisa digantikan dengan lem Castol karena teksturnya sangat mirip. Lem putih untuk merekatkan kardus dengan kain. Sedangkan lem kuning untuk merekatkan kain dengan kain.


Kardus dan kainnya dipotong mengikuti pola di atas. Masing-masing terdiri dari bagian A dan B. Bagian B ukurannya lebih kecil karena untuk bagian dalam. Sedangkan bagian A adalah bagian luarnya. 

Untuk kardus, tiap bagian terdiri dari 2 potong yaitu yang berbentuk persegi panjang dan setengah lingkaran. Sedangkan kainnya, ada tambahan 2 lembar kain yang berukuran lebih kecil untuk bagian samping. Soal motif, sebenarnya bebas, ya mengikuti kreasi masing-masing. Namun di sini kami disediakan motif bunga untuk bagian luar dan samping serta motif polkadot untuk bagian dalamnya.


Jika semua potongan sudah siap, mari mulai merangkai. Dimulai dengan menempelkan kardus pada kain sesuai kode masing-masing, A atau B. Kardus disusun di tengah bagian dalam kain seperti foto di atas. Di mana persegi panjang diletakkan di bawah dan yang berbentuk busur di atasnya. Jarak kedua potongan ini 4-6 mm. Jarak untuk kode B lebih sempit dibanding jarak potongan kardus A.

Disarankan untuk mengelem bagian putihnya. Karena bagian ini yang nanti melekat pada kain dan tampak dari luar. Supaya tidak berbayang gambar sapinya, begitu. Hihihi... 

Setelah kardus tertempel pada kain, dilanjutkan dengan mengelem pinggiran kain yang tersisa ke kardus. Untuk bagian yang melengkung, kita pecah sisi kain yang akan dilem menjadi beberapa rumbai agar hasil tempelannya lebih rapi dan tidak menumpuk.


Setelah kardus terbungkus rapi dengan kain, kita siapkan kancing magnet untuk dipasang di bagian kain luar yang melengkung. Yang bagian dalam alias B dulu, ya. Pilihlah kancing yang ada tonjolannya.
Perkirakan posisi untuk menancapkan kedua kaki magnet dan tandai dengan pulpen. Kemudian, sayatlah tanda tersebut hingga dapat dimasuki oleh kaki kancing magnet. Masukkan kancingnya, pasang kuncinya di belakang dan tekuk kaki kancing hingga lempeng ke luar dan kancing bisa stabil posisinya. Di sinilah gunanya sendok kecil pelengkap hidangan coffee break. hahaha...

Siapkan kedua kain kecil untuk bagian samping dengan cara masing-masing ditekuk jadi dua dan direkatkan pinggirnya. Setelah itu, tekuk kardus B melengkung di mana bagian yang tertutup rapi oleh kain berada di dalam lengkungan. Lekatkan kain kecil di sisi lengkungan kardus B dengan bagian lipatan kain kecil yang tengah itu berada di atas. Banyaknya bagian pinggir kain kecil yang dilem ke kardus B disesuaikan dengan seberapa lebar kita ingin dompet koinnya terbuka. Sedangkan bagian bawah kain kecil yang akan direkatkan pada lengkungan kardus B sebaiknya digunting-gunting juga menjadi rumbai agar hasil rekatan lebih rapi.

Setelah kedua bagian samping terpasang, siapkan kardus A. Pertama, kita perkirakan dulu posisi kancing magnet B akan jatuh ke mana, tandai sebagai posisi kancing magnet A sebagai pasangannya. Kancing magnet dipasang di bagian luar yang terbungkus kain. Lalu, lem bagian dalam kardus A dan rekatkan ke kardus B. Selesai!

Semoga keteranganku cukup mudah dipahami, ya. Kalau dipraktikkan sebenarnya mudah, kok. Aku juga ada beberapa bagian yang sempat salah langkah, sih. Namun bisa dikoreksi dengan cepat.


Acara ditutup dengan pembagian paket bahan yang masih tersisa. Yang beruntung mendapatkannya hari itu adalah Nurul Aldise sebagai peserta yang paling awal datang, Mbak Noorma Fitriana sebagai peserta yang datang dari lokasi terjauh (Pekalongan, Bo!), Mbak Archa Bella sebagai peserta yang paling cepat menyelesaikan prakaryanya dan Ola sebagai peserta yang bersedia berbagi cerita tentang pengalamannya bersama Alfamart. 

Untuk peserta lain, tak perlu manyun, yaw. Karena sepulangnya dari acara, kita dibawakan oleh-oleh berupa alat makan Royal VKB. Hayo, siapa yang sedang tekun mengumpulkan poin untuk mendapatkan hadiah ini? Kami dong, langsung dapat gratis. Hohoho...

Itulah pengalamanku mengikuti Workshop Daur Ulang Sampah Rumahtangga. Sebuah acara yang seru dan bermanfaat sekali. Bagaimana? Kamu sudah berhasil membuat dompet koin juga?

Komentar

  1. keren nih acaranya , semoga kapan2 ada di kotaku

    BalasHapus
  2. keren nih acaranya, semoga kalan2 ada di kotaku

    BalasHapus
  3. Aku aslinya gasuka prakarya. Tapi kalo bikinnya lumayan gampang dan hasilnya tjakeup bisa nagih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget. Tinggal ngumpulin perca yg lucu2 ya habis ini. Hahaha..

      Hapus
  4. Aku takjub loh mba, ternyata bisa bikin ketrampilan seperti ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.. Tingkat pede jd naik bbrp level ya๐Ÿ˜€

      Hapus
  5. Kotak susu malah kubuang. Huummm mungkin perlu kucoba nih.

    BalasHapus
  6. Ternyata membuat dompet koin itu mudah ya, Mbak. Nggak perlu di jahit-jahit, tinggal gunting dan tempel :) Eh, dompetnya mbak Farida cantiiik. Ungu ungu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa... gampang bgt. dompetnya tertolong oleh motifnya. aslinya ga rapi tuh garapannya hihihi...

      Hapus
  7. Kapan-kapan bisa dicoba di rumah nih..makasih lho sudah ditulis lengkap step-stepnya jadi tau meski nggak ikutan acaranya..

    BalasHapus
  8. Tutorialnya lengkap banget mbak. Dompet dari kardus bekas ternyata cantik dan lucu ya mbak. Nice sharing mbak Farida.

    BalasHapus
  9. Dompetku ga rapi..harus berlatih terus nih. Kapan-kapan bikin lagi, ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aseekk.. Pasti berikutnya akan lebih indah ๐Ÿ˜€

      Hapus
  10. Kok ya pas dpt ungu sesuai watna templetnya ya mba ida. Wkwkwk... jadi cucok meong ih artikelnya. Bs matching. Wkwkwkwk. Btw jd nyesel2 syedap deh liat postingannya krn gabisa ikutan gabung. Hwaaaaa.. acara alfamart dan titiik tengahnya kereen yaa

    BalasHapus
  11. Lucuu. Mengurangi sampah juga.

    BalasHapus
  12. boleh juga nich tipsnya, menggunakan bahan yang bekas dan bisa menghasilkan barang yang baru, mantap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, selain mengurangi sampah jg bernilai ekonomis๐Ÿ˜Š

      Hapus
  13. Dari kardus susu pun bisa jadi barang bermanfaat ya mbak. Boleh banget dicobain nih.

    BalasHapus
  14. Thanks for sharing mbak. Nanti mau nyoba bikin juga ah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aseekkk.. Colek ya kalau dah jadi๐Ÿ˜Š

      Hapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^