Youtube, Media Promosi Andalan Pekerja Lepas dan Semua


Baiklah. Kali ini aku akan menjawab rasa penasaran kebanyakan teman-teman dan juga orang di sekitar yang baru kenal tentang pekerjaan suamiku.

"Kok sering di rumah? Nggak ngantor?"
"Lho, weekend kok kerja? Lembur, ya?"
"Katanya nggak punya kantor, kok sering ke luar kota?"
"Pindah rumah lagi? Ikut Suami mutasi, ya?"
dll. 


Jadi begini ya, Teman-Teman. Semoga satu kata tentang pekerjaan Suami ini dapat menjawab semua keanehan yang tampak, yaitu "freelance." Ho oh. Suamiku itu pekerja lepas. Yang tidak tercatat sebagai pegawai tetap di perusahaan mana pun. Kebanyakan pekerjaannya digarap di rumah. 

Makanya, di hari kerja, Beliau tampak santai dan mengajak kami jalan-jalan. Namun terkadang, malah begitu tekun menyelesaikan suatu proyek di akhir pekan. Karena memang jam kerjanya tidak seperti jam kantor. Bebas saja, yang penting pekerjaan tuntas tepat waktu dengan hasil yang sesuai. 

Walau secara umum Suami bisa bekerja di rumah, namun ada kalanya juga Beliau harus ke luar kota menemui klien jika diperlukan. Bahkan, bisa jadi sampai tinggal beberapa bulan di suatu kota. Itulah salah satu alasan kami pindah ke kota lain. Agar tidak terpisah dari keluarga.

Pekerja Lepas, Dari Mana Mendapatkan Pekerjaan?



Kalau Suamiku sih, Beliau mendapatkan pekerjaan dengan cara menyebarkan curriculum vitae atau contoh-contoh produk buatannya.

Secara berkala, Suami memperbarui CV dengan memperbaiki formatnya, juga menambahkan pengalaman dan produk-produk baru yang dibuatnya. Harapannya, tentu saja agar mendapatkan penawaran kerja yang lebih baik dari sebelumnya.

Tentang menyusun CV ini, kami menyadari sekali bahwa ternyata ada tren yang perlu diikuti agar profil Suami tetap tampak kekinian. Model CV zaman kami mulai mencari kerja sambil terseok-seok merampungkan Tugas Akhir kuliah belasan tahun dulu, sudah terasa so old penampilannya. 

CV zaman sekarang tuh lebih menarik desainnya, lebih personal dan akrab bahasanya, pokoknya lebih asyik lah.  Bahkan, belakangan ini mulai menjamur CV interaktif berupa video. Wow! Nah, yang begini ini belum pernah dicoba oleh Suami. Sepertinya asyik juga ya, mempelajarinya.

Belajar Mengedit Video, Bisa Buat Apa?


Wah, ya jelas banyak, dong! Selain bisa digunakan untuk menyusun CV interaktif seperti yang sudah kusebutkan di atas, video juga merupakan media yang bagus untuk digunakan presentasi di depan klien tentang produk kita, demonstrasi aplikasi dll.

Mengapa aku sebut bagus? Karena video itu bersifat LDM. Bukannya Long Distance Marriage, ya. (Eaa... Ada yang baper sendiri). Tapi ini nih, LDM yang aku maksud:


Lengkap


Video mampu menyampaikan pesan secara multimedia. Bukan hanya berupa gambar, namun juga suara bahkan gerakan. Jadi, berbagai jenis informasi yang diperlukan dapat dimuat dalam video. Hal ini tentu akan membantu menunjukkan kepribadian kita dan produk kita secara lebih utuh.

Demonstratif 


Karena dapat merekam gerakan, maka video ini sangat cocok bagi kita jika ingin mendemonstrasikan produk atau menunjukkan keahlian kita, seolah pemirsa melihat atau mencobanya sendiri secara langsung.

Menarik


Dengan berbagai kelebihannya, tentu saja pesan yang ingin kita sampaikan bisa lebih baik dan menarik. Pemirsa jadi tidak jenuh hanya dengan melihat gambar. Namun bahkan bisa merasa seperti sedang diajak bercakap-cakap dalam video.

Youtube, Media Promosi bagi Semua


Bukan hanya untuk memukau orang-orang yang ada di hadapan kita. Bahkan sekarang video bisa kita jadikan media promosi andalan ke khalayak umum, lho. Kan ada platform Youtube. Kita jadi bisa mengunggah video tentang diri dan produk kita.

Hari gini, siapa sih, yang nggak kenal Youtube? Sepertinya hampir semua warganet tahu, ya. Karena Youtube merupakan layanan video hosting yang paling populer. Diikuti oleh layanan lainnya yang serupa seperti Facebook, Vimeo, Vine, Blip dan Flickr.

Terlepas dari apa pun pekerjaanmu saat ini, baik pekerja lepas, bloger, pedagang maupun pengusaha lainnya. Jika kamu bergerak di jalur daring atau menggunakan fasilitas daring untuk memasarkan produkmu, maka kamu sangat disarankan untuk menjadikan Youtube sebagai bagian dari strategi.

Memangnya, apa sih, kelebihan Youtube sebagai media promosi? Mengapa dia patut diandalkan? Nih, sebagian alasannya:


Populer


Banyak pendataan yang telah dilakukan terkait dengan Youtube. Statistik menunjukkan bahwa Youtube itu:
  • mesin pencari kedua terbesar setelah Google
  • media sosial kedua terpopuler setelah Facebook
  • media tontonan kedua terpopuler setelah televisi
  • memiliki 1,8 miliar akun pengguna
  • ditonton oleh 30 juta orang setiap hari
  • ditonton sebanyak 1 milyar jam sehari
  • ditonton 149 juta orang dalam sebulan
  • setiap orang menonton 19 jam dalam sebulan
  • dll



Dengan popularitas sebesar ini, Youtube menjadi salah satu sarana yang efektif menjaring lebih banyak calon konsumen bagi sebuah bisnis.

Interaktif


Seperti saluran media sosial lainnya, Youtube memungkinkan orang di seluruh dunia untuk berinteraksi melalui komunitas daring. Penonton bisa menunjukkan rasa suka atau tidak sukanya serta berkomentar tentang isi video kita.

Selain membangun rasa nyaman dan kepercayaan penonton, timbal-balik semacam ini akan sangat berguna bagi kita untuk meningkatkan mutu.

Viral


Video di Youtube mudah dibagikan dalam bentuk lain. Mulai dari media sosial, email dan juga dapat disematkan ke dalam situs-situs lain. Selain memudahkan kita menyebarkan konten, juga membantu penonton yang tertarik dan ingin meneruskan video kita pada orang atau komunitas lain.

Analitis


Youtube dilengkapi dengan alat analisis dan laporan yang memberikan data tentang setiap video yang kita unggah. Sehingga kita dapat dengan mudah melacak sudah berapa banyak video kita ditonton, dari mana orang menemukannya, tipe penonton kita dll.

Tentu saja ini akan sangat berguna bagi kita untuk merancang langkah bisnis selanjutnya. Video seperti apa yang perlu kita buat berikutnya? Apakah pangsa pasar kita sudah tepat? Apakah ada bentuk promosi lain yang perlu kita lengkapi?

Hemat


Ya, kita bisa memulai memanfaatkan Youtube secara gratis, walau ada pula fasilitas berbayar. Tentu saja biayanya jauh lebih murah dibandingkan memasang iklan di TV, misalnya. Selain menghemat biaya iklan, Youtube juga membuat kita menghemat biaya bandwidth.

Setiap usaha yang memanfaatkan dunia digital sebagai strategi pemasarannya, sudah selayaknya memiliki situs resmi. Nah, kalau video kita dipasang di situs, maka itu akan memperberat waktu memuatnya. Lebih praktis jika kita unggah di Youtube dan menautkannya dalam situs kita.

Ramah SEO


Yup! Youtube ini berdampak pada SEO (Search Engine Optimization) dari situs/blog kita, lho. Sejak diakusisi oleh perusahaan Google pada November 2006 silam, Youtube akan selalu tampil pada halaman atas mesin pencarian Google sebagai menu khusus. Sudah lihat sendiri pastinya, ya.

Kombinasi konten situs dan kanal Youtube yang bagus akan berpotensi besar terlihat pada halaman teratas pencarian Google. Apa lagi masalah SEO di Youtube lebih sederhana ya, dibandingkan blog. Cukup dengan memasukkan kata kunci, judul atau tagar yang sesuai saja.

Belajar Membuat Video di Dumet School? Bisa!


Nah, bagaimana? Sudah siap menambah keterampilan baru dalam mengedit video? Enaknya sih, belajar pada ahlinya, ya. Di manakah itu? Cari ku mencari info, ternyata di Dumet School ada kursus video editing juga!

Nama Dumet School ini sama sekali tidak asing bagiku. Karena aku pernah menemukan salah satu tempat kursusnya di Margonda, Depok, saat masih tinggal di sana.

Selain di Depok, lokasi kursus lainnya ada di Kelapa Gading, Grogol, Tebet dan Srengseng. Nah, cocok nih, dengan Suami yang sekarang tinggal di daerah Jakarta Selatan. Jadi Beliau bisa memilih cabang yang di Tebet.

Jika kita memilih kursus mengedit video di sini, kita akan mendapatkan:


Materi Motion Graphic


Materi Motion Graphic yang dimaksud menggunakan perangkat lunak Adobe After Effects. Syarat untuk mengikutinya, harus menguasai aplikasi Adobe Illustrator terlebih dulu. Paket program pelajaran yang disediakan ada 2, yaitu: Pre dan Pro.

Kedua paket ini sama-sama mengajarkan cara membuat:

  • Bumper Opening Video
  • Promosi berbasis video untuk media sosial dan atau Youtube
  • CV Interaktif
  • Gabungan video dengan foto.


Bedanya, pada Paket Pro ada tambahan materi Adobe Illustrator untuk membuat logo, brosur, kemasan dll.

Akses Belajar Sepuasnya 


Ya, jadwal belajar di sini fleksibel, lho. Kita bebas memilih jadwal kursus, menyesuaikan dengan kesibukan sehari-hari. Sistem belajarnya juga semi private. Jadi, misalnya hanya satu murid di kelas pun pelajaran akan tetap dimulai. Makanya, puas-puasin deh, belajar di sini!

Akses ke iLab


Selain berupa kelas fisik, Dumet School juga memiliki iLab. Yaitu sebuah sistem pembelajaran yang bisa diakses di mana pun dan kapan pun. Sehingga, kita bisa cepat menguasai suatu keterampilan karena kesempatan belajar kita tidak hanya terbatas pada jam tatap muka.

Mengulang Sepuasnya 

Estimasi waktu selesainya kursus ini, untuk Paket Pre yaitu 2 minggu hingga 1 bulan, sedangkan untuk Paket Pro 1 hingga 2 bulan. Namun, sebenarnya jatah waktu kursusnya tidak terbatas alias seumur hidup dan sampai bisa. Jika belum mampu, kita masih bisa mengulang pelajaran sampai berapa kali pun.

Dukungan Seumur Hidup


Bukan hanya bisa belajar terus sampai bisa, hingga sudah lulus pun kita tetap bisa gratis berkonsultasi selamanya. Wow!

Sertifikat


Tentu saja, sertifikat yang dikeluarkan oleh Dumet School ini dilengkapi dengan nomor izin dari Diknas. Jadi, sangat bisa menunjang kenaikan karirmu, ya. Ini dia salah satu contoh video yang akan bisa dibuat selepas kursus dari sini:


Biayanya berapa? Dengan berbagai fasilitas di atas, kita cukup merogoh saku sebanyak 3,5 juta rupiah untuk Paket Pre dan 5,9 juta rupiah untuk Paket Pro. Pembayaran bisa dengan debit, kartu kredit, transfer bank dan cicilan.

Masih ragu? Ah, coba saja dulu! Toh, ada kelas percobaan gratisnya, kok. Yuk, mulai langkah strategismu sekarang bersama Dumet School!

Komentar

  1. Saya juga pengen banget bikin konten-konten di youtube gitu mba. Tapi ngeditnya itu lho yang nggak ada waktunya bagi mamak-mamak ini >,<

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. ada lah.. pake aplikasi yg praktis aja kayak quik gitu

      Hapus
  2. Wah, fasilitas mengulang sepuasnya itu kok menarik banget. Jadinya dapat support system yang bagus juga ya

    BalasHapus
  3. Iya sekarang youtube memang jadi trending banget bagi yang tahu cara memanfaatkannya. Di sana kira-kira diajarin cara agar pede ngomong depan kamera nggak ya Mbak?

    BalasHapus
  4. Wah, kl bunda punya sih akun IG, Twitter, facebook, linkedin but less skill n experiences in blogging n I am not a genious person neither.

    BalasHapus
  5. SAya pun sekarang sedang seneng membuat video untuk channel youtube anak-anak, pengen sih belajar edit video serius, sekarang edit video di hape aja

    BalasHapus
  6. Boleh juga ya bikin CV pakai Youtube! Lebih kece pastinya, sih, karena benar-benar ngikutin perkembangan jaman banget.

    BalasHapus
  7. Pengen banget deh saya belajar bikin video. Ya video sederhana aja, tapi hasilnya bagus

    BalasHapus
  8. Oh ternyata suaminya kerja jadi pekerja kreatif di YouTube. Ponakanku juga pekerja kreatif YouTube, tapi bikin pesanan musik dan kliennya kebanyakan dari luar negri, mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheehe.. bukan sih, bikinnya software :)

      Hapus
  9. mampir kesini tiba-tiba teringat akun youtube-ku, ya ampuuun apa kabarnya itu jarang disentuh bahahha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya ampun, buruan diberesin srang laba2nya hihihi..

      Hapus
  10. Apa kabar akun YouTube-ku yang sudah lama tak kutengok? Pengen banget bisa belajar video yang hasilnya oke

    BalasHapus
  11. Halo mba Farida. Youtube memang oke banget ya mba. Soalnya memang skarang jaman visualisasi dan semuanya ada di youtube. Ibaratnya, nyari apapun di youtube tuh ada semuanyaa. Asik ya jadi freelancer yang kreatif :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah. pinter2nya emmanfaatkan teknologi yg ada :)

      Hapus
  12. aku masih harus banyak belajar nih maenan youtube. terlalu cinta sama blog hihi sampe sekarang youtube ku aja subscriber nya masih 0 hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi.. iya sih. youtubeku jg masih sbg pendukung blog aja :P

      Hapus
  13. Wuiih ada krlas percobaan gratisnya yaaa.. mau coba ah. Aku lagi suka upload video ke youtube nih

    BalasHapus
  14. Keren keren, kelas seperti ini nih yang aku cari kak, informatif banget, pengen coba, thanks kak

    BalasHapus
  15. Harus belajar pede kalo bikin youtube mah. Masih suka maluu

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iya. pertama ga pake adegan selfi dulu aja :P

      Hapus
  16. Kreatif banget yang bikin CV pakai video ��
    Btw saya juga pengen belajar videografi, tapi masih maju mundur cantik

    BalasHapus
  17. Aku belum pernah nih cobaaa tarus CV di YouTube.. so far aku menikmati vlog walaupun masih standard hehehe

    BalasHapus
  18. Dulu suamiku juga kerjanya remote dari rumah jadi kaya pengangguran :)
    Boleh jug aidenya ya bikin CV pakai Video

    BalasHapus
    Balasan
    1. senang ya bisa menghasilkan uang dari rumah. ho oh, makin kreatif aja org2 ya bikin cv pake video

      Hapus
  19. Aku sekarang malah mulai menggeser youtube jadi pencari no.1 hahaha, lebih mudah mengerti entah saya yang pembelajar visual atau ngikut trend aja.. heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. memang katanya lebih cepat menghasilkan sih daripada blog. semangat, mbak!

      Hapus
  20. Saya juga sdg belajar memfungsikan YouTube dgn lbh baik..sayang blm pinter edit video..hehe. .

    BalasHapus
  21. Mbak di Jogja ada ga si Dumet ini?anakku pasti seneng nih kalau ambil kelas editing video. Tahun depan rencannya mau ambil kelas lain selain animasi untuk portofolio homeschoolingny

    BalasHapus
  22. Bener banget, zaman sekarang mah Youtube itu media yang paling gampang untuk beriklan. Baik produk atau pun branding. Tapi huhuhuhu... sayangnya aku belom bisa bikin video keren buat konten channel Youtube aku. Aku gaptek. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti punya alasan untuk mulai belajar ya hihihi..

      Hapus
  23. Ho oh nih, video udah mulai jadi tren sekarang ya. Makanya banyak yang jadi vlogger atau Youtuber, bahkan ada anak kecil yang cita-citanya jadi Youtuber hehe

    BalasHapus
  24. Meskipun ibu rumah tangga, aku kok pengen juga ya bikin CV ala ala jaman now, xixixi. Dan kemampuan menguasai pembuatan dan editing video itu penting banget memang. Seandainya deket, pengen banget ikut kelas trial-nyaa.

    BalasHapus
  25. Ternyata seru ya menjadi youtuber itu kadang aku juga sering melihat video apa yang aku butuhkan di YouTube

    BalasHapus
    Balasan
    1. ho oh seru memang. yang penting modal kuota sama memori hihihi..

      Hapus
  26. Iyaa...
    Keahlian bikin video ini harus terus diasah kalau ingin membuat konten yang lebih lengkap.
    Never stop to learn, judulnya yaa...

    Mari membuat konten yang baik dan mengedukasi.

    BalasHapus
  27. aku juga keranjingan nonton youtube mba tertarik updolad video gitu vuman belum bisa edit2nya hahaha

    BalasHapus
  28. waaaa suamimu keren mba Far, duh bisa belajar banyak ya kalian berdua sinergi bareng keren. Dumet school asyik ya pembelajarannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah. pasti hal yg sama jg terjadi pada dirimu dan suami :)

      Hapus
  29. Eh aku gak pernah kepikiran bikin CV pakai video, kyknya menarik ya. Tapi emang YT itu skrng udah kyk serch engine aja, apa2 ada di YT :D Jd kemungkinan besar CV kita ditemukan org pasti bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk bikin video cv yuk..
      memang youtube mesin pencari no.2 terbesar sih sekarang

      Hapus
  30. Bener juga ya mba, CV pake video itu jadi kelihatan menarik dan sekaligus menunjukkan skill si pembuat CVnya. Anak-anakku perlu nih ya menguasai kemampuan semacam ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya, generasi milenial perlu belajar ini

      Hapus
  31. Banyak banget yang udah beralih ke YouTube, kalo tau cara memaksimalkannya memang menjanjikan ya. Makasih sharingnya ya oke banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup betul sekali. terimakasih apresiasinya :)

      Hapus
  32. Saya nih helum terlalu memanfaatkan youtube. Baru sesekali uploadnya. Tapi harus mulai belajar meski buat 1 video agak lama

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheehe iya. usaha tidak menghianati hasil :)

      Hapus
  33. Baca ini jadi inget chanel YouTube ku yang udah berdebu wkwkw. Bener banget kak soale kalau ngiklan pakai youtube lebih gampang di lihat dan di dengar ,, kalau cuma baca kayaknya ngebosenin juga.

    BalasHapus
  34. Saya pernah buat CV pakai video graphic. Buat yang sederhanaaa sekali, pakai PowerPoint. Itu buatnya seminggu sendiri. Ini lebih kompleks ya animasinya. Keren ih bisa begini.

    Penasaran caranya bikin gimana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. powerpoint juga bisa dibikin animasi, lho :)

      Hapus
  35. Aku pernah buat video tutorial di youtube.
    padahal jelas banget, tapi ada orang yang gak paham dan malah komen ngata ngatain aku. kan jadi sedih. padahal viewer yanglain pada bilang terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. ya gpp. kan namanya kemampuan org beda2 :)

      Hapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^