header permata pengalamanku

Memulihkan Kesehatan Jiwa dengan Buku "Luka Performa Bahagia"

25 komentar

Tuntas mengikuti parade webinar "Happy Inner Child" dari Ruang Pulih, aku lanjut membaca buku karya kedua penyelenggaranya, yaitu Mbak Intan Maria Liem dan Mas Adi Prayuda, berjudul "Luka Performa Bahagia". Buku ini asyik banget dan cukup membantu untuk memulihkan kesehatan jiwa, lo. Coba aku ulas sedikit, ya.

Identitas Buku

Judul: Luka Performa Bahagia
Genre: Pengembangan Diri 
Penulis: Intan Maria & Adi Prayuda 
Tebal: 239 halaman
Dimensi: 14,8 x 21 cm
Penyunting naskah: Wiwin Pratiwanggini
Penata letak: Luluk A.
Desain sampul: Ricky Octavianus & Olyvia Putri
Ilustrasi isi: Ricky Octavianus
ISBN: 978-623-6254-30-1
Tahun terbit: Juli 2021, cetakan I
Penerbit: Loka Media cab Surabaya
Harga : 149.000 

Isi Buku

Kata pengantar dari Kak Seto Mulyadi dan Psikolog Koinis Naftalia Kusumawardhani sepertinya cukup menjadi jaminan kualitas buku "Luka Performa Bahagia" ini. Apa lagi, halaman-halaman sebelumnya juga memuat sejumlah testimoni dari para praktisi terapis.

Buku ini merupakan bacaan yang ringan tetapi berbobot. Ada banyak wawasan baru yang didapat dari buku ini. Setiap orang mungkin memperoleh pengalaman batin yang berbeda saat menyelaminya. Buku ini menuturkan tentang bagaimana cara memulihkan kesehatan jiwa yang terluka akibat masa lalu dengan melakukan terapi diri sendiri. 

Dari sini, kita bisa mengenali apakah itu inner child, cara mengelola, dan mengasuhnya kembali dengan inner parent. Kita akan diajak berselancar ke dalam diri untuk mampu meraih, menggenggam, dan mengasihi bagian diri saat kecil dan berproses dan menjalani hidup dengan porsi yang tepat. . 

Secara bertahap, buku ini akan menemani kita menyadari emosi yang muncul. Misalnya, di bab pertama masih standar, bab kedua mulai menyadari ada beban, bab ketiga berani mengekspresikan emosi itu, bab keempat menerima semua emosi, bab kedelapan melepaskan beban, dan bab 10 kita diminta menggambarkan bagaimana itu lepas.

Ya, gambar-gambar dalam buku bisa dibilang cukup sederhana dan mudah dipahami untuk terhubung dengan kita secara emosi. Kita akan diminta mewarnai untuk membantu kita berkonsentrasi terhadap keadaan kita sekarang secara lebih mendalam. Keberadaannya melengkapi asupan uraian untuk kognisi di dalam buku.

Ada juga terapi menulis. Sebaiknya, kita menulis dengan tulisan tangan dalam mengisinya karena melibatkan saraf-saraf yang terkoneksi. Karakteristik tulisan seseorang juga dapat menggambarkan karakter dirinya.

Bahkan, bagi yang sudah bisa melalui luka inner child, tetap menyenangkan membaca dan mewarnai gambar-gambar di dalamnya. Membuat kita lebih mengenali diri sendiri dan menunjukkan cara menolong orang lain yang mengalami masalah dengan inner child

Bonus Workshop Inner Child Healing Meditation 

Setiap membeli buku ini, kita juga akan mendapatkan dua bonus, yaitu:
  • Workshop Innerchild Healing Meditation gratis
  • Potongan harga untuk mengikuti Kelas Intensif Inner Child 

Tentu aja aku enggak menyia-nyiakan dan mengikutinya. Meditasi membantu menyadari keberadaan diri kita saat ini, di sini. Dalam sesi ini, kita akan disadarkan tentang berkah napas. Bagaimana dia selalu menemani tanpa kita berusaha mengadakannya. Kita dinapaskan. 

Saat meditasi adalah saat di mana kita menyadari kehadiran napas, meluangkan waktu bersamanya, dan mensyukuri keberadaannya. Begitu pula dengan seluruh tubuh kita. Aku menjadi lebih bersyukur dan menghargai apa yang ada pada diri. 

Kita juga diajak menyadari adanya luka dalam diri dan kemungkinan luka dalam diri orang lain sehingga dia berpotensi melukai kita. Menyadari hal ini, secara ajaib aku jadi jauh lebih tenang dan tidak lagi menuntut orang-orang sekitar. Aku juga menyadari bahwa luka dalam diri bisa membuatku melukai orang lain. Karena itu, aku memilih untuk menyelesaikannya sebelum menular ke sekitar. 

Lucunya, aku menonton video workshop ini tepat setelah merasa marah karena keseharian di rumah. Maka, aku mengurung diri di kamar dan mengikuti video ini sehingga akhirnya bisa keluar kamar dalam kondisi netral. Terima kasih banyak, Mbak Intan dan Mas Adi 🙏

Meditasi semacam  ini perlu banget dilakukan sekali-kali untuk memberikan kita jeda sejenak dan lebih menyadari apa yang terjadi. Dengan menyadari hal-hal sederhana seperti bernapas tenang, kita akan terdorong untuk lebih memandang segalanya lebih jernih dan menyikapinya dengan netral.

Bagaimana? Tertarik untuk memiliki buku ini dan mendapat sebongkah manfaat? Siapkah engkau melepas beban masa lalu, menghargai segala yang ada pada dirimu saat ini, dan melangkah mantap menuju masa depan? Kalau iya, bisa pesan buku ini ke aku melalui Whatsapp di 087877645588.

Selamat berproses!

Related Posts

25 komentar

  1. semakin banyak ya buku tentang kesehatan jiwa

    Naftalia Kusumawardhani , psikolog idolaku nih

    sangat berharap semakin banyak buku serupa, karena gak hanya fisik yang butuh sehat, psikis juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju kak Maria, bahwa buku2 tentang kesehatan jiwa dan mental ini pastinya bnyk dibutuhkan orang karena banyak orang yang juga mengalami gangguan kesehatan mental.

      Hapus
  2. Senang banget ya, sekarang makin banyak yang peduli dengan kesehatan mental dan juga banyak yang menerbitkannya dalam bentuk buku.

    Semoga menjadi salah satu cara mencapai kebahagiaan atau berdamai dengan segala masalah mental yang banyak dialami banyak orang di masa kini :)

    BalasHapus
  3. Mental health itu penting. Ibaratnya kalau sakit juga harus ditangani Kaya sakit fisik. Berbahaya kalau engga ditangani bisa berefek fatal seperti kematian. Inner child jadi salah satu faktor yang perlu diasuh kalau menurut saya. Jadi penasaran sama isi buku ini.

    BalasHapus
  4. Kesehatan mental memang nggak kalah penting dengan kesehatan fisik
    makanya juga perlu diperhatikan ya mbak
    harus dirawat juga

    BalasHapus
  5. Efek menonton video workshop nya langsung ya mbak, sampe bisa bikin keluar kamar dalam kondisi netral. Berarti bagus dan mengena :)

    BalasHapus
  6. Meditasi menenangkan diri ini beneran perlu biar ada jenak dan mencegah kita mengeluarkan emosi negatif yang berlebihan. Wah, mbak Farida bisa langsung merasakan efek luar biasanya, nih. Mantap ��

    BalasHapus
  7. Ada bab healing itu bagus buat pengasuhan anak, sampul dan layout mantap

    BalasHapus
  8. Memulihkan kesehatan jiwa memang kudu dikuatkan dari diri kitanya juga. Dan terbuka menerima, dengan begitu dapat merasakan manfaatnya. Bagus bukunya, mengarahkan mental tetap dalam keadaan stabil

    BalasHapus
  9. Buku-buku bagus seperti LUKA PERFORMA BAHAGIA ini nih patut lebih banyak disosialisasikan. Tanpa kita sadari, penyakit kejiwaan itu semakin banyak merebak di lingkungan masyarakat. Apalagi dengan bermunculannya masalah ekonomi.

    BalasHapus
  10. Ternyata kesehatan mental mesti seimbang dengan kesehatan fisik. Justru jika jiwa merana dan terasa hampa, mesti dikonsultasikan. Ini buku yang bagus dan menarik, mengajak pembaca agar lebih dapat menguasai diri menuju kebahagiaan.

    BalasHapus
  11. sembuhkan luka diri dulu ya mbak, kuncinya. biar bisa bergerak dengan menyenangkan dan hati tenang. dan pembahasan ini jarang kutemukan, pengen ikutan juga sebebenre

    BalasHapus
  12. Kadang kita gak sadar kalau saat ini lagi memiliki luka jiwa dalam diri. Memang harus sering self healing ya. Jadi penasaran mau baca bukunya!

    BalasHapus
  13. Semakin banyak buku tentang kesehatan mental maka saya pun makin antusias mbak. Saya pun baca buku ini seakan muncul motivasi baru dalam hidup.

    BalasHapus
  14. Udah lama gak baca buku tentang kesehatan mental gini. Biasanya saya butuh waktu yang lebih tenang untuk membacanya. Kapan-kapan mau ah baca bukunya.

    BalasHapus
  15. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Tapi banyak yang menganggap sepele. Baca buku begini salah satu cara biar sehat mental.

    BalasHapus
  16. Aku suka tema tentang inner child ini, karena terkadang masih terbawa sampai sekarang hehehe, jadi penasaran sama bukunya,

    BalasHapus
  17. salah satu buku healing yg bagus nih ya mba..ada gambar2 untuk diwarnai juga ya..keren deh..

    BalasHapus
  18. Bagus mbk bukunya. Sepertinya ku butuh nih buat self healing…

    BalasHapus
  19. Wah aku jadi tertarik buat baca bukunya apalagi kadang masih suka kebawa pola pengasuhan di masa lalu

    BalasHapus
  20. Memang kesehatan mental itu sangat penting apalagi dimasa pandemi begini, jauh dari keluarga dan teman. Terimakasih review-nya mbak, otw pesan bukunya. Hihi

    BalasHapus
  21. Menarik nih bukunyq mbak, jadi pengen baca juga deh. Emang bener sih pola pengasuhan kitq dulu, innerchild kita bisa jadi membayangi2 tetus kalo ga segera diselesaikan ya.

    BalasHapus
  22. Buku ini hadir ketika pandemi yang pasti juga memiliki efek negatif gimana seseorang terluka menghadapi kondisi saat ini. SEmoga bukunya bisa menjadi teman di kala sedih atau butuh meditasi

    BalasHapus
  23. Baru kemarin ngebahas tentang mental health yang terjadi pada anak-anak gen Z. Merasa terkejut juga ketika anak mbarep bercerita bahwa beberapa temannya sudah berobat ke psikiater atas kesadaran sendiri

    BalasHapus
  24. Sejenak bermeditasi, mencoba untuk membawa semua pikiran negatif ke arah positif, sangat membantu kita memulihkan diri ya mba, terutama terkait dengan beban psikologis. Dulu pernah mengalami hal ini, hanya saja bukan karena inner child sih. Alhamdulillah masa-masa itu sudah terlampaui, semoga sudah bisa lebih sabar dan ikhlas menjalani hidup. :)

    BalasHapus

Posting Komentar