Jasmerah, Jangan Sekali-Kali Meninggalkan Sejarah


Bulan ini, aku mengikuti program One Day One Post (ODOP) yang diadakan oleh Blogger Muslimah Indonesia. Program ini dibuat sebagai motivasi untuk memperbaiki kualitas blog masing-masing agar semakin kece, semakin original dan semakin meningkat pengunjungnya. One Day One Post (ODOP) bulan ini akan berlangsung selama tanggal 2-31 Oktober 2017. Mohon doanya ya, agar bisa konsisten.

Sebagaimana yang bisa ditebak, program ini meminta peserta untuk mempublikasikan satu artikel setiap harinya dengan ketentuan panjang minimal 300 kata. Oya, selama satu bulan ini, kita tetap diizinkan mengambil cuti menulis kok sebanyak 4 hari. Kalau soal panjangnya artikel, menurutku sih, demi menciptakan blog yang ramah terhadap mesin pencari, aku akan mengusahakan agar bisa membuat artikel sepanjang minimal 800 kata setiap harinya.
Artikel ini isinya bebas ya, disesuaikan saja dengan niche blog masing-masing. Boleh berupa artikel yang diikutsertakan dalam lomba blog. Berhubung blogku ini aliran campur-aduk jadi mestinya lebih mudah ya karena bisa menulis tentang apa saja setiap harinya. Hehehe...
Rencananya sih, aku akan mengisi bulan ini dengan artikel-artikel yang ditulis untuk berpartisipasi dalam aneka lomba blog yang bertaburan sepanjang Bulan Oktober (teteepp...). Namun, berhubung aku adalah anggota pasukan deadliner yang suka mempublikasikan artikel menjelang batas waktu yang ditentukan, dan sepertinya jadwal deadline lomba blog di bulan ini tidak terjadi setiap hari, itu artinya aku juga harus menulis artikel-artikel dengan tema mandiri yang aku tentukan sendiri ingin menulis tentang apa untuk mengisi hari-hari yang bukan merupakan batas waktu suatu lomba blog tertentu. Bisa nggak, sih? Harus bisa!

Oya, walaupun secara umum tema artikel yang ditulis setiap harinya bebas, namun ada ketentuan untuk artikel pertama yang dipublikasikan harus sesuai dengan tema yang dipilih penyelenggara, yaitu "Jangan Melupakan Sejarah." Membaca tema ini, ingatanku langsung melayang pada istilah Jasmerah.

Jasmerah, tidak ada hubungannya dengan jastip yang sedang marak saat ini, ya. Hehehe... Kalau jastip itu akronim dari Jasa Titip. Sedangkan Jasmerah adalah semboyan terkenal yang diambil dari judul pidato terakhir Presiden Soekarno pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966. Judul lengkap pidatonya adalah ”Karno Mempertahankan Garis Politiknya yang Berlaku, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”. 

Mengapa kita tidak boleh melupakan sejarah? Tentu karena dipandang ada manfaatnya kan, jika kita melakukannya? Apa sih, manfaatnya mengingat sejarah? Ini tidak hanya terpaku pada pembahasan politik dan sekitarnya, ya. Namun secara umum, dalam kehidupan kita, sesekali mengingat sejarah atau kejadian yang sudah berlalu, menurutku, memberikan dampak positif bagi kita. Dampak positif tersebut antara lain:

1. Mengenal Identitas Awal


Ya, dengan menengok sejarah kehidupan kita, kita akan tahu siapa orangtua kita, di mana kita lahir, mengapa kulit kita berwarna sawo matang sedangkan yang lain berkulit cerah dsb. Namun sebelum itu semua, sebelum kita menjadi anak sepasang orangtua, sebelum kita menjadi anak orang kaya atau miskin, bangsawan maupun rakyat jelata, sebelum kita menjadi orang bersuku dan berbangsa tertentu,  kita semua adalah manusia. 
Kita adalah janin yang ditumbuhkembangkan di dalam rahim menjadi sebaik-baiknya ciptaan. Oleh siapa? Oleh Allah, Sang Pencipta. Dari sinilah kita mengenal identitas awal kita sebagai makhluk-Nya. Sebuah identitas yang tidak dapat dilupakan.

2. Bersyukur

Setiap dari diri kita pasti pernah mengalami suatu hal yang menyenangkan. Kasih sayang orangtus, masa kecil yang penuh tawa, merasakan makanan enak, mendapat baju baru dll. Jika kita mengenangnya, maka itu akan membantu kita untuk bersyukur.

3. Sebagai Pelajaran

Bagaimana jika yang terjadi itu adalah sesuatu yang buruk? Maka itu bisa menjadi bahan evaluasi bagi diri kita. Gagal lulus dalam sebuah tes, masakan yang tidak enak, menyikapi suatu masalah dengan penuh emosi... Ya, itu semua bukan hal yang kita inginkan. Dengan senantiasa melakukan introspeksi secara jujur, kita akan menemukan apa saja yang menjadi pencetus terjadinya suatu kegagalan.

2. Membantu Menentukan Langkah Selanjutnya


Your past doesn't define who you are. It just gives you the starting point for who you're going to be.
Mengenali diri kita, mensyukuri berbagai hal indah yang terjadi dalam diri kita, serta mau terus belajar dari kesalahan-kesalahan kita, akan membantu kita untuk memilih apa tindakan selanjutnya yang bisa kita ambil agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Langkah-langkah menuju perbaikan itu bisa kita jalani melalui tahap-tahap berikut ini:
  • Definisikan dengan jelas perbaikan seperti apa yang diharapkan
  • Buatlah daftar semua hal yang diperlukan untuk bisa meraih hasil tersebut
  • Pecahkan tujuan besarmu menjadi tujuan-tujuan kecil untuk bisa menghadirkan semua hal dalam daftar keperluan yang telah dibuat
  • Susunlah langkah-langkah logis yang lebih terperinci dan berkesinambungan di mana langkah berikutnya akan mengantarkan pada keadaan yang lebih dekat pada hasil

Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya, ya. Aamiin... 

Ngomong-ngomong, soal tema artikel One Day One Post (ODOP) Oktober 2017 yang harus kutulis setiap harinya ini, tadinya aku berpikir, mending nanti biarlah mengalir apa adanya saja. Sedang ingin menulis tentang apa hari itu, ya sudah ditulis saja. Tapi, aku jadi mendapat ide lain setelah melirik tema yang ditentukan untuk artikel pertama ini.
"Jangan melupakan sejarah." Ya, sepertinya, ada baiknya aku mengambil tema ini sebagai tema sentral untuk artikel-artikel mandiriku di bulan ini. Artikel mandiri itu maksudnya artikel yang aku tulis bukan karena mengikuti lomba atau karena permintaan dari pihak lain, ya. Insyaallah, nantinya aku akan membuat artikel-artikel bernafaskan hal-hal yang dapat dipelajari dari kejadian yang sudah berlalu untuk disikapi saat ini agar menjadi lebih baik di hari-hari berikutnya. Stay tune!

Tulisan ini diikutsertakan dalam program One Day One Post Blogger Muslimah Indonesia 

Komentar

  1. Yap semua bisa dijadikan pembelajaran

    BalasHapus
  2. wua, terimakasih. sangat membutuhkan ini untuk melangkah maju. ciaoo! 2017 udah mau berakhir aja nih mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk mariii.. Tetap semangat ya :)

      Hapus
  3. jangan lupakan jastip #eh
    Btw, setuju jika sejarah sepatutnya bikin kita banyak bersyukur dan jadi dasar untuk memperbaiki langkah selanjutnya:)

    BalasHapus
  4. Hehehe jastip itu buat yang malas belanja tapi kepingin punya barang. Heheee...Iya Mbak, banyak sekali manfaat belajar sejarah, kalau aku sedang berusaha mengenalkans ejarah keluarga ke anak-anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. iya. agar anak mengenal identitas awalnya :)

      Hapus
  5. Salah satu yang menarik dari mengingat sejarah adalah bersyukur..betul sekali mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, seringnya orang hanya mengenang keburukan. padahal sudah banyak kebaikan yang sudah terjadi pada diri kita :)

      Hapus
  6. Seringkali sejarah buruk lebih mudah diingat dan susah dilupakan. Padahal Allah menakdirkan sejarah itu terjadi, pasti karena ada hikmah di balik semua kejadian. Semoga Kita termasuk yang bisa mengambil hikmah-hikmah tersebut, aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali. Justru hikmah itulah harta yang tercecer milik orang mukmin ya. Sangat layak dipungut dlm keadaan apa pun :)

      Hapus
  7. Sejqrah duku termasuk mata pelajaran kesukaan aku lo. Sampe sekarang buku fiksi dgn latar belakang sejarah aku suka bgt. Dan setuju bgt ama mbak farida kita belajar banhak dr sejarah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga suka sejarah sih. Memang menurutku berguna sekali :)

      Hapus
  8. Waaah semangat mba Farida! ODOP emang keren banget.. seringnya malah kita dapat ide tulisan baru di tengah-tengah aktivitas nulis kita :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gitu ya? Baru kali ini ikut odop. Moga bisa terpenuhi deh :)

      Hapus
  9. Jangan lupakan sejarah dan darimana kita berasal ya mbak 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, setidaknya itu membantu kita mengenali diri dan memetakan masalah :)

      Hapus
  10. Kalo sejarah tentang mantan gimana mba? Ehhh... hahahaa... aku setuju banget jasmerah sebagai pengingat untuk bersyukur. Tfs mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaa.. Gitu deh. Kalau ada hikmahnya ya diambil. Yang buruk2 dijadikan pelajaran :)

      Hapus
  11. bersyukur dan memperbaiki diri. Bener banget, mba. Kalau ngga banyak2 bersyukur urusannya kita akan terus merasa kekurangan ya, mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali. tanpa bersyukur, melangkah ke depan rasanya berat sekali :)

      Hapus
  12. Keren mbk artikelnya. Salam kenal ya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, terimakasih. salam kenal juga :)

      Hapus
  13. Keren mbk artikelnya. Salam kenal ya ;)

    BalasHapus
  14. Semoga bisa menjadi inspirasi dan juga menjadi orang yang lebih baik lagi untuk kedepannya

    BalasHapus
  15. Wah! Kereeen nih ikut ODOP. Aku dulu suka juag ikutan ODOP, tapi suka gugur di beberapa hari kemudian hehe. Semangaaat ya kak, semoga semangaaat teroosh nulisnya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, berat memang ya. semoga saya berhasil :)

      Hapus
  16. Selamat dan semangat ikutan ODOP nya ya mba. Semoga istiqomah. 😊

    BalasHapus
  17. Tapi banyak juga yang sudah lupa ya mba, paling engga tetap bisa sebuah menjadikan pelajaran untuk kedepannya. Semangatt yaa ODOP nyaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya betul. sayang sekali kalau sampai pelajaran berharga dilupakan. moga tetap semangat ODOP!

      Hapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^