Karena Rasa yang Dibalut Nostalgia, Jelas Lebih Enak

Ngopi, sepertinya sudah menjadi tradisi bagi sebagian masyarakat Indonesia. Ada yang biasa melakukan kegiatan ini di pagi, siang, sore maupun malam hari. Tergantung kebutuhan dan seleranya. Hal ini tak lepas dari efek kafein dalam kopi yang menenangkan serta membangkitkan semangat tersendiri bagi penikmatnya.

Aroma Kopi Menghiasi Masa Kecilku

Kebiasaan seperti ini sudah aku temui sejak kecil. Tak jauh-jauh, ini adalah kebiasaan ayahku. Setiap pagi sebelum berangkat ke kantor dan sepulang bekerja, Beliau selalu menyempatkan diri menghirup wanginya aroma kopi seduhan tangan Bunda.

Kebiasaan ini tentu saja menarik bagiku saat itu. Bagaimana kemudian aroma kopi di pagi hari menjadi sarana alami bagiku untuk bangun dan ikut berlama-lama mengendusnya di dapur. Hingga kemudian dipercaya Bunda untuk membawa dengan hati-hati serta menyuguhkan secangkir kopi panas ke hadapan Ayah. Dan bagaimana setiap sore aku menyaksikan betapa dahsyatnya pengaruh kopi menenangkan fisik dan pikiran Ayah, setelah seharian bekerja di luar. Menakjubkan!

Didorong oleh rasa penasaran, aku pun meminta izin untuk mencicipinya. Auw, panas! Ya, begitulah. Kegemaran Ayah adalah kopi yang sempurna panas diseduh dengan air yang sepenuhnya mendidih.
Dan Ayah pun jadi punya kebiasaan baru untuk membantuku menikmati kopi bersamanya. Beliau menuangkan sedikit cairan kopi ke alas cangkir untuk diangin-angin sebentar agar aku tidak terlalu kepanasan saat menghirupnya. Makin hari, makin banyak porsi yang kuambil dari secangkir kopi Ayah.
Ayah menawarkan agar aku meminta Bunda membuatkan secangkir kopi untukku. Ah, tidak. Bukan itu yang ku mau. Bukan pada banyaknya kopi yang kuminum. Tapi lebih pada kebersamaan dengan Ayah setiap sore, menghabiskan kopi dari satu cangkir yang sama.
Ayah pun mengalah dengan tetap berbagi kopi. Saat Beliau baru merasakan seteguk dua teguk, aku ternyata semakin cepat menghabiskan sisanya. Dan Ayah hanya bisa takjub sambil meminta dibuatkan lagi secangkir kopi oleh Bunda. Kata Beliau, kopi lebih syahdu dinikmati sedikit demi sedikit, bukan langsung dihabiskan.

Saat aku menginjak usia remaja, aku mulai diajari Bunda cara menyeduh kopi. Supaya aku bisa menghidangkan sendiri kopi untuk Ayah maupun untukku jika aku ingin. Dan ternyata, susah sekali meramu komposisi antara kopi dan gula yang pas dengan selera Ayah.
Padahal kopi yang kupakai sama dengan kopi pilihan Ayah sejak dulu, yaitu Kopi Kapal Api. Gulanya pun sama dengan yang dipakai Bunda. Uh uh, malunya aku setiap kali Ayah tertawa geli selesai mencicipi kopi seduhanku.

Bisa dibilang, Ayah menyukai semua produk Kapal Api. Baik yang biasa maupun yang Special. Kopi Kapal Api Special adalah ramuan istimewa Kapal Api yang terbuat dari perpaduan Kopi Robusta dan Kopi Arabika berkualitas terbaik. Komposisinya yang pas memberikan rasa yang mantap serta aroma yang memikat.
Tak heran jika Kapal Api menjadi merek kopi paling populer di Indonesia, bahkan telah berhasil memasuki pasar-pasar di Asia Tenggara dan dunia. Apa lagi di daerahku. Karena PT Santos Jaya Abadi, produsen Kapal Api, berlokasi di kota tempat tinggalku, Sidoarjo.
Dan aku merasa beruntung sekali ketika menemukan produk Kapal Api Special Mix di pasaran. Di mana varian ini sudah menyediakan kopi dan gula dengan takaran yang tepat dalam satu bungkus. Ternyata Ayah pun menyukai perpaduan kopi dan gulanya.
Jadi, tugas menyiapkan kopi kala waktunya Kapal Api terasa lebih ringan lagi, ya. Tinggal menambahkan air panas, aduk, jadi deh! Tak perlu lagi ada rona malu di pipiku karena salah menakar. Hehehe...

Kenangan yang Sempat Memudar

Tahun demi tahun pun berlalu. Jalan hidupku mengantarkanku semakin jauh dari rutinitas menikmati kopi bersama Ayah. Karena aku kos saat kuliah, sehingga tidak bisa setiap pagi atau sore bertemu dengan Beliau.
Di tengah mengerjakan Tugas Akhir, aku sudah menikah dan langsung tinggal bersama Suami di kontrakan. Menikmati kopi bersama Suami? Hmm... Ya, sesekali. Karena Suami bukanlah orang yang mengharuskan keberadaan suguhan kopi untuknya di setiap hari.
Apa lagi beberapa tahun belakangan ini aku berpindah-pindah tempat tinggal ke luar kota. Menghirup sedapnya wangi dan rasa kopi dengan Ayah sepertinya benar-benar hanya sebuah nostalgia masa kecil. Nostalgia yang sesekali aku undang untuk hadir mengisi hariku, sambil mengingat dan membayangkan Ayah di sebelah menemaniku. Ya, setiap melihat Kopi Kapal Api, aku akan teringat pada Ayah dan kota tempat aku dibesarkan.

Kesempatan Mereguk Nikmatnya Nostalgia

Tak disangka, ternyata aku masih diberi kesempatan untuk mengulangi nostalgia itu. Sudah 2 minggu ini, Ayah memutuskan untuk mencari nafkah di kota tempat tinggalku sekarang. Praktis, Beliau tinggal serumah dengan keluarga kami.
Suatu pagi, kembali aroma Kopi Kapal Api dari dapur tercium hingga ke kamarku. Ya, Ayah sedang menyeduh Kapal Api Special Mix favoritnya yang Beliau beli sendiri dari toko sebelah. Aih, serasa kalender berputar cepat kembali ke tahun-tahun itu. Dan ternyata, Ayah pun telah menyiapkan secangkir untukku! Kembali pagi itu, dan pagi-pagi selanjutnya, kami bisa duduk bersama sejenak. Berbincang tentang pekerjaannya sambil menikmati kelezatan kopi.

Mendapati wangi kopi kembali mengisi pagi, membuatku ingin berburu Kapal Api sendiri untukku. Apa lagi sekarang varian Kapal Api makin banyak. Mulai dari Kopi Bubuk, Special (kopi bubuk murni dengan ramuan istimewa), Special Mix (ramuan kopi spesial plus gula), Kopi Susu (kopi, gula dan susu) dan Mocha (kopi, gula, susu dengan campuran cokelat).
Selain itu, Kapal Api juga punya produk premium seperti White Coffee (favoritku!), Luwak Blend, Easy Drip Luwak Blend, Easy Drip Flores Manggarai Blend, Morning Blend dan Blue Mountain Blend. Wow! Terbayang ya, betapa kayanya citarasa yang dihasilkan oleh masing-masing varian ini.

Ada satu varian yang menarik perhatianku, yaitu Special Mix Less Sugar. Varian ini terdiri dari Kopi Kapal Api dengan ramuan seperti Special Mix, hanya saja jumlah gulanya dikurangi. Jadi bukan menggunakan pemanis buatan, ya. 
Sepertinya ini cocok untukku. Karena dari hasil USG terakhir, aku disarankan oleh dokter spesialis kandunganku untuk mengurangi asupan gula. Hal ini bertujuan agar janinku tidak terlalu besar nantinya saat siap dilahirkan. 

Ya, aku memang pecinta manis, sih. Mungkin memang benar selama kehamilanku ini aku terlalu banyak mengkonsumsi gula. Tuh, buktinya. Saat pertama kali ingin mencicipi Kapal Api Special Mix Less Sugar saja aku masih khilaf ditemani dengan Brownies berhiaskan permen warna-warni di atasnya. Hihihi...
Tadinya aku sempat ragu juga mencoba kopi yang satu ini. Kawatirnya pahiitt... Satelah mengecap sendiri rasanya, ternyata sama sekali tidak pahit, lho
Manisnya sangat pas menurutku. Justru dengan begitu, harum aroma kopinya jadi semakin meruak. Wah, aku langsung jatuh cinta dengan Kapal Api varian ini.
Benar-benar hebat ya, Kapal Api ini. Setiap mengeluarkan varian baru selalu dengan hasil yang maksimal memanjakan lidah penggemarnya. Apa lagi bagiku pribadi. Kapal Api selalu membawa belaian nostalgia di setiap molekul gas, cairan dan ampasnya. Itulah yang membuatnya selalu menjadi kopi yang "Jelas Lebih Enak" dibandingkan kopi yang lain.

Ini #KapalApiPunyaCerita versiku. Kalau kamu, paling suka Kapal Api yang mana?

Komentar

  1. aroma kopi kapal api emang khas banget ya Mbak, aku bukan pecinta kopi tapi aku suka nyium aroma kopi hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi.. toss! aku juga ngga berani ngopi banyak2. sekadar icip saja untuk menikmati aroma dan rasanya :)

      Hapus
  2. Kalau aku suka yang spesial mix sih, rasanya gak bisa tertuliskan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hohoho.. Sama dong ya. Tapi ini aku lagi jatcin sama special mix yg less sugar. Sekalian diet hehehe..

      Hapus
  3. Lemari saya gak bisa kosong dgn kopi ini mbak! Srg menemani sy saat sdg nulis 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih.. Kecup dulu ah penggemarnya kapal api :)

      Hapus
  4. Sama mba, jd pecinta kopi krn dari kecil suka nyicip dari gelas Bapak 😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  5. Aku sampai sekarang kok udah ga berani minum kopi. Takut mual

    BalasHapus
  6. Wahh ini kopi favorit ayah ku dari dulu... memang legendaris banget ya kopi kapal api ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Masih the legend sampai sekarang :)

      Hapus
  7. Kapal Api itu kopi rakyat yang awet dari dulu. Meski banyak merk lain datang. Tetap saja banyak konsumennya di Indonesia. Sampai ke pelosok-pelosok kopi merk ini bisa ditemui dengan mudah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali. Kopi yg merakyat sekaligus mendunia ya :)

      Hapus
  8. Menurut aku kopi hitam terbaik kapal api loh hehehe meski sekrangbjarang minum kopi karena maag.
    Baca ini bikin kangen rumahhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gitu ya? Agar kadar asam kopi tidak terlalu tinggi, bisa dikonsumsi dlm keadaan dingin :)

      Hapus
  9. Saya juga pecinta kopi kapal api

    BalasHapus
  10. Aih sama, kopinya ayah saya nih...

    BalasHapus
  11. Kapal Api Jelas Lebih Enaaaakkkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. Mendarah daging bgt ya slogannya 😁

      Hapus
  12. Lengkap banget ya mba variannya. Saya juga jadi ingat almarhum ayah saya yang selalu minum kopi tiap pagi. Besok-besok jadi pengen beli ah, pasti terasa nostalgia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iihh.. Dijamin nostalgia banget deh.. :)

      Hapus
  13. Akubjuga suka kopi kapal api mba..aromanya itu lho!

    Di kampung, klo ada event hajatan ato apa..yang dituntut untuk begadang...kopi ini jagonya.

    BalasHapus
  14. Aku akrab dengan kopi sejak kecil karena sebag besar kelg suka kopi...tapi aku tak suka..hihi...aku mah ngeteh sajaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.. Iya sih, teh lbh akrab dgn perempuan ya biasanya :)

      Hapus
  15. Kopi Kapal Api memang Rasanya susah dilupain apa lagi Spesial Mix bikin mata melek terus pas Shift 3

    BalasHapus
  16. Kapal Api jadi menu wajib nih klo ada anak-anak ke kosan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, memang familiar sekali ya kopi ini :)

      Hapus
  17. aroma kopi kapal api ini memang menggoda..

    BalasHapus
  18. ini kopi legendaris ya, dulu hampir tiap hari ibuku bikin kopi tubruk kapal abi buat bapak dan mbah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. iya. dari jaman dulu sudah merajai ya :)

      Hapus
  19. Suamiku sukanya yang Java Latte. Kalau takaran kopi hitam & gula kesukaan kakakku, 2:3... 2 kopi, 3 gula. Kalau ketemu di rumah Nene, pasti aja kakakku minta dibikinin kopi sama aku.... Obat kangen katanya 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum pernah coba nih yang java latte. aku suka latte sih. ntar berburu ah :)

      Hapus
  20. Saya bukan penggemar kopi tulen, tapi cium aromanya aja udah favorit :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aromanya kapal api memang khas ya :)

      Hapus
  21. Saya termasuk orang yang nggak bisa minum kopi. Tapi selalu addicted sama aroma kopi. Salah satunya aroma kopi merk ini. Duh~~

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi... iya. aromanya sangat menggoda bagi siapa pun. terasa otentik gitu ya :)

      Hapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^