Happy Diapers for Happy Kids

Happy Diapers is in the house, yo!

Belasan tahun bergelut mengurus anak membuatku tak pernah lepas dari urusan perpopokan. Seiring dengan semakin dinamisnya kehidupan di rumah, maka popok sekali pakai kadang menjadi pilihan atas dasar alasan kepraktisan. Apa pertimbanganmu dalam memilih popok sekali pakai?
Kalau aku sih, terus terang, bahan pertimbangan utamanya adalah harga. Hihihi... Emak-emak banget, ya? Ya, karena mikirnya kan, toh cuma untuk menampung kotoran dan dibuang ini.

Syukurlah, kulit anak-anakku termasuk bandel sih, kalau bersentuhan dengan popok sekali pakai. Jadi, pakai yang termurah pun jadilah. Kalau pun sempat mengalami iritasi atau ruam, tinggal menghentikan sementara penggunaan popok sekali pakai dan memakaikan untuknya alas yang berbahan kain hingga kulitnya pulih kembali. Sudah, begitu saja. Sesederhana itu.

Popok Sekali Pakai, yang Penting Murah?

Tapi, persepsi seperti di atas jadi sedikit bergeser sejak kelahiran Putri Bungsuku. Kulitnya ternyata sangat sensitif terhadap popok sekali pakai. Pertama kali dia memakainya saat berumur 7 hari karena akan dibawa kontrol ke Bu Bidan. 

Putriku (paling kiri) bersama bayi lain disinar ultraviolet

Ternyata, hasil pemeriksaannya tidak bagus. Putriku diduga mengalami dehidrasi sehingga perlu mendapatkan penanganan di rumah sakit. Dan tanpa disangka, hari-harinya pun selanjutnya ia lewati di dalam kotak penyinaran ultraviolet dengan hanya menggunakan popok sekali pakai sepanjang waktu serta penutup mata.

Dan segeralah ruam itu menyerang. Dia tampak tidak nyaman sekali. Namun aku pun tidak bisa berbuat banyak. 

Karena terlalu merepotkan jika bayiku dipakaikan popok kain yang setiap kali pipis harus diganti hingga ke seluruh alas selimutnya. Infus di telapak tangannya bisa buntu kalau terlalu banyak gerak. Kinerja penyinaran pun jadi kurang maksimal jika terlalu sering dibuka tutup.

Aku hanya bisa menatap sedih setiap mendengar rengekannya. Pasti jejak iritasi itu terasa perih saat terus bergesekan dengan popoknya. Duh, andai saat itu aku tahu merek popok sekali pakai apa yang sangat nyaman dan bisa mengurangi penderitaan putriku. Hiks.

Sepulang dari rumah sakit, masalah ruam popok adalah salah satu titik perhatianku. Di samping tentu saja terus berusaha menjaga asupan ASI agar bayiku dapat mengejar ketertinggalan tumbuh kembangnya. Dan sejak itu, aku jadi takut-takut untuk memakaikan popok sekali pakai ke bayiku. Huhuhu...

Namun, hidup harus terus berjalan, ya. Dan selalu ada saja kondisi di mana mau tidak mau aku tidak dapat terus bertahan hanya memakaikan popok kain ke bayiku. Karena akan bepergian atau kehabisan popok kain adalah alasan yang sering muncul. Jadi, menemukan merek popok sekali pakai yang berkualitas tinggi sepertinya memang sudah merupakan sebuah urgensitas yang tidak dapat dihindari.

Mengenal Happy Diapers

Yang namanya rezeki memang tidak akan ke mana. Suatu hari, aku ditawari temanku untuk mencoba produk Happy Diapers. Sebuah label popok sekali pakai berkualitas premium yang dikembangkan di Amerika dan diproduksi di Indonesia.

Tentang Happy Diapers

Menurut klaimnya sih, produk ini menggunakan bahan baku teraman dan terbaik dari seluruh dunia! Serat kayunya dari Amerika Serikat, perekat untuk pembuangan di tempat sampah dikirim dari Turki, lapisan pendistribusi cairannya dari Taiwan, sedangkan bahan kain tanpa anyaman serta gel penyerapnya berasal dari Jepang. Wow!


Asal bahan baku Happy Diapers

Tak heran jika dengan kesungguhan pengadaaan bahan baku sebagus itu, Happy Diapers pun menjelma menjadi sebuah produk dengan berbagai keunggulan sebagai berikut:

6 keistimewaan Happy Diapers

Tinta yang Aman

Tinta yang digunakan untuk motif pada produk ini dinyatakan aman bagi kulit bayi.

Desain Fit dan Nyaman

Kerutan pada pinggangnya begitu elastis dan lembut sehingga tidak meninggalkan bekas merah pada kulit bayi. 

Lapisan Distribusi

Memiliki lapisan tambahan yang disebut Acquisition Distribution Layer (ADL) berlokasi tepat di bawah lapisan atas popok . Happy Diapers ini adalah produk pertama di Indonesia yang memiliki ADL, lho. Lapisan ini berfungsi untuk menyebarkan cairan lebih cepat ke seluruh bagian sehingga kulit bayi tetap kering.
Jadi, tidak ada lagi ceritanya cairan mengumpul di satu titik hingga menggelantung karena berat. hal semacam itu dapat meninggalkan bintil-bintil ruam sebagai hasilnya karena kulit bayi terlalu lama berada dalam keadaan lembab.

Gel Penyerap Super

Selain segera tersebar merata, cairan yang masuk juga akan langsung terserap oleh gel di dalamnya. Kulit lembab? Jauh!

Jika dibandingkan dengan merek popok premium lainnya, Happy Diapers berdaya serap lebih tinggi, lho. Ini buktinya:

Lembut di Kulit

Hal ini dipersembahkan oleh bahan berkualitas tinggi yang nyaman bagi kulit bayi.

Bagian Luar Berpori

Yang memungkinkan kulit bayi untuk tetap bebas bernafas.


Begitu paket produk ini sampai di rumah, Si Abang langsung antusias ingin mencobanya. Iya, selain bayiku, abangnya juga masih memakai popok karena belum lulus toilet training. Dengan yakin, ia menyatakan bahwa popok berukuran XL adalah miliknya. Lho kok tahu, ya? Hihihi...

Berbagai Ukuran Happy Diapers yang tersedia

O iya, saat ini Happy Diapers tersedia dalam 3 ukuran. Yaitu M untuk bayi dengan berat 7-12 kg, L untuk yang memiliki berat 9-14 kg dan XL untuk yang beratnya 12-17 kg. Untuk bayiku? Memang belum ada ukurannya, ya. Karena bayiku mungil. Di usia menjelang 3 bulan ini beratnya baru sekitar 4 kg.

Namun saat aku cobakan yang ukuran XL ternyata cukup nyaman juga lho, dipakainya. Hanya kerung di bagian paha memang agak terbuka karena terlalu besar, ya. Berhubung bayiku juga belum bisa tengkurap sendiri, jadi ya tidak terlalu kawatir dengan insiden kebocoran dari bawah. Setidaknya, sekarang aku sudah tahu popok sekali pakai merek apa yang nyaman dipakai oleh bayiku.

Untuk gambaran lebih jelasnya bagaimana reaksi anak-anakku saat menggunakan popok Happy Diapers, yuk simak video berikut ini:
Buat yang belum tahu cara melipat popok sekali pakai sebelum dibuang, bisa dilihat juga di video di atas, ya. Hal ini sangat berguna agar sampah popok dapat segera diolah dengan semestinya dan tidak menyebarkan bau.

Coba Happy Diapers, Gratis!


20 motif Happy Diapers

Tertarik dengan Happy Diapers? Kita bisa lho, mencobanya secara gratis. Kunjungi saja Happy Diapers untuk keterangan lebih lanjut, ya.

8 sampel gratis Happy Diapers

Nanti kita akan mendapat 8 dari 20 pilihan motif yang dimiliki Happy Diapers. Motifnya lucu-lucu! Sampel tersebut dikemas dalam kotak eksklusif seperti di atas. Keren, ya? 

Pantas saja namanya Happy Diapers, ya. Selain menyunggingkan senyum karena kenyamanannya, juga karena keseruan motif-motifnya. Yuk, coba Happy Diapers untuk membuat anak-anak lebih happy!

Komentar

  1. Jadi ingat CMumut pernah kena ruam pas bayi, entah apa merknya. Padahal biasanya baik2 saja. Saat dia udah bisa milih-milih, eh dia suka popok yg ada gambarnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. Namanya anak2 pasti suka ya liat gambar2 lucu😊

      Hapus
  2. Gentle on skin cute on butt. Bener banget tuh mbak. Baby K aku pakein ini keliatan nyaman banget dan pastinya unyuu gitu motifnya banyak dan lucu semua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.. Iya. Udah nyaman, lucu lagi. Pantas anak2 pada happy makenya😊

      Hapus
  3. Anak-anakku belum kenal Baby Diaper. Yang kedua malah jarang banget pakai diaper karena emaknya pengiritan. Hehehe. Next bisa saya rekomendasikan ke teman atau saudara untuk pakai brand ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwk, salah ketik. Maksudnya anakku belum kenal baby diaper yang ini. :)

      Hapus
    2. wah, berarti anak2nya cepat lulus toilet trainingnya ya. Hebat!

      Hapus
  4. Juna dulu juga pakai Happy Diapers... puas...

    BalasHapus
  5. Keponakan gua juga termasuk yang sensitif kulitnya, jadi nggak boleh sembarangan pake popok, dan gua juga sensitif, tapi sama perasaan ckck

    BalasHapus
    Balasan
    1. ecieee... dipopokin dong perasaannya biar ga bocor :P

      Hapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^