Saat Aku Mulai Jatuh Cinta Pada Produk Lokal


Memang sudah kebiasaan teman lelaki di kelasku saat SMU. Jika guru belum masuk, mereka menggerombol di belakang dan mengobrol tentang berbagai hal. Olahraga, film, musik, game atau mobil apa yang akan mereka pilih jika sudah mendapat SIM nanti (yang mana itu masih 2 tahun lagi).

Aku bisa menyimak jelas lho, isi obrolannya. Padahal dudukku di barisan terdepan. Jadi terbayang kan, betapa berisiknya mereka. Hari itu, mereka sedang berdiskusi tentang fashion. Tentu saja yang didiskusikan seputar fashion pria, ya.

"Arloji sekarang model gimana ya, yang asyik?" tanya salah satunya memulai.
"Aku tuh, pinginnya yang sporty gitu, lho" kata yang lain.
"Nah, iya! Aku tuh dah lama nunggu. Kapaan... Merek-merek barang olahraga itu bikin jam tangan gitu, lho. Kan asyik kalau ada jam tangan merek Nik* atau Adid*s, gitu," ada lagi yang menyahut.

Dan mereka pun semakin seru membahas tentang arloji. Sesekali di antaranya tetap menyahut sambil mondar-mandir berjalan ke depan dan belakang dengan volume suara yang bisa didengar di seantero kelas. Amboi, syahdunya!

Kulirik jam tangan yang baru kupakai hari itu. Dominasi warna biru pada lingkaran piring dan tali kanvasnya benar-benar kental memberikan kesan sporty. Jarum jamnya berwarna merah menyala. Sedangkan angka-angka putih penunjuk waktunya berbentuk kurva unik mengelilingi bagian pinggir dasar piringnya. Bersama 3 kelopak bunga yang juga berwarna putih di tengah piring, sebuah logo khas dari label terkenal.

Aku pun jadi punya ide untuk memanggil salah satu dari mereka yang sedang melintas di samping bangkuku. "Hei, kamu mau jam Adid*s? Nih!" kutunjukkan jam tangan baruku padanya. Dan aku benar-benar puas melihat wajahnya yang sangat terkejut.
"Hah? Gila! Ini.. Ini.. Hei! Lihat nih, Farida punya jam Adid*s, lho!" teriaknya pada teman-teman di belakang. Berhamburanlah gerombolan itu ke bangkuku melihat-lihat jam tanganku.

"Hah? Kok bisa, sih? Kamu dapat dari mana? Lho? Padahal kakakku itu sudah pesan di Singapura. Katanya baru 6 bulan lagi barangnya masuk sana. Mestinya ini belum masuk ke Indonesia. Kamu dapat dari jalur lain? Kamu ke pabriknya? Argh...!" panik, stres, bingung temanku mengejar penjelasanku.

"Iya, aku dapat dari jalur lain. Di Terminal Bungurasih! Kikikik..." jawabku.
"Hah? Kok bisa? Ini asli, kan?" tanya temanku.
"Ya enggak lah. Sudah tahu kalau seharusnya produk ini belum masuk Indonesia. Tapi tembakannya dah beredar, dong. Harganya 30 ribu. Kutawar bisa dapat 25 ribu. Hehehe..." jelasku.

"Ya ampun! Ini keren banget! Kamu bikin aku nggak sabar deh, nunggu preorder-nya. Aku nggak liat ada yang model begini di katalognya. Eh, ada nggak, ya?" Yak, temanku itu terus saja menyerocos.
"Mau titip aku ta, beli di terminal?" jiwa dagangku pun bertalu-talu.

"Enggak ah, aku kan udah bayar sama yang di Singapura. Eh, tapi bisa nggak ya tukar dengan model ini? Eh, tapi kalau nggak ada gimana? Apa aku titip kamu aja, ya? Eh, tapi kamu kan pasti ga suka ya, dikembari..." duh, galau maksimal dia.
"Wah iya, jangan-jangan di situ banyak model lain yang keren, ya. Ada model apa lagi sih, Da? Merek Nik* ada, nggak?" yang lain pun tak kalah seru menimpali.

Barang Tiruan, Keren Gitu?



Begitulah. Dalam belasan menit keterlambatan guru, jam tanganku pun menjadi pusat perhatian. Tapi, entahlah. Aku seperti merasa ada yang salah.

Sanjungan yang melambung justru membuatku berpikir sebaliknya. Aku malu. Tak seharusnya aku bangga dengan barang tembakan. Percaya atau tidak, sejak hari itu aku bertekad untuk tidak lagi membeli barang tiruan.

Rencanaku, jika arlojiku ini tidak dapat dipakai lagi, aku akan memilih barang asli sebagai gantinya. Jika tidak mampu, lebih baik aku memakai produk yang tidak bermerek namun bagus. Atau sekalian saja tidak membeli.

Belum juga arlojiku ini aus, aku sudah mendapatkan lagi arloji baru dari salah satu teman kakakku. Kalau tidak salah, oleh-oleh dari Jogja. Aku memang jadi lebih senang berburu produk lokal Indonesia sejak kejadian itu.

Jogja punya produk arloji? Ternyata, iya! Yang sangat unik, piringannya terbuat dari kayu! Warnanya cokelat terang senada dengan tali kulitnya. Penampakannya mirip dengan gambar di atas.

Aku sangat takjub melihatnya. Sempat ragu juga apakah ini hanya hiasan ataukah benar-benar bisa menunjukkan waktu. Ternyata memang berfungsi, kok. Selama beberapa menit aku amati bagaimana cara kerja dan desainnya sehingga magnet arloji tetap bisa menggerakkan jarum di atas kayu.

Menerima arloji ini membuatku semakin yakin bahwa produk lokal itu juga bisa andal. Lha memang sebenarnya orang Indonesia itu kreatif kok, ya. Bisa meniru produk terkenal, bahkan membuat model yang tidak diluncurkan oleh pemilik labelnya sendiri.

Ditambah lagi dengan kesigapannya dalam mencari info produk yang belum masuk ke Indonesia dan kecermatannya membaca selera pasar. Sudah modal besar itu untuk membangun usaha, ya. Seandainya saja diiringi dengan kepercayaan diri untuk memakai label sendiri.

Qlapa Membuat Cinta Lamaku Bersemi Kembali



Dan beberapa minggu lalu, aku melihat gambar arloji kayu di sebuah laman. Segera rasa rinduku terbit pada arlojiku yang telah pecah akibat tertindih entah apa. Terkenang betapa susahnya selama ini aku mencari penggantinya.

Aku kehilangan kontak dengan teman kakakku. Meraba sendiri di Jogja pun sulit sekali menemukan produsennya. Karena tak banyak yang tahu bahwa arloji kayu itu ada! Jadi, inikah saatnya?

Kutelusuri gambar itu yang ternyata menuju sebuah situs belanja, Qlapa.com namanya. Membuka situs ini benar-benar membuat mataku terbelalak. Ini adalah rumahnya produk handmade Indonesia!

Bagaimana tidak? Situs ini bisa dibilang pusatnya produk handmade pilihan yang terkurasi. Layaknya bazar online yang mengumpulkan berbagai karya anak bangsa. Tempat menemukan produk bernilai untuk berbagai hal: hadiah, koleksi, dan lifestyle.

Ya, tentu saja bernilai. Karena di sini kita tidak hanya mendapatkan barang untuk dipakai namun juga memiliki nilai seni. Lihatlah gambar arloji kayu di artikel ini. Semuanya produk yang bisa kita beli di Qlapa.com. Mantap jiwa!

Qlapa.com telah memangkas habis panjangnya perjalananku berburu hasil kerajinan unik. Bahkan ada beberapa yang dapat disesuaikan dengan permintaan, nih. Dengan kehadirannya, semua jadi jauh lebih mudah.

Mudahnya menemukan produk kerajinan di Qlapa.com karena:
  • Tampilan bersih dan rapi
  • Pengelompokan produk per kategori
  • Fasilitas pencarian
  • Informasi detil tiap produk
  • Rekomendasi produk sejenis
  • Rekomendasi produk pilihan editor
  • Informasi produk terbaru
  • Informasi produk favorit
  • Dapat diakses secara mobile melalui aplikasi, dll.
Bagaimana? Siapkah engkau ikut mengarungi kecintaan pada produk lokal bersama Qlapa.com?

Komentar

  1. Qlapa memang keren ya mbak, bisa bikin CLBK, hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. Iya.
      Dia adalah mak comblang andal mempertemukan pengrajin dg konsumennya��

      Hapus
  2. wah temen2nya mbak sosialita yaa.. beli jam tangan ke singapure.. kalo aku jam dinding ajaa hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.. Kalau zaman now istilahnya cowo metroseksual��

      Hapus
  3. Mending lokal asli daripada KW ya mbak. Aku juga lagi belajar. Dulu mah dompet/tas masih bangga beli KW. Skrg sebisa mgkn yg ori aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi bener. Lokal asli lbh cantik dan unik dipandang😊

      Hapus
  4. Waaah...cakep2 yah produknya Qlapa..

    BalasHapus
  5. produk lokal emang banyak yang keceh keceh...dan aku baru tau jam kayu itu, unyu banget deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren ya. Seneng bgt bisa liat lagi. Tinggal nabung biar bole kebeli hihihi..

      Hapus
  6. Lucu pun arloji serba coklat plus nuansa kayu. Ikutan berburu ah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaahh.. Berburu untukku kan?😂

      Hapus
  7. arloji begitu inceran suami hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih, penggemar arloji kayu jg ya?

      Hapus
  8. Unik-unik produknya ya.
    Semoga adanya aplikasi ini hasil kreasi pengrajin lokal jadi lebih terlihat mentereng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Sudah terkabul sih doanya��

      Hapus
    2. Ikut senang sudah terkabulkan,kak.

      Aku naksir sama jam tangannya, unik banget.

      Hapus
    3. Yuk beli. Satu untukku ya��

      Hapus
  9. Aku jadi penasaran kisaran harga arloji dari kayu ini. Intip ah di Qlapa.

    BalasHapus
  10. tapi kalau kena air aman gak mba jamnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya memang ngga waterproof sih. Tapi siapa tau ada yg waterproof ya😊

      Hapus
  11. Harus siap, iya, kan? Produk lokal kan sekarang udah kekinian, model gak ketinggalan zamanlah pokoknya.

    BalasHapus
  12. Jam kayunya kece bgd. Unik. Ini slh satu keunggulan produk handmade. Lain dr pd umumnya. Dan senengnya lg qt bs dapetin produk kece gini mudah bgd ya mbk. Lewat qlapa.

    BalasHapus
  13. keren mbak, qlapa memang tempatnya produk unik indonesia. Ditunggu kunbalnya ya hehe

    BalasHapus
  14. seumur-umur saya baru skali punya jam tangan bermerk dan ori, yang katanya harganya sama kayak hp saya, itu juga pemberian mantan.
    wah tapi itu jam tangan kayu nya lucu, kayak homemade, jadi pengen punya :3 coba cek di app nya dulu.

    BalasHapus
  15. unggulan produk di marketplace Qlapa : handmade, berkualitas dan produk lokal.

    Semangat deh kalau belanja produksi negara sendiri, heheh, apalagi sebenarnya produk handmade kita bernilai tinggi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali. Produk lokal lbh membanggakan sebenarnya

      Hapus
  16. Handmode dengan kualitas yang tak perlu diragukan. Qlapa bisa menjawab kebutuhan akan itu

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^