Sehari Bersama ASUS ZenPower Slim 6000


Power bank? Sejak awal kemunculan hingga beberapa hari lalu, aku masih merasa tidak membutuhkannya. Namun ketika temanku menawari untuk mencobanya, tidak ada salahnya juga, kan? Tak kenal maka tak sayang. dan inilah kisah perkenalanku dengan ASUS ZenPower Slim 6000.

Tahu sih, bahwa sebenarnya power bank ini fungsional sekali. Terutama bagi yang mobile banget dan senantiasa membutuhkan telepon genggam untuk dioperasikan. Demi menghindari masalah kehabisan daya dan tidak perlu lagi celingak-celinguk mencari stop kontak untuk mengisi baterai.

Cuma ya, begitulah. Aku kan malas ribet. Menambah bawaan artinya isi tas jadi makin berat. Berpikirnya selalu, "Ya, nanti carilah tempat mojok untuk numpang mengisi baterai." Atau kalau pun benar-benar mentok tidak menemukannya, ya sementara puasa gawai dulu. Hahaha...

Lagi pula, dengar-dengar dan baca-baca, katanya pemakaian power bank itu membuat gawai kita lebih mudah rusak. Benar nggak, sih? Aku kan jadi ragu untuk membelinya karena merasa masih bisa bertahan tanpa power bank. Daripada gawai kita malah rusak? Hayo...

Aku tahu bahwa terkadang urusan kita tidak sesederhana itu. Ada saat di mana kita benar-benar membutuhkan telepon pintar kita menyala namun baterainya sudah sangat lemah dan tidak ada tempat bersandar untuk mencolokkan charger. Hiks.

Makanya aku mulai mempertimbangkan untuk mencoba power bank temanku ini. Mengingat aktivitasku dan telepon genggamku pun sekarang makin sibuk saja. Siapa tahu bisa menjadi solusi dan menepis semua kemalasan yang bercokol dalam benakku setiap berpikir tentang power bank.

Sekilas Pandang Tentang ASUS ZenPower Slim 6000


Stiker bulat transparan di tengah tutup

Power bank milik temanku ini adalah produk ASUS ZenPower Slim 6000. Melihat warnanya yang merah merona, benar-benar membuatku tergoda. Sebenarnya produk ini hadir dalam 2 pilihan warna, yaitu: Burgundy Red dan Sand Gold. Kalau disandingkan dengan telepon genggamku yang berwarna emas, sebenarnya Sand Gold lebih senada ya, warnanya. Tapi yang merah benar-benar membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Hihihi...

Isi kemasan ASUS ZenPower Slim 6000

Membuka kemasan produk ini, aku mendapati isinya berupa power bank itu sendiri, kabel charger dan buku petunjuk serta garansi. Kabelnya terdiri dari 2 tipe bentuk colokan pada masing-masing ujungnya. Tipe colokan yang umum dipakai oleh kebanyakan gawai zaman sekarang. Sip!

Aku suka sekali melihat penampilannya secara langsung. Sesuai namanya, power bank ini memang slim alias ramping. Beratnya juga cuma 170 gram. Tampak praktis digenggam maupun masuk dalam saku gamis.

Warna merahnya begitu cantik mengkilat dengan bahan anodized aluminium. Di sisi bawahnya tertera keterangan angka 6000 mAh yang menunjukkan kapasitas baterai. Artinya, dia bisa dpakai untuk 2x mengisi baterai telepon genggam yang berkapasitas 2500 mAh.

Stiker penutup colokan

Sedangkan sisi atasnya adalah sirkuit utama untuk mengoperasikan produk ini. Sebelum dipakai, bagian ini ditutup oleh stiker hitam tebal. Jika dibuka, maka akan tampak tombol on/off, 4 lampu indikator dan 2 USB dengan ukuran berbeda yang sesuai untuk 2 ujung kabel yang disediakan.

Suka aja gitu, dengan penampilannya secara keseluruhan yang begitu rapi. Tidak gemuk dan tidak ada tombol yang menonjol. Tampak begitu praktis, fungsional dan elegan. Asli, kalau ini milikku sendiri, rasanya ingin pamer ke setiap orang. Hahaha...

Hariku Bersama ASUS ZenPower Slim 6000


Isi power bank dulu...

Hari itu, kami sekeluarga berencana keluar rumah untuk berekreasi bersama. Pagi sebelum berangkat beraktivitas, aku sempatkan mengisi power bank dulu yang awalnya kosong melompong ini hingga penuh. Saat diisi, keempat lampu indikatornya akan berkedip.

Dan jika sudah mulai terisi sebagian, maka satu lampu akan menyala terus tanpa berkedip lagi. Demikian selanjutnya terjadi pada lampu kedua, ketiga dan akhirnya seluruh lampu menyala terus yang menunjukkan bahwa power bank telah penuh terisi. Total waktu yang dibutuhkan untuk mengisinya sekitar 3 jam.

Siap berangkat!

Waktunya berangkat! Tak lupa kuselipkan power bank dalam tasku. Dan kami pun beraktivitas seperti biasanya. Telepon genggamku pun tak ketinggalan ikut berpartisipasi layaknya anggota keluarga. Untuk membaca peta, memotret, merekam video, berkomunikasi, berselancar di internet atau pun bermain.

Pakai ah, power bank-nya...

Di sore hari, isi bateraiku mulai menipis. Merapat ke kamar hotel ah, untuk mengisi. Ah, mengapa aku selalu lupa? Tentu saja colokan listriknya dipakai Suami yang telepon genggamnya lebih sibuk lagi dari punyaku.

Tadinya mau melipir ke kamar anak-anak untuk menumpang pinjam colokan. Tapi kemudian aku teringat, "Kan ada power bank, ya?" Pakai itu saja lah, sekalian ingin tahu seperti apa kinerjanya.

Aku mulai mengisinya saat kondisi baterai tinggal 14%. Dan entah kapan tepatnya baterai teleponku telah terisi penuh. Yang pasti, kurang dari 3 jam bateraiku sudah terisi 100%.

Selama mengisi itu, aku masih sempat menggunakan teleponku untuk berbagai aktivitas yang biasa aku lakukan selama setengah jam. Selanjutnya aku bandingkan dengan tidak menggunakannya sama sekali, namun dalam keadaan masih tersambung internet selama setengah jam pula. Ternyata kedua kondisi ini mendapatkan kecepatan pengisian yang hampir sama, yaitu menambah kapasitas isi baterai sebanyak 15%.

Berikutnya, aku mematikan telepon dan aku tinggalkan hingga terisi penuh. Jika waktu total untuk mengisinya adalah kurang dari 3 jam, itu artinya selama kurang dari 2 jam power bank ini telah menambahkan isi baterai sebanyak 55%. Dengan asumsi aku terlambat 5 menit untuk mencabutnya, maka berarti kecepatan mengisi baterai menggunakan power bank ini memang stabil sama cepatnya, yaitu 15% selama 30 menit. Baik saat aktif dipakai, sekadar menyala maupun saat dimatikan. Wow!


ASUS ZenPower Slim 6000 Memang Unggul di Kelasnya


Setelah aku baca-baca keterangan resmi dari ASUS, ternyata stabilnya kecepatan transfer produk ini memang wajar saja. Karena ia dilengkapi desain sirkuit eksklusif yang berkemampuan untuk secara otomatis menyesuaikan jumlah daya yang ditransfer dengan kebutuhan gawai. Kita bisa menghubungkannya dengan telepon genggam, headset, kamera digital maupun alat yang lain dan selalu memberikan kecepatan transfer tertinggi, yaitu hingga 2,4 A!

Setelah mengisi penuh, kulihat lampu indikator power bank menyala 2 buah. Itu artinya, masih ada separuh kapasitas yang tersisa di dalamnya. Wah, benar berarti ya, bahwa produk ini bisa kugunakan untuk 2x pengisian.

Jadi, Saudara-Saudara, ternyata tagline ASUS ZenPower Slim 6000 yang berbunyi "Your one-day power pack" itu benar adanya. Bahkan untukku, power bank ini bisa digunakan untuk menyelamatkan 2 hariku. Hihihi... Atau kalau pun sudah maksimal kupakai untuk mendukung aktivitasku yang sedang sibuk-sibuknya, produk ini masih bisa kupinjamkan untuk orang lain yang baterainya sedang megap-megap.

Selain itu, keunggulan lain dari produk ini adalah perlindungannya terhadap gawai kita maupun Sang Power Bank sendiri. Dengan teknologi PowerSafe yang berfungsi untuk memonitor temperatur, mengontrol voltase yang masuk maupun keluar dan menjaga dari acara konsleting pada sirkuit. Jadi, sirna sudah gundahku. Ternyata ada juga kok, power bank yang peduli untuk tetap merawat gawai kita.

Sudah penuh perhatian, tahan banting lagi. Setiap produk ASUS ZenPower Slim 6000 sudah lulus uji kesempurnaan, lho. Ia terbukti tahan walau berkali-kali dijatuhkan dari ketinggian 80 cm. Wah, ini penting sekali ya, buatku. Setidaknya produk ini masih aman jika terenggut oleh para balita yang kemudian tanpa sengaja menjatuhkannya.

Juga, produk ini telah lulus uji colok USB sebanyak 5000 kali. Ya Tuhan, padahal kebanyakan baterai Lithium Polimer seperti yang digunakan produk ini hanya bisa tahan untuk 1000 kali colokan. Produk ini pun dinyatakan tahan berulang-ulang berada di suhu ekstrim antara -40 hingga 70 derajat Celcius. Nah lho, power bank kuat begini bikin tidak ragu lagi untuk membawanya ke sana ke mari.

Dengan harga yang cuma 249.000 rupiah, tentunya bukan harga yang berat, ya. Untuk sebuah produk praktis, fungsional, cantik dan memiliki performa tinggi semacam ini. Sstt... Aku jadi mulai merangkai kata nih, untuk merayu Suami agar berkenan membelikannya. Kamu mau juga?

Komentar

  1. Aku punya powerbank asus, slim gitu juga mba..tapi yang seri 3000 klo ga salah. Dibeliin pak suami dulu soale, jd nggak ngerti seri2nya. Warna hitam. Enaknya ringkes aja..simpel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ooo.. Kalau 3000 mestinya cukup nih buatku seharian. Ntar coba ubek2 info deh. Terimakasih ya rekomendasinya😊

      Hapus
  2. Harganya terjangkau, kualitasnya mumpuni. Sungguh luar biasa, jadi ingin beli.

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. iya, penampakannya benar2 bikin jatuh cinta :)

      Hapus
    2. warnanya juga bagus merah maroon

      Hapus
  4. slim bener ya, dan kayaknya asyik kalau punya sangat mmebantu

    BalasHapus
  5. Elegan dan keren bnagt bentuknya

    BalasHapus
  6. Powerbank ini pas banget di tasku, hehehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Horeee.. Tasnya segede apa dulu?��

      Hapus
  7. Warna merah burgundy memang cantik ya mbak. Btw, bahaya nggak sih untuk kesehatan kalo kita mengantongi power bank pada saku gamis?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahaya apa? Kawatir kebentur ya? Mungkin tergantung bentuk saku dan tingkah laku kita hihihi..

      Hapus
  8. Fix, save dulu buat referensi beli nanti. Dan harganya terjangkau juga ya. Warnanya juga berbeda sama yang lainnya, keren!

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^