Cherish Every Moment, Celebrate Every Day


Today is a gift. That's why it's called the present.

Dalam keluarga ini, perayaan dan hadiah bisa bertaburan kapan pun. Karena kebahagiaan juga bisa menerpa kita kapan saja. Jika kita pandai bersyukur, bahkan setiap hari, jam, menit dan detik pun patut dirayakan. Jangan heran jika hampir setiap hari Abinya anak-anak pulang sambil berseru, "Abi punya hadiah untuk kalian!". Entah itu sekadar es jeruk, makanan atau mainan.


Anak adalah Sumber Kebahagiaan

Memiliki anak adalah salah satu kesempatan untuk bersyukur setiap hari. Karena mereka begitu dinamis. Ada saja hal baru dalam tumbuh kembangnya yang terjadi setiap hari.

Semuanya begitu berharga. Semuanya begitu menakjubkan. Jika sanggup kutulis, ingin kuuraikan masing-masingnya. Namun akhirnya, hanya sedikit yang bisa kuceritakan pada dunia. Karena sebenarnya aku lebih suka menghabiskan waktu untuk menikmati setiap sensasinya.

Kali ini aku akan bercerita tentang salah satu anakku, Dul panggilan akrabnya. Awal kehadirannya cukup membuat hati mencelos karena kondisinya yang memiliki tongue tie.


Syukurlah, kondisinya tertolong di ujung masa kritisnya. Berangsur-angsur membaik dan dapat mengejar ketertinggalan pertumbuhannya. Ya, sepertinya yang tertinggal hanya sisi pertumbuhannya. Sedangkan perkembangannya berjalan normal bahkan pesat dalam beberapa hal.

Dia tetaplah bayi yang berbahagia dan menunjukkan senyum sosialnya di usia 6 minggu. Memiliki jarak pandang yang luas di usia 3 bulan. Tengkurap, berguling, duduk, makan, merangkak, berjalan dan berbicara sesuai dengan milestone.

Kata orang, anak tengah itu sering menjadi masalah. Apa lagi jika dia bukan anak perempuan atau anak lelaki satu-satunya. Dia seperti anak yang tersisihkan karena kalah bersaing dengan Si Sulung atau Si Bungsu.

Sebagai anak tengah, aku jelas tidak setuju dengan hal itu. Karena aku tidak merasa tersisih, bahkan sebaliknya. Dan karena aku mengalami sendiri, maka aku tahu apa yang membuatku tetap merasa istimewa walaupun menjadi anak tengah.

Kuncinya adalah memahami bahwa setiap anak adalah unik. Jika ada yang mengecualikan perasaan tersisih itu tidak dimiliki oleh anak yang merupakan satu-satunya anak perempuan atau satu-satunya anak lelaki, maka sesungguhnya rasa istimewa itu tidak hanya berdasarkan jenis kelamin. Aku tetap diistimewakan walaupun bukan satu-satunya anak perempuan. 

Karena sesungguhnya setiap anak memiliki keunggulan masing-masing. Seperti Dul misalnya, sejalan dengan bertambah usianya, semakin kuat dugaanku bahwa dia adalah anak yang menggunakan kedua tangannya secara aktif. Bukan anak yang hanya terampil menggunakan salah satu tangannya.


Selain itu, dia juga mematahkan anggapan banyak orang bahwa anak lelaki cenderung kurang tekun. Sehingga kemampuan belajarnya lebih lambat daripada anak perempuan. Ternyata, dia justru bisa mengimbangi kakak perempuan yang berusia 2 tahun di atasnya. Mereka beriringan mengenal warna, belajar bahasa asing, menghafal, mewarnai, menggambar, membaca dan menulis.

Setiap Anak Mampu Mengukir Prestasi

Hingga akhirnya di usia 5 tahun, dia membulatkan tekad minta disekolahkan. Karena yang terdekat dari rumah kami adalah PAUD, maka kami daftarkan dia belajar di sana. Dan itu baru berlangsung 2 bulan ini!

Untunglah di PAUD itu ada 2 kelompok belajar. Kelompok Melati untuk usia 3-4 tahun dan Kelompok Mawar untuk usia 4-5 tahun. Secara usia dan ukuran fisik, Dul termasuk pertengahan di antara teman-temannya di Kelompok Mawar.

Inilah Si Dul. Anak homeschooling yang menumpang belajar di PAUD selama 2 bulan. Karena sebentar lagi sudah pembagian rapor. Alangkah istimewanya!


Menjelang penutupan tahun ajaran begini, PAUD mengadakan beberapa lomba untuk para siswa. Hadiahnya akan diberikan saat pembagian rapor nanti. Dul antusias sekali dengan lomba. Apa lagi jika itu berupa adu ketangkasan.

Hari itu, Dul akan mengikuti lomba memasukkan bola ke keranjang. Malam sebelumnya, ia bertanya pada abinya, "Abi, bolehkah aku dapat hadiah dari Abi kalau besok aku kalah lomba?"
Abi pun berjongkok untuk menyejajarkan mata, "Wah, kamu minta hadiah apa?"
Dul belum memutuskan. Namun dia sudah lega karena tetap akan mendapat hadiah walaupun kalah.

"Dul, kamu ingin menang atau kalah besok?" tanyaku iseng.
"Aku ingin menang!" jawabnya mantap.
"Kamu tidak ingin hadiah dari Abi?" kejarku.
"Aku ingin hadiah dari Bu Guru. Karena aku tidak tahu isinya," kata Dul. 

Hohoho... Penasaran ceritanya, ya. Dan Dul makin bersemangat saat kubilang akan menyaksikan lombanya besok. Suka tantangan namun juga butuh rasa aman. Karakter yang sangat khas anak-anak.

Syukurlah, Dul meraih juara 1 dalam lomba tersebut. Harapannya untuk mendapat hadiah dari guru pun terkabul. Abinya pun ikut takjub mendengar kabar ini.

Beliau merasa bahagia sekali. Rupanya, jerih payahnya mengantar anak-anak setiap minggu kursus berenang semakin menampakkan hasil. Walaupun Dul belum sepenuhnya menguasai teknik berenang. Namun berlatih rutin membuat jantung dan paru-parunya lebih kuat. Sehingga Dul dapat berlari cepat dalam durasi lama untuk mondar-mandir memindahkan bola dari satu keranjang ke keranjang lain.

Beginilah Kami Merayakan Kebahagiaan

Jika ada rezeki, setiap kebahagiaan patut dirayakan. Dengan apa? Kalau kami, biasanya pilihan paling praktis adalah dengan acara makan-makan. Berhubung makan adalah hobi kami. Apa lagi jika menunya ramah untuk anak. Juga, makan-makan artinya semua mendapat hadiah, bukan hanya yang berprestasi saja.

Saat kami masih tinggal di kota sebelumnya, kami suka sekali makan di Lotteria. Selain karena rasa masakannya yang menyajikan kenikmatan berbeda dibanding gerai cepat saji lainnya, juga karena lokasinya yang bersebelahan dengan kolam renang. Sambil menyelam, makan ayam deh.

 Perayaan kami dengan makan2

Bicara tentang Lotte, aku jadi teringat dengan iLotte. Sebuah mal online tempat kita bisa membeli aneka kebutuhan. Aku langsung saja menyasar ke bagian Voucher dan Layanan untuk mencari voucher makanan.

Dan pandanganku pun tertuju pada voucher KFC senilai 500.000 rupiah yang cukup ditebus dengan harga 462.500 rupiah saja! Wah, lumayan hemat, ya. Beli voucher langsung agak banyak begini cocok sekali buat kami yang suka merayakan kebahagiaan dengan makan-makan. 

Wih, langsung terbayang deh, nikmatnya ayam crispy KFC yang melegenda dengan 11 bumbu rahasianya itu. Kamu penasaran dengan vouchernya? Klik saja gambar di atas ya, untuk mengantarkanmu langsung pada voucher yang kumaksud.

Oya, selain membangun mal online, ternyata iLotte ini juga memiliki blog bernama iStyle.id yang berisi berbagai Info Gaya Hidup. Isinya sangat menarik untuk disimak, lho! Ada tentang penampilan, makanan, hobi bahkan percintaan. 

Akhir-akhir ini aku suka sekali mampir ke sana untuk membaca. Isinya cukup berbobot dan membantu kita mendapatkan inspirasi saat ide sedang buntu. Pokoknya kamu harus baca deh, agar selalu menemukan alasan untuk berbahagia.

Jadi, bagaimana caramu merayakan kebahagiaan dalam hidupmu?

Komentar

  1. Menarik mbak kisahnya. Bahagia itu sederhana: berkumpul bersama mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih. Semoga dirimu jg bisa segera berkumpul dg keluarga ya��

      Hapus
  2. orang tuaku mungkin juga sama ya mbak, kebahagiaan anak adalah prioritas mereka. Duh,, jadi terharu deh....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti setiap ortu mengharapkan kebahagiaan ortunya��

      Hapus
  3. noted, harus sering2 ngasih hadiah yaa mba sembari menanamkan nilai2 kebaikan :) terimakasih mb..

    BalasHapus
  4. Thank you sharing nya mbak jadi teringat udah lama ga kasih hadiah buat si kakak padahal dia udh banyak bantuin emaknya ini jagain si ade. Biar dia ga merada tersisih juga :)

    BalasHapus
  5. Wah baru tau ini ada iLotte, kayak nama permen karet....

    BalasHapus
  6. iya setiap anak punya bakat tersendiri , dan kita perlu mengapresiasi bakat mereka walau perkembangannya gak banyak

    BalasHapus
  7. betul... setiap anak memang punya bakat masing2. karakternya juga beda2. tinggal kita yang harus siap jadi contoh dan selalu menanamkan kebaikan. kasih reward juga penting agar anak gak merasa "sia-sia"

    BalasHapus
  8. setuju banget mba, setiap anak punya bakat dan keunikannya sendiri..

    BalasHapus
  9. Wah baru tahu kalo Lotte punya mal online. Hadiah yg menarik utk Dul dong

    BalasHapus
  10. Gua percaya setiap anak punya jalannya tersendiri untuk sukses, walaupun dia mempunyai cacat fisik atau otak sekali-pun, contoh nya gua, fisik nggak cacat, otak gua rada gesek sedikit, tapi gua sekarang ini, nggak sukses ckck

    BalasHapus
  11. wahh sederhana tapi berarti mba, cerita anaknya. cukup menginspirasi. smoga anak2nya sehat selalu mba :D

    BalasHapus
  12. Setuju mbak. Bagaimanapun setiap anak istimewa. Hanya saja kadang kita, eh saya sih yang tidak peka dengan keistimewaan itu. Bahagiaku adalah berkumpul di dunia dalam keadaan sehat bersama keluarga hingga kelak di jannahNya.

    BalasHapus
  13. Hm....betul, anak adalah sumber kebahagiaan. Lain kali saya akan kasih hadiah ke anak lebih sering deh, agar dia lebih sering senyum dan tertawa bahagia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ide bagus! Sekadar pelukan pun sdh cukup membuat anak bahagia jika itu disebut sbg hadiah��

      Hapus
  14. Salam manis utk Dul ya mba... Oya, saya juga suka merayakan sesuatu..karena bahagia itu kita bisa ciptakan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali. bahagia kita yang punya :)

      Hapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^