Dieng, Ku Ingin Kembali Merasakan Dinginmu

Dieng (sumber foto: Traveloka)

Apa yang terbesit di benakmu saat disebut kata Dieng? Hijau? Kabut? Bukit? Telaga? Matahari terbit? Kawah? Burung Hantu?

Aku pernah diajak orangtuaku ke sana saat usiaku masih TK. Dan satu kesan yang paling melekat adalah: dingiiin… Dinginnya benar-benar terasa menusuk dan membekukan seluruh sendi.

Membuat tubuh mungilku tak bisa berbuat banyak kecuali hanya bersedekap dan terus menggigil. Brrr… Mana sempat aku menikmati keindahan pemandangan. Yang merajai ingatanku hanyalah kabut dan kabut.

Sampai-sampai, aku sempat trauma lho, dengan udara dingin. Apa lagi kalau mendengar kata “Dieng.” Hiii… ngeri!

Namun berjalannya tahun, ada banyak cerita tentang Dieng yang membuatku penasaran. Perbukitannya, telaga-telaganya, goa-goanya, perkebunan tehnya, matahari terbitnya, taburan bintang-bintang di langitnya, kawah-kawah eksotisnya…

Ah, aku juga yakin semua itu bukan omong kosong. Samar-samar memoriku membenarkan bahwa memang ada keindahan semacam itu yang pernah kusaksikan di Dieng. Tapi kalau ingat dinginnya, duh…

Telaga Menjer (sumber foto: Traveloka)

Tak mudah memang mencabut sebuah trauma. Setidaknya, butuh waktu lebih dari 30 tahun bagiku untuk berani menghadapi rasa takutku. Hal ini dipicu pula oleh posisiku yang saat ini tinggal lebih dekat dengan Dieng daripada sebelumnya.

Rindu, ya aku rindu pada Dieng. Aku ingin kembali mengeja kecantikannya. Tentu saja kali ini harus dengan persiapan yang sangat cermat, terutama berbagai perlengkapan untuk melawan udara dinginnya.

Kemarau, ya mumpung sedang musim kemarau. Sehingga suhunya tidak serendah biasanya. Pandangan pun akan lebih leluasa menikmati bentangan panoramanya yang mengalun syahdu dari pagi hingga malam tiba.

Kalau kamu tertarik berlibur keluar negeri di musim dingin, sepertinya Prancis adalah salah satu pilihan destinasi yang tepat. Mengapa? Yuk, baca dulu artikel ini: 5 Tempat Terbaik untuk Menghabiskan Libur Musim Dingin di Prancis.

Kuikuti Rencanamu, Ikuti Pula Rencanaku


Sayangnya, beberapa hari lalu, Suami mengungkapkan kemungkinan kami untuk pindah dari kota ini. Menuju sebuah tempat yang kembali menjauhi Dieng. Hua… Aku ingin memulihkan kesanku dulu tentang Dieng!

Baiklah, Sayang. Aku ikut saja dengan rencanamu pindah rumah. Namun, izinkan aku untuk tetap bisa menuntaskan rasa penasaranku pada Dieng. Bukannya kita memang sudah berencana ke sana?

Tak apalah jika baru bisa terlaksana setelah kita pindah. Toh, kita tetap bisa menempuhnya dengan pesawat terbang dan menginap di hotel sekitar situ. Dan aku pun mulai berburu informasi tiket pesawat dan hotel sebelum kemarau terlanjur berlalu.

Cara Solutif Berburu Tiket Pesawat dan Hotel


Melelahkan dan menghabiskan waktu juga ya, berburu 2 hal sekaligus begini. Harus membuka banyak halaman situs untuk masing-masing, tiket pesawat dan kamar hotel. Sebagai penyegaran, aku mencari informasi tentang wisata Dieng saja.

Paket Pesawat Hotel Traveloka (sumber foto: Traveloka)

Eh, tanpa sengaja mesin pencari mengantarkanku pada halaman paket pesawat hotel Traveloka untuk tur di Dieng. Wow! Pucuk dicinta ulam pun tiba. Coba, ah…

Asyik sekali ada layanan semacam ini. Jadinya, kebutuhan untuk memesan tiket pesawat dan hotel jadi jauh lebih mudah karena cukup melalui satu jalur saja. Selain mudah, tentunya juga jadi hemat waktu ya

Dan saat aku mengecek harganya, ternyata pesan paket pesawat dan hotel secara bersamaan begini di Traveloka jatuhnya jadi lebih hemat lho, dibandingkan kalau pesan secara terpisah.

Tak tanggung-tanggung, hematnya bisa sampai 20% tanpa kode promo apa pun! Wah, lumayan banget, nih. Sisa anggarannya bisa digunakan untuk yang lain dong, ya. Sepertinya akan kugunakan untuk tambahan biaya wisata kuliner di sana.

Menikmati Mi Ongklok dan Purwaceng. Tak lupa membawa carica sebagai oleh-oleh. Ah, carica! Biar dikata aku takut dengan Dieng, namun makanan satu ini senantiasa aku buru di mana pun aku bisa menemukannya. Sensasi segarnya luar biasa! Satu bukti lagi bahwa aku memang benci tapi rindu pada Dieng.

Kulanjutkan perjalanan orderanku ke halaman pembayaran. Ternyata di Traveloka ini memudahkan sekali ya dengan tersedianya banyak metode pembayaran yang bisa dipilih.

Wah, kalau begini, aku berani merekomendasikan deh buat Teman-Teman yang berencana liburan namun tidak punya banyak waktu mencari tiket pesawat dan hotel, langsung buka situs Traveloka saja. Nikmati fasilitas paket pesawat hotelnya karena jauh lebih mudah, hemat waktu dan biaya. Selamat berlibur!

Komentar

  1. Saya suka sama promo diskonannya kalau di Traveloka tuh, Mba.

    BalasHapus
  2. Masih menjadi impian untuk menikmati keindahan dieng

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga berkesempatan ke sana :)

      Hapus
  3. Tempat yang kerap dikunjungi, tapi tak pernah bosan. Apalagi menikmati Dieng di pagi hari, bener-bener penuh magi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow, pagi yg jadi favorit ya :)

      Hapus
  4. Waah ... aku doakan agar kak Farida kesampaian dulu mengeksplore keindahan Dieng sebelum pindah ke luar kota.

    Nantinya setelah tinggal jauh dari Dieng, setiap kangen ke Dieng tinggal ... cuuuz pesen tiket via traveloka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... terimakasih dukungannya :)

      Hapus
  5. Salam kenal Mbak...Rumahku di Wonosobo, dekat ke Dieng. Kabar2 kalau mau ke sana ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. horee... bolebolebole... moga tak lupa ya :)

      Hapus
  6. Mba, jangan musim kemarau, udaranya justru duingiiin banget. Kemarin aku kesana tgl 14-15 juli, 6 derajat. Pilih musim hujan aja justru gak minus udaranya

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh, justru bukan musim kemarau ya? atau karena memang belakangan cuaca lbh dingin? semarang aja jd dingin sekarang hihihi...
      ok, berarti agenda dieng bisa dimundurkan dulu :)

      Hapus
  7. waaahhh...aku belum pernah ke dieng malah. jadi tambah penasaran sama dieng

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaa.... ayo kalo berani. hihihi...

      Hapus
  8. Dieng:
    Dingin
    Kabut
    Kawah kidang
    Candi
    Sayur (dl sering dpt kiriman dr sana ^.^)

    Dari gadis sampai skrg belum ada kesempatan ke sana. Semoga kpn2 bisa main kesana. Aamiin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... semoga terkabul ya :)

      Hapus
  9. sayangnya aku blm jadi jalan ke dieng. next trip harus kesana nihhh

    BalasHapus
  10. Awal Augustus pingiin ke DFC tapi penuh banget kayaknya

    BalasHapus
  11. Aduh, mbak Farida mau pindah ya? Padahal baru meet up sama mbak Farida cuma dua kali aja. Aku belum pernah ke Dieng mbak. Jaman SMK dulu ngecamp di perbatasan Wonosobo tapi nggak ikut muncak ke Gunung Prau. Ah, semoga aku bisa berwisata ke Dieng dengan segera. Aku juga pernah dapat oleh-oleh Carica dari teman dan saudara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh masa sih baru 2x? perasaan dah sering ketemu... di blog. hihihi...

      Hapus
  12. Aku liat postingan2 orang ttg dieng tambah pengen ke sana. Belum pernah ih...

    BalasHapus
  13. Wah mau pindah ke mana mba? Ayo ke Dieng mumpung dekat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih. pinginnya bisa sempat ke dieng.

      Hapus
  14. Kalau dengar kata Dieng yang terbesit ya dingin sama festival lampion. Tapi, belum pernah ke sana sih, pengen sesekali ke sana bareng keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga terkabul ya keinginannya :)

      Hapus
  15. duh jadi pingin ke dieng lagi mbak...adem banget....kangen makan carica

    BalasHapus
  16. Sekarang makin banyak tempat wisata yang bisa di datengi di sekitar Dieng. Nggak pernah bosen deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, banyak jg destinasi lain dis ekitar situ ya? bisa sambil mampir sana sini dong :)

      Hapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^