Resolusi 2018: Do The Best, Be Better


Hari telah memasuki bulan terakhir di tahun 2017. Sebentar lagi, tahun akan berganti menuju angka 2018. Seperti biasanya, orang-orang banyak menuliskan resolusi yang ingin dicapainya di tahun depan. Kalau aku, resolusi untuk tahun 2018 mendatang apa, ya?


Ada momen istimewa di tahun depan yang siap menanti, yaitu kelahiran putra keenamku. Hari Perkiraan Lahirnya sekitar awal Februari. Suatu momen yang tentu sangat berpengaruh dengan bagaimana aku akan menjalani hari-hari selama setahun ke depan.
Aku pernah membaca sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa "Melahirkan adalah sebuah peristiwa lahirnya seorang ibu yang baru." Ya, memiliki bayi baru akan membuat seorang perempuan mengalami, mempelajari dan menjadi seorang pribadi yang baru. Tidak hanya berlaku bagi anak pertama. Bahkan untuk setiap kelahiran selanjutnya pun akan menjadi pemicu bagi seorang perempuan untuk menjelma menjadi sosok yang berbeda.

Seperti halnya diriku. Rutin melahirkan setiap 2-3 tahun sekali telah mengubahku dalam banyak hal. Ada yang positif, tak jarang pula justru negatif. Hiks. Positifnya, misal aku jadi terdorong untuk mempelajari berbagai masalah yang berkaitan dengan peran sebagai ibu. Memasak, mengatur rumah, merawat dan mendidik anak, psikologi, kesehatan dll. Negatifnya? Ya, mungkin aku secara fisik jadi tampak berantakan, kondisi tubuh yang kadang kepayahan atau emosi yang lebih labil.

Sebenarnya, aku menyadari bahwa semua itu kuncinya sederhana, yaitu dengan tetap menjaga kesehatan. Kalau tubuh sehat, maka semua tugas dapat dilaksanakan dengan lancar. Suasana hati terjaga dan penampilan pun bisa tetap segar tidak kusut masai.
Tidak mudah memang menjaga vitalitas tubuh di tengah berbagai pekerjaan rumah yang tak kunjung usai. Belum lagi harus meluangkan waktu untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yang homeschooling serta suami. Lalu, apa kabar me time? Hehehe...


Sesekali kesehatan menurun itu sudah biasa terjadi. Yang penting, dengan posisi seperti sekarang, aku selalu berusaha agar kalau sakit jangan kelamaan. Syukurlah aku sudah sejak lama mengenal Theragran-M. Sebuah produk vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Dengan rutin minum multivitamin ini, daya tahan tubuh pun lebih cepat pulih sehingga tidak mudah jatuh sakit lagi.

Tenang saja, Theragran-M ini aman kok, dikonsumsi ibu hamil dan menyusui. Karena ia memang tidak mengandung zat berbahaya. Diproduksi oleh perusahaan terpercaya yang sudah diresepkan oleh para dokter sejak tahun 1976. Kandungan vitamin dan mineralnya yang lengkap mampu memenuhi kebutuhan giziku selama kehamilan. Sehingga, aku hanya mendapat tambahan resep Asam Folat dan Kalsium saja dari dokter saat kontrol.

Melakukan yang Terbaik agar Menjadi Lebih Baik

Untuk tahun depan, aku ingin melakukan banyak perbaikan pada diriku secara menyeluruh. Baik dari segi fisik, psikis maupun akal. Dalam konteks interaksi dengan diri sendiri maupun orang sekitar. Ya, bolehlah menerapkan prinsip 3B alias Beauty, Brain and Behaviour agar bisa sekelas Miss Universe, begitu. Demi memantaskan diri sebagai ratu di rumah. Hehehe...

Rumusan resolusi kali ini, terilhami oleh oleh angka dari tahunnya, yaitu 2-0-1-8. Seperti apa perinciannya? Begini ceritanya:

2 Untuk Kedua Anak Terbesarku



Tahun ini, diantara semua anak, 2 anak terbesar adalah fokus utamaku. Mengapa? Karena adik-adiknya masih bisa disikapi berdasarkan pengalaman sebelumnya, tinggal mengulang dan melanjutkan saja.
Sedang kedua anak yang terbesar, mereka istimewa karena sedang memasuki fase baru dalam hidupnya, bahkan dalam hidupku. Mereka menginjak usia pra pubertas. Ada banyak hal yang perlu kami pelajari bersama dalam menjalani tiap perubahan fisik, psikis dan mental mereka karena perubahan fase hidup ini.
Ada perbedaan fokus diantara keduanya yang perlu aku perhatikan betul nantinya.

  1. Anak Pertama. Tahun depan adalah jadwalnya mengikuti Ujian Nasional Paket A. Tentunya, ia membutuhkan pendampingan selama belajar mempersiapkan diri agar bisa lulus nanti dengan hasil yang memuaskan. Tidak hanya dukungan sebagai teman belajar, namun juga menyediakan berbagai sarana yang dibutuhkan, membantunya mengatur waktu serta tak lupa memperhatikan kesehatannya. Selepas ujian, sepertinya ia lebih suka memilih untuk rehat dulu dari berbagai aktivitas akademik. Jadi, aku akan mendampinginya memilih dan menjalani apa pun kegiatan positif yang diinginkannya untuk dia pelajari dan dalami secara informal maupun nonformal. Syukur-syukur dia bisa menghasilkan karya yang bermanfaat dari sana.
  2. Anak Kedua. Dia masih galau memilih cita-cita, nih. Jadi fokusku tahun depan adalah menemaninya menemukan cita-cita yang benar-benar menarik minatnya dan sesuai bakatnya. Harapanku, hal ini bisa terwujud sebelum tengah tahun agar dapat segera diambil langkah-langkah krusial demi mewujudkan cita-citanya. 

0 Untuk Diriku



Aku mencanangkan "emosi berlebihan" sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk tahun depan. Jadi, sangat diharapkan aku bisa menekan angka kejadian tersebut hingga 0 selama setahun, alias tidak pernah terjadi. Ya, yang namanya emosi itu wajar ya, bagi setiap manusia. Namun jangan sampai diluapkan secara berlebihan. Setuju?

1 Untuk Suamiku



Ya, karena memang hanya dia seorang suamiku. Hehehe... Dari sekian banyak kekuranganku sebagai istri, ada satu hal yang ingin aku benar-benar tuntaskan memperbaikinya. Yaitu: menjaga diri agar tetap bersih dan wangi.
Hihihi... Kesannya sepele, ya? Tapi buktinya aku kok ya susah konsisten untuk merawat diri selama belasan tahun menikah ini. Suntuk sih, sebenarnya kalau melihat diri sendiri kurang sedap dipandang.
Tahun-tahun kemarin sudah sempat membeli berbagai produk kecantikan. Tapi akhirnya tidak berani memakai karena baru tahu sedang hamil anak kelima. Makanya, begitu anak keenam lahir, aku bertekad untuk kembali terbiasa merawat diri. Ya, kalau pun belum sempat mandi, setidaknya masih ingat untuk menyemprotkan parfum. Hihihi...

8 Untuk Keutuhan Karyaku



Di atas sudah ada 4 resolusi, ya. Agar lengkap menjadi 8 resolusi, aku menambahkannya dengan resolusi untuk perkembangan blogku. Blog adalah sarana bagiku untuk mengekspresikan eksistensi diri. Maka blog adalah cerminan dari kualitas diriku. Dari sisi pengetahuan, perasaan, ketrampilan, manajemen dll.
Karena itu, aku berusaha untuk mewujudkan 4 hal ini sebagai parameter perbaikan diriku seutuhnya memang sedang berjalan:

  1. Mempublikasikan minimal 8 artikel sebulan. Mungkin target ini tampak kecil ya, dibandingkan banyak narablog di luar sana. Namun faktanya memang akhir-akhir ini jumlah artikel yang tayang di blogku cenderung menurun seiring bertambahnya usia kehamilan. Dan sepertinya bisa tetap rendah setelah bayi lahir karena kesibukan mengurusnya. Makanya, aku belum berani menetapkan standar jumlah yang terlalu tinggi untuk tahun depan. Yang penting jaga konsistensinya dulu, deh.
  2. Mengunjungi 8 tempat baru. Ini sebuah tantangan berarti bagi ibu yang memiliki bayi. Tapi menurutku aku harus bisa mewujudkannya. Selain untuk mengusir penat, mengunjungi tempat baru tentu saja menyumbangkan pengalaman dan pengetahuan baru. Hal ini berguna untuk meningkatkan kualitas pribadi maupun sebagai bahan tambahan untuk dituangkan dalam blog. Harapanku, 8 tempat baru itu merupakan tempat dengan 8 kategori yang berbeda. Entah itu museum, pantai, gunung, danau, air terjun, hutan, taman, kebun, kota, provinsi, pulau atau bahkan negara yang berbeda!
  3. Memenangkan 8 lomba blog dengan hadiah senilai minimal 1 juta rupiah. Walaupun sudah beberapa kali menang dalam lomba blog, namun setelah aku hitung-hitung, rupanya baru 5 kali aku mendapatkan hadiah yang nilainya jutaan. Jadi, tak ada salahnya aku sedikit menggenjot kemampuanku di tahun depan. Mumpung kesempatanku berkarya sepertinya masih akan lebih banyak berkutat dari dalam rumah, ada baiknya dioptimalkan.
  4. Nilai Domain Authority (DA) naik 8 poin. Mengikuti dinamika nilai DA itu memang cukup menggemaskan, ya. Ada harap-harap cemas setiap bulan saat mengeceknya. Kalau nilainya naik walaupun sedikit, rasanya lega sekali. Menurutku, cukuplah menargetkan kenaikan 8 poin untuk DA selama setahun ke depan. Sebagai bukti bahwa aku masih bisa menjalankan manajemen diri, keluarga dan hobi dengan baik.
Baiklah, itu dia resolusiku di tahun 2018. Semoga semuanya bisa terwujud. Begitu pula dengan resolusimu. Eh, ngomong-ngomong, apa nih resolusimu untuk tahun depan?


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

Komentar

  1. wah spesifik mbaaaa...moga tercapai ya. Sampai mendampingi anak2 meraih cita2..
    terus memberikan yang terbaik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... menetapkan target memang harus spesifik. Agar mudah diukur apakah kita sudah berhasil atau tidak :)

      Hapus
  2. Wah bunfa hebat ikh anaknya homeschooling gtu. Bagi ilmunya dong ��. Sepertinya saya butuh nih buat anak saya. Pengennya kalau masih usia prasekolah. Homeschooling aja di rumah dengan saya ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah, Bunda Erysha sih sudah banyak ilmunya tentang pendidikan prasekolah. Ikuti saja sesuai minatnya :)

      Hapus
  3. Wah hebat kehamilan yg ke 6, sy ga kebayang lho kalo saya hrs begitu, beneran, anak dua aja udah hmm... Hehe (duh emak payah ya saya)
    Btw resolusinya mantab, semoga tercapai ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin...
      hehehe... been there. aku jg ngerasa yg paling berat adaptasinya saat punya 2 anak. karena baru belajar cara memanage bbrp anak. toss ah :)

      Hapus
  4. Wah, subhanalloh. Mau melahirkan anak ke6 dan mendampingi homeschooling. Masih nulis juga. Hebat!! Bagi resepnya Mbak :) heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, resepnya apa ya? Banyak anak itu artinya banyak yg bantu kok :)

      Hapus
  5. MasyaAllah mba, dg jumlah anak yg banyak masih bisa manage waktu buat nulis..8 artikel itu bagi saya sdh luar biasa lo mba. Bagi tips nya dong mba, manage wkt yg seimbang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm.. Kalau dulu sih mulai aktif ngeblog krn mengisi waktu begadang berhub Sering bangun malam krn pny bayi πŸ˜€

      Hapus
  6. Semoga tercapai mak... amin...
    Aku takut emang minum vitamin waktu hamil dan menyusui. Ini aja udah hampir 2 bulan badan ga karuan, awalnya karena kurang tidur, berubah ke batpil. Frekuensinya masih naik turun karena sering kurang tidur. Kadang seharian ga bisa ngapa-ngapain... πŸ˜‚
    Si bayi jadi ketularan... 😣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya asal asupan se hari2nya memenuhi kebutuhan nutrisi gpp sih mak tanpa suplemen.
      Tp kadang krn rempong atau fisik yg terbatas jd cari waktu makan yg ideal aja susah sehingga yg masuk apa adanya. Saat itulah butuh suplemen demi kebaikan bersama jg 😊

      Hapus
  7. Semangat mba. Semoga tercapai semua resolusinya ya.

    BalasHapus
  8. MasyaAllah, saya salut dengan semangat untuk terus berhagi lewat tulisan. Dengan anak banyak masih ada waktu untuk menulis. Semoga dimudahkan ya.

    BalasHapus
  9. Dari kemarin BW sering nemu blogger yg sedang hamil :) Semoga dipermudah ya semua prosesnya. Sehat dan bahagia semuanya.

    BalasHapus
  10. Aman untuk bumil dan busui ya mbaa. . aku pernah nyoba ini dan enak tidur hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aman. Hihihi.. Enak tidur krn nutrisi terlengkapi ya😊

      Hapus
  11. Mengendalika emosi juga jadi PR besar nih..apalagi kalau kecapekan, gampang bamget jadi uring2an..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih. Makanya sebisa mungkin kebutuhan nutrisi terpenuhi biar tetep waras πŸ˜€

      Hapus
  12. semangat, mbakk, semoga resolusi di tahun 2018 nya tercapai semua yah :)

    BalasHapus
  13. waahh, saya tertuju ke poin DA yg naik 8 poin. aamiin aamiin ya mba :)

    BalasHapus
  14. Keren resolusi nya kak.. Semangat menggapai cita :D

    BalasHapus
  15. Semoga resolusi nya segera terwujud kak..

    BalasHapus
  16. Semoga tercapai semua resolusi yang dicanangkan, semakin baik dari tahun sebelumnya.

    BalasHapus
  17. Luar biasa sudah menginjak yang ke-6, semoga diberi kelancaran dan kemudahan dalam mencapai resolusinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Hiyaa.. Apanya yg diinjak? Anak πŸ˜‚

      Hapus
  18. Ada yang bilang dulu saya orangnya tanpa emosi, mungkin maksudnya adem ayem. Sekarang udah beda, bawaan ngomel kayak abis ngunyah 10 cabe. Semoga resolusinya juga tercapai ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. Toss bgt ini. Menjadi emak mengubah segalanya 😁

      Hapus
  19. Saya lagi konsumsi Theragran-M nih. Emang aman untuk ibu menyusui :)

    BalasHapus
  20. Jadi ingat diriku. Tentang emosi, kayaknya masih KLB hiks. Harus lebih baik di tahun depan. Kalo kelelahan berlebihan kan ada Theragran-M.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kyknya krn terlalu tinggi berharap ya jd uring2an kalau ga bisaπŸ€”

      Hapus
  21. betul mba... menjaga kesehataan itu keharusan supya kegiatan kita bisa berjln dgn lancar

    BalasHapus
  22. Theragran m memang rekomended, semoga tercapai resolusinya mbak

    BalasHapus
  23. wahh saya salah fokus liat grafis nya.. lucu banget hihi. semoga resolusinya tercapai ya mba

    BalasHapus
  24. semoga terwujud mba resolusinya... aq juga pengen naikin DA nih tahun ini

    BalasHapus
  25. Sebagai anak yang gak tau cita-citanya apa dan gak ada yang mengarahkan, saya juga punya keinginan kelak kalau punya anak akan saya bantu untuk menemukan bakat dan passionnya :)

    BalasHapus
  26. wah resolusinya keren.. 8 kali lomba menang dan DA naik 8 .. keren!!

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^