Ada film yang membuat kita penasaran karena premisnya. Ada juga yang bertahan lama di kepala karena emosinya. Do Patti (2024) termasuk kategori kedua.
Awalnya, aku mengira film ini hanya akan menjadi thriller kriminal biasa dengan bumbu misteri. Namun, semakin jauh cerita berjalan, semakin terasa bahwa film ini sebenarnya bukan hanya tentang mencari pelaku sebuah kejahatan. Film ini berbicara tentang trauma, kecemburuan, hubungan yang rumit, dan bagaimana luka masa kecil bisa membentuk seseorang menjadi pribadi yang sangat berbeda.
Film produksi Netflix ini disutradarai oleh Shashanka Chaturvedi. Dibintangi oleh Kajol sebagai polisi Vidya Jyothi, dan Kriti Sanon yang memerankan dua karakter sekaligus sebagai sepasang anak kembar. Kehadiran Shaheer Sheikh juga memberikan dinamika yang cukup penting dalam konflik cerita.
Anak Kembar Tidak Pernah Benar-Benar Sama
Salah satu daya tarik terbesar Do Patti tentu saja adalah konsep anak kembar.
Di banyak film, anak kembar sering dipakai sekadar sebagai alat untuk menghadirkan plot twist. Namun, di sini rasanya berbeda. Dua saudara ini memang memiliki wajah yang sama, tetapi tumbuh menjadi pribadi yang nyaris bertolak belakang.
Yang satu tampak tenang, lembut, dan selalu menjadi sosok yang disukai banyak orang. Yang satunya lagi hidup dengan luka, kemarahan, dan perasaan selalu berada di posisi kedua.
Film ini menunjukkan bahwa manusia tidak hanya dibentuk oleh gen yang sama, tetapi juga oleh pengalaman yang berbeda. Bahkan perlakuan orang tua yang tampaknya "sedikit berbeda" terhadap dua anak dapat meninggalkan bekas yang sangat panjang.
Sebagai penonton, aku beberapa kali dibuat berpindah-pindah simpati. Di satu adegan aku memahami satu karakter, tetapi beberapa menit kemudian aku justru merasa iba kepada karakter lainnya. Itulah yang membuat konflik emosinya terasa menarik.
Thriller yang Lebih Mengandalkan Psikologi daripada Aksi
Meski dipasarkan sebagai thriller, jangan berharap akan menemukan aksi kejar-kejaran tanpa henti atau ledakan di setiap babak.
Ketegangannya justru dibangun dari percakapan, tatapan, kebohongan kecil, dan rahasia yang perlahan terbuka. Sebagian besar misteri lahir dari pertanyaan sederhana: Siapa yang sebenarnya berkata jujur?
Karena tokohnya adalah anak kembar, penonton juga diajak terus menebak siapa yang sedang berada di layar dan apa motivasi di balik setiap tindakannya.
Aku cukup menikmati cara film ini memainkan persepsi penonton. Beberapa adegan memang terasa dramatis khas film Bollywood modern, tetapi secara keseluruhan ritmenya cukup konsisten.
Kajol Tetap Menjadi Magnet
Walaupun banyak perhatian tertuju pada Kriti Sanon yang memainkan dua karakter sekaligus, bagiku Kajol tetap menjadi salah satu alasan utama film ini layak ditonton.
Karakter polisi yang dia perankan tidak dibuat terlalu sempurna. Dia tetap melakukan kesalahan, memiliki intuisi, dan harus berhadapan dengan situasi yang tidak selalu hitam dan putih. Kajol berhasil membuat penyelidikan terasa lebih manusiawi daripada sekadar prosedural.
Kriti Sanon Membawa Tantangan Besar
Memainkan dua karakter sekaligus selalu menjadi tantangan.
Yang menarik dari penampilan Kriti Sanon tidak hanya karena dia tampil sebagai dua orang berbeda, tetapi bahasa tubuh, cara berbicara, hingga ekspresi matanya benar-benar berubah di setiap karakter. Kadang aku bahkan lupa bahwa sebenarnya keduanya dimainkan oleh aktris yang sama.
Tentu ada beberapa adegan visual yang masih terasa menggunakan efek digital, tetapi secara keseluruhan hasilnya cukup meyakinkan.
Mengangkat Isu Kekerasan dalam Rumah Tangga
Di balik misterinya, Do Patti juga banyak berbicara mengenai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan bagaimana korban sering kali tidak mudah mendapatkan keadilan.
Film ini memperlihatkan bahwa kekerasan tidak selalu meninggalkan luka yang terlihat. Ada manipulasi, rasa takut, hingga tekanan psikologis yang jauh lebih sulit dibuktikan. Meski penyampaiannya tetap dibalut unsur thriller, pesan sosialnya cukup terasa tanpa terasa menggurui.
Kekurangan yang Tetap Terasa
Meski aku menikmati film ini, ada beberapa hal yang menurutku masih bisa dibuat lebih kuat.
Beberapa plot twist cukup mudah ditebak bagi penonton yang sering menonton thriller psikologis. Ada pula beberapa adegan yang terasa terlalu dramatis sehingga sedikit mengurangi kesan realistis.
Di bagian akhir, penyelesaian konfliknya juga terasa agak cepat dibandingkan pembangunan konfliknya yang cukup panjang.
Namun, kekurangan tersebut tidak sampai mengurangi pengalaman menonton secara keseluruhan karena secara narasi sangat kuat dan alurnya pun rapi.
Layak Ditonton?
Kalau kamu menyukai thriller yang dipenuhi permainan psikologi, hubungan keluarga yang rumit, serta karakter dengan banyak lapisan emosi, Do Patti layak masuk daftar tontonan.
Film ini mungkin bukan thriller paling mengejutkan tahun 2024, tetapi berhasil menghadirkan cerita yang membuat penonton terus bertanya siapa yang sebenarnya menjadi korban, siapa pelaku, dan apakah seseorang benar-benar bisa lepas dari bayang-bayang masa lalunya.
Rating pribadiku: 8/10.
Bukan karena misterinya paling rumit, melainkan film ini berhasil mengingatkan bahwa terkadang musuh terbesar seseorang bukanlah orang asing, melainkan luka yang selama ini tumbuh bersama dirinya.
Kamu sudah menonton film ini? Apa pendapatmu?



Posting Komentar
Posting Komentar