Santai-Santai Dapat Ide? Jangan Sia-Siakan!

Hai, Teman-Teman! Lagi apa sekarang? Oh, iya, lagi baca artikelku, ya? Hihihi... Lagi santai, dong? Aku juga lagi santai aja, nih. Yang namanya sedang santai, pikiran suka acak ke mana-mana. Tiba-tiba aja kepikiran tentang keseharian sebagai perempuan. 

Teman-teman suka melakukan apa kalau lagi santai? Wah, jawabannya pasti macam-macam, nih. Ada yang suka membaca, memasak, menonton drama, kalau bloger ya mungkin menulis, ada yang menyempatkan diri ke salon atau spa, .. Atau justru pilihan sederhana seperti yang biasa aku ambil, yaitu tidur? Hehehe...
Eh tapi ada satu lagi nih, aktivitas yang sering diidentikkan dengan perempuan. Apa coba? Belanja! Apa lagi di zaman serba internet seperti sekarang. Belanja menjadi semakin mudah karena bisa dilakukan dari rumah. Mulai dari mencari barang, memilih, membandingkan, tanya-tanya ke penjualnya, memesan, membayar bahkan hingga menerima barangnya. Semua bisa dilakukan sambil duduk manis dan menjalankan berbagai rutinitas kesibukan atau pun sambil santai-santai seperti sekarang.

Aku termasuk yang suka juga sih, melakukan belanja online. Bahkan lebih suka dibandingkan belanja langsung mendatangi toko. Apa lagi karena punya banyak kenalan penjual online di media sosial. Tiap hari linimasaku diisi dengan berbagai pajangan barang dagangan yang siap merayu hati untuk membeli. Hehehe...

Nah, sekarang aku jadi kepikiran teman-temanku yang berdagang online, nih. Sebagai orang yang pernah memiliki toko online juga, aku tahu deh, kalau berjualan itu tidak mudah. Ya, setidaknya sih, menurutku masalahnya lebih sederhana dibandingkan jika memiliki toko fisik. Namun sejalan dengan semakin berkembangnya sebuah toko online, masalah bisa menjadi semakin kompleks.

Misalnya aja nih, dengan maraknya berbagai marketplace di internet, banyak temanku yang pedagang online itu membuka cabang toko di sana-sini. Jadi, mereka punya akun di setiap marketplace untuk menjajakan produknya. Belum lagi kebanyakan mereka juga memanfaatkan media sosial untuk tempat berdagang. Facebook, Instagram, WhatsApp juga menjadi lahan transaksi mereka. Beberapa diantaranya sudah memiliki pula situs toko online sendiri. Terus terus... Bahkan sebagiannya ada yang punya toko offline, lho. Hua... Apa tidak pusing itu mengatur semuanya?

Eh, iya sih. Biasanya kalau sudah buka cabang di mana-mana, mereka tidak menjalankan usahanya sendirian. Melainkan sudah memiliki tenaga administrasi untuk membantu bekerja. Ada yang menangani beberapa akun setiap orang, ada juga yang sebaliknya. Satu cabang diurus oleh beberapa petugas administrasi.
Tapi, namanya punya karyawan itu artinya juga bertambah tanggung jawabnya, kan? Ya tanggung jawab untuk mengkoordinasi semuanya juga tanggung jawab untuk menggaji mereka. Pernah mengalami nggak sih, orderan kita itu bertumpuk karena dilayani oleh beberapa petugas administrasi? Atau justru sebaliknya, terlantar karena masing-masing petugas mengira orderan kita sudah ditangani oleh yang lain?

Duh, terbayang ya hectic-nya menjalankan toko online sebenarnya? Aku saja pusing sendiri lho, kalau melihat foto kegiatan di belakang layarnya mereka. Para petugas administrasi yang menghadap gawainya masing-masing. Kadang tiap orang membawa beberapa gawai. Ada laptop, telepon seluler dan Blackberry. Itu katanya pemandangan harian dari pagi sampai sore ya seperti itu hampir tanpa jeda. Makan ya di atas meja kerja diantara gawai-gawai itu.
Lha, bagaimana? Baru selesai tugas mengunggah foto produk, pesanan sudah berdatangan dari berbagai cabang. Masing-masing dengan detil yang berbeda. Mengecek stok, mengirim tagihan, menerima konfirmasi pembayaran, memeriksa transferan yang masuk dari berbagai rekening bank, menyiapkan paket, menulis alamat pengiriman blablabla... 
Belum kalau ada yang membatalkan pesanan, minta tukar barang, menyampaikan keluhan ini-itu, ... Argh! Kenapa jadi aku yang ribet, ya? Tadinya santai malah jadi kalut. Hihihi...

Eh, tapi aku tuh nggak bisa diginiin. Kalau sudah kepikiran ya inginnya bisa sampai tuntas gitu, mendapat solusinya. Jadinya pingin gitu ada aplikasi apa kek yang bisa membantu teman-teman pedagang online dan para pegawainya agar pekerjaannya lebih ringan. Selama ini aku tahunya kebanyakan aplikasi di ponsel itu untuk keperluan konsumtif, ya. Mungkin sebenarnya juga sudah banyak aplikasi yang bersifat produktif. Adakah yang bisa dimanfaatkan untuk memperingkas pekerjaan mereka?

Gara-Gara Santai Jadi Teringat IWIC

Nah, sambil memutar otak untuk menyusun ide aplikasinya nih, aku malah teringat dengan acara tahunan yang bertajuk Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest atau disingkat IWIC. Kompetisi ini diselenggarakan sejak tahun 2006, sebagai bagian dari program CSR Indosat Ooredoo pilar INOVASI. Jadi tahun ini adalah penyelenggaraan IWIC 11.

IWIC adalah ajang kompetisi inovasi teknologi di bidang nirkabel yang pertama dan masih konsisten diselenggarakan di Indonesia. IWIC bermaksud mendorong dan mendidik generasi muda Indonesia untuk berinovasi melalui aplikasi digital berbasis mobile. Bahkan, IWIC telah berkembang menjadi kompetisi bertaraf internasional sejak 2016.

Untuk IWIC 11 ini diusung misi baru, yaitu Digital Nation. Dengan misi ini, potensi kita didorong maksimal dan diharapkan terjadinya peningkatan kesadaran teknologi di kalangan generasi muda. Sehingga, generasi muda Indonesia akan menjadi pencipta konten, bukan hanya sebagai pengguna/konsumen.

Hmm... Menarik nih, untuk diikuti! Nanti, kalau ideku sudah terumuskan dengan baik, aku mau ikut berpartisipasi ah, dalam ajang ini. Berani? Mengapa tidak? Toh, pesertanya dibagi dalam beberapa kategori kok. Ada kategori Profesional/Developer/Programmer, Beginner/Awam, Women & Girls bahkan Kids & Teens.
Di sini kita tidak harus mampu membuat aplikasi, lho. Sekadar memiliki ide tentang sebuah aplikasi ponsel pun bisa kita ajukan. Ide/aplikasi tersebut bisa seputar Entertainment, Media (Social Media, Chatting, eBook, dll.), Utilities, Tourism/Travel atau yang lainnya. Hmm... Kalau ideku ini sepertinya masuk kategori lainnya, ya. Karena kan terkait dengan bisnis, khususnya e-commerce.

Kamu ikutan juga, yuk! Aku yakin setiap orang pasti punya ide menarik yang bisa dikembangkan. Ayo, jangan batasi dirimu! Masa kalah berani dengan pemenang tahun lalu yang difabel ini. 
Salurkan idemu melalui IWIC 11, ya. Dapatkan informasi lebih lengkap mengenai IWIC 11 di:
  • Facebook Fanpage: Indosat Ooredoo IWIC   
  • Twitter: @IsatOoredooIWIC   
  • Instagram: @indosatooredooiwic

Kalau sudah siap, kirimkan idemu melalui form pendaftaran ini. Batas waktunya masih sampai 20 November 2017 kok. Kita ketemuan nanti di final, yuk! Semangat!

Komentar

  1. Wah baru tahu even keren ini...
    Secara saya dan keluarga juga pengguna provider kuning ini....

    BalasHapus
  2. programnya mantap nih, nanti kalau ada ide tak isi formnya....

    BalasHapus
  3. Ide yang berhubungan dengan teknologi memang sayang banget kalau disia-siakan karena semakin ke sini teknologi semakin canggih, semakin memudahkan kita juga dalam melakukan segala hal. Jangan hanya puas menjadi pengguna teknologi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali. mulai jd generasi produktif yuk :)

      Hapus
  4. Wahh sekedar ide juga boleh yah? Mantap nih. Mana tau bisa direalisasikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, boleh sumbang ide aja. Ikutan ya..

      Hapus
  5. dunia maya memang ladang bisnis

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^