Mengapa Menjadi Bloger Begitu Berharga


Aku memutuskan untuk (kembali) menulis blog sekitar 2 tahun yang lalu. Dimulai dari domain gratisan di sini. Dan setahun kemudian, aku memenangkan undian mendapatkan nama domain TLD (.info). Maka inilah blog keduaku yang akhirnya lebih aktif karena lebih menghasilkan. Hehehe.

Mengapa aku memilih beraktivitas menulis blog? Tentu saja semua berangkat dari hobi. Aku memang sejak kecil gemar menulis. Menulis huruf, menulis latin, menulis halus dan menulis buku harian. Hohoho...

Ya, dan tentu saja aku suka pelajaran Bahasa Indonesia termasuk bagian tugas membuat karangan, membaca buku dan akhirnya beberapa karya lepas sempat mengalir di keseharianku. Cerpen, puisi, cerbung, novel, naskah drama, artikel mading, surat pembaca, opini... Ada yang untuk disimpan pribadi, dikonsumsi kalangan terbatas maupun dibaca oleh umum.

Menjalani aktivitas menulis blog selama 2 tahun ini benar-benar sangat aku nikmati. Selain karena hobiku tersalurkan, juga aku merasa ada nilai tambah yang kudapat dari hari ke hari di sepanjang prosesnya. Apa sajakah nilai tambah itu? Ini di antaranya yang terpikirkan olehku.

1. Tulisan yang Lebih Berbobot




Awalnya, aku merambah dunia blog karena merasakan bertahun-tahun ada ungkapan pikiran yang kurang nyaman disampaikan melalui status Facebook. Bisa karena terlalu panjang, ingin menulisnya dalam format yang lebih tertata, ingin menyelipkan gambar di antara kata-kata, pemilihan target pembaca dll.

Dengan menulis di blog, jelas aku merasakan tulisanku lebih berbobot daripada jika menuliskannya di status Facebook, karena:

Lebih Lengkap 

Menulis di blog membuat aku lebih leluasa dalam hal panjangnya tulisan. Walaupun kita juga bisa menulis status panjang di Facebook, namun itu bukanlah kebiasaan warga Facebook. Sehingga banyak pengguna Facebook yang tidak siap melihat status panjang. Buntutnya, mereka bisa kurang nyaman membaca tulisan kita.

Sistematis

Menulis di blog memungkinkan kita untuk mengungkapkan ide dalam bentuk yang lebih teratur. Dibandingkan status Facebook yang bentuknya datar saja, di blog kita bisa menata tulisan kita dalam bentuk ide utama, ide turunan, paragraf, poin-poin, langkah-langkah, kutipan dll. Kita juga bisa memberikan penekanan atau keterangan pada suatu kata, frasa atau kalimat dengan cara menuliskan dalam huruf cetak tebal, miring, garis bawah, garis coret atau ukuran huruf yang lebih besar. Iya, menulis blog itu seperti jika kita menulis menggunakan program seperti MS Word yang mendukung format tulisan agar sesuai dengan kaidah tatabahasa yang baik.

Lebih Bertanggung Jawab

Menurutku, tulisan di blog itu lebih bisa dipertanggungjawabkan isinya daripada status Facebook. Pertama, karena blog bisa dipakai untuk membahas suatu masalah dengan lengkap. Jadi, pembaca tidak mendapat informasi yang sepotong-sepotong.

Kedua, iklim menulis blog itu tidak semudah asal klik tombol berbagi. Setidaknya, bloger harus melalui tahapan menyalin, mengutip dan mencantumkan sumber tulisan untuk bisa menghasilkan informasi yang sama dengan hasil pencetan tombol berbagi di Facebook. Selama masa itu, sebenarnya ada banyak kesempatan bagi bloger untuk meneliti ulang isi tulisan yang akan dipublikasikan di blognya. Di mana hal ini semestinya membuat bloger lebih cermat dibanding warganet kebanyakan.

Terus terang aku agak heran sih, mengetahui adanya rumor di tengah masyarakat yang justru mengidentikkan bloger dengan penyebar berita bohong. Hmm... Entahlah. Yang namanya suka menulis dan menyebarkan tulisan bohong sekadar untuk menarik banyak pembaca itu bisa terjadi di mana saja. Jika hal itu juga menjangkiti para bloger yang prosesnya agak panjang untuk menerbitkan suatu tulisan, lalu apa kabar ya dengan yang sekadar tinggal pencet tombol berbagi? Bukannya kesempatan untuk menebar berita bohong dan lepas tanggung jawab itu akan lebih besar lagi dari sana?

2. Sarana Terapi



Sepertinya poin yang satu ini sudah banyak yang membahas, ya. Memang manfaat menulis sebagai sarana terapi ini sangat aku rasakan. Setiap kali ada perasaan berkecamuk yang sulit untuk diungkapkan, menulis adalah cara yang efektif untuk menguraikannya satu per satu. 
Setelah kita menuliskan apa saja yang kita rasakan, baru kemudian membacanya kembali saat hati terasa lebih ringan. Dari situ, biasanya kita akan lebih jernih menyusun ulang kata per kata yang tadinya tertumpah untuk dirangkai kembali. Membantu kita memahami apa yang sedang kita rasakan. Dan ini adalah sebuah kemajuan pesat untuk memudahkan kita menemukan solusi.

Banyak artikelku yang sejatinya adalah proses terapi diri sendiri. Salah satu tulisan terapi yang pernah aku lakukan adalah tulisan tentang ibu di blog lamaku. Setelah menulis artikel tersebut, jiwaku terasa jauh lebih tenang dan pandanganku jadi lebih bijak mencerna semuanya. Dan sejak hari itu, semua gundah tentang ibu telah lepas dari dalam hatiku.


3. Alat Komunikasi dengan Anak



Kedua blogku ini memiliki pembaca setia, lho. Mungkin ada beberapa. Namun salah satunya dan yang teristimewa dari pembaca setia itu adalah putri sulungku. 
Dia rajin mengintip dan membaca setiap artikelku. Dari situ, dia jadi lebih memahami pikiranku, perasaanku, pengetahuanku, keseharianku dan apa pun yang terbaca di sana. Hei, aku pun akhirnya terlintas ide untuk menggunakan blog sebagai sarana menyampaikan berbagai hal padanya. 
Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Selain menyampaikannya ke warganet secara umum, maka sesungguhnya aku menulis setiap artikelku untuk dibaca putri sulungku. Makanya aku kadang agak pilih-pilih topik dan kata dalam menyusun artikel. Karena dia harus layak dibaca dan bermanfaat bagi putriku yang baru menginjak usia remaja ini.

4. Menang Lomba



Tentu saja, kualitas sebuah blog tidak harus dijustifikasi terlebih dulu dengan kemenangannya dalam sebuah lomba blog. Namun dengan mengikuti lomba apalagi memenangkannya, akan menjadi referensi tersendiri bagi diriku untuk mengukur sejauh mana kemampuanku dalam menulis. Dan tak lupa, hadiahnya turut menyemarakkan hati. Hehehe...

Syukurlah ada beberapa lomba blog yang sudah aku menangkan dalam 2 tahun ini. Hadiahnya? Mulai dari yang sederhana hingga paket liburan senilai belasan juta juga ada. Daftar lengkapnya aku susun di halaman tersendiri dalam blog lamaku. Sampai saat ini, aku masih memperbarui isinya jika aku kembali menang dalam suatu kompetisi blog.

5. Memperluas Jaringan Pertemanan



Jadi ceritanya kan bloger itu punya komunitas, ya. Biasanya di tiap daerah ada komunitasnya tersendiri. Nah, waktu aku pindahan dan pertama kali mengikuti sebuah kajian, aku langsung disambut oleh seseorang. Bengong dong, awalnya. Begitu dia memperkenalkan diri sebagai bloger, aku baru nyambung. Aih, senangnya disambut hangat di tempat baru karena kesamaan hobi, ya.

6. Mencoba Produk Gratis


Seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung ke blog kita, para sponsor pun akan mulai melirik. Tawaran untuk mencoba dan mengulas berbagai produk mulai berdatangan. Senang tentunya, ya.
Karena selain gratis, seringnya justru itu adalah produk yang baru diluncurkan. Jadi, kita adalah yang lebih dulu merasakan produk tersebut untuk kemudian disampaikan ke masyarakat umum. Dan tentu saja, karena juga ada honornya. Hehehe...

Beberapa produk yang memintaku untuk mengulasnya bisa dilihat pada artikel dengan label Ulasan. Sebagian ada di blog lama dan sebagian lagi meminta untuk tidak dicantumkan keterangan sebagai artikel yang disponsori. Hehehe...

7. Menghadiri Aneka Event



Ya, belakangan memang para bloger makin banyak dilibatkan dalam aneka acara. Bloger dinilai sebagai salah satu pihak yang dapat membantu menyebarkan kabar tentang suatu produk, kegiatan atau pun isu penting ke tengah masyarakat. Dengan menghadiri event semacam ini, aku jadi bisa bertatap muka dan mengenal langsung sesama bloger. Selain itu, tentu saja menambah pengalaman mengunjungi tempat-tempat baru, menambah pengetahuan dan isi dompet juga. Hihihi...

Salah satu undangan acara untuk bloger yang aku hadiri adalah sosialisasi kegiatan olimpiade khusus disabilitas yang sedikit aku singgung dalam artikel tentang pahlawan.

8. Dukungan Suami



Melihat aktivitasku di blog yang semakin menghasilkan, tentu saja ini mendapat respon positif dari Suami. Beliau jadi semakin mudah untuk mengantarkanku menghadiri acara atau membeli produk untuk diulas. Tak jarang, Beliau sendiri yang berinisiatif mengajak kami jalan-jalan ke tempat baru. Siapa tahu bisa jadi inspirasi untuk bahan artikel selanjutnya. Asyik...!

Itulah beberapa nilai tambah yang aku rasakan sebagai bloger selama ini. Bagaimana denganmu?

Komentar

  1. Yoi banget ini mba. padahal aku bukan orang yanv suka nulis manual loh. Malah milih ngetik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. Mengetik juga menulis dong namanya😊

      Hapus
  2. Gaya menulis akan meningkat kalau terus di asah dan juga bsa lupa klo sering bolos nulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul 3x. Harus rajin menulis agar tetap pandai menulis ya😊

      Hapus
  3. Alhamdulillah, seru banget jadi blogger. Aku juga kadang ditanya kok ngeblog kan dah nulis buku. Keduanya saling melengkapi dan bikin hepii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bgt. Kalau nulis cuma boleh jd buku kapan tayangnya ya hihihi...

      Hapus
  4. Menulis blog itu menyenangkan.



    ..

    kalau lagi gak mentok!
    hehehe

    BalasHapus
  5. Sama mba, alhamdulillah suami juga menduking kegiatan ngeblogku.. :) Yang paling kerasa dari ngeblog ini jadi tambah teman dan saudara, ya.. :D

    BalasHapus
  6. Aku juga suka pelajaran Bahasa Indonesia waktu masih SD-SMK. Mbak Farida keren ih selalu semangat terus nulis di blog. Sering jadi langganan menang lomba blog pula. Keren banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Yuk ikutan keren. Hohoho..

      Hapus
  7. Setuju banget ih, selain bisa menyalurkan hobi, jadi blogger juga bisa menghasilkan. Sambil menyelam minum air ya mbaak hehe

    BalasHapus
  8. Asyik yaaa jadi bloger, bisa menuliskan sesuatu yg memang pengin banget ditulis. Suka sukaaa... meskipun tetap harus mempertimbangkan asas tidak menyakiti pihak lain.

    Aku juga nulis beberapa hal yang inginnya terbaca oleh anak-anakku. Makanya aku bikin blog khusus yang parenting mba, nyeritain pengalaman bareng anak-anak, seremeh apa pun ;)

    BalasHapus
  9. Ngeblog mwmang kegiatannya yang asik ya mba. Stress healing juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bgt, stress healing jg. Asal ga lagi dikejar deadline😊

      Hapus
  10. Blogging udah jadi passion buat saya. Makanya blog itu berharga banget deh buat saya :)

    BalasHapus
  11. Iyaa, setuju bngat. Itu keuntungan blog banyak bangat yaa, baru sebagian yang sudah dirasakan. Point menang lomba belum, karena baru sekali ikut lomba juga :)

    BalasHapus
  12. kalau untuk event aku jarang2 mba ikutanya makanya hanya beberapa aja yang kukenal karena uda bertemu hehe jadinbloger emang banyak plusnya alhamdulilah banget

    BalasHapus
  13. Ngeblog itu menyenangkan ya mba. Kalau aku belum pernah ikut event kecuali mau berangkat ke kota besar, haha. Tapi alhmadulillah dari ngeblog aku bisa mengenal dan kopdar dengan blogger lokal.

    BalasHapus
  14. Dunia bloger ini adalah dunia baru buat saya. Saya yang introvert selalu merasa lebih nyaman sendirian dan berkurung diri di rumah. Tapi sejak jadi bloger, cukup banyak hal-hal menarik, teman-teman baru, pelajaran baru, dan komitmen untuk rutin menulis pun jadi meningkat, ditambah lagi ternyata bisa mendapat penghasilan juga dari nge-blog. Bersyukur karena saya dapat merasakan kehidupan lain yang lebih seru di luar rumah, berinteraksi dan akhirnya kenal dirimu, Mbak, meski masih sebatas di grup chat.

    Btw, tulisannya bernas banget. Makasi sudah menuliskannya ya.
    Jadi, kita pakai bloger saja ya, bukan blogger? wahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aq jg introvert sejati lho. Tetep aja ada yg ingin disampaikan ke dunia walau yg disimpan jauh lbh banyak😊

      Hapus




  15. Wah menarik banget nih mba.. apa yang mbak sampaikan rasanya terwakili hihi bener bgt saya kalo nulis blog kayak nulis artikel di koran harus teliti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip deh. Sedih deh kalau ada yang bilang bloger itu tidak berkualitas.
      Walau gaya bhsnya santai dan memang tidak pakai kaidah KBI, tapi menurutku bisa menayangkan tulisan itu sdh sesuatu yg ga semua org punya komitmen itu😊

      Hapus
  16. Betul banget, mbak. Apalagi poin memperluas pertemanan. Aku merasakan banget kalau sekarang temanku makin banyak. Ada di mana-mana. Coba kalau dulu sebelum ngeblog. Paling di sekitar komplek atau lingkungan sekolah :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik ya. Jadi kyk punya sahabat pena di mana2 kalau jmn dulu😀

      Hapus
  17. Yes. Nulis di blog nggak bisa disamain dengam nulis status di sosmed. Aku setuju mbak. Emang belakangan seiring semakin populernya blogger ada anggapan juga kalo blogger itu sama dengan netizen yg asal share berita nggak jelas. Semoga tulisan mbak jadi salah satu media informasi tentang blogger

    BalasHapus
  18. Kalau saya mulai ngeblog kelas 2 SMPP (2014) beruntung banget ada sosialisasi waktu itu dr komunitas Blogger Jember kayaknya. Trus, kok bisa menghasilkan, gitu pikirku. Ya udah dari hobi keterusan sampe profesi, dan sangat menyenangkan. #DuniaFaisol

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan sekarang dah bisa ngajari org lain jd bloger jg ya. Mantap deh😊

      Hapus
  19. setuju banget sama mbak farida. kalo aku sendiri mulai nge blog gara gara ada satu dua hal yang nggak bisa aku sampaikan ke orang orang, aku lebih suka nuanginnya ke blog

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betil. Pokiknya nulis di blog itu... Beda!😀

      Hapus
  20. wah seru banget ya mba jadi blogger, ane sendiri juga menikmati bangganya jadi blogger ini, selain bermanfaat untuk diri sendiri dan juga bermanfaat untuk orang lain

    BalasHapus
  21. Semenjak mengenal dunia blogger, saya juga menikmatinya. Sekarang sudah gak pengen berkelana cari kerja. Cukup duduk manis di depan laptop, sudah banyak hal yang didapat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih, asyiknya bisa keliling dunia cukup dg duduk manis😊

      Hapus
  22. Saya harus mengakui bahwa prestasi Mbak Farida dalam dunia blog memang cukup baik. Setahu saya, domain ini baru 1 tahun, tapi jumlah bukaan pageviewnya melebihi kinerja blog gado-gado pada umumnya. Berarti memang Mbak Farida berhasil membuat tulisan yang diperlukan orang banyak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah. kebanting saya dipuji bloger ngehits hehehe... terimakasih apresiasinya, Mbak Vicky :)

      Hapus
  23. Sepak terjang Mbak Farida oke banget, begitu On langsung tancap gas. Saya mulai bikin blog tahun 2016, habis itu cutinya lama banget. Sampai akhirnya Maret 2017 beli TLD dan berusaha konsisten sampai hari ini. Dirimu keren banget, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah. aku jg sedang belajar konsisten nih :)

      Hapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^