Jika Ini Ramadhan Terakhirku


Kamis lalu, Masjid di komplek perumahan kami mengadakan acara penyambutan Ramadan bagi anak-anak. Acaranya berupa jalan bersama berkeliling mengitari komplek. Hal ini dimaksudkan untuk menanamkan semangat bangun pagi dan melatih fisik menjelang Ramadan.

Selama berjalan beriringan, para remaja masjid membagikan ke rumah-rumah beberapa selebaran penyemangat dan penambah ilmu seputar Bulan Ramadan. Pemimpin barisan pun terus-terusan mengobarkan semangat dengan mengingatkan akan kebaikan Ramadan melalui pengeras suara. Sambil sesekali diiringi dengan yel-yel anak salih.

"Mari jadikan Ramadan kali ini sebagai Ramadan terbaik!" Sepotong ungkapan yang diserukan pemimpin barisan sempat menyentakku. Ramadan terbaik? Yang melebihi Ramadan tahun-tahun sebelumnya? Tentu ini sebuah Ramadan Ekstra yang membutuhkan usaha di luar kebiasaan kita selama Ramadan.

Memang sudah selayaknya kita berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan jika kita mencanangkan Ramadan tahun ini harus yang terbaik, artinya kita tidak meninggalkan kemungkinan di belakang hari masih bisa diperbaiki lagi. Tidak! Inilah kesempatan terakhir kita dan harus menjadi yang terbaik!

Mempersiapkan Ramadan seolah menjadi Ramadan terakhir kita, bagaimana caranya? Aku masih terus melangkah mengiringi batitaku yang ikut dalam barisan. Sambil memikirkan hal ekstra apa yang bisa kulakukan jika ternyata ini adalah Ramadan terakhirku.

Bulan Ramadan, Bulan Berbagi

Usai jalan-jalan, peserta mendengarkan kisah tentang anak-anak yang beramal baik dan buruk serta balasannya. Duh, semakin menancap saja keinginan untuk benar-benar menjadikan kali ini sebagai Ramadan Ekstra. Setelah mendengarkan cerita, dilanjutkan dengan pembagian hadiah serta aneka camilan dan es krim untuk seluruh anak.

Ah, iya! Berbagi! Inilah saat yang tepat untuk lebih banyak berbagi. Jika bulan puasa dan lebaran identik dengan makin meningkatnya aktivitas berbelanja, maka sebenarnya itu bukan cara yang salah, kok. Toh, tuntunan dalam Alquran agar kita membelanjakan harta lebih banyak daripada seruan untuk menabung. Benar, tidak?

Yang penting, tentu saja kita harus membelanjakan harta kita di jalan yang benar. Bulan Ramadan begini, sungguh waktu yang tepat membelanjakan harta kita untuk menukarnya dengan sebanyak-banyaknya pahala. Belanja apa, ya?

Hmm, aku masih menimbang-nimbang sih, apa yang bisa dibeli untuk dibagikan. Yang pasti, aku akan memilih membelinya secara daring guna menghemat waktu. Supaya waktu serta energi yang ada tidak habis di jalan dan antrean.  

Tips Belanja Online di Bulan Ramadan Ekstra

Berbelanja virtual sepertinya menjadi hal yang semakin akrab dilakukan warganet, ya. Dalam menentukan akan berbelanja di mana, tentu membutuhkan bekal pengetahuan tersendiri. Kalau bagiku, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam memilih pasar online.

Baca di sini: Kriteria Tempat Belanja yang Ideal

Jika sudah menemukan pasar online yang pas, berburu produk pun dimulai. Ada beberapa langkah yang kuambil agar acara berbelanja ini benar-benar hemat waktu dan dana. Hemat dana? Bukannya kalau untuk mengejar pahala tak perlu pelit-pelit, ya?

Eh, hemat tidak sama dengan pelit, kan? Pelit itu membatasi anggaran. Tapi kalau hemat itu dalam rangka mengoptimalkan anggaran. Supaya dengan anggaran yang tersedia, kita bisa berbagi lebih banyak.

Berikut ini hal-hal yang akan aku lakukan agar dapat berbelanja online dengan hemat di Bulan Ramadan:
  

1. Membandingkan Harga

Pasar online adalah tempat berkumpulnya berbagai toko online di satu tempat. Jika aku sudah menentukan nanti mau berbelanja apa, aku cukup mengetikkan nama produknya di bagian pencarian. Pilih filter pengurutan dari harga terendah agar lebih mudah menemukan produk yang sesuai dengan harga paling ramah.

2. Mencari Toko Terdekat

Selain harga, ongkos kirim juga perlu diperhitungkan. Makanya, aku cenderung memilih toko yang dekat lokasinya dengan alamatku. Atau pilih saja yang menawarkan bebas ongkos kirim. Hehehe...

3. Memilih Produk Berkualitas dari Kreator Lokal

Ya, aku lebih suka memilih produk lokal. Karena biasanya harganya lebih murah dengan kualitas yang bersaing dibandingkan produk impor. Selain itu, membeli produk lokal artinya juga berbagi rezeki kepada para produsen lokal. Jadi, sangat mendukung rencanaku mewujudkan Ramadan Ekstra.
Aku jadi ingat sebuah marketplace yang cukup memperhatikan eksistensi produsen lokal, yaitu Tokopedia. Hal ini baru aku sadari saat menghadiri acara bincang santai dengan Menteri Perindustrian di pusat industri logam kotaku. Ternyata, Tokopedia juga digandeng oleh pemerintah untuk membantu memasarkan hasil produksi logam dari sana. Hmm, apa aku beli produk industri logam di situ saja, ya? Tuing tuing tuing... Ide-ide masih berlompatan di dalam kepalaku.

4. Memilih Cara Pembayaran yang Tepat

Menemukan pasar online yang menyediakan berbagai cara pembayaran itu sangat membantu sekali, lho. Pembayaran melalui internet banking adalah cara yang paling sering kugunakan. Tentu saja karena alasan kepraktisan, dapat membayar langsung dari rumah. Selain itu, ada kalanya suatu marketplace menyediakan fasilitas penyimpanan saldo yang dapat digunakan untuk bertransaksi di sana. Hal ini juga sangat membantu untuk berhemat.

5. Memilih Metoda Pengiriman

Nah, enaknya jika lokasi toko dekat dengan alamat kita atau bahkan sekota, pengiriman orderan kita pun bisa lebih mudah dan cepat. Entah itu dikirim oleh kurirnya langsung atau melalui jasa ekspedisi. Marketplace yang menyediakan berbagai cara pengiriman, sangat layak untuk dipilih. 

6. Memanfaatkan Promo

Sudah pasti, ya. Apa lagi di Bulan Ramadan begini biasanya banyak promo dan diskon. Lumayan juga jika dikejar kesempatannya.

Ngomong-ngomong, kabarnya Tokopedia punya promo yang masih dirahasiakan pada 25 Mei nanti. Wah, kejutan apa ya, yang sedang dipersiapkan? Diskon besar? Pengiriman gratis? Bonus hadiah?

Jadi penasaran... Sambil terus mencari inspirasi berbagi, aku mau menunggu tanggal 25 Mei, deh. Siapa tahu dapat dimanfaatkan untuk menunjang Ramadan Ekstra.

Marhaban, yaa Ramadhan. Selamat menyambut Bulan Suci bagi semuanya. Jika Ramadan ini memang yang terakhir, semoga menjadi Ramadan terbaik di sepanjang umur kita. Aamiin...

#PostinganTematik #PosTemSpesialRamadan #BloggerMuslimahIndonesia

"Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia"

Komentar

  1. Semoga kita jadi pribadi yang makin bijak dan ramadhan ini membawa keberkahan, aamiin

    BalasHapus
  2. Selamat mrnjamenjal ibadah ramadhan ya Mba. Mohon maaf lahir dan batin.

    BalasHapus
  3. Belanja keperluan pendukung untuk Ramadhan memang perlu jeli ya Mbak, agar kita ujung-ujungnya tidak lelah atau disibukkan dengan urusan pengiriman dan pembayaran.

    BalasHapus
  4. sama, kamis kemarin juga di sini munggahan di mesjid. bulan ramadan kali ini pengennya ekstra lebih baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..
      Kalo munggahan ngapain aja mak?

      Hapus
  5. Semoga bukan Ramadhan terakhir -_- sedih meratap amal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga dimampukan utk selalu melakukan yg terbaik��

      Hapus
  6. judulnya bkim aku mendarat kesini,, kirain horror

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe... akan selalu ada yang terakhir dalam setiap hal. ga perlu dibawa baper ya. diisi dengan yang terbaik aja :)

      Hapus
  7. judulnya bkim aku mendarat kesini,, kirain horror

    BalasHapus
  8. Iya ya Bun. Selalu jadikan Ramadhan kita Ramadhan terbaik kita. Karena kita tidaj pernah tahu kapan akan menjadi Ramadhan terakhir kita. Mohon maaf lahit dan batin ya Bunda

    BalasHapus
  9. Semoga dengan Ramadan kita semakin menjadi baik, terutama dalam hal ibadah. Dan jangan kalap juga, mentang-mentang puasa apa-apa diborong dan dibeli. Terima kasih untuk sharing tips bijak belanja online di bulan Ramadan. Abisnya kalau bulan Ramadan lihat apa pengennya dibeli :D

    BalasHapus
  10. jika Ramadan ini yang terakhir, semoga jadi yang terbaik amin, thanks sharing-sharingnya kk

    BalasHapus
  11. hehe sama kemarin juga ada pawai obor keliling komplek, jadi makin ga sabar ketemu puasa besok :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga disampaikan pada ramadan :)

      Hapus
  12. Semoga jadi pribadi yang jauh lebih baik dan tetap bandingin toko a dan b, harganya bisa lumayan buat beli takjil hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hohoho.. betul 3x. supaya dengan budget yang ada, kita bisa beramal lbh banyak ya..

      Hapus
  13. Selamat menyambut Ramadan

    BalasHapus
  14. Semoga Ramadhan kali ini benar-benar jadi Ramadhan Ekstra buat kita semua. :)

    BalasHapus
  15. Bener.. Saya sendiri selalu bandingin harga yg diaplikasi satu dg aplikasi yg lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Supaya dana yg ada lbh berdaya, ya ��

      Hapus
  16. Selamat menjalankan ibadah puasa.
    Dan bersiap belanja online nunggu diskon besar .. hehehe 😁
    Lumayan ya kak,bisa buat nambah2 beli keperluan yang lain.

    BalasHapus
  17. Semoga Ramadhan kali ini menjadi Eamadhan terbaik ya mba. Aku pun sering membayangkan tiap ramadhan berakhir dan siapa yang tahu kita telah meninggalkan ramadhan terakhir?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..
      Berusaha melakukan yg terbaik. Semoga kita tidak menyesal jika ini Ramadan terakhir ��

      Hapus
  18. Bulan-bulan begini, aktivitas belanja-belenji cenderung meningkat ya Mbak, mohon maaf lahir batin ya Mbak Farida, semoga ini menjadi Ramadan terbaik kita.

    BalasHapus
  19. Terima kaaih sudah mengingatkan tentang berbagi dan bijak mengelola waktu saat Ramadan. Semoga Ramadan ini lebih baik dari kemarin ya, Mbak. Selamat berpuasa :)

    BalasHapus
  20. Semoga Ramadhan kali ini dan seterusnya tetap menjadi yang terbaik ya mbak.

    BalasHapus
  21. Ramadhan adalah bulan berlimpah berkah. Memang sudah sepatutnya kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Umur memang misteri. Jikalau ini terakhir bersama Ramadhab. Setidaknya kita sudah melakukan yang terbaik. Selamat puasa mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Selamat berpuasa jg ��

      Hapus
  22. Masya Allah, menarik banget tulisannya. selamat menikmati dan menjamu tamu ramadhan yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, untukmu jg ��

      Hapus
  23. Di komplek saya tinggal kemaren juga sama Mbak ada acara keliling komplek sambil bagi-bagi selebaran yang isinya tentang Ramadlan, yang keliling ibu-ibu pengajian dan anak-anak, beda dari tahun-tahun sebelumnya.
    Tips belanjanya juga boleh nih, supaya tidak pemborosan dan lebih banyak yang bisa kita bagi ke sesama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru ya. Kalau di sini acaranya utk remaja dan anak. Tapi tetep aja para ibu ikutan mendampingi hihihi...

      Hapus
  24. keren deh mbak tipsnya, terima kasih

    BalasHapus
  25. yap, dan semoga kita nggak ketinggalan dengan bonus pahala yang dijanjikan Allah, bulan Ramadhan saatnya meraup keuntungan akhirat berlipat ganda, semoga kita salah satu finalis Ramadhan... aamiin

    BalasHapus
  26. Semoga ini bukan Ramadhan terakhir kita...ibu2 pst tetap semangat ya cari promo barang ya mba :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..
      Iya,biar dr dana yg ada bisa berbuat lbh banyak ��

      Hapus
  27. Yup. Jika memang iniRamadhan terakhir kita semoga bisa sekaligus menjadi ramadhan terbaik kita ya mbak :) setidaknya dengan pengandaian itu kita bisa jadi lebih termotivasi untuk mengumpulkan bekal sebanyak2nya di bulan penuh berkah ini

    BalasHapus
  28. Hemat dana biar bisa dialokasikan ke sedekah lebih banyak mba ya. Amin ya Rabb

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^