Wisata Bahari Lamongan, Asyiknya Melebihi Bayangan (2)


Oke, ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya. Yuk, kita lanjutkan perjalanan bermain di WBL. Semua foto di bawah ini diambil dari situs resmi WBL. Buat yang belum baca pengalamanku di sini, silakan meluncur dulu ke bagian pertama dari 2 tulisan ini, ya.


Istana Boneka



Di sini kita naik kereta yang membawa kita masuk ke dalam istana. Selama perjalanan, kita disuguhi beberapa diorama boneka dan suara pengiring yang menceritakan tentang Aladin.

Desain istana ini keren sekali, ya. Kita bahkan bisa berfoto di bagian depannya. Dengan gerbang tinggi, tenda pasar, gulungan karpet dan guci etnik khas negeri 1001 malam. Semuanya nyata!

Galeri Kapal Kerang



Di Galeri Kapal Kerang, kita akan melihat replika berbagai kapal terkenal, seperti Kapal Dewaruci, Kapal Majapahit dan kapal-kapal tradisional. Menakjubkan deh, melihat desainnya yang presisi dan bahkan sudah dipatenkan. Selain itu juga ada etalase berisi aneka kerang indah berbagai ukuran.

3D Art Trick



3D Art Trick tentu jadi incaran para penggeamr swafoto, ya. Ada banyak desain latar yang tersedia di sini. Lengkap dengan contoh hasilnya. Sehingga kita bisa membayangkan efek perspektif apa yang bisa kita dapatkan dari sebuah gambar yang ada.

Tembak Ikan



Di sini kita harus siap basah, ya. karena walaupun main sendirian dan tidak saling menyerang, tetap saja para ikan di hadapan itu akan menembaki kita dengan air. Aku ikut naik menemani Si Kelima. Begitu jalan, eh Si Kedua langsung nyemprot aku. Basah kuyup, deh.

Insectarium



Kelar basah-basahan, anak-anak mengajak masuk ke gua di sampingnya. Gua ini adalah sebuah insektarium. Entah ya, ini gua asli atau buatan. Konturnya mirip dengan Goa Maharani. Untung saja sepanjang jalan dialasi dengan karpet anti selip sehingga tidak licin.

Seingatku, koleksi serangga hanya terdapat di bagian depan. Selanjutnya, kita akan menyusuri goa dengan suasana yang mirip dengan Goa Maharani. Bedanya, di sini ada tambahan suara tokek sebagai latar. Hahaha…

Taman Berburu



Selanjutnya, anak-anak ingin berburu di wahana sebelahnya. Aku pun ikut serta satu kendaraan dengan Si Kelima. Kita akan berputar di atas rel berkeliling di atas sebuah kebun binatang mini. Kendaraannya pun bisa berputar 360 derajat untuk mencari dan membidik sasaran.

Terdapat tanda target pada patung-patung hewan yang dipajang untuk dibidik. Sayangnya, ternyata tembak yang ada di kendaraan itu tidak memberi efek apa-apa terhadap tembakan kita. Kirain bakal menyala atau ebrsuara gitu kalau tembakan kita jitu. Kan lebih asyik…

Speed Flip



Sejak kami main Tembak Ikan, rupanya diam-diam Suami mencoba wahana ini. Setelah kami menyelesaikan 3 wahana, barulah kami berkumpul kembali dan ketahuan kalau Suami mual beraaattt… gara permainan ini.

Lha, gimana nggak mual kalau ternyata di sini pengunjung diputar jungkir balik 360 derajat dengan kecepatan lumayan sebanyak 2-3 kali berturut-turut. Hii.. melihatnya saja ngeri banget, lho. Pengunjung baisanya Cuma berteriak pada kesempatan pertama, selanjutnya cuma bisa syok!

Duh, kasihan banget deh liat tampangnya Suami saat itu tampak menderita sekali. Terjawab sudah mengapa did epan wahana ini terdapat klinik, kotak P3K, ranjang dan tong sampah besar. Yah, inia dalah fasilitas kuratif buat wahana gila seperti Speed Flip. Asli mending jangan dicoba, deh. Hohoho…

Crazy Car Coaster



Selanjutnya, gantian aku yang nekad ditantangin anak-anak besar buat ikutan. Ini adalah pertama kalinya aku naik roller coaster. Dan sepertinya, akan jadi yang terakhir kalinya. Hua... Nggak nahan sama spot jantungnya. Padahal ini kelas untuk anak minimal 120 cm, lho.

Popeye



Setelah semua menenangkan diri di warung makan dekat situ (lho?), kami pun melanjutkan perjalanan. Belum puas juga anak-anak mencoba wahana pemicu adrenalin, kali ini mereka memilih naik wahana ini.

Kelihatannya sih, kalem ya. Padahal kapal ini akan berputar-putar, meluncur miring dan membelok tajam.

Planet Kaca



Kami para orangtua dan anak-anak kecil memilih bersantai sebentar di depan sini. Setelah anak-anak besar selesai naik Popeye, kami pun bersama memasuki wahana ini. Ternyata ini adalah sebuah labirin penuh kaca di ruang gelap. Banyak jalur jebakannya, euy! Dapatkah kau keluar dari sana?

Syukurlah akhirnya kami bisa keluar juga. Tapi, lho kok jaketnya anak-anak yang tadi kubawa sudah raib? Pasti jatuh di suatu tempat dalam Planet Kaca. Gara-gara gelap, jadi nggak sadar kalau bawaan ada yang jatuh.

Suami dan putraku pun masuk lagi ke Planet Kaca untuk mencarinya. Tak disangka, mereka bisa keluar lebih cepat dari sebelumnya. Rupanya kedua jaket itu berceceran di tempat yang berbeda.

Paus Dangdut



Tuh, kan... Anak-anak masih saja penasaran dengan wahana ekstrim. Sekarang Paus Dangdut sasarannya. Wahana ini terletak di depan musala dan bersebelahan dengan tempat Rukyatul Hilal. Iya, ini di ujung Tanjung Kodok yang terkenal itu.

Memandang langit sore di area mencari hilal itu benar-benar tak tergantikan deh, momennya. Di depan mata, laut lepas bebas dinaungi cahaya emas dan perak yang bertemu di batas cakrawala. Rasanya nggak pernah melihat matahari sore sedekat ini.

Permainan Air

Menuju perjalanan pulang, kukira wahananya sudah habis. Ternyata masih ada wahana ini yang sangat menarik minat anak-anak. Ya, absah-basah lagi. Tidak ada fotonya, ya. Karena yang dipasang di situsnya WBL pun bukan lokasi yang sebenarnya.

Di sini, kita ahrus hati-hati bergerak dan memilih langkah. Kalau tidak, akan ada air menyemprot dari arah yang tak disangka. Tempat untuk sengaja berbasah-basahan pun ada. Dan anak-anak menghabiskan waktu terlama di sana.

Menuju jalan keluar, sempat kulihat ada lubang intai di dinding pembatas wahana. Mau iseng ngintip, tapi aku kawatir itu jebakan juga yang isinya semprotan. Hahaha... Anak-anak sudah lari duluan dari tadi. Jadilah aku memilih melenggang pulang menyusul mereka.

Dan ternyata, crot... crot... byur! Hua... kena lagi! Kirain sudah kelar jebakannya. Waspadalah! Pokoknya kalau ke sini harus hati-hati sampai akhir, ya. Apa lagi kejutan di pintu keluar, tuh. Aku nggak mau kebanyakan spoiler, deh. Cukup nikmati saja semua sensasinya. Hahaha...

Balok Apung



Dari arah wahana Permainan Air, kita bisa melihat keseruan permainan Balok Apung. Tapi jangan ajak saya mengendarainya, ya. Itu jelas levelnya di atas roller coaster yang tadi. Karena semua penumpang di sini adalah orang dewasa.

Berjalan terus menuju pintu keluar WBL, kita akan bertemu pantai di sebelah kiri. Di sini kita bisa bebas bermain pasir atau pun menggunakan alat permainan yang ada.

Mau sekadar menikmati pemandangan sambil duduk santai di gazebo? Atau menyusuri ombak tenangnya dengan kano, banana boat dll. Mau yang lebih menantang? Bisa dengan melayang di atas laut menggunakan alat flying fox.

Di sisi kanan, kita akan menemukan area kolam renang dan waterpark. Bahkan disediakan waterpark untuk dewasa, lho. Tampaknya seru, ya. Sayangnya hari sudah larut sore sehingga kami hanya bisa melewatinya tanpa mampir. Daripada nanti anak-anak lebih susah lagi diajak pulang.

Begitulah dahsyatnnya WBL. Memang pantas deh termasuk dalam jajaran taman hiburan terbaik di Asia. Jika kamu berkesempatan lewat sini, usahakan mampir ya. Benar-benar worth it deh tiket senilai 100.000 untuk berbagai keasyikan sebanyak ini.

Saranku, datanglah pagi-pagi dan cukup beli tiket WBL saja tanpa terusan jika ingin menikmati semua wahana di sini. Hindari musim liburan, ya. Karena sayang sekali kalau waktu kita terpotong banyak untuk mengantre.

Bahkan di sini juga ada penginapan yang pemandangannya menghadap ke laut, lho. Asyik banget kayaknya ya. Setelah seharian lelah bermain, kita bisa langsung beristirahat dalam kamar yang nyaman dengan pemandangan yang indah.

Kutunggu ceritamu saat di WBL, ya!

Komentar

  1. Aku udah pernah kemari nih. seruuuuuuu

    BalasHapus
  2. Ternyata banyak tempat bermain seru juga di Lamongan. Bakalan asik kalau ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya. sempatin mampir ya kalau lewat sana :)

      Hapus
  3. Pernah masuk istana bonek tapi kurang seru. Yang paling seru naik roller coaster dan lihat langsung tanjung kodok dan laut dari ketinggian dan itu amazing banget mbak.

    BalasHapus
  4. Seruuu bangettttt...
    Baca ini jadi kangen WBL, udah lama banget ga ke sini.

    Pengen deh ke sini sekaligus nginap hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, next time jg pingin nginep aku

      Hapus
  5. wahananya banyak bikin betah kayaknya ga pengin pulang....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. iya. kalau ngga jam tutup juga ngga bakal pulang

      Hapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^