5 Resto Semarang dengan Sajian dan Suasana Jempolan


Baiklah, tantangan menulis kali ini adalah menyebutkan 5 resto/warung favorit. Sebenarnya susah sekali memilihnya, ya. Namun akhirnya aku memeras banyaknya tempat makan yang aku sukai dengan kriteria sebagai berikut:

  • Belum pernah aku bahas sebelumnya
  • Berlokasi di Semarang
  • Memiliki sajian dan suasana yang menyenangkan sekaligus

Setelah bersusah payah memilih, akhirnya inilah 5 resto tersebut. Aku menyebutkannya berdasarkan urutan waktu pertama kali mengunjunginya. 

Sebelumnya, aku minta maaf karena tidak bisa membahas satu per satu secara mendalam. Kawatir kepanjangan. Berhubung jumlah yang disebutkan juga harus 5, sih. Selanjutnya, Enjoy it!

1. Ikan Bakar Cianjur



Ikan Bakar Cianjur memang memiliki cabang di mana-mana. Di Sidoarjo saja, kota asal kami, ada 2 cabang setahuku. Resto ini adalah jujugan favorit keluarga besar kami saat berkumpul. Demikian pula ketika kami memutuskan makan di sini.

Saat itu, keluarga 2 iparku mengunjungi kami yang baru pindah ke Semarang. Setelah berputar-putar mencari tempat makan, maka kami pun langsung memilih ke sini. Lokasinya cukup dekat dengan rumah, yaitu di Jalan Teuku Umar no.8, Semarang.

Yang istimewa dari resto ini adalah parkirannya yang luas dan bangunannya yang terdiri dari 3 lantai. Lantai 1 adalah toko cinderamata berisi aneka barang kerajinan dan oleh-oleh tradisional. Lantai 2 adalah ruang pertemuan yang bisa disewa dan lantai 3 adalah resto.

Di sini disediakan pilihan tangga dan elevator untuk menuju ke tiap lantai. Seperti resto Ikan Bakar Cianjur pada umumnya, yang ini pun bernuansa tradisional. Meja makan panjang dengan banyak kursi dari kayu, plafon bermotif besek, lampu gantung besar berbentuk mirip kukusan, cantik sekali!

Sayangnya, aku tidak mengambil banyak foto saat berada di sini. Semoga yang satu ini pun sudah cukup mewakili, ya. Soal rasa, jangan ditanya. Semuanya enak! Ada menu tradisional maupun oriental. Es Cianjurnya juara! Bikin pada pingin nambah lagi dan lagi.

2. Pesta Keboen



Resto ini berlokasi di Jalan Veteran 29, Lempongsari, Gajahmungkur, Semarang. Di sinilah pertama kali aku menghadiri event blogger. Bangunan dengan pintu dan jendela besarnya sudah langsung menunjukkan bahwa resto ini mengadopsi gaya kolonial. 


Begitu kita masuk, deretan camilan jadul pun siap menyambut. Di sana-sini dipajang perabotan vintage. Nama menunya pun ditulis dengan ejaan tempo doeloe. Bahkan, hari itu para pelayan perempuannya memakai kostum a la Noni Belanda.


Resto ini memiliki berbagai variasi sudut yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita. Ingin makan berdua atau ramai-ramai? Ingin di dalam atau luar ruangan? Semua ada!


Soal makanan, rasanya pun cukup menggoyang lidah. Di sini disediakan menu tradisional dan Barat. Hari itu, kami disuguhi aneka camilan dan menu makan siang tradisional. Tahu krispi ini adalah kudapan yang paling banyak diserbu teman-teman. Aku saja yang tak suka pedas pun menyukainya.

3. AUCE di Cascade Resto, Gumaya Tower Hotel



Cascade Resto adalah salah satu resto yang dimiliki Gumaya Tower Hotel di lantai 1. Gumaya Tower Hotel merupakan hotel bintang 5 tertinggi di Semarang. Beralamat di Jl. Gajah Mada No. 59-61, Kembangsari, Semarang.


Resto ini memiliki interior bergaya modern. Dindingnya didominasi warna putih. Perabotannya bergaya minimalis dengan bahan aluminium. Stan hidangan ditata mengelilingi meja makan. Bukan hanya menikmati hidangan, kita juga sekaligus melihat atraksi para koki menyiapkan pesanan kita.


Cascade Resto menyediakan menu AUCE setiap Jumat dan Sabtu (18.00-22.00) dengan biaya hanya IDR 159K. Sangat murah untuk ukuran hotel bintang 5, ya. Biasanya harga segitu cuma untuk satu menu utama. Namun di sini, kita bisa makan sepuasnya dengan lebih dari 100 pilihan menu!


Setiap 3 bulan sekali, AUCE di sini akan berganti tema menu. Saat aku ke sana, tema yang diusung adalah Benua Eropa. Namun ternyata selain hidangan Barat yang mendominasi, kita tetap bisa menemukan menu Indonesia, Cina, Jepang dan Timur Tengah di sini.


Soal rasa, bagaimana? Tidak diragukan lagi. Enak semua! Hohoho... Bahkan hidangan biasa seperti hotdog, pizza dan burger saja jadinya enak banget di sini. Jadi, menurutku tak perlu ragu meluangkan waktu mampir walau temanya berganti dan menu incaran kita belum tentu ada.


Karena melihat luasnya kemampuan para koki di sini menyediakan aneka rupa hidangan yang memanjakan mata, hidung dan lidah. Apa pun temanya, semua layak dicoba!

4. Kopi Koh



Sebagaimana kebanyakan kafe, Kopi Koh mengambil gaya interior industrial. Batubata, bohlam, pipa air dan kabel yang terekspos. Perabotan minimalis dari kayu palet yang dibiarkan dalam warna apa adanya, juga kap lampu yang menggantung. Warna hitam putih mendominasi di sini.


Namun dengar-dengar, interior di sini juga dipadu dengan napas Kampung Betawi. Hal ini terlihat dari menjulangnya pohon di satu sudut juga rumpun bambu. Ada pula kicauan burung dan gemericik air yang menghidupkan suasana pedesaan.


Aku mengenal kafe ini karena adanya undangan untuk anak-anak belajar menggambar di sini bersama Kak Roh. Sudah menyimak kan, keseruan acaranya waktu itu dalam video di atas? Selain di dalam ruangan, Kopi Koh juga menyediakan tempat duduk di luar ruangan.


Selanjutnya, justru Daffa mengungkapkan keinginannya untuk belajar menjadi barista. Setelah mendapat izin dari pemilik Kopi Koh, yaitu Koh Aris, maka aku pun hampir tiap minggu ke sini mengantar Daffa sekadar melihat-lihat, bertanya dan mencoba meramu aneka minuman dari kopi.


Inilah kehangatan istimewa yang disajikan Kopi Koh. Bukan hanya dari tataruangnya, namun juga interaksi dengan pengunjungnya. Begitu kita datang ke kedainya di kawasan Jabungan, Banyumanik, Semarang ini, akan disambut dengan sapaan, "Selamat datang di Kopi Koh!"


Bukan hanya orang dewasa yang dilayani di sini, namun juga anak-anak. Mahasiswa maupun para pekerja akan menemukan kenyamanannya sendiri di Kopi Koh. Di sini ada fasilitas WiFi gratis dan working space juga, lho. Makanya, "Sinio to!"


Hidangannya, bagaimana? Kopi adalah andalan di kafe ini. Diambil langsung dari petani Blora. Selain itu, tersedia juga jenis kopi lain seperti dari Kintamani dll. Cold Brew dengan gula aren adalah favoritku. Jika kamu butuh terjaga semalaman, kopi hitam di sini sangat manjur mendukungmu.


Kalau makanannya, terus terang aku tidak mencicipi banyak varian. Karena aku ke sini dengan anak-anak yang pesanannya berkisar pada mi rebus, omelet, nasi ayam dan kentang goreng. Hihihi... Padahal katanya, Dori Katsu di sini sangat enak.

5. Pringsewu



Resto ini adalah cabang baru dari deretan resto Pringsewu di jalur Pantura. Berlokasi di Jalan Suari No. 10-12, Kota Lama, Purwodinatan, Semarang. menempati bekas gedung Oei Tiong Ham. Bisa ditebak bahwa resto ini memiliki interior bergaya kolonial.


Aku ke sini mengantar anak-anak belajar membuat keju dan pizza. Sayangnya, aku tidak mencicipi menu tradisional yang merupakan andalan di sini. Hanya kudapan dan minuman saja untuk menemani Si Kecil menunggu kakak-kakaknya belajar.


Kejutannya, hari itu aku diberi club card gratis yang langsung bisa dinikmati keuntungannya. Apa itu? Mendapat menu gratis karena telah bertransaksi minimal 50.000 rupiah. Hari itu, menu gratisnya berupa sup krim jagung. Rasanya? Lezat sekali!


Itulah 5 resto di Semarang pilihanku untuk diceritakan dalam artikel kali ini. Maaf ya, aku susah sekali menulisnya menjadi lebih singkat lagi. Jika kamu membutuhkan informasi tentang tempat kuliner lain di Semarang, silakan baca di:

Komentar

  1. Rasanya saya ingin ke pesta keboennya.. itu ada kue fav. Udel2an.. yang toppingnya warna-warni. Gemees.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi.. kalau aku biasanya tahu namanya kue kancing :)

      Hapus
  2. halo kak salam kenal... wah bisa neh nyoba ke pesta keboen kayak lucu kalau pas ke semarang. interior dan suasanya kayak photoable banget.hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga. memang fotogenik tu. mampir aja kalau ke semarang :)

      Hapus
  3. Yang pernah kukunjungi baru IBC, tapi yg ada Di kotalama. Mau dong Mbak, diajakin ke yg nomor 2 hehehe

    BalasHapus
  4. Asyik ya di Semarang ini banyak resto dengan konsep Jadoel, kalau akau suka di Resto Semarang sama Toko Oen :)

    BalasHapus
  5. Yeaaay..udah pernah semia kecuali kopi Koh :))

    BalasHapus
  6. Aku belum pernah ke kopi koh..hihi aku ngga dapat ikut member club' Pringsewunya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ke pringsewu sekarang aja. kemungkinan dapet :)

      Hapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^