Berkunjung ke Taman Kota Lama di Awal Tahun

Kota Lama Semarang

Awal tahun ini, ke mana kita? Seperti biasa, kami menghindari peak season jika bepergian. Makanya, kami baru keluar jalan-jalan pada tanggal 1 Januari 2019 malam lalu. Syukurlah, tempat tujuan kami memang sudah sepi saat itu. Ke mana, sih? Lha, itu di judulnya kan sudah ditulis. Hehehe...

Taman ini menjadi pilihan kami sebagai destinasi wisata pertama di tahun 2019. Mengapa? Penasaran saja. Kami sudah beberapa kali melewatinya saat taman ini dibangun. Sebenarnya, taman ini sudah dibuka sejak 9 Juni 2018 lalu. Namun kami belum berkesempatan untuk mengunjunginya selama ini.

Selain belum ada alokasi waktu, juga karena kami (lagi-lagi) menghindari hype yang tinggi saat sebuah lokasi wisata pertama kali dibuka.

Taman  seluas 8.000 meter persegi ini berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Kota Lama, Semarang. Merupakan salah satu usaha pemanfaatan lahan di area kawasan yang sedang didaftarkan menjadi warisan budaya dunia Unesco pada 2020.

Dengan luas lahan yang ada, area parkir di Taman Kota Lama bisa mengakomodir sedikitnya 100 unit mobil dan 200 unit motor. Jadi, tidak akan mengganggu akses jalan yang ada di Kota Lama.


Taman Kota Lama

Tiket masuknya seharga 15.000 rupiah per orang. Anak berusia di bawah 3 tahun gratis, ya. Dari loket, kita akan menerima kartu seperti kartu ATM sebagai alat masuk. Selain itu, kami juga mendapat 3 voucher bagi 6 orang untuk ditukarkan dengan air mineral botolan di pujasera di dalam.

Cara masuk ke taman ini seperti kalau kita masuk ke stasiun komuter. Kartu yang kita terima akan dimasukkan  oleh petugas ke lubang yang tersedia di jalur masuk untuk bisa melewatinya.


Segera kita akan dapat melihat lebih dekat gerbang tinggi besar penuh cahaya. Bentuknya berupa replika Lawang Sewu yang sudah sangat memanggil dari jarak kejauhan. Indah sekali! 

Bunga lampu

Obyek wisata ini memang menyuguhkan konsep taman lampu yang indah dilihat saat malam hari. Selain juga menonjolkan wisata taman bunga imitasi yang instagramable dan berbagai wahana permainan. Maklum saja, sasarannya membidik segmen keluarga dan remaja.

Taman lampu

Di tengah hamparan bunga tulip berlampu putih dan biru, terdapat banyak jalur untuk dilewati. Sehingga kita bisa berjalan-jalan di antaranya dan mengambil foto cantik di sana.

Tanaman

Selain bunga imitasi, di sela-selanya juga terdapat tanaman hidup, lho. Makanya kalau berjalan hati-hati ya, jangan sampai menginjak mereka. Cukup berjalan di atas jalur paving yang sudah disediakan. Hasil jepretannya sudah cakep banget, kok. Tak perlu menembus lahan di tengah lampu bunga.

sepeda taman 

Di samping bunga, juga disiapkan banyak sepeda cantik sebagai properti foto di sini. Ada yang di dekat gerbang replika Lawang Sewu, dan beberapa tersebar di sekitar taman. Membuat acara selfie-mu makin seru!

kursi taman

Di sisi kanan-kiri taman terdapat jejeran pujasera, toko dan tempat bermain. Jadi, kita bisa menikmati keindahan tempat ini sambil ngemil manja. Disediakan sekitar 40 tempat di sini. Namun sepertinya belum semua aktif beroperasi. Atau karena kami datangnya pas hari sepi, ya?

lampu hias

Anak-anak sudah tak sabar ingin mencicipi aneka wahana permainan? Yuk, mari menembus terowongan penuh hiasan lampu berlatar bianglala di depannya.

carousel

Ada berbagai wahana permainan yang bisa dimanfaatkan pengunjung yang datang. Di antaranya Bianglala, Bombom Car, Komidi Putar, Trampolin, Air Soft Gun, Bola Air, Rumah Balon, Safari Train, Taman Kelinci dan lainnya. Sayangnya, tidak semua aktif beroperasi saat kami ke sana.

Wahana yang sempat kami rasakan adalah Bombom Car 20.000 rupiah per mobil (muat untuk 2 orang), serta Komidi Putar dan Bianglala yang masing-masingnya dengan tarif 15.000 rupiah per orang. Anak di bawah 3 tahun tetap gratis, ya.

Aku senang sekali karena ternyata semua wahana permainan yang ada tetap aman dan bisa dinikmati oleh balita. Yang jelas, butuh pendamping untuk wahana Bombom Car dan Bianglala, ya. Sedangkan Komidi Putar dapat dinaiki dengan nyaman karena putaran dan gerak naik-turun kudanya pelan, kok.


Itu dia sebagian keseruan yang kami lewati di wahana permainan Taman Kota Lama. Mengasyikkan dengan pemandangan malam yang indah!

lampion

Konsep lampu yang ada di dalam taman ini akan selalu berganti tiga bulan sekali. Walau tetap dengan menonjolkan taman lampu berisi bunga-bunga, bangunan dan aneka spot selfie mirip dengan yang sedang tren di Korea dan Jepang.

Bunga lampu

Menurutku, belum banyak ya, alternatif aktraksi malam di Semarang yang bisa dinikmati anak-anak. Taman Kota Lama ini menjadi salah satu pilihan yang layak dicoba. Jadwal beroperasinya setiap hari.. Untuk hari biasa, dimulai pukul 16.00 - 22.30 WIB. Sedangkan saat akhir pekan hingga 23.30 WIB.

Bagaimana? Kamu tertarik juga ke sini?

#RoadTo4thGandjelRel
#BlogChallengeGandjelRel

29 komentar

  1. Waktu kunjungan kudu malam hari ya, supaya bisa menikmati warna warni lampu hias. Kalau siang kira-kira gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukanya mulai sore sih. bisa datang di sore ahri kalau ingin suasana yang agak benderang

      Hapus
  2. Cantik ya pd malam hari... Aku lama bgt gak keSemarang mba alm..papaku org Amabarawa

    BalasHapus
  3. Cantik ya pd malam hari... Aku lama bgt gak keSemarang mba alm..papaku org Amabarawa

    BalasHapus
  4. Cantik ya pd malam hari... Aku lama bgt gak keSemarang mba alm..papaku org Amabarawa

    BalasHapus
  5. Kok aku baru tau ya? Aseli berasa kudet bgt

    BalasHapus
  6. Wah aku baru tahu ini mba, pengen ajak bocah ah main malam-malam di Kota Semarang..

    BalasHapus
  7. weleh aku belum kesini juga soalnya kota lama masih direnov. mungkin nanti kalo uda kondusif 100% lah

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah lumayan nyaman kok wira-wiri di kota lama semarang :)

      Hapus
  8. Gerbangnya dari lampion yah ? sepertinya kalo berkunjung yang asik pada malam hari ya mba ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul. memang jam bukanya mulai sore sampai malam :)

      Hapus
    2. Destinasi kota semakin beragam sekarang yah... luar biasa tentunya

      Hapus
  9. Musik youtube nya keren....seneng yang liat main boom2 car juga...o ya kasihan si dede di bawah yaa...??

    BalasHapus
    Balasan
    1. si dede yang mana? kan bianglala muter kadang di atas kadang di bawah :)

      Hapus
  10. Wahh keren,,,apalagi terowongan lampunya,,,

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  12. kok kayak taman lampion di jogja ya mbak? hehe. emang yg terang berlampu-lampud itengah malam itu menarik yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoi, emang udah banyak taman lampu di indonesia :)

      Hapus
  13. Kalau siang hari, berarti lahan ini tidak jadi produktif ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukanya mulai sore mba. semua tempat hiburan kan juga butuh waktu tutup untuk perawatan :)

      Hapus
  14. Aku sering lewat, tapi nggak pernah tertarik masuk situ. Karena anak-anakku juga udah dewasa semua, mana mau diajakin kesana ya. Kalo dolannya sama paksuami ntar kayak orang pacaran, wkwkwkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau untuk remaja, sasarannya sebagai wisata selfie mbak :)

      Hapus
  15. Kalo di Jogja kayak taman lampion yang ada di Monjali. Asik banget buat jalan2 bersama keluarga ya, melihat gemerlap lampu di malam hari.

    BalasHapus
  16. Bagus banget mbak tempatnya. Bisa betah banget main2 di taman kota lama

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^