Temukan Hidangan Khas Timur Tengah di Khoja Semarang

Khoja Semarang

Sudah lama Suami ingin mampir ke sini. Dulu, kita sering melirik gerainya yang di Jl. Citarum 40 karena biasa lewat di depannya. Namun, sepertinya gerai yang di sini sudah tutup. Jadi, ketika hasrat itu sudah membumbung, kita langsung meluncur ke Jl.Pandanaran 1 No.33, Pekunden, Semarang.

Baca juga: Ini 6 Alasan Kamu Memilih Tempat Hangout.

Sebenarnya, Suami tidak terlalu suka bumbu yang terlalu tajam seperti masakan Minang dan Timur Tengah. Namun, begitu kena satu nasi kebuli yang diolah oleh temannya yang asli Arab, rasanya begitu cocok di lidahnya dan membuat ketagihan. 

Apa lagi, pada dasarnya Suami suka daging kambing. Makanya kami pun akhirnya menyempatkan berkunjung ke restoran Khoja Semarang ini. 

Nama Khoja sendiri kemungkinan diambil dari sebutan untuk Suku Pakistan-Indonesia. Orang Khoja umumnya berasal dari daerah Cutch, Kathiawar dan Gujarat. Jadi, kuliner yang akan kita dapati di sini juga merupakan perpaduan citarasa India dan Arab yang biasa mewarnai kehidupan di Pakistan.

Semarang juga memiliki suatu daerah yang disebut Pekojan, nama yang sepertinya juga mengacu pada Suku Khoja. Menandakan budaya Arab dan India juga mewarnai di bagian kota ini. 


Interior Resto Khoja Semarang


Khoja Semarang

Suasana Timur Tengah langsung terasa sejak dari pelataran parkirnya. Seluruh dindingnya dihiasi gambar suasana kota di sana serta berbagai keterangan tentang menu andalan di Khoja Semarang ini. Pintu masuknya saja dihiasi tirai berwarna kuning dan merah bata yang terkesan mewah. 

Memasuki ruangannya, terdapat meja kursi bergaya Timur Tengah yang pasti menarik minat para penggemar swafoto. Ruang berikutnya adalah jajaran oleh-oleh khas Timur Tengah, baik berupa makanan maupun pernik-pernik cantik lainnya.

Khoja Semarang

Di sini juga tersedia meja kursi yang bisa digunakan untuk menikmati hidangan. Plafonnya dihiasi kain-kain panjang yang mengantung. Di bagian yang lebih dalam, selain kita menemui jajaran meja dan kursi, juga disediakan area lesehan beralas karpet yang lebih terjaga privasinya.

Lebih privat karena di antara meja terdapat tirai sekat yang memisahkan. Namun, sisi yang menghadap ke area meja makan seperti foto di atas tetap tidak tertutup. Jadi, tidak bisa difungsikan sebagai bilik mesra. Eh gimana? Kami memilih duduk di lesehan agar lebih menjiwai suasananya.

Pelayan di Khoja Semarang ini menggunakan busana khas Timur Tengah, yaitu setelah gamis dan kerudung serba hitam bagi perempuan dan gamis putih dilengkapi surban bermotif kotak-kotak kecil warna merah putih yang biasa disebut keffiyeh.


Buku Menu di Resto Khoja Semarang


Khoja Semarang

Aku salut sekali dengan buku menunya yang informatif. Di sini, selain mencantumkan foto sajian, nama dan harganya, juga disertai dengan bendera negara yang menunjukkan citarasa asal yang diadopsi. Ada Indonesia, India, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Selain itu, beberapa menu juga diberi gambar ayam, kambing, domba dan sapi sesuai dengan pilihan daging yang tersedia untuk menu tersebut. Juga, ada yang sampai dilengkapi dengan sejarah dari menu makanan yang ditawarkan. Seru, kan? Dari sisi harga, rata-rata masih standar saja, kok.


Mencicipi Hidangan di Khoja Semarang


Khoja Semarang

Jadinya, menikmati sajian apa saja nih, di Khoja Semarang? Kalau Suami, akhirnya menjatuhkan pilihan pada Nasi Kebuli Royal Daging Kambing. Selain nasi berbumbu, menu ini juga dilengkapi dengan acar nanas pedas, daging kambing berbumbu mirip rendang dan telur bacem pedas. 
Kalau dilihat dari buku menu, memang menu ini adalah paduan dari citarasa masakan India dan Indonesia, ya. Jadi, cukup bisa diterima oleh lidah lokal. Menurut Suami, rasanya lumayan memuaskan walau bukan yang terbaik.

Khoja Semarang

Sedangkan anak-anak, sudah pasti pilihan mereka adalah Roti Cane dengan tambahan es krim di atasnya. Anak-anak lebih akrab menyebutnya dengan nama Roti Maryam. Mereka suka sekali dengan hidangan ini, sampai pesan lagi untuk dibawa pulang. Kalau menurutku sih, rasanya biasa saja.

Khoja Semarang

Menu pilihanku adalah Kebab Khoja, yang ternyata tidak mengecewakan! Potongan daging kambingnya besar-besar dan lembut. Bumbunya mantap. Rotinya juga pas sekali dari sisi ketebalan, kelembutan dan rasanya. Pokoknya, saya suka dan sangat merekomendasikan ini di Khoja Semarang!

Khoja Semarang

Untuk minumannya, tersedia minuman hangat, dingin dan aneka jus di Khoja Semarang. Kalau tidak salah, Suami memilih Teh Susu Khoja. Minuman ini berupa secangkir teh yang ditambah dengan susu kambing, dilengkapi gula cair yang dihidangkan dalam gelas kecil seperti di atas.

Khoja Semarang

Sedangkan aku, seingatku memilih Es Teh Thaif yang berwarna lebih bening dari umumnya teh yang kita kenal. Hadir dalam gelas berukuran cukup besar. Rasanya? Oh, tidak! Cukup asing di lidah. Seperti berasal dari tanaman yang bukan dari daun teh, menurutku. Lebih mirip dengan daun mint.

Khoja Semarang

Usai membayar, kita mendapatkan voucher untuk pembelian berikutnya, lho! Jadi punya alasan untuk datang ke sini lagi. Sejujurnya, kami masih penasaran dengan hidangan-hidangan lain yang banyak pilihannya dan dilabeli dengan berbagai lambang bendera itu.

Khoja Semarang

Selain itu, kami juga diberi kartu pendapat seperti di atas. Kartu ini diisi oleh Suami. Secara umum, aku setuju sih, dengan pendapatnya. Walau untuk rasa, aku cuma bisa menyebutkan Kebab Khoja saja yang memuaskan lidahku.

Khoja Semarang

Adakah kunjungan selanjutnya? Tentu saja. Tapi kami tidak menggunakan voucher yang diberikan, karena menunya terlalu berat buat kami yang baru saja kenyang dengan banyak donat.

Kali ini, Suami memesan Nasi Goreng Kambing yang menurutnya rasanya biasa saja. Sedangkan aku, memilih Kubz yang merupakan saudara kembar Roti Cane, hanya dia lebih gembung dan lembut. Rasanya? Aku lebih suka Roti Cane daripada Kubz.

Khoja Semarang

Untuk minumnya, kami memilih Es Teh khas Khoja yang dicampur dengan pandan. Rasanya cukup ringan dan segar. Cocok diminum saat terik siang hari.

Khoja Semarang

Itulah sekelumit pengalaman kami mencicipi sajian di Resto Khoja Semarang. Tentu saja semua pendapat di artikel ini sifatnya subyektif, ya. Bagi yang penasaran atau rindu dengan masakan Timur Tengah, bisa mengobatinya di sini saat sedang di Semarang, setiap hari jam 9 pagi sampai 9 malam.

Baca juga: 5 Resto Semarang dengan Sajian dan Suasana Jempolan.

18 komentar

  1. Makanannya enak-enak,,keliatannya. Ehehe...
    Harganya juga lumayanlah..nice info banget

    BalasHapus
  2. uwahhh makanannnya semua nya sedep-sedep, itu nasi kebuli kambingnya favorit banget deh aku sama keluarga kalo mampir kesini mau pesen itu

    BalasHapus
  3. Aku pun ga gitu suka masakan dengan bumbu berlimpah macam masakan timur tengah, india dan minang! tapi berhubung Mama mertua sering masak masakan Minang ya kadang ga ada pilihan, heheh.

    Tapi, Nasgor ama roti maryamnya boleh di coba itu...

    BalasHapus
  4. Dari segi tempat maupun kayak peralatan penyajiannya, timur tengah banget sih :D

    Bisa nih, jadi alternatif tempat makan kalau saya main ke Semarang nanti :D

    BalasHapus
  5. Harganya relatif terjangkau ya. Kalo di jkt makanan timur tengah harganya lumayan kuras dompet 🤭

    BalasHapus
  6. Aku pernah juga nih ke Svagata ini tahun lalu pas lagi tugas ke Semarang, emang suka nyobain masakan timur tengah ya mba?

    BalasHapus
  7. Interior nya berasa lagi di prasmanan hajatan deh.. hehe ada kain2 nya gitu. Tapi harganya terjangkau banget dan cocok buat makan bareng keluarga ya..

    BalasHapus
  8. Kalau ngajak anak-anak ke restoran dengan menu Timur Tengah rada khawatir. Karena bumbunya kuat, mereka suka merasa kepedesan.
    Tapi pesen kambing bakar itu uda yang paling cakepp~
    Hehehee~

    BalasHapus
  9. Suamiku seneng banget nih ke Khoja. Kalau pas ke sana, kami pesannya yang sepiring buesaaar banget itu mba, yang isiannya ada 3 jenis nasi : nasi kebuli, nasi biryani dan nasi mandi. Plus tambah emping 2 porsi dan teh apa itu ya namanya aku lupa, yang rasanya kayak cem-ceman pandan ;) Enak kok, selalu puas dan kekenyangan kalau pulang dari sana.

    BalasHapus
  10. Masya Allah tabarakallah semua menunya menggoda sekali ya boleh dari nasi kebuli sampai kebab Khoja nya pengen dicobain semua

    BalasHapus
  11. aku pasti milih roti canenya dong tapi yang original atau cuman dikasih keju doang kalau udah milih menu makanan timur begini, wah di Jogja belom ada ya Mba?

    BalasHapus
  12. walaupun temanaya timur tengah tapi masih ada sentuhan jawa ya dari kursi yang dipake hehe jadi kepo tapi jauh banget tempatnya wkwk

    BalasHapus
  13. Wah bikin ngiler nih aku juga suka sama masakan timur tengah tapi gak semuanya sih soalnya kadang ada bumbu yang terlalu strong jadi kadang kurang sesuai sama lidah jawaku

    BalasHapus
  14. Makanan khas Timur Tengah itu selalu enak dan anakku juga suka. Menurutku rasa rempahnya tuh emang paling juara banget dia, bikin selera makan bertambah.

    BalasHapus
  15. kalo k Semarang, pengen ajak mamah mertua aku untuk icip-icip Khoja Semarang ini ah. Secara mamahmertuaku suka masak nasi kebuli, dan ini harganya ga mahal ya, under 40K gitu 39.500, terakhir aku beli 45rb yg standar haha

    BalasHapus
  16. Seketika lapar list makanannya����

    BalasHapus
  17. aku suka masakan timur tengah, tapi dibanding nasi kebuli aku lebih suka nasi mandi hehe tempatnya private gitu ya, enak juga. jadi pingin makan juga, tapi jauh banget sih di semarang :") harganya affordable sih, kapan2 kalo ke semarang mampir sini deh :D

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^