Agar Baju Baru Aman Seperti Baju Lama

baju baru

Bulan Ramadan sudah memasuki minggu ketiga ya, sekarang. Biasanya, masa-masa begini banyak orang yang berburu baju baru untuk berlebaran, ya. Namun, fenomena semacam ini sepertinya akan berkurang mengingat situasi yang masih pandemi.


Bicara soal pandemi, sepertinya untuk lebaran kali ini, trennya akan bergeser dari baju baru menjadi masker baru, ya. Hihihi. Di pasaran sudah mulai bermunculan masker-masker kain nan cantik menggugah selera. 

Secara ya, karena arus mudik dibatasi, maka kemungkinan saat lebaran nanti ya kita silaturahimnya secara daring. Cukup leher ke atas yang disorot kamera, dan pakai masker baru sebagai pelengkap penampilan. Hehehe. Yang penting, jangan lupa Perhatikan Cara Memilih dan Mencuci Masker Kain yang Benar!

Bagaimana kalau kalian? Apakah kalian termasuk tim Baju Baru dalam menyambut lebaran? Kalau aku sih, sejak anak pertama tidak pernah membiasakan harus membeli baju baru untuk dipakai di hari raya.

Tapi, biasanya anak-anak tetap saja mendapatkan baju baru. Bundaku masih sangat suka membuatkan baju baru untuk cucu-cucunya. Jika tenaganya sedang memungkinkan, Beliau juga menjahitkan baju baru untuk anak, menantu, dan dirinya sendiri. Masyaallah.

Aku sendiri, punya rutinitas membeli baju baru justru bukan saat menjelang hari raya, melainkan menjelang melahirkan. Buat menjaga suasana hati selama melahirkan, begitu. Hal ini pernah kuceritakan dalam artikel Yang Selalu Sama di Setiap Masa Kehamilanku.

Mencuci Baju Baru


baju baru

Siapa hayo, yang masih suka langsung pakai baju baru tanpa dicuci dulu? Jangan ya, Say. Itu berbahaya, lho. Setidaknya ada dua alasan yang membuat kita harus mencuci baju baru dahulu sebelum memakainya. Alasan-alasan itu adalah:

1. Higienitas 


Ketika baju itu ada di toko, bisa jadi bukan kita yang pertama mencoba baju itu. Bisa jadi mereka adalah orang sehat atau berpenyakit kulit, kutu, maupun flu. Yang sehat pun, jika ia memakainya dalam kondisi berkeringat (dan ini sangat mungkin terjadi di negeri tropis kita), maka dapat menempelkan bakteri pada baju baru yang sedang dicoba. 

2. Zat Kimia Berbahaya


Baju baru yang dibeli mengalami proses sangat panjang sebelum sampai ke tangan. Mulai dari proses pemintalan benang, membuat kain, pewarnaan tekstil, pemotongan kain, penjahitan, proses mengemas dan masih banyak lagi.

Semua proses tersebut meninggalkan berbagai zat kimia yang bisa membuat alergi kulit pada sebagian orang, terutama anak-anak yang kulitnya masih sangat sensitif. Reaksi alergi itu biasanya berupa dermatitis dan ruam merah yang berujung iritasi.

Reaksi ini biasanya tak muncul secara langsung. Ruam dapat muncul beberapa hari setelah memakai baju baru yang belum dicuci dan bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Ruam itu biasanya muncul di tempat yang banyak berkeringat seperti belakang leher dan ketiak.

Baiklah, itu saja saranku buat yang mau beli baju baru, ya. Selamat berburu!

Tidak ada komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^