Panduan Merawat Bayi Yang Baru Lahir Dengan Baik

bayi baru lahir

Merawat bayi baru lahir menjadi tantangan bagi orangtua, terutama yang pertama memiliki bayi. Memang perawatan bayi baru lahir tidak bisa sembarangan, mulai dari memilih produk bayi yang sesuai, memilih popok bayi baru lahir yang tepat, menyusui bayi, melakukan imunisasi bayi hingga perkembangan lainnya.

Untuk itu, agar memudahkan orang tua baru, berikut diberikan panduan lengkap seputar cara merawat bayi baru lahir yang bisa diikuti berikut ini:


Arti tangisan bayi


Sebagai orang tua, tangisan bayi sering membuat panik dan bingung harus berbuat apa. Bahkan tidak jarang, bayi yang menangis bikin orang tua stres. Padahal, menangis adalah salah satu bahasa bayi dan respon dari sesuatu yang dialaminya, seperti tidak nyaman, takut, atau lapar. 


Berikut alasan bayi menangis:

Lapar

Merasa sakit

Bayi ingin digendong

Popok kotor atau basah

Bayi merasa kesal karena tidak bisa tidur

Bayi rewel


Tangisan bayi memang tidak bisa dijelaskan secara langsung, tapi Anda perlahan bisa memahami maksud di baliknya. 


imunisasi bayi


Skin to skin 


Skin to skin adalah perawatan bayi dengan menempatkan tubuh si Kecil langsung di dada ibu atau ayah. Sesaat setelah dilahirkan, perawat akan membersihkan dan mengeringkan tubuh bayi, meletakkan langsung di dada ibu, lalu menutupnya dengan selimut hangat.


Skin to skin memudahkan bayi dalam masa awal-awal menyusu. Saat baru dilahirkan dan bayi tidur di atas dada ibu, ia akan mencari puting dan berlatih untuk menyusu. Skin to skin bermanfaat untuk bayi dan ibu mengenal satu sama lain. Ini akan bermanfaat juga untuk membuat bayi lebih hangat dan dekat dengan orang tuanya.


Untuk ayah, skin to skin bisa dilakukan ketika di rumah dengan cara yang sama seperti saat di rumah sakit ketika bayi baru dilahirkan. Berikut manfaat skin to skin dalam rangkaian perawatan bayi baru lahir.


Menyusu


Bayi memiliki ukuran lambung yang kecil sehingga perlu memberinya susu dalam jumlah yang sedikit-sedikit namun sering. Biasanya ia akan menyusu 1-2 jam dalam beberapa hari pertama. Ketika bayi lapar, ia akan memberikan beberapa tanda seperti menangis dengan kuat, mengisap tangannya, atau mengecap-ngecap seperti mencari puting.


Memandikan


Memandikan bayi sering membuat orang tua bingung terutama soal aturan dalam membersihkan tubuh si Kecil. Seberapa sering bayi baru lahir mandi dan bagaimana cara memandikannya? Bayi yang baru lahir tidak perlu mandi setiap hari cukup 3-4 kali dalam seminggu. Namun saat menggantikan popok si kecil, tubuhnya juga ikut dibersihkan menggunakan handuk kecil atau waslap. 


Berikut cara memandikan bayi baru lahir:

Baringkan bayi di atas matras

Bersihkan mulai dari bagian kepala bayi

Perhatikan saat membersihkan kelopak mata bayi

Bersihkan setiap lipatan tubuh bayi

Membersihkan area mulut bayi

Membersihkan tubuh bayi dengan menggunakan tisu basah yang mengandung alkohol tidak disarankan, karena dapat memicu iritasi kulit.


Saat akan memandikan si Kecil, siapkan handuk kering, handuk kecil atau waslap untuk mengusap tubuh bayi, dan matras. 


Kulit bayi masih sangat sensitif. Untuk itu, ketika menggunakan produk yang berhubungan dengan kulit bayi, pastikan pilih produk yang sesuai. Seperti sampo dan sabun bayi, losion, pakaian, hingga popok bayi.

Penggunaan popok bayi yang baik akan menghindarkannya dari ruam popok. Gunakanlah popok yang memiliki sirkulasi udara baik, permukaan lembut, menyerap cepat, serta teruji klinis seperti popok Merries.

9 komentar

  1. Bayi perawatan memang perlu ketelitian dan perhatian cukup karena semua serba sensitif baik tumbuh kembang mauoun perawatan.

    BalasHapus
  2. Masha Allah, gemes liat dedek bayi.
    Kalau diliat gemes, kalau dirawat, ampun bikin lemes-lemes bahagia😂

    Dulu saya kira, bayi itu gampang ngerawatnya, orang dia masih kecil kan, palingan kalau nangis, sodorin ASI, beres.
    Atau gantiin popok, beres.

    Eh ga taunya, ampunn deh, tidak semudah itu😂

    Panduan seperti ini wajib dibaca deh biar mamak-mamak ga kaget pas punya bayi :)

    BalasHapus
  3. belum bisa ngomong, jadinya bayi nangis ya mbak?

    untung popok Merries. mempunyaai 'alarm' yang memberitahu ortu jika popoknya sudah 'penuh'

    jadi komunikasipun lancar :D

    BalasHapus
  4. Jadi inget waktu pertama kali punya ponakan, pas dia nangis dakunya bingung, ikut nangis.. "kenapa dia.." 😂

    BalasHapus
  5. Baca ini jadi kangen masa-masa punya anak saat masih pada bayi. Bahagia dengan segala kerepotan mengurus bayi, nggak pernah terlupakan bahkan hingga detik ini. Kadang saya nangis kalau terkenang itu semua, sedih karena waktu begitu cepat berlalu, nggak merasakan itu lagi, dan kadang kalau diingat2 ada aja yang ga sempurna saya lakukan kala mengurus bayi baru lahir. Mungkin karena waktu itu masih muda dan baru pertama punya anak ya, pengetahuan masih kurang. Beda dengan sekarang, rasanya udah ngelotok karena banyak baca informasi dan dengar pengalaman sana-sini. Tapi tetap disyukuri sih, toh anak-anak tetap tumbuh dengan baik, sehat sampai sekarang.

    BalasHapus
  6. Baca tulisan begini jadi kangen masa masa si kecil baru lahir. Masa perkenalan yang menyenangkan. Masa ia senang digendong. Walau masa masa begini seringnya membuat ibu jadi kurang tidur, apalagi kalau urusan rumah sudah dilakukan sendiri.

    BalasHapus
  7. Saya dulu termasuk yang langsung panik kalau dengar bayi nangis, langsung gendong dan kasih susu. Terus bingung lagi kalau dianya nggak mau nyusu, bukannya diam malah tambah kenceng nangisnya.

    Duh jadi ingat masa-masa heboh waktu punya bayi

    BalasHapus
  8. BarokALLAH untuk kelahiran buah hati ya.
    tipsnya mantuul bgt ini
    cocok untuk ortu muda ya

    BalasHapus
  9. Wah.. ada dedek bayiiii. Selanat ya mbaak. Dan barakallah fiikum.
    Ini sharingnya sangat bermanfaat sekali nih utk emak2 yg baru lahiran atau akan melahirkan

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^