header permata pengalamanku

Terapi Down Syndrome Mengoptimalkan Potensi Anak

31 komentar
Terapi Down Syndrome

Bagi yang masih merasa asing dengan istilah Down Syndrome, silakan baca dulu artikel Yuk, Mulai Mengenal Down Syndrome. Kalau sudah, di sini aku akan melanjutkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikutnya seputar apa yang perlu kita lakukan jika memiliki anak yang Down Syndrome.


Bagaimana Merawat Anak Down Syndrome agar Tumbuh Sehat?


Pada dasarnya, banyak hal dalam artikel ini yang bisa diterapkan untuk semua anak, ya. Tidak terkhusus bagi anak Down Syndrome. Anak Down Syndrome sebagaimana anak-anak pada umumnya membutuhkan gizi, kasih sayang dan stimulasi untuk dapat tumbuh sehat dan optimal.

Gizi untuk Anak Down Syndrome


Gizinya yang diberikan seperti apa? Sama seperti anak lain. Mulailah dengan ASI eksklusif selama 6 bulan, dilanjutkan dengan MPASI bergizi lengkap dan seimbang yang disesuaikan porsi, frekuensi dan teksturnya dengan kemampuan bayi. Bertahap hingga anak mampu mengonsumsi menu dewasa.

Memang, bisa jadi anak Down Syndrome mengalami beberapa masalah khas terkait gizi ini, misalnya: kesulitan menyusui, kemampuan mengunyah dan menelan yang lebih lambat dll. Semua itu bisa diatasi dengan trik-trik khusus yang sifatnya individual untuk setiap anak.

Baca juga: Teknik Menyusui yang Benar untuk Bayi Down Syndrome.

Terapi Down Syndrome

Menerima Anak Apa Adanya


Setiap anak itu butuh rasa diterima dan dihargai keberadaannya, dengan seluruh apa pun yang dimilikinya sejak lahir sebagai anugerah Tuhan. Fase penerimaan ini sangat penting dalam tumbuh-kembang anak, termasuk yang Down Syndrome, karena membentuk lingkungan psikologis anak. 


Banyak yang bertanya, bagaimana cara memberi saran kepada orang tua yang mempunyai anak Down Syndrome agar mau ikut terapi? Maka, menerima anak apa adanya adalah syarat utama. Jika fase ini berlangsung lama, waktu mulai berkonsultasi dan melakukan tindakan pun jadi mundur. 

Terapi untuk Anak Down Syndrome


Sebagaimana anak lain, anak Down Syndrome juga membutuhkan stimulasi untuk membantu tumbuh kembangnya. Apa lagi, anak Down Syndrome biasanya mengalami keterlambatan sehingga memerlukan intervensi lebih.

Keterlambatan tumbuh kembang karena Down Syndrome memang hingga saat ini belum bisa diobati. Namun dengan dukungan yang baik dari keluarga, serta rutin menjalani terapi dan pemeriksaan ke dokter, penyandang Down Syndrome dapat hidup mandiri dan terhindar dari komplikasi.

Semakin cepat terapi diberikan, semakin baik pula kemampuan anak Down Syndrome untuk beraktivitas dari anak yang tidak dilatih sama sekali. Jika terlambat dilatih, pencapaiannya akan semakin lama dan biayanya semakin besar. Terapi untuk penyandang Down syndrome antara lain:


  • Fisioterapi, untuk membantu memperkuat otot, mengajarkan cara bergerak dengan benar, dan menjaga postur tubuh yang baik.
  • Terapi bicara, untuk membantu penderita menggunakan bahasa dan berkomunikasi lebih baik.
  • Terapi okupasi, untuk mengajari penderita cara menjalani aktivitas sehari-hari, seperti makan, mengangkat atau meletakkan benda, dan berpakaian.
  • Terapi perilaku, untuk mengajari penderita cara merespons sesuatu dengan positif, terutama pada penderita Down syndrome yang mengalami frustrasi, gangguan obsesif kompulsif, atau ADHD.
  • Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan hasil terapi di atas. Keberhasilan juga sangat tergantung pada penerimaan dan dukungan keluarga. 


Bagaimana terapi-terapi ini dijalankan? Tentunya tergantung kondisi tiap anak. Untuk fisioterapi misalnya, paling lambat harus dilakukan sebelum usia 2 tahun. Video di bawah ini adalah terapi awal yang dijalani Maryam (21 bulan) agar bisa berjalan. Masih berupa observasi dan pengenalan.


Kapan Anak Down Syndrome Bisa Ini-Itu?


Banyak sekali pertanyaan semacam ini. Kapan penyandang Down Syndrome bisa berjalan, membaca bahkan mengalami pubertas? Jawabannya, setiap anak itu unik. Anak normal saja bisa berbeda-beda kapan bisa menguasai sesuatu, apa lagi anak Down Syndrome.

Yang terpenting adalah kita tetap memperhatikan tonggak ukur tumbuh kembang secara normal dan berusaha tetap menstimulasi anak sesuai usianya. Jika terdapat keterlambatan, kita konsultasikan pada ahli medis untuk mengetahui cara mengejarnya. Begitu, ya. Tetap semangat, Ibu-Ibu!

Related Posts

31 komentar

  1. Jadi sebenarnya tumbuh kembang anak down syndrome ini sama dengan anak-anak pada umumnya ya Mbak? Hanya saja mungkin ada beberapa anak yang terlambat di bagian mananya? Makanya perlu diterapi. Begitukah, Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Down Syndrome pasti mengalami kelambatan. Tapi bagian mananya, bisa beda2. Makanya, sebisanya tetap distimulasi sesuai usianya karena bisa saja bagian itu tetap bisa berkembang dengan normal. Dengan stimulasi, keterlambatan bisa segera dikoreksi

      Hapus
  2. Farida, banyak cintaaaa buatmu dan anak2 yaaa.
    Semoga terapi yg dijalankan bisa berdampak positif untuk tumbuh kembang anak

    BalasHapus
  3. Menjalani fisioterapi memang butuh kesabaran dan ketelatenan ya...terutama ortunya yang mendampingi. Semoga mbak farida selalu diberi kekuatan dan kesehatan utk mendampingi..semangaatttt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin. Semoga kesabaran dan keikhlasan Mbak Farida mendampingi si kecil akan berbuah manis.

      Hapus
  4. Semangat Ibu-Ibu... semoga diberikan kemudahan untuk terapi anak dengan down syndrome ini

    BalasHapus
  5. Anak bungsu saya tidak melalui tahap merangkak. BElakangan saya ketahui, keterlambatan perkembangan motoriknya menyebabkan keterlambatan dia berbicara. ALhamdulillah sekarang kelas 3 SD, sudah ceriwis tapi memang masih belum seperti anak seusianya. Alhamdulillah tinggal huruf R yang belum bisa dia ucapkan. Beberapa hari yang lalu, ngobrol sama saya dia bilang begini, "Nanti kalau sudah besar, saya menikah."Hahaha .... ada-ada saja.

    BalasHapus
  6. Kamu keren, mba :')

    Selalu semangat dan sehat untuk kalian yaaaaaa.

    BalasHapus
  7. Semangat mba... sukses selalu untuk kalian.

    BalasHapus
  8. Mba,
    Sama dengana mba Nurul Rahma.
    Banyak cinta, peluk dan cium untuk dikau dan keluarga ya.

    ... and good luck for all the effort, dear :)

    BalasHapus
  9. Mbaaa,
    Sehat sehat terus ya.
    Biar selalu bisa mendampingi si kecil melalui proses terapi. :)

    BalasHapus
  10. bersyukurnya maryam punya ibu seperti mb farida. dan terberkahilah mb farida dengan segala macam hal baiiiiiq...

    BalasHapus
  11. Aku baru tahu kalau anak down syndrome ini juga mengalami kelambatan dalam mengunyah atau menelan juga Kak. Aku salut dengan Kak Farida yang bisa menceritakan dengan sangat telaten dan rapi, aku jadi lumayan mengerti. Karena hal ini, tentu Kak Farida merupakan ibu yang hebat.

    Semangat menjadi ibu yang penyayang dan jangan bosan-bosan berbagi dengan kita semua ya Kak.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  12. Semangat terus kak Farida...hanya orang-orang terpilih, kuat dan hebat saja yang dianugerahi anak special seperti maryam
    kecup dan peluk dari jauh untuk Nak Maryam...

    BalasHapus
  13. masyaaallah tabarakallah semangat mak, insyaaallah kesabaranmu berbuah manis kelak

    BalasHapus
  14. saya sangat terinspirasi dengan tulisan mbaknya, bagaimana menghadapi anak down sindrome,,,catatanya adalah menerima apa adanya

    BalasHapus
  15. Saya jadi paham perihal gizi dan terapi untuk anak down syndrome setelah baca tulisan mbak. Sehat selalu untuk mbak dan sekeluarga..

    BalasHapus
  16. Anak istimewa untuk orang tua istimewa semangat terus mba masyaAllah bangga bngt ,,, membaca ini smkin ngerti bgmn menghadapi anak DS,,

    BalasHapus
  17. Setiap anak memang memiliki riwayat tumbuh kembang yang berbeda-beda ya. Orangtua yang membersamai memiliki tugas untuk memantau sisi mana saja yang butuh untuk diasah dan dilatih.

    Maryam... sehat-sehat terus ya Nduk... bertumbuhlah dengan ceria dan bahagia. :*

    BalasHapus
  18. Pada dasarnya sama ya mengasuh anak dome syndrome atau enggak. ASI ekslusif selama 6 bulan, setelah itu MPASI yang baik dan memberikan stimulasi.

    Dan setiap anak juga berbeda prosesnya ya, Mbak. Semangat buat Mbak dan dek Maryam. 😍😍😍

    BalasHapus
  19. jadi down syndrom bisa dilatih jadi mandiri ya kak. tentunya harus sabar dan butuh banyak stimulasi. terapisnya juga kudu yg benar2 paham akan hal ini

    BalasHapus
  20. Aku nyesel karena dulu nggak berani ngasih tahu kakak ipar, alasanya sungkan. Jadi nitip pesen sama suami, eh malah aku dimarahi. Sekarang ketika udah besar dan ketahuan keterlembatan motorik dan ternyata juga kurang bisa bergaul, udah telat juga. Baru suamiku bilang, kenapa dulu nggak mendengarkan omonganku, hikss

    Semangat mba Ida, aku percaya dirimu memang ibu pilihan dengan amanah yang spesial

    BalasHapus
  21. Iyah mba semua anak sama perlu pemberian gizi yang baik dan diterima apa adanya.

    BalasHapus
  22. Semangat terus ya mbak, kamu adalah orang tua paling special. Yang penting harus tetap semangat dan optimis dalam menemani tumbuh kembang anak ya mbak.

    BalasHapus
  23. Jadi flashback mata kuliah dulu tentang anak berkebutuhan khusus. Dari artikel ini jadi belajar lagi saya. Semangat terus ya Mba.

    BalasHapus
  24. Terapi ini dilakukan berapa kali dalam seminggu, kak?
    Pastinya orangtua juga menstimulasi terus di rumah ya...?
    Aku salut sama kak Farida.
    Aktif membagikan informasi yang bermanfaat.

    Maryaaam...
    Sehat terus, sholihat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. disarankan 2x seminggu. iya, stimulasi di rumah harus karena anak kan lebih banyak di rumah daripada di tempat terapi

      Hapus
  25. Sebaiknya memang terapi dilakukan sejak anak masih kecil ya, sehingga lebih optimal dan lebih mudah untuk mengejar tahapan perkembangan yang blm terlewati..

    BalasHapus
  26. Semangat terus ya Dek, Insaallah pasti bisa. Down Syndrom tidak semuanya mengalami banyak keterlambatan, banyak juga yang secara fisik saja tapi psikisnya cerdas seperti anak-anak lainnya

    BalasHapus
  27. Butuh..semangat ..yang luar biasa ya..mba.., semoga therapy yang dijalanin membuahkan hasil maksimal..dan kelak bisa mandiri...aamiin

    BalasHapus
  28. Keponakanku dulu juga pakai terapi untuk bisa berjalan dan bicara, walau bukan down syndrome tapi kelainan dari respon menelan. Semoga kelak semakin membaik ya.

    BalasHapus

Posting Komentar