header permata pengalamanku

Belajar Kesehatan Mental dan Banyak Lagi dari Novel Remaja "Katamu Aku Cantik"

44 komentar

 Kesehatan mental

Blurb

Ratna tidak percaya lagi dengan pujian cantik. Baginya, setiap lelaki yang melontarkan pujian itu kepadanya, seolah bersepakat atas makna di balik kata itu. "Kamu cantik" itu artinya "Aku menginginkanmu."
Pelecehan seksual yang pernah dialami Ratna sejak kecil, membuatnya tak bisa lagi menaruh kepercayaan pada pria mana pun. Ia adalah sosok perempuan yang angkuh dan tega menyakiti hati pria. Kecuali dua orang, yaitu papanya sendiri dan . . . entah siapa.

Novel Remaja "Katamu Aku Cantik" Bertutur tentang Apa?

Novel remaja ini memang aku tulis berdasarkan kisah nyata. Jadi, sudah pasti terjadi pembongkaran kamar kenangan sang narasumber dalam proses penulisannya. Berat? Pastinya! Baik bagi yang bercerita maupun yang menulis.
Namun, berhubung ada banyak nilai yang bisa dipelajari dari kisah dalam novel remaja ini, ya aku kuat-kuatkanlah agar bisa menyelesaikannya. Isu yang disinggung dalam novel ini antara lain: pendidikan seks sejak dini, kesehatan mental, pergaulan remaja, dan lain-lain.

Pendidikan Seks Sejak Dini

Ratna, sang tokoh utama, mengalami pelecehan seksual beberapa kali dari orang yang berbeda di masa kecilnya. Hal ini enggak lepas dari kelalaian orang-orang dewasa di sekitarnya dalam menanamkan nilai-nilai penting terkait pendidikan seks.
Soal pendidikan seks sejak dini yang tertuang dalam novel ini, banyak disinggung oleh Profesor Iding Rosyidin dalam ulasannya di akun Youtube Beliau. Silakan simak video di bawah ini untuk mendengarkan pendapat lengkap Beliau, ya!

Kesehatan Mental 

Mengalami serangkaian pelecehan seksual di usia dini, apa jadinya? Trauma, tentunya. Syukurlah, meskipun Ratna enggak dibesarkan dengan batasan yang cukup jelas tentang pergaulan dengan lawan jenis, tetapi orang-orang dewasa itu pulalah yang secara tanpa sengaja membekali Ratna sejak kecil hingga tumbuh menjadi gadis yang kuat, optimis, dan tetap percaya diri.
Ya, pada dasarnya, memang enggak ada orang tua yang sempurna. Namun, enggak ada juga orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya. Setiap mereka memiliki kelebihan dan kekurangan dalam membesarkan anak.
Enggak membekali anak dengan pendidikan seks bisa jadi karena menganggap hal tersebut masih tabu bagi yang masih di usia dini. Ini merupakan keumuman yang beredar di tengah masyarakat kita. Namun, dengan keterbatasan pengetahuan, kedua orang tua dan orang-orang di sekitar Ratna sebenarnya sangat sayang dan bangga dengan tumbuh-kembang Ratna. 
Mereka selalu mendukung, mengakui, dan menghargai kelebihan-kelebihan Ratna. Itulah yang membuat mental Ratna enggak mudah jatuh ketika akhirnya mengetahui apa sebenarnya peristiwa-peristiwa aneh yang telah terjadi padanya beberapa tahun sebelumnya.
Ya, Ratna jadi pembenci lelaki. Dia selalu curiga pada mereka, terutama jika pernah memuji kecantikannya. Namun, sosok ayah yang dikenal selalu melindungi dan menyayanginya, membuat Ratna yakin bahwa masih ada seenggaknya satu lagi pria baik dan dia layak mendapatkannya.
Perhatikan bagaimana dukungan keluarga mampu membentuk kesehatan mental yang baik bagi anak. Bahkan, di saat sebenarnya dia mengalami kejadian traumatis berkali-kali yang selalu disimpannya sejak kecil. Kesehatan mental yang baik membuat Ratna mampu menyembuhkan luka batinnya sendirian dan tetap mencintai diri sendiri setelah apa yang menimpanya.
Novel ini juga menyinggung tentang bagaimana sebaiknya kita menyikapi para korban pelecehan seksual. Sering kali, niat baik kita untuk peduli dan menolong mereka, justru menorehkan luka baru dalam batinnya. Jadi, sebaiknya baca novel ini agar kita bisa melangkah lebih berhati-hati ketika ingin membantu mereka.

Pergaulan Remaja

Kesehatan mental remaja
Memang, novel ini banyak berkisah tentang kehidupan Ratna di usia remaja terutama, pengalaman cintanya. Namun, sepertinya ini bukan novel romantis. "Katamu Aku Cantik" lebih tepat dimasukkan dalam genre drama karena banyaknya kepahitan dalam perjalanan Ratna menemukan cinta sejati.
Tentu aja, ini sebuah bacaan yang cocok bagi para remaja supaya enggak cuma berpikir tentang yang indah-indah saat bicara masalah cinta. Cinta kepada lawan jenis dirasakan begitu getir dan tajam bagi Ratna, hingga dia tega menyakiti para pria yang bisa jadi sebenarnya tulus mencintainya.
Lalu, berhasilkah Ratna meraih cinta sejati itu? Bagaimana caranya? Sebuah inspirasi yang layak untuk diadopsi oleh setiap remaja agar enggak salah jalan dalam menyalurkan rasa cinta. Daripada tersesat ke sana ke mari, mending belajar dari pengalaman yang sudah ada, kan?

Itulah sebagian isu dalam novel remaja "Katamu Aku Cantik" yang sempat terpikir olehku. Sudahkah engkau membacanya? Apakah ada nilai lain yang bisa kautemukan di dalamnya? Buat yang belum baca, bisa order ya, ke akun Instagram/Twitter @bukufaridapane.

Semoga menginspirasi!

Related Posts

44 komentar

  1. Belum :) Jadi makin kepo aku sama novel ini mbak hehee... Pergaulan dan percintaan remaja memang seru diulik. Apalagi ini cerita tentang Ratna yang mengalami perjalanan pahit soal percintaan. Drama yang bikin hati sedih namun sepertinya patut dibaca nih 'Katamu Aku Cantik' :D

    BalasHapus
  2. Waaaaa super duper menariiikk nih
    Aapalagiiii temanya mental health kan lagi happening bgt yaakkk

    BalasHapus
  3. Setiap ada temen yg share novel karyanya, aku selalu terpantik, kok aku belum bisa juga ya bikin novel :D. Mudah2an baca ini jadi makin termotvasi. Btw, aku suka ide novel ini. Pelecehan seksual mmg bisa menimbulkna trauma mendalam yaaa... Apalagi di masa medsos seperti sekarang. Seorang korban yg menutup rapat2 masalahnya dg mudah terpapar berita2 sejenis sehingga ketrigger traumanya.

    BalasHapus
  4. Rekomen nih buat bacaan santai. Novel tentang romance bikin senyum-senyum sendiri hehe

    BalasHapus
  5. Menarik ya dari judulnya. Memang kadang baca judulnya yang unik bisa bikin pengen baca. Soal pandangan orang lain memang bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental ya Mba. Kalimat positif biasanya bikin yang denger juga ikutan merasakan aura positif juga

    BalasHapus
  6. Anak-anak kecil atau remaja tanggung - dipuji dengan "Kamu cantik" lalu .... duh ga sanggup bayanginnya!

    Buatku yang pernah nyaris jadi korban pelecehan, itu membekas seumur hidup loh, mbak.. semoga buku ini dibaca para remaja

    BalasHapus
  7. Belum baca nih mak. Tapi aku mulai tertarik dengan isu kesehatan mental. Karna jujur sekali semenjak jadi ibu dan full time sama baby kesehatan mental itu penting banget

    BalasHapus
  8. saat ini banyak dari kita yang mengalami banyak masalah dengan kesehatan mental. Bagus untuk mempelajari lebih lanjut lewat media novel

    BalasHapus
  9. kalo banyak baca novel remaja berasa awet muda. soalnya isinya ttg perjuangan dlm menggapai mimpi dan cinta sejati. hehe.. bikin penasaran novel ini.

    BalasHapus
  10. masyaallah mbak buku baru lagi ya? selamat ya mbak moga2 laris deh bukunya dan isu ini pas banget diangkat sekarang ini lagi banyak kejadian di Indonesia ya. pelecehan seksual dan pelakunya orang dekat korban. semoga dengan baca ini banyak yg sadar kalo sex education tuh bukannya tabu justru penting banget gunanya ya ini buat menghindari kejadian kek gini

    BalasHapus
  11. Baca review singkatnya tapi aku langsung dibuat penasaran sama novelnya mbak. Ini menarik sekali ya, apalagi temanya tentang trauma pelecehan seksual yang dialami oleh Ratna. Pingin baca jadinya

    BalasHapus
  12. Memang penting banget pendidikan seks sejak dini diterapkan, minimal dari hal yang paling sederhana aja nama alat kelamin dan mengapa laki2 dan perempuan berbeda. Yang paling penting sih anak dikasih tahu bahwa gak boleh ada yang sembarangan menyentuh bagian tertentu tubuh kita, siapa pun itu dan harus diajari untuk menolak. Semoga anak2 kita selalu dilindungi yaaah.

    Wah aku belum baca novelnya nih dan penasaran pengen baca

    BalasHapus
  13. Kesehatan mental seseorang kadang belum beneran sembuh bila ada kejadian masa lalu yang masih ngganjal, bisa muncul lagi kalo ada pemantiknya. Kalo ide novel ini dari kisah nyata, semoga 'Ratna' sudah menemukan kekasih hatinya yang bisa menjadi laki-laki sebaik ayahnya

    BalasHapus
  14. Novel yang bagus dan patut di baca para orangtua dan anak putrinya yang menjelang gadis. Terutama dalam kehati-hatian mengenal lawan jenis

    BalasHapus
  15. Wah, sebelumnya saya ucapkan selamat nih atas kelahiran buku "Katanya Kamu Cantik".

    Novel yang penuh makna dan pelajaran tentang cinta. Selain jtu, harus hati2 adanya pelecehan seksual. Mental yg akan terkena hingga usia kapanpun seperti yg dialami Ratna.

    BalasHapus
  16. Wah aku belum baca nih
    Tapi memang cerita cinta masa remaja itu selalu seru dan menarik untuk diulas ya mbak

    BalasHapus
  17. deg-deg-an kalau dengar cerita trauma pelecehan seksual. Penasaran efeknya dia ke orang lain tu gimana, trus ngatasinya gimana, soalnya kalau ada pemicunya kan bisa muncul lagi. Menarik novelnya, bisa-bisa memikat sampai akhir nih.

    BalasHapus
  18. Belum membacanya maak, maaf baru tau juga buku itu. Bikin penasaran stelah membacanya jadi pengen baca kelanjutannya

    BalasHapus
  19. Gak mudah menjadi orangtua, terlebih di zaman yang seperti saat ini dimana orang bisa dengan mudah menumpahkan apa yang mereka rasakan melalui kata-kata secara verbal ataupun non verbal.

    Semoga Ratna bisa menemukan "Galih" dalam hidupnya dan hidup berbahagia bersama dengan sembuh dari traumanya

    BalasHapus
  20. Eh buku ini keknya bukan cuma buat remaja putri ya, Mba. Bagus juga buat remaja cowok. Tau sendiri jaman now pujian kamu ganteng banyak dr lelaki.. Ngeriii

    BalasHapus
  21. Genre remaja tapi kisahnya kompleks ya mbak apalagi ada pencarian cinta sejati segala hehe bagus temanya ke edukasi seks di masa remaja. semoga banyak hikmah yang dipetik dari novel ini. barakallah mbak

    BalasHapus
  22. Selamat atas terbit novelnya, Kak.
    Semoga dapat memberikan pelajaran dan hikmah bagi yang membaca.

    BalasHapus
  23. wah keren, mbak sudah menerbitkan novel baru lagi. penasaran saya gimana cara membagi fokus antara nulis blog dan menyelesaikan novelnya soalnya saya pasti ada yang terbengkalai

    BalasHapus

Posting Komentar