header permata pengalamanku

Kisah di Balik Novel "Rekonsiliasi 2004"

20 komentar
rekonsiliasi

Membaca artikel yang ditulis seorang blogger Malang dalam blognya, tentang 10 perempuan paling berpengaruh di dunia, ternyata di dalamnya ada nama seorang novelis terkenal, yaitu Jane Austin. Beliau hanya menelurkan enam novel sepanjang hidup, tetapi semuanya menjadi bacaan yang langgeng hingga puluhan tahun. Lalu, apa kabar saya?

Seorang amatir yang baru aktif menulis di akhir tahun 2019, bertepatan dengan mulai munculnya COVID-19. Sampai sekarang, berarti sudah hampir empat tahun berkarya. Namun, sepertinya belum ada yang benar-benar meledak. Boro-boro jadi novelis terkenal. 

Padahal, salah satu resolusiku di tahun ini adalah memiliki satu judul buku yang best seller. Enggak ada yang bisa dilakukan saat ini, kecuali terus berkarya. Berharap bisa menghasilkan bacaan bagus yang menarik minat penerbit mayor untuk dipublikasikan. 

Biarlah, urusan berjualan diserahkan ke ahlinya aja. Dibandingkan merancang strategi pemasaran, aku merasa lebih nyaman menulis buku-buku baru, karena masih banyak ide di kepala yang menunggu giliran dituangkan. Tinggal dipicu aja yang mana yang duluan digarap. 

Untuk memilihnya, cara paling memotivasi adalah dengan mengikuti lomba. Apa lagi, kalau lombanya tematik, jadi tinggal dipilih-pilih dong, mana di antara ide yang mengendap di kepala itu yang paling mendekati persyaratan. Makanya, aku jadi bersemangat setiap ada info lomba atau tantangan menulis berhadiah. 

Gocenglenge 4 di AT Press

Ketemulah aku dengan program Gocenglenge di AT Press, penerbit novel keroyokanku bersama belasan penulis lain yang berjudul "Imperfect Family". Sepertinya, tajuk tantangan menulis ini merupakan gabungan dari kata " goceng" dan "challenge". Kenapa goceng?

Setelah membaca aturan mainnya, ternyata setiap peserta yang tidak bisa melakukan  novel update dengan menyetor bab sesuai jadwal akan didenda 5000 rupiah. Bukan jumlah yang besar, tetapi malas juga ya kalau sampai keluar uang gara-gara keteledoran sendiri. Jadi, bikin penulis lebih disiplin, deh, menghasilkan karya. 

Menulis Novel Hukum, Dong!

Gocenglenge tahun ini sudah memasuki musim ke-4. Entah apa aja tema yang dilemparkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, tahun ini, diminta menulis novel hukum, dong! Mana mungkin aku punya stok cerita semacam itu? Akan tetapi, itu justru bikin aku penasaran untuk bisa menaklukkan tantangan ini. 

Asli nekat banget sih, ini. Selain aku enggak pernah menulis novel hukum, pengetahuanku soal ini cetek banget, juga karena sebetulnya aku sedang mengikuti tantangan Hospital Series di AT Press juga. Yang ini lebih seram lagi jumlah setoran untuk novel update, dan banyak saingan berat. 

Namun, rasa penasaranku jauh melebihi kemampuan. Toh, gratis ini. Kenapa enggak dicoba dulu? Jadilah aku tetap mendaftar. Sesuai perkiraan, ternyata pesertanya sedikit. Wajar aja. Siapa juga yang kepikiran bikin novel bergenre berat begini? Risetnya mana tahan! 

tantangan menulis

Perjalanan Waktu ke Masa Lalu

Belum kelar meyakinkan diri agar siap menulis tema hukum, ternyata isi tantangannya makin dipersempit dong, buat tiap peserta. Masing-masing harus menuliskan latar waktu berselang belasan tahun ke masa lalu, dengan lokasi dan jenis profesi yang sudah ditentukan untuk dua tokoh utamanya. Puyeng enggak, tuh? 

Aku kebagian jatah menulis tentang perjalanan waktu ke 18 tahun sebelumnya di Jakarta, dengan tokoh utama berprofesi sebagai pengacara dan panitera. Nah, lo! Punya ide apa, coba? Syukurlah, angka 18 ini termasuk keramat di dunia hukum. Dalam hukum yang berlaku di Indonesia, kasus yang sudah terjadi 18 tahun yang lalu akan kedaluwarsa. 

Jadi, tinggal dicari dong, apa kasus penting yang terjadi di Jakarta yang belum kelar dan enggak boleh tenggelam? Tebak punya tebak, ternyata kasus Munir Kontras masih menjadi kontroversi, terutama tahun lalu menjelang masa kedaluwarsanya. 

Banyak pihak yang menuntut ketegasan negara membongkar siapa dalang pembunuhan Munir Said Thalib, aktivis HAM, yang kemudian ditingkahi Komnas HAM sendiri untuk membuka penyelidikan kasus ini lagi tepat di hari tenggat waktu kedaluwarsanya, yaitu 7 September 2022.

Menggodok Novel "Rekonsiliasi 2004"

Maka, mulailah aku meramu jalinan cerita berlatarkan kasus Munir Kontras ini. Novel ini mengisahkan petualangan dua tokoh utama yang tak terduga: seorang panitera muda dan seorang pengacara terkenal, yang terlempar ke tahun 2004 di Jakarta. Mereka terpikir untuk menyelamatkan Munir dari pembunuhan, dan serentetan akibat perubahan sejarah itu pun harus mereka tanggung. 

Kalau kamu tertarik mengikuti kisah petualangan mereka di masa lalu, silakan baca novel "Rekonsiliasi 2004" ini, ya. Setiap hari Rabu dan Sabtu akan bertambah 2 bab baru hingga nanti total ada 20 bab. Mumpung masih gratis! Bisa dibaca tanpa harus login dulu. 

Buat yang sudah baca, apa pendapatmu? Kasih masukan dong, biar hasilnya makin kece!

Related Posts

20 komentar

  1. waduh yang dibahas tokoh legend kak,
    sepertinya kalau bahasannya tentang law walau berat, tapi asik aja sih ya dibaca

    BalasHapus
  2. Wow, menarik ceritanya ini. Seru juga ya tantangannya mengharuskan penulis jadi wajib nulis. Semoga makin produktif menulisnya mbak Farida.

    BalasHapus
  3. Wah...novel. Mbak Farida nih, multitalent banget. Ya blogger, penulis buku, penulis skenario. Penasaran sama novel "Rekonsiliasi 2004". Hum...mudah-mudahan engga terlalu berat nih...Selamat Mbak...Semoga segera terwujud 20 Bab

    BalasHapus
  4. Wahhhh seruuu banget sih challenge nyaaa. Apalagi mengangkat tema yang kita pun masih meraba2 justru jadi motivasi buat belajar lebih banyak lagi. Aslikk deh kepo sama Rekonsiliasi 2004, kasus Munir emang selalu bikin penasaran sampe saat ini.

    BalasHapus
  5. waw, agak berat ya pembahasannya. kalo aku kayaknya nggak bakal sanggup buat hehe. keren mbak!

    BalasHapus
  6. Menulis tentang hukum jadi tantangan tersendiri. Semoga proses penulisan buku lancar jaya ya, mbak.

    BalasHapus
  7. langsung kepoin novelnya mba hehe,, bahasannya cukup berat ya,, mencakup kasus2 masa lalu yg cukup menghebohkan negeri ini

    BalasHapus
  8. Selain penasaran dengan Novel Rekonsiliasi 2004 ini, saya penasaran dan ingin berkunjung ke blog yang dikelola blogger Malang itu mbak.

    BalasHapus
  9. Wah, background ceritanya lumayan serius nih untuk sebuah novel. Pasti menarik dong . Tantangannya emang kudu mendalami ilmu yang sedang dibahas. Salut kak!

    BalasHapus
  10. Wow! Keren Mbak. Bagus itu pastinya. Saya penasaran sih, hehehe ...
    Novel yang genrenya juga unik, pasti dalamnya penuh dengan keterkejutan saya rasa ...

    BalasHapus
  11. Menarik loh kasus hukum di negeri +62 ini. Tp ga bahaya ta membahas kasus Munir. Hehe. Emg aktivis satu ini belum terpecahkan kasusnya sampe skrg. Dan blm ada satu presiden pun di negeri ini yg berhasil menyelesaikan dan mengungkap kasusnya.

    Jd pgn baca deh tulisan mbak Fatida. Seru jg ya menulis novel plus ada tantangannya di tiap bulan.

    BalasHapus
  12. Jujurly, aku juga mending nulis deh Mbak daripada harus jualan buku haha.. Bukan ahlinya tapi tetep harus beajar sih ya.

    Novel yg bagus nih buat dibaca sekaligus tausejarah hukum di tahun segitu yg bikin ngelus dada.

    BalasHapus
  13. Belum baca aku. Huaaa jadi penasaran sama isinya. Di gramedia ada gak sih?

    BalasHapus
  14. Waaah mba Farida keren, melewati tantangan menulis novel tema hukum ya. Belum lagi ditentukan setting waktunya. Jadi penasaran pengen baca novel Rekonsiliasi 2004 nya mba. Soalnya saya penasaran sama yang kasus pembunuhan aktivitas HAM, Munir ini

    BalasHapus
  15. wogh, keren! tantangan sekali ini menulis novel tema hukum, hehe.. semangat mba, semoga lancar \^^/ udah lama sih aku ga baca novel

    BalasHapus
  16. wah kalau bahas soal hukum kayaknya lumayan berat ya mikir juga nanti pas bacanya, tapi suka penasaran karena pasti banyak banget wawasan yang bisa kuita pelajari

    BalasHapus
  17. inspirasi cerita rekonsiliasi 2004 bagus nih, aku penasaran. tapi berani juga ya mengambil latar belakang kasus yang sampai sekarang dianggap lupa sama lembaga hukum di Indonesia. btw, kece juga aturan di gocenglenge, tapi kalau aku ikut kayaknya give up duluan deh. aku tipe yang gak bisa di buruburu soal inspirasi, hihihi

    BalasHapus
  18. Penasaran dengan novel Rekonsiliasi 2004 nih karena kebetulan aku ngikutin banget kisah kasusnya Pak Munir. Meluncur mo ikutan baca ah

    BalasHapus
  19. spill dong kak gimana kelanjutannya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Order aja yuk ke IG bukufaridapane biar ga penasaran

      Hapus

Posting Komentar