Insyaallah, akhir tahun ini aku akan berangkat umrah. Karenanya, aku mulai mencari info segala hal terkait ibadah ini, termasuk soal vaksin meningitis. Berikut ini hasil pembelajaranku. Semoga ebrmanfaat buat yang lain, ya!
Seperti yang kita tahu, Setiap tahun, jutaan umat Muslim dari seluruh dunia berangkat menuju Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah. Perjalanan spiritual ini tentu membutuhkan persiapan yang matang, bukan hanya dari sisi mental dan spiritual, tetapi juga kesehatan. Salah satu syarat penting sebelum berangkat umrah adalah mendapatkan vaksin meningitis.
Apa Itu Vaksin Meningitis?

Vaksin meningitis merupakan vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit meningitis meningokokus, yaitu peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis. Penyakit ini dapat menular melalui percikan ludah atau udara saat seseorang batuk dan bersin. Karena sifatnya yang menular dan dapat menyebar di tempat padat, vaksin ini sangat penting bagi jamaah umrah.
Mengapa Jamaah Umrah Wajib Mendapatkan Vaksin Meningitis?
Arab Saudi mewajibkan setiap jamaah yang akan melaksanakan haji maupun umrah untuk menunjukkan sertifikat vaksin meningitis sebagai syarat visa. Hal ini bukan tanpa alasan — setiap tahun, jutaan orang dari berbagai negara berkumpul di area yang sama, sehingga risiko penularan penyakit menular, termasuk meningitis, meningkat tajam.
Dengan menerima vaksin meningitis, jamaah tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi juga membantu mencegah penyebaran penyakit kepada jamaah lain dari seluruh dunia.
Jenis Vaksin yang Digunakan
Vaksin meningitis yang umumnya digunakan untuk keperluan umrah dan haji adalah vaksin Meningococcal ACWY. Vaksin ini mampu melindungi dari empat serotipe utama bakteri Neisseria meningitidis (A, C, W, dan Y) yang berpotensi menyebabkan wabah meningitis.
Vaksin ini biasanya diberikan sekali suntik, dan masa perlindungannya dapat bertahan hingga 3–5 tahun, tergantung pada jenis vaksin yang digunakan. Jamaah yang pernah mendapatkan vaksin ini dalam beberapa tahun terakhir tetap perlu memeriksa masa berlakunya untuk memastikan sertifikatnya masih valid.
Waktu dan Tempat Pemberian Vaksin
Idealnya, vaksin meningitis diberikan minimal dua minggu sebelum keberangkatan umrah agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk membentuk antibodi. Di Indonesia, vaksin ini bisa diperoleh di:
- Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di berbagai kota besar
- Puskesmas atau rumah sakit yang ditunjuk Kemenkes
- Klinik kesehatan haji dan umrah yang telah memiliki izin resmi
Setelah vaksinasi, jamaah akan menerima buku kuning (International Certificate of Vaccination) sebagai bukti resmi yang akan diperiksa saat pengajuan visa atau saat tiba di bandara Arab Saudi.
Efek Samping yang Mungkin Terjadi
Vaksin meningitis tergolong aman dan jarang menimbulkan efek samping berat. Beberapa orang mungkin mengalami reaksi ringan seperti:
- Nyeri atau kemerahan di tempat suntikan
- Sakit kepala
- Demam ringan
Reaksi ini biasanya hanya berlangsung 1–2 hari dan tidak berbahaya.
Persiapan Kesehatan Lain Sebelum Umrah
Selain vaksin meningitis, calon jamaah juga disarankan untuk menjaga kesehatan dengan baik sebelum berangkat. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh
- Membawa obat-obatan pribadi
- Menjaga pola makan dan istirahat
- Mengonsumsi air putih yang cukup selama perjalanan
Perjalanan umrah membutuhkan stamina yang kuat karena banyak aktivitas fisik seperti tawaf, sa’i, dan berjalan kaki dari satu lokasi ke lokasi lain.
Penutup
Vaksin meningitis bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk ikhtiar untuk menjaga diri dan sesama selama melaksanakan ibadah umrah. Dengan tubuh yang sehat dan terlindungi dari penyakit menular, jamaah dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk.
Menunaikan umrah adalah impian setiap Muslim. Maka, pastikan semua persiapan — termasuk vaksinasi — dilakukan dengan sebaik mungkin agar perjalanan suci ini berjalan lancar dan penuh keberkahan.



Selamat ya mba..smg ibada umrohnya lancar nanti...
BalasHapusAku rasa vaksin maningitis ini memang bener2 bermanfaat mba..aku di umroh pertama waktu itu vaksin tdk diwajibkan jd aku gak vaksin pulang umroh batuk berkepanjangan tapi di umroh kedua krn vaksin diwajibkan jdinya aki harus vaksin dan alhamdulillah nya setelah umroh gak ada lagi batuk2 menahun 😊
vaksin memang salah satu ikhtiar kita supaya perjalanan ibadah lebih aman dan nyaman
BalasHapusoh ya apalagi sekarang umroh mandiri sudah diresmikan, jadi persiapan seperti vaksin ini jangan sampai diabaikan ya karena tujuannya buat kebaikan masing-masing
Bismillah semoga lancar ibadah umrohnya ya mba....Iya vaksin meningitis merupakan sebuah ikhtiar untuk menjaga diri dari penyakit menular, biar kita sehat sehingga tenang menjalani ibadah
BalasHapusMasyaallah. Barakallah, Mbak, untuk rencana perjalanan umrahnya. Semoga semua persiapan lancar dan kesehatan terjaga selama ibadah yang membutuhkan kebugaran ekstra itu. Iya, vaksin meningitis memang sepenting itu, jadi sudah sepatutnya kita berikhtiar secara maksimal untuk mencegahnya.
BalasHapusSemoga ibadahnya lancar ya mba. Berapa biaya untuk satu kali vaksin meningitis ini mba?
BalasHapuswah semoga lancar ya, mbak ibadah umrohnya nanti. berarti kalau jamaah ini 2 tahun berturut-turut umroh dia nggak perlu vaksin lagi ya pas berangkat tahun berikutnya? kirain tiap mau umroh harus vaksin dulu
BalasHapusBarakallaahu fiikum, ka Farida dan keluarga.
BalasHapusIn syaa Allaah menjadi ibadah umroh yang mabrur, yang menghapus segala dosa dan menambah catatan amalan kebaikan.
Seneng banget dapet pengetahuan seputar Vaksin meningitis.
Sempet kepikiran juga siih.. kenapa kudu vaksin yaah?? Apakah semua negara diwajibkan?
Ternyata memang yaa.. untuk mengurangi penularan penyakit menular, termasuk meningitis.
Baru tahu kalau umrah juga perlu di vaksinasi.. Ternyata begini ya prosedur dan alasannya
BalasHapus