header permata pengalamanku

Penuh Meong: Cerita Dua Tahun Bersama Lamiao Cat Cafe Semarang

kafe kucing semarang

Ada fase dalam hidup di mana menongkrong bukan lagi soal tempat yang estetik atau kopi yang mahal. Yang dicari justru tempat yang hidup, punya interaksi, dan bisa dinikmati semua anggota keluarga. Di titik itu, kami menemukan Lamiao Cat Cafe Semarang.

Awalnya hanya coba-coba. Gara-gara si sulung pencinta kucing itu pengin banget ke kafe kucing. Cari-cari apakah ada di Semarang, eh ketemu. Sekadar ingin tahu seperti apa rasanya duduk di kafe yang dipenuhi kucing. Siapa sangka, kunjungan pertama itu berubah menjadi kebiasaan. Tanpa terasa, sudah dua tahun tempat ini jadi salah satu destinasi favorit keluarga kami.

Kesan Pertama yang Langsung Menenangkan

Kafe ini berdampingan dengan Lamiao Pet Cafe. Pas banget buat para pencinta kucing. Sambil beli keperluan anabul, mampir makan dulu sembari bermain dengan kucing lain.

Begitu membuka pintu pertama, kami berada di ruang kecil tempat berganti alas kaki. Alas kaki dari luar harus disimpan di rak yang tersedia, dan boleh berganti dengan sandal merah muda atau biru yang ada di sana. Ruang ini menyediakan bangku empuk untuk berganti alas kaki sekaligus menunggu antrean jika belum ada kursi kosong.

Hal pertama yang kami rasakan saat masuk bukan “ramai” atau “heboh”, tetapi justru tenang. Walaupun saat itu sedang penuh, kami masih bisa menemukan titik damai di antaranya. Tidak seperti yang dibayangkan banyak orang, kafe kucing bukan tempat yang berisik. Justru ada suasana santai yang sulit dijelaskan. Kombinasi antara aroma minuman hangat, langkah kaki pelan, dan suara kucing yang sesekali lewat.

Area makan terasa higienis. Bebas dari bau tidak sedap, apalagi kotoran. Meja makan beralaskan ubin keramik. Formasi kursinya ada yang semeja berempat, berenam, pakai sofa, maupun kursi tinggi. Di tengah ruangan, terdapat sebuah pohon buatan dengan banyak lubang yang pasti bikin para kucing asyik memanjat dan bertengger sesaat di sana.

Tersedia ruangan kaca khusus para kucing ini bermain dan beristirahat. Kita bisa mampir masuk dan bersenang-senang dengan mereka sejenak.

Kucing-kucing di sini terlihat sehat, bersih, dan terbiasa berinteraksi dengan manusia. Mereka tidak agresif, tetapi juga tidak terlalu pasif. Ada keseimbangan yang membuat pengunjung merasa nyaman tanpa merasa dipaksa berinteraksi. Yang terpenting, anak-anak langsung betah.

Pengunjungnya beragam. Ada keluarga dengan anak-anak seperti kami, kumpulan remaja yang mengobrol santai, mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas, maupun pegawai kantor yang berdiskusi. Semua tampak sepakat menaati aturan di kafe ini, seperti tidak menggendong atau memberi makan kucing.

cat cafe semarang

Menu di Lamiao Cat Cafe Semarang

Kalau bicara soal kafe kucing, orang biasanya langsung berfokus ke kucingnya. Padahal, setelah beberapa kali datang ke Lamiao Cat Cafe Semarang, kami sadar kalau menunya juga jadi bagian penting dari pengalaman di sana.

Menu di sini memang bukan tipe yang terlalu berat atau berlebihan. Justru, konsepnya terasa pas untuk suasana santai sambil menikmati waktu bersama keluarga dan kucing-kucing lucu yang berkeliaran di sekitar meja. Nama menunya juga lucu-lucu, bernuansa kucing.

teh selasih

Misalnya, untuk minuman, pilihannya cukup beragam. Ada kopi untuk yang ingin duduk santai sambil mengisi ulang energi, mulai dari menu kopi susu hingga varian yang lebih creamy dan manis. Kesukaanku adalah Miaow Miaow Miaow alias kopi gula aren.

Buat yang tidak terlalu suka kopi, tersedia juga pilihan non-kopi seperti cokelat, matcha, soda, susu kocok, dan minuman segar jus yang cocok untuk anak-anak. Seperti foto di atas, nama menunya Special Tea Miao. Mungkin spesial karena ada selasihnya.

Salah satu hal yang kami suka adalah rasa minumannya cenderung aman dan familiar. Tidak terlalu pahit, tidak terlalu aneh, jadi cocok diminum ramai-ramai bersama keluarga. Anak-anak biasanya lebih suka minuman manis seperti cokelat atau susu dengan topping, sementara orang tua bisa menikmati kopi sambil mengawasi anak bermain dengan kucing.

menu milkshake

Selain minuman, ada juga camilan dan makanan ringan yang cocok untuk teman ngobrol. Jenisnya simpel, tetapi cukup untuk menemani waktu santai beberapa jam di sana. Aneka gorengan, mi, pasta, nasi, dll. Anak-anak biasanya memesan Mew Mew Platter, mi aceh, dan Pempek di Celup.

mac n cheese semarang

Mereka juga menyediakan aneka keik. Buat kami, keik keju di sini masih juara dibandingkan kafe-kafe Semarang yang pernah kami kunjungi. Sangat keju, padat, tetapi tetap lembut dan ringan. Dia selalu hadir bersama compote bluberi. Harganya pun termasuk tidak mahal. 

Keik keju ini merupakan alasan kedua kami kembali dan kembali ke sini, bersedia melewati kafe-kafe lain yang jaraknya lebih dekat dari rumah. Sepertinya, ini juga menu favorit sang kucing di bawah ini. Ia selalu menghampiri dan berusaha mendapat remah-remahnya. 

Mungkin juga memang dasarnya dia suka makan. Sebab, dulu pernah juga ingin merebut donat teman kami. Menggemaskan. Kami jadi harus menguatkan hati untuk tidak memberi demi kebaikannya juga.

keik keju

Yang menarik, penyajian menu di sini juga terasa estetik tanpa berlebihan. Gelas, topping, dan tampilannya sering kali lucu dan fotogenik, jadi tidak heran kalau banyak pengunjung yang spontan memotret sebelum makan atau minum.

Kenapa Kami Kembali Lagi dan Lagi?

Selain karena keik kejunya, ini beberapa alasan kami suka sekali mencari waktu untuk ke sini.

1. Tempat Ramah Anak Tanpa Terasa Dipaksakan

Banyak tempat mengklaim ramah anak, tetapi tidak semuanya benar-benar nyaman. Di sini, suasana ramah keluarga terasa natural. 

Ada aturan jelas, seperti: tidak mengganggu kucing yang sedang tidur, tidak menarik ekor, dan wajib menjaga kebersihan. Semua itu justru jadi bagian dari pengalaman belajar, bukan larangan yang membatasi.

2. Kucing dengan Karakter yang Berbeda-Beda

Salah satu hal yang membuat setiap kunjungan terasa baru adalah kepribadian kucing-kucingnya. Ada yang super aktif dan suka bermain, santai dan hanya duduk mengamati, hingga yang tiba-tiba datang mendekat dan minta dielus.

Setelah beberapa kali datang, kami bahkan mulai mengenal beberapa kucing. Anak-anak sering punya favorit masing-masing, dan itu berubah-ubah setiap kunjungan. Biasanya sih, kriterianya sesederhana kucing mana pun yang sedang tidak bersama orang lain. Lucunya, kadang yang kita kejar justru yang paling cuek 😄.

3. Rekreasi Versi Realistis untuk Keluarga Sibuk

Tidak semua orang punya waktu untuk liburan jauh. Namun, bukan berarti tidak butuh rehat. Buat kami, datang ke Lamiao Cat Cafe Semarang adalah bentuk rekreasi sederhana. Tidak perlu perjalanan jauh atau persiapan ribet, tetapi tetap memberi suasana baru dan efek menenangkan.

Duduk sebentar, melihat anak-anak tertawa, dan sesekali mengelus kucing, itu saja sudah cukup untuk mengembalikan energi.

4. Konsistensi yang Jarang Ditemukan

Selama dua tahun, hal yang paling terasa adalah konsistensi. Tempatnya tetap bersih, tertata, dan nyaman. Konsepnya tidak berubah drastis, tetapi juga tidak membosankan. Selalu ada tambahan pernik-pernik untuk setiap momen spesial di kalender nasional. 

Ini penting, karena banyak tempat yang bagus di awal, tetapi kualitasnya menurun seiring waktu. Atau, mereka bahkan tidak cukup mampu untuk tetap beroperasi. Di antara resto yang pernah aku bahas di blog ini, ada saja yang sudah tidak eksis lagi sekarang.

Di sini, pengalaman yang kami dapatkan hampir selalu sama baiknya.

Momen-Momen Kecil yang Jadi Kenangan

Kalau dipikir-pikir, bukan semata tempatnya yang membuat kami terus kembali. Namun,  momen yang terjadi di dalamnya. Ada saat anak yang awalnya takut kucing, akhirnya berani mendekat. Anak-anak tertawa karena kucing tiba-tiba lompat ke meja, atau kami yang hanya duduk diam, menikmati suasana tanpa perlu banyak bicara. 

Hal-hal sederhana seperti ini yang diam-diam jadi memori keluarga. Anehnya, justru momen seperti ini yang paling lama diingat. Terutama, ketika tempat ini bisa menata kembali kesehatan mental yang terkadang mulai acak-acakan.

Interaksi dengan hewan terbukti bisa mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan memberi rasa tenang. Tanpa disadari, setiap kunjungan ke Lamiao Cat Cafe seperti terapi ringan, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Untuk anak-anak, ini juga jadi ruang belajar alami. Belajar sabar, menghargai batasan, dan berhubungan dengan makhluk hidup itu selalu perlu melibatkan empati.

kotak makan kertas

Tips Berkunjung ke Cat Cafe

Kalau kamu baru pertama kali ingin mencoba, ini beberapa tips sederhana:

  • Datang di jam yang tidak terlalu ramai supaya pengalaman lebih nyaman
  • Ikuti aturan yang ada, demi keamanan kucing dan pengunjung
  • Jangan memaksa kucing berinteraksi, biarkan mereka yang mendekat
  • Awasi anak-anak, terutama yang masih kecil
  • Nikmati suasana, jangan terburu-buru

Karena sebenarnya, yang dijual di tempat seperti ini tidak hanya menu, tetapi juga pengalaman.

Di tengah banyaknya tempat baru yang bermunculan, ada sesuatu yang menyenangkan dari punya tempat langganan. Tempat yang tidak perlu selalu berubah, tidak harus viral, tetapi selalu terasa tepat. Apakah kamu punya tempat seperti itu? Pernahkah kamu ke kafe kucing?

cafe semarang

Related Posts

Posting Komentar