Pemanasan Global, Apa yang Sudah Kulakukan untuk Menguranginya?


Belakangan memang hari ke hari terasa makin panas, ya. Bukan sekadar karena kita akan memasuki musim kemarau di bulan ini, seperti kata berita yang kubaca beberapa hari lalu. Namun memang secara umum, suhu rata-rata di atas permukaan bumi ini sudah meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Inilah yang biasa disebut pemanasan global.
Apa sih, yang menyebabkan pemanasan global? Efek rumah kaca dianggap sebagai salah satu penyebab utamanya, di samping faktor-faktor lain di luar kendali kita. Lalu, apa itu efek rumah kaca?

Ketika cahaya matahari tiba di permukaan bumi, ia berubah menjadi panas. Permukaan bumi akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya ke angkasa luar. Sebagian panas yang dipantulkan akan tetap terperangkap di atmosfer akibat banyaknya jumlah gas rumah kaca. Gas rumah kaca itu antara lain: uap air, karbondioksida, nitro oksida, sulfur heksafluorida, CFC, HFC dan metana. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang ke bumi sehingga panas tersebut tersimpan di permukaan Bumi. 

Jika hal ini terjadi terus-menerus, maka suhu rata-rata tahunan bumi pun terus meningkat. Kalau sudah begini, kita sendiri sebenarnya yang repot, ya. Iklim jadi terasa gerah, sungai-sungai mengering, tumbuhan dan hewan pun lebih pendek umurnya. 

Sebenarnya kita bisa lho, ikut berusaha mengurangi terjadinya hal ini. Langkah-langkah yang perlu diambil sederhana saja. Yang penting kita konsisten menerapkannya sebagai bagian dari gaya hidup kita.

Memangnya, apa saja yang sudah aku lakukan? Terus terang, belum banyak juga, sih. Hihihi... ðŸ˜… Yang penting, tetap ada kemauan, ya. Demi kebaikan eksistensi kehidupan di muka bumi hingga seluruh keturunan kita nanti. Langkah-langkah yang secara pribadi dapat aku lakukan saat ini, antara lain:

Hemat Bahan Bakar Fosil

Apa saja bahan bakar fosil itu? Itulah bahan bakar yang berasal dari fosil tumbuhan dan hewan, yakni: minyak bumi dan batubara. Karena pengolahan bahan bakar ini menghasilkan emisi karbon yang cukup signifikan jumlahnya di udara. Jadi, sebaiknya kita menghemat penggunaannya. Caranya?

Hemat listrik

Energi listrik pada umumnya dihasilkan dari energi fosil. Maka, kita berusaha menghemat listrik dengan cara:
  • sebisanya melakukan pekerjaan secara manual tanpa bantuan listrik
  • mematikan alat listrik saat tidak dipakai
  • menggunakan alat listrik yang hemat energi
  • sejauh mungkin memanfaatkan energi alam. Menjemur di bawah sinar matahari, menyejukkan ruangan dengan membuka jendela lebar-lebar, menerangi ruangan dengan sinar matahari yang melalui kaca jendela dll

Efisien Berkendara

Kendaraan bermotor menghasilkan gas-gas rumah kaca dalam jumlah besar. Ada baiknya kita menggunakannya secara bijak. Misalnya dengan cara:
  • memilih menggunakan sepeda atau jalan kaki untuk jarak dekat
  • membeli kendaraan yang hemat bahan bakar dan menghasilkan gas buangan yang rendah
  • menggunakan kendaraan bersama daripada membawa sendiri-sendiri dll
  • membeli dalam kemasan besar. Sehingga mengurangi acara bolak-balik berkendara

Mengurangi Konsumsi Produk Berantai Panjang

Rantai yang dimaksud di sini adalah proses transportasi untuk mengangkut barang-barang tersebut. Kita tahu bahwa kebanyakan produk yang kita konsumsi sampai pada kita menggunakan alat transportasi yang umumnya memakai bahan bakar fosil. Nah, agar tidaks emakin banyak bahan bakar yang terbuang untuk melayani kebutuhan kita, maka aku memilih untuk:
  • membeli barang lokal. Sebisanya kita memenuhi kebutuhan kita dengan produk-produk yang ada di sekitar kita saja
  • lebih suka makan dan memasak menggunakan bahan segar bukan olahan yang telah menghabiskan bahan bakar secara berulang
  • menghemat penggunaan produk apa pun secara umum, karena setiap produk mengonsumsi bahan bakar dalam proses pembuatan dan pengangkutannya
Baca juga artikel tentang penggunaan kertas: Tanpa Kertas, Bakat Terpendamku Bisa Terhempas

Penghijauan

Kita juga bisa mengurangi konsentrasi CO2 di udara dengan menanam tanaman yang memiliki kemampuan menyerap CO2 di rumah. Untuk lahan sempit, kita bisa menanam dalam pot atau taman vertikal. Selain mengurangi pemanasan global, rumah pun jadi asri dan sejuk.

3R (Reduce, Recycle, Reuse)

Reduce (mengurangi) yaitu tindakan untuk mengurangi penggunaan barang-barang yang sekali pakai. 

Recycle (daur ulang) yaitu tindakan untuk mendaur ulang sampah. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari tindakan membakar sampah yang dapat menghasilkan gas-gas rumah kaca. Misalnya , dengan menggunakan barang bekas menjadi kerajinan tangan dan sejenisnya.


Reuse (menggunakan kembali) adalah tindakan untuk menggunakan barang secara berulang kali. Membawa tas belanja sendiri untuk menggantikan tas plastik dari toko, menggunakan alat makan yang bisa dicuci dan dipakai lagi dll.

Menyebarkan Informasi

Ya seperti saat ini. Posisi sebagai narablog haruslah dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyampaikan informasi bermanfaat, termasuk tentang pemanasan global. Tak lupa, hal ini pun kita sampaikan pada orang-orang di sekitar kita agar hasilnya lebih nyata.

Kalau kamu, apa yang sudah kamu lakukan untuk mengurangi pemanasan global?

Komentar

  1. Banyak yg bisa dilakukan yaa untuk mengurangi dampak pemanasan global.

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah benerapa udah aku lakukan utk.mengurangi pemanasan global, semoga ada perhatian serius juga dari pemerintah yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya nih. kalau didukung pemerintah bisa makin masif gerakannya ya :)

      Hapus
  3. Hai Farida. Untuk mengurangi dampak pemanasan global, aku sendiri sedang berusaha mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Memang keliatannya remeh. Tapi sampah dari plastik sekali pakai kaya botol, sedotan, dan kantong kresek yang ditumpuk jadi gunung sampah bisa mencemari tanah dan membuat lahan nggak produktif. Kan sayang tanahnya, mending buat nanam pohon kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagus tuh usahanya, mengurangi sampah platik ya :)

      Hapus
  4. langkah yang sudah saya lakukan, efisina berkendara mbak, saya jalan kaki ke kantor, sekitar 5 menitan jalan kaki, tapi kalau zaman sekarang kan orang2 jalan kaki aja pada males meskipun jaraknya dekat

    selain itu saya juga udah hemat listrik, penggunaan yang sesuai dengan kadarnya saja

    BalasHapus
  5. Wah..ternyata banyak juga yg bisa kita lakukan untuk mengurangi pemanasan global y mba.. TFS..mudah2an bs ikut lakukan bbrp di antaranya

    BalasHapus
  6. Saya ma suami pengen punya solar home system. Semoga keturutan ya.
    Beberapa hal kecil pun sudah dilakukan, tapi ya gitu. Masil kecil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Iya. Aku jg baru bisa yg kecil2 aja😊

      Hapus
  7. Iya mbak.... Btw, yang sering terdengar sih biasakan untuk meminimalisir penggunaan AC mbak, karena menipiskan lapisan ozon. Hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya itu betul. kalau AC dan kulkas pilih yang non CFC :)

      Hapus
  8. Memang dalam beberapa hari ini panasnya begitu menyengat, kami yang berdekatan dengan hutanpun (saya stand by di Kalimantan) merasa sangat kepanasan, apalagi yang tinggal di kota dan jauh dari pohon2.

    Kalo aku, tiap jum'at bike to work...lumayan jauh sih (7 kilometer) dengan melintasi jalan yang naik turun, terus di Kabupaten kami...kalo ada PNS yang naik pangkat maka diwajibkan untuk menanam satu pohon penghijauan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow, 7km! kebiajkan bagus ya menanam satu pohon :)

      Hapus
  9. Belum bisa jalanin semua. Tapi sudah mulai sedikit2. Sekarang lagi banyak nanem2 tanaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, semangat ya bercocoktanamnya 😊

      Hapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^