3 Kegiatan Anak Homeschoolers di Musim Liburan


Sejak bulan lalu, hawa liburan sudah berhembus, ya. Dan masih akan terus berlanjut hingga Bulan Juli nanti. Wah, panjang juga ya, masa liburan sekolah tahun ini. Lha, memangnya ada dampaknya untuk anak homeschooling?

Kalau mau dicari, ya tetap ada pengaruhnya sih, musim liburan begini buat anak-anak kami yang homeschooling. Yang pasti, kami jadi malas keluar. Karena membayangkan di tempat-tempat yang biasa didatangi anak-anak akan membludak ramainya. Kami memang lebih suka jalan-jalan justru di saat masa aktif bersekolah. Sehingga destinasi yang dituju relatif sepi dan lebih bebas menikmati.

Bagi yang malas keluar rumah saat liburan, Mbak Eri Udiyawati punya beberapa ide, nih. Ada 4 kegiatan yang Beliau sarankan untuk dilakukan di rumah tanpa harus mengeluarkan anggaran jalan-jalan.

Namun, ada kalanya musim liburan berarti bermunculan pula aneka event spesial untuk anak-anak mengisi liburan. Nah, yang seperti ini yang sering kali kita kejar untuk bisa mengikutinya. Karena sifatnya yang insidental dan sangat berpotensi untuk meningkatkan kesempatan anak-anak untuk bersosialisasi dengan teman-teman baru.

Untuk liburan kali ini, apa saja sih, yang dilakukan anak-anakku? Aku ceritakan 3 kegiatan diantaranya, ya.

1. Berkemah di Rumah

Musim sudah merangkak menuju kemarau. Cuaca pun terasa semakin menghangat. Rasa gerah di dalam rumah membuat anak-anak merasa cepat jenuh melakukan apa pun. AC pun terasa tak lagi mampu menghadirkan rasa nyaman di tengah ruang berdinding.

Mau jalan-jalan, kok ya lebih mager lagi. Membayangkan area wisata dan bermain yang penuh di bawah sinar matahari nan terik. Hiii... Anak-anak hanya terpekur di teras mengais semilir angin yang masih terasa hembusannya.

Tiba-tiba, Sang Nenek punya ide cemerlang. beliau pun berinisiatif membuatkan kemah di teras. Berkemah? Wah, mata anak-anak pun langsung berbinar! Masih terbayang serunya acara berkemah terakhir 2 bulan lalu.


Mereka pun sigap membantu Nenek. Mengeluarkan semua sprei, kasur, bantal dan mainan. Belum juga jadi, mereka sudah antusias menggunakannya dan berimajinasi dengan riangnya. Bermain, berguling, bercanda dan banyak lagi.

Bahkan lubang pada sprei pun dimanfaatkan sebagai alat pengintai. Kursi-kursi disusun di sebelahnya laksana menara benteng. Tak lupa adik bayi pun diangkut untuk ikut bernaung di dalam kemah.

Demikian pula anak tetangga satu per satu berdatangan dan turut bermain. Seru! Intip saja sebagian aksi mereka dalam video ini: 


2. Belajar Memanah

Berhubung liburan sekolah kali ini bertepatan pula dengan Bulan Ramadan, maka tak heran jika kegiatan TPQ di komplek kami pun meningkat drastis. TPQ yang biasanya sepi dan hanya dihadiri belasan anak, kini didatangi oleh tak kurang dari 80 anak setiap jadwal mengaji!

Wah, ternyata banyak juga ya, anak-anak di komplek ini. Rupanya ide untuk membagikan aneka camilan usai mengaji menjadi magnet yang kuat bagi anak-anak untuk menyempatkan diri hadir ke masjid di sore hari menjelang buka puasa. Camilan ini disediakan oleh para orangtua secara bergiliran.

Luar biasa ya, kerja keras Kartini-Kartini di komplekku. Mereka terus berkreasi dan berdaya untuk meramaikan TPQ. Yang belum baca kisahnya, bisa baca dulu di artikel ini:


Suatu hari, TPQ mengumumkan akan mengadakan acara belajar memanah pada salah satu sore. Tentu saja hal ini disambut gembira oleh anak-anakku. Karena mereka sangat ingin bisa memanah. Saking semangatnya berlatih di rumah, kini semua busur, anak panah dan papan bidik tak ada lagi yang utuh dan bisa dipakai. Hihihi...

Saat belajar memanah tiba, kakak pembimbing pun menjelaskan secara umum tentang berbagai macam busur dan kegunaannya. Lalu anak-anak dilatih teknik dasar memanah. Kali ini anak-anak targetnya baru bisa memanah alias meluncurkan anak panah melalui busur, ya. Belum ada tuntutan untuk menembak dengan jitu. Makanya papan sasaran yang dipakai pun polos saja, tanpa lingkaran skor berwarna-warni.


Semua anak berkesempatan untuk mencoba memanah. Inginnya sih, bisa berulang-ulang mencoba. Tak terasa waktu telah mendekati Maghib. Pelatihan pun dihentikan agar anak-anak punya waktu untuk bersiap-siap mengambil makanan dan minuman berbuka. Begitu azan berkumandang, anak-anak pun menikmati hidangan dengan perasaan lega dan gembira luar biasa.

3. Pesantren Kilat

Akhirnya, Putri Ketigaku pun dapat memenuhi keinginannya sejak tahun lalu. Yaitu mengikuti Pondok Ramadan yang biasanya banyak diadakan di bulan puasa begini. Tahun-tahun kemarin, ia belum bisa menjadi peserta karena kebanyakan acara tersebut diperuntukkan anak minimal usia SD. ia hanya bisa masygul melihat kakak dan abangnya yang berkali-kali belajar bersama teman-teman selama berhari-hari dengan kegiatan yang super padat namun asyik.

Tahun ini, kami kembali berjodoh dengan Beewhite Management. Sebelumnya, kedua anakku pernah mengikuti acara semisal yang diadakan Beewhite di Depok. Pesantren Kilat ini bertajuk Ekspedisi Jejak Rasul. Secara umum, anak-anak diajak untuk mencintai dan mengikuti apa pun yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad salallahu alayhi wassalam.

Yang aku tahu, Event Organizer satu ini cukup profesional menjalankan acaranya. Para orangtua akan dimasukkan dalam satu grup WA sementara untuk mendapatkan kabar terkini tentang kegiatan anak-anak yang berlangsung seharian itu.

Senang sekali saat menyambut mereka pulang. Karena ternyata kali ini pun Beewhite berhasil mendampingi mereka belajar dengan gembira dan memberi kesan mendalam dalam hati mereka. Putri Ketigaku tak sabar ingin belajar lagi di pesantren kilat. Sayangnya, kami berhalangan untuk mengikuti acara serupa hingga Ramadan hampir berakhir.

Dengan antusias, dia menceritakan pengalamannya pada Adik Keempat yang baru lulus PAUD, "Asyik lho, belajar di Pondok Ramadan. Di situ isinya nggak cuma main-main kayak PAUD. Tapi kita belajar banyaaakkk... biar jadi anak baik." 

Eh, sudah tahu kisah anak homeschooling yang menumpang belajar di PAUD selama 2 bulan ini?Baca ya, di sini: Cherish Every Moment, Celebrate Every Day

Banyak memang hal berkesan yang mereka dapat. Yang terutama adalah saat berbincang dengan Aulia, gadis berusia 9 tahun yang hafal seluruh Alquran. Mengetahui hal ini, mereka langsung terpacu untuk kembali rajin memperbaiki hafalannya.

Ada kejadian lucu saat putraku didapuk untuk maju ke depan dan melakukan sambung ayat dengan Aulia. Begitu gilirannya, dia bukannya hanya membaca satu ayat untuk kembali dilanjutkan oleh Aulia. Namun dia malah membaca semua ayat tanpa putus dan tidak ada giliran untuk Aulia. Hihihi...


Di sini, anak-anak belajar membaca Alquran, menghafal serta merancang cita-cita untuk diwujudkan. Selain itu, hal baru yang mereka pelajari adalah bermain drama bersama teman satu kelompok memperagakan salah satu kisah dalam perjalanan hidup Rasulullah. Untuk kegiatan drama ini, kelompok Putri Pertamaku dinyatakan berpenampilan terbaik sehingga masing-masing anggotanya mendapat hadiah sebatang cokelat. Yeay! 

Kegiatan berlangsung hingga Maghrib. Anak-anak berbuka dan salat berjamaah di sana. Hingga akhirnya masing-masing dijemput orangtuanya untuk pulang. 

Demikian kisah kegiatan anak-anakku selama liburan kali ini. Bagaimana dengan anak-anak di sana?

Komentar

  1. Belajar memanah kembali jadi trend di zaman sekarang,, cuma masih jarang menemukannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya makin trending ya. ada lah pasti di sekitar situ, uda :)

      Hapus
    2. teman2 saya pada memanah, begitu juga teman kantor, sayang rasanya kalau ga pernah mencoba olahraga ini sama sekali.

      Hapus
    3. betul sekali. aku jg pernah belajar memanah. sangat menantang!

      Hapus
  2. Berkemah di rumah, dulu aku sering melakukannya. Meski dulu sering kena omelan Mama karena kain-kain yang sudah tersusun rapi aku ambil buat dijadikan tenda. Tapi asyik, yg jelas seru banget.

    BalasHapus
  3. Aku dan anak-anak juga paling males pergi-pergi kalau pas liburan mb. Udah macet, terlalu riuh pula. Jadi ga bisa menikmati

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihiihi.. iya sama. kalo bisa mending cari hari lain aja ya

      Hapus
  4. Kegiatan serba positif ya mbak.
    Yang penting, anak-anak juga suka dan menyenangkan bagi mereka.

    Salam pagi dari Lombok ..^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali. Sekarang lagi malam di semarang ��

      Hapus
  5. Berkemah di rumah ni samaan sm si ndukku. Berkemah tp bny ketawanya katanya seruu

    BalasHapus
  6. Liburnya beneran kelamaan mbak.tp disatu sisi saya seneng karena bisa full time buat intan. Dan ngisi liburannya sama kegiatan setu bareng intan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Dimanfaatin aja ya mumpung ada kesempatan ��

      Hapus
  7. alhamdulillaah, semuanya kegiatan yang islami...

    BalasHapus
  8. Seru banget kegiatqn liburannyaa...

    BalasHapus
  9. boleh jadi rekomendasi juga untuk liburan bareng anak dan keluarga di masa liburan

    BalasHapus
  10. Kreatif nih idenya mbak.. Ternyata banyak hal menarik n menyenangkan yg bisa dilakukan selama liburan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bgt. Biasanya kalo kita bebasin anak memilih, mereka akan pny ide sendiri mau mengisi liburan seperti apa

      Hapus
  11. Asik banget liburannya. Duh, aku kok jadi pengen belajar memanah juga. Kayaknya asik banget deh.

    BalasHapus
  12. Seru banget liburannya..
    Eh ga liburan ding, kan homeschooler liburnya suka2.. Ah, jadi ingin..sepertinya asyik

    BalasHapus
  13. ngerihhhh liburan aja dipake buat belajar memanah :D... liburan tahun depan kayanya berkuda :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi iya memang anak2 pingin belajar berkuda ��

      Hapus
  14. Kalau sepupu gua liburannya di isi main bola, pagi dan sore, termasuk gua sendiri dan malamnya bergadang ckck

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. ya gpp jg sih asal positif :)

      Hapus
  15. Memanah itu lihatnya sepele, eh waktu praktinkya mencong jauh,, haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iya. bikin nagih dong ya :)

      Hapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^