Sabtu, 05 Januari 2019

Berkenalan Lebih Dekat dengan Espresso


Kenapa gitu, tiba-tiba ngomongin Espresso? Ceritanya, aku iseng ngecek kualitas SEO blogku di seoworkers.com. Ternyata dong, pada bagian Page Most Relevant Keywords / Keyphrases alias Kata Kunci / Frasa Kunci Paling Relevan, yang menduduki peringkat pertama untuk satu kata adalah kopi!

Asli nggak nyangka! Tapi, masa iya, aku harus mengubah blog ini jadi blog kopi? Nggak perlu lah, ya. Toh, tema kopi masih nyambung kan, dengan niche lifestyle? Jadi, mari kita mengenal kopi lebih dekat. Kali ini tentang Espresso.

Apa Itu Espresso?


Kopi Espresso

Espresso berasal dari Bahasa Italia yang berarti express atau "cepat." Memang Espresso ini semacam hidangan cepat saji, ya. Dibuat dengan segera begitu ada pesanan. Laksana tahu bulat yang digoreng dadakan. Hahaha...

Cara Membuat Espresso


espresso machine
Dapatkah kau mengenali, yang manakah mesin Espresso?

Espresso merupakan saripati dari biji kopi tanpa campuran. Ini merupakan salah satu sajian kopi yang paling dasar. Dihasilkan dengan mengekstraksi biji kopi yang sudah digiling halus menggunakan semburan air panas di bawah tekanan tinggi, yaitu 15 atmosfer selama 20-30 detik.

Tekanan tinggi mutlak diperlukan untuk menyeduh Espresso agar bisa menciptakan karakter khas Espresso yang memiliki konsistensi lebih tebal dan kental dengan lapisan krema di atasnya.

Krema adalah busa keemasan yang merupakan emulsi terdiri dari minyak, protein dan gula yang mengambang di permukaan. Krema merupakan penanda Espresso yang berkualitas. 

Bagaimana Cara Menikmati Espresso?


Espresso sebaiknya diminum ketika kremanya masih ada. Krema berfungsi untuk membungkus Espresso dan menjaga agar aromanya tetap sempurna. Makanya disarankan untuk meminum Espresso sekaligus dalam satu tegukan. Namanya juga Espresso alias cepat, ya.

Jadi, agak berbeda ya, dengan cara menikmati kopi tradisional yang biasanya paling asyik diseruput pelan-pelan sambil mengemil dan bercengkerama.

Bagaimana Rasa Espresso?


Espresso memiliki rasa yang kuat dan intens. Karenanya, terasa sangat pahit namun berakhir dengan rasa manis. Sebenarnya, Espresso yang baik seharusnya tidak terasa terlalu pahit dan tidak membuat jantung berdebar-debar.

Kedai-kedai kopi jaman sekarang biasanya melakukan medium/light roast pada biji kopi Espressonya. Sehingga, rasa pahit bisa semakin diredam dan yang dimunculkan adalah rasa manis bercampur rasa masam yang segar.

Macam-Macam Porsi Espresso


macam-macam espresso
Aneka jenis minuman kopi yang dibuat dari Espresso

Seperti yang aku bilang di atas, Espresso adalah hidangan dasar yang darinya bisa dibuat aneka varian minuman kopi yang lain. Namun untuk kali ini, aku akan membahas jenis Espresso berdasarkan porsinya, ya. Ada yang satu, dua dan setengah shot Espresso.

Espresso Shot


Biasanya, porsi Espresso dinyatakan dalam satuan shot. Satu shot sama dengan 1 oz atau 30 ml yang diekstraksi dari 6,5-7 gram bubuk kopi.

Ristretto


Ristretto berasal dari Bahasa Italia yang berarti “terbatas” atau “pendek.” Ristretto dibuat kurang dari 20 detik. Sebelum Espresso disajikan sampai penuh, cangkirnya segera diambil hingga hanya sebanyak separuh shot. 

Ristretto umumnya memiliki rasa yang lebih manis dan mirip cokelat. Karena di dalamnya tidak terdapat hasil ekstraksi terakhir dari kopi.

Doppio


Doppio artinya dobel, biasa disebut juga dengan Double Espresso. Jadi Espresso disajikan sebanyak 2 shot atau 60 ml. Saat ini, di Indonesia kebanyakan Espresso disajikan dalam porsi ini. Ya kali, kurang puas kayaknya ya, kalau cuma 30 ml alias 2 sendok makan. Hehehe...

Kandungan Kafein Espresso


Jumlah kafein dalam Espresso lebih tinggi per satuan volume dibandingkan dengan kopi biasa. Satu shot Espresso mengandung hingga 64 mg kafein. Sedangkan satu cangkir kopi reguler dengan volume 240 ml mengandung total 95 sampai 200 mg kafein.

Nah, bagaimana kesannya setelah mengenal lebih dalam tentang Espresso? Berminat mencobanya?

62 komentar:

  1. Aku kurang begitu gemar kopi tapi kalau ditraktir kopi sih mau aja. Hahahhaa. Tapi pengetahuanku hanya berkisar di kopi sachetan :D Makasih Mbak Farida, jadi tahu Espresso sekarang, semoga suatu saat bisa menikmati espresso beneran sayanya.

    BalasHapus
  2. Aku oenyuka kopi hitam tp skrg dh berenti krn lambungku dh gak kuat mba. 😦😦

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau prosesnya betul, mestinya nggak bikin maag :)

      Hapus
  3. Aku oenyuka kopi hitam tp skrg dh berenti krn lambungku dh gak kuat mba. 😦😦

    BalasHapus
  4. Aku oenyuka kopi hitam tp skrg dh berenti krn lambungku dh gak kuat mba. 😦😦

    BalasHapus
  5. Aku gagap banget urusan perkopian, buatku semua rasa kopi itu sama, pait aja hahaha. tapi aku wangi biji kopi, biasanya ku simpen dikantung-kantung kecil terus taruh di pojok rumah, lemari, atau di mobil :)

    BalasHapus
  6. AKu nggak bisa ngopi, mulai dari kopi asli yang baru giling sampe kopi susu sachetan gak bisa semua, setiap abis minum sedikit aja langsung mual, lambungku gak cocok kali yaa.. jadi kalau suami ngajak ngopi, aku cuma nemenin aja :(

    BalasHapus
  7. Aku baru tahu kalau ada seoworkers setelah baca postingan ini. Aku nggak begitu suka kopi jadi nggak begitu paham lah sama kayak ginian. Soalnya tiap kali minum kopi pasti rasanya sama sih pahit dan agak manis gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iya. semoga terbantu dengan seoworkers :)

      Hapus
  8. Aku suka banget ngopi, cuma ngopinya yang biasa gitu. Yang macam espresso gini belum pernah nyobain. Kapan kapan pingin coba, penasaran rasanya

    BalasHapus
  9. Duluu, sesekali ngopi, lalu dalam rentang waktu yang anjang, aku sama sekali enggak ngopi, selain seseruput dua seruput minta ibu atau bapakku, hehehe.
    Sekarang ini, sering ikut even, jadi ngopi lagi deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, ngopi jadi gaya hidup ya sekarang. gaya hidup blogger event hahaha...

      Hapus
  10. Baru tau saya masalah ini, saya suka kopi, tapi gak hobi banget sih, minum kopi hanya karena merasa butuh, misal biar gak ngantuk, meski saya sadar kalau kopi sachet itu gak bikin kita jadi gak ngantuk muahaha
    Tapi juga ngaruh loh, minum kopi sachet bikin saya tahan ngantuk, mungkin secara alam bawah sadar membuat saya jadi gak ngantuk karena kalimat "kopi seharusnya bikin orang jadi gak ngantuk" wkwkwk

    Dan ternyata kopi, espresso dll itu beda-beda ya, hmm... ilmu baru nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iya. bagus deh kalau bisa merasakan manfaat kopi ya :)

      Hapus
  11. Suami saya yang paling nyambung kalau ngomongin kopi. Tadinya saya hanya penggemar wanginya saja sambil menyeruput sedikit karena takut asam lambung. Tetapi, kalau racikan suami, gak bikin asam lambung saya naik. Kata dia itu karena kopinya juga :)

    BalasHapus
  12. Aku bukan pencinta kopi. Tapi baca tulisan Mba Farida aku jadi tahu banyak soal espresso hehe. Btw aku mau coba cek blog ku juga ah di seoworkers.com. Belum pernah coba juga

    BalasHapus
  13. Aku dulu suka banget kopi, terutama kopi hitam. Tapi sekarang sudah tidak begitu kuat lambungnya, padahal kalau mencium aroma kopi panas....jadi pengen mensesapnyq

    BalasHapus
  14. Saya gak ngerti kopi Mbak, cuma tahu kopi hitam doang sih saat buatnya, hihih, tapi gak doyan siih. Sesekali lah boleh icip2 dikit, tapi bukan kopi hitam, kopi siap saji ajalah yg ada creamnya hihihih

    BalasHapus
  15. ahay...aku ga bisa minun kopi espresso kalau ga di campur susu dan creami.

    emang enak sih kopi espresso, tapi takut kolesterolku tinggi. biar kunikmati bersama susu. agar lebih lezat.

    BalasHapus
  16. Aku sukanya latte, maklum pecinta kopi gadungan banyakan susunya daripada kopinya hahahahaha

    BalasHapus
  17. Bukan penggemar kopi, bisa minum aja udah bagus sih, hahaha. Tapi hidangin kopi biar bahan dan takaran sama, kalau beda orang ya beda rasa

    BalasHapus
  18. Aku tadinya penggemar kopi. Paling sering ngopi Toraja, item tanpa gula. Tapi belakangan suka ngerasa berdebar-debar kalau abis ngopi. Entah kebanyakan atau entah kenapa. Akhirnya dengan berat hati mulai ngurangin ngopi deh, huhuu

    BalasHapus
  19. Sayang banget perut aku ini ga sanggup dengan segala jenis kopi. Mulai dari yang sachet sampai yang mahal sekalipun :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. aih, sayang ya. mari mencari kenikmatan dalam bentuk yang lain. permen kopi? hihihi..

      Hapus
  20. Hihihi, aku pass dah kalau ngomongin esspereso. Bukan penikmat kopi sejati. Lebih suka kopi yang rasa-rasa hehehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya gpp juga. memang rasanya strong banget ya

      Hapus
  21. Aq br tau klo bisa ngecek keyword itu dr seoworker Mba. .Aq mau coba cek aahh.. Hehe. Aq pecinta kopi mba say. Tp klo kopi item, skrg aq udah g berani. Asam lambung euy. Huhu

    BalasHapus
  22. Aku ga suka kopi pahit dan hitam nih wkwk.. sukanya yang instan pake krimer dan susu.

    BalasHapus
  23. Saya dulu waktu kecil penyuka kopi krn dari kecil suka ikut nyeruput kopi ayah saya hehe...tp skrg malah ga begitu suka terlebih lagi suka langsung kena lambung juga...

    BalasHapus
  24. Aku kalo ingat pesan kopi jenis espresso ini, inget langsung pada rasa pahit yang lekat di langit-langit rongga mulut. Dan kapok, nggak mau pesan espresso lagi, hahaha

    BalasHapus
  25. Sewaktu jadi wartawan, saya wawancara narasumber pengusaha kafe kopi sekaligus pecinta kopi. Kata dia, kopi itu nggak melulu bikin nggak bisa tidur. Tergantung cara minumnya gimana. Kalau habis minum lalu kita beraktivitas, itu memang bisa memacu kerja jantung, jadi segar dan fit saat berkegiatan.

    Tapi kalau habis minum lalu tidur, itu justru tidurnya bakal nyenyak banget. Lalu saya buktikan. Eh bener. Hahahha. Emang dasar saya nggak terlalu doyan kopi dan nggak punya ilmunya jadi nggak tau kalau kopi malah bikin tidur nyenyak.

    Satu hal yang saya suka dari dunia perkopian adalah diskusi/obrolan ringan hasil ngopi-ngopi biasanya menelurkan ide-ide cemerlang. Kopi dekat sekali kepada revolusi. Wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantap itu kopi biang revolusi ya hahaha..

      Hapus
  26. aku jadi galfok pengen ngecek juga di seoworker belum tahu aku mba hehehe..
    dan untuk kopi sendiri aku ga terlalu suka tapi kalau suami beh doyan pisan

    BalasHapus
  27. Mbak kalo bikin kopi espreso atau kopi yang lain misal ga pake takaran gitu ngaruh gak sih, yang berhububgan dnegan kesehatan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngaruh say. takaran dalam kopi itu salah satu kunci untuk mendapat efek yang diinginkan atau dihindari :)

      Hapus
  28. Baca artikel ini jadi tahu cara ngecek seo blog, jadi inget temenku yang pecinta kopi sampai ikut berbagai kelas meracik kopi, saking cintanya sama kopi

    BalasHapus
  29. Jadi ingat jaman aku masih jadi barista di Melbourne..but then again, sekarang aku hanya penikmat wangi kopi, udah ngga minum lagi karena alasan kesehatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah jadi barista ya dulu. semoga sehat selalu :)

      Hapus
  30. Aku bukan penikmat kopi, Mbak. Minum kopi kalo pas pengeeeeeeen banget. Sebulan sekalipun belum tentu. Tapi, baca ulasan Mbak Ida kok ya pengen deh menikmati yg original gini. Soalnya selama ini kalo minum kopi, ya kopi instan itu. Pasti beda banget ya sama yang asli gini.

    Oiya, aku tertarik juga mau cek seo blogku. Makasih Mbak untuk info nyempilnya tentang seo.

    BalasHapus
  31. wah, ini nyambung kl sama mas kandungku dan ponakan yg nyeduh2 kopi sendiri, pun brcerita kisah dibaliknya mbak :) kl aku penikmat tipis2, hehe

    BalasHapus
  32. Danu disuruh dokter minum kopi hitam pahit sehari sekali tapi ngga boleh yang instan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kopi giling emang paling pas ya. kenapa disarankan begitu sama dokter?

      Hapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^