Saat Anak Belajar Bela Diri Pencak Silat


Ternyata, tak banyak aku bercerita tentang Si Putri Sulungku di blog ini, ya. Paling-paling cuma di artikel berjudul Be A Confident You, dia menjadi tokoh utamanya. Baiklah, kali ini, aku akan bercerita tentang salah satu agenda pilihannya sebagai tambahan pelajaran di luar sekolah.

Suatu hari, Si Putri Sulung meminta untuk belajar bela diri. Hal ini langsung disetujui oleh Suami. Beliau memintaku mencari tenaga profesi guru perempuan untuk les privat bela diri di Semarang ini. Syukurlah, tak lama berselancar di dunia maya, aku langsung mendapatkan nama dan mengontaknya.

Si Ketiga dan Keempat pun antusias ingin ikut juga. Maklum, mereka berdua memang termasuk anak kinestetik. Sepertinya, Si Kelima juga begitu. Namun, berhubung dia masih 3 tahun, sepertinya dia belum bisa mengikuti les ini dengan terarah. Jadi, aku mendaftarkan pula Si Ketiga dan Keempat.

Baca juga: Ini Cara Efektif Mendukung Belajar Anak Bertipe Kinestetik.

Lho? Lalu bagaimana dengan Si Kedua? Sang Putra Mahkota ini buru-buru menolak saat ditawari untuk ikut belajar bela diri privat di rumah. Alasannya, selain karena di SMP-nya sudah ada pelajaran bela diri, juga karena dia malu berhubung gurunya perempuan. Hehehe ...  Anak Baru Gede, nih.


Manfaat Bela Diri


Mengapa permintaan Si Putri Sulung ini langsung kami iyakan, karena memang kegiatan ini sangat besar manfaatnya bagi fisik, psikis dan kognitifnya. Selain tubuh kuat, kecerdasan otak terlatih, juga mengasah pribadi agar memiliki karakter positif seperti disiplin, sportif, sabar, percaya diri dll.


Mengapa Memilih Silat?


Sebenarnya, kami tidak memilih secara khusus. Pada dasarnya, aku mencari guru les bela diri yang perempuan, bisa berlatih di rumah dan jadwalnya cocok dengan anak-anak. Soal jenis bela dirinya apa, terserah saja. Beruntungnya, sejak pilihan pertama sudah memenuhi syarat dengan biaya ramah.

Menurutku, silat adalah takdir yang bagus bagi anak-anak. Hal terpenting yang menjadi kekawatiran kami berdua sebagai orang tua soal jenis bela diri yang diikuti adalah gerakan sikap hormatnya. Kami sangat menghindari gerakan hormat dengan membungkuk karena tidak diperkenankan dalam Islam.

Jadi, pas dapatnya silat ya, oke saja. Karena cukup dengan menangkupkan kedua telapak tangan di depan dada dengan sikap tegak kaki tertutup rapat. Seperti saat mengucapkan selamat Idulfitri itu, lho. Hanya, kedua telapak tangan berjarak, tidak menempel.

Sikap! Pukulan depan! (Terus, yang baju merah itu ngapain? 😅)

Selain itu, pencak silat juga asyik-asyik saja buat perempuan. Seni bela diri asli Nusantara yang mempunyai ciri khas di gerakan patah-patahnya ini, tampak artistik gitu, seperti gerakan tari. Jadi, mudah diadaptasi oleh Si Ketiga yang feminin. 

Walau ternyata, sejak awal akan berlatih, Mbak Wulan (guru silatnya anak-anak) menyarankan agar Si Putri Sulung yang sudah menginjak usia dewasa ini tidak mengikuti latihan saat sedang menstruasi. Katanya, beberapa gerakan bisa terlalu keras dan mengganggu kondisi rahim saat haid.

Yang lebih membahagiakan lagi, Mbak Wulan ini cukup akomodatif terhadap anak-anak. Memang sejak awal aku sudah menginformasikan usia dan jenis kelamin masing-masing anak. Sehingga, Beliau sudah punya bayangan awal, seperti apa kelompok muridnya di sini.


Bagaimana Situasi Pertama Kali Latihan Silat?


Syukurlah, semuanya berjalan lancar. Walau di rumah tidak dilengkapi dengan fasilitas matras sebagai alas, namun latihan tetap bisa diterapkan. Dengan catatan, harus lebih hati-hati saat jatuh maupun bantingan. Kami berlatih 2x seminggu di antara jadwal Senin, Sabtu dan Minggu.

Anak-anak cukup tertib dan kooperatif mengikuti latihan. Meski ya, masih ada haha hihi di sana-sini. Namanya juga anak-anak. Belum lagi kedua adik terkecil mereka yang suka mondar-mandir di sepanjang latihan.

Namun, pada dasarnya, anak-anak sudah memiliki modal fisik yang cukup untuk memulai latihan. Walau ini pertama kalinya mereka belajar dari guru bela diri, namun sebenarnya Si Putri Sulung sudah pernah dilatih beberapa gerakan oleh temannya yang jago karate.

Sedangkan Si Keempat, meskipun peserta terkecil, namun dia justru yang paling berbakat, lho. Dia memiliki kelenturan, kekuatan, kecepatan dan respon yang baik sepanjang belajar. Sedangkan Si Ketiga, pada dasarnya dia memang suka bergerak. Jadi, ia pun bisa segera menyusul kakak-adiknya.

Di bawah ini adalah video anak-anak saat latihan pemanasan sebelum belajar gerakan pencak silat. Si Putri Sulung tidak tampak dalam video ya, karena dia sudah dewasa dan berlatih tanpa memakai hijab. Dukung video ini hingga 1.000 views dong, agar aku mengunggah video latihan lanjutannya.


Senang sih, melihat anak-anak aktif bergerak. Apa lagi jika itu sesuai dengan minatnya. Tak heran jika selama ini kami memfasilitasi semangat mereka untuk beraktivitas fisik seperti berenang dan belajar bela diri.

Baca juga: 10 Alasan Berkunjung ke Kolam Renang dan Taman Rekreasi Marina, Semarang.

Tentu saja, berikutnya, aku harus mengajarkan pula masalah kebersihan diri usai berolahraga. Keringat yang berlebih, jika dibiarkan terus-menerus, bisa menurunkan kecantikan kulit. Pada bagian ketiak, misalnya. Lama-lama bisa menghitam, tuh.

Makanya, perlu rajin dibersihkan, teliti memilih pakaian berolahraga dan bisa menggunakan pemutih ketiak alami untuk menjaga kebersihan dan kecantikannya.

Bagaimana denganmu? Kamu suka olahraga apa?

75 komentar

  1. Seru yah klo belajar bela diri bareng sodara gini. Jd inget dulu kecil pngn les bela diri jg tp ga boleh sama ortu

    BalasHapus
  2. Keren nih berlatih silat. Dahulu di rumah mpo ada juga latihan silat nya. Sayang mpo tidak ikutan tapi ade bungsu ikutan latihan.

    BalasHapus
  3. waa keren banget nih masih kecil udah belajar bela diri, semoga besarnya makin jago yaaa, dulu pas sma sempet pengen ikutan ekskul taekwondo tapi ternyata nggak sanggup karna berasa cape banget hihihi, pencak silat sempet pengen bisa jugaaa

    BalasHapus
  4. AKu malah pengen anakku ya latihan bela diri kayak aku. eh anakku nggak ada yang minat mba. Hahah. PAdahal ngerasa punya banyak manfaat sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau aku nggak bisa bela diri, tapi pengin juga anak-anak belajar bela diri karena banyak manfaatnya memang ya. Tapi mereka lebih seneng olah raga seperti futsal, basket dll.

      Hapus
    2. Wah...sama Mbak, anak-anak saya juga enggak ada yang minat belajar bela diri. Emaknya aja yang semangat ngomporin mereka :D

      Hapus
  5. Farida, aku berucap masyaALlah tabarokAllah setiap baca postinganmu tentang nak kanak children. ALLAH memampukan kalian menjadi ortu yg baik dan strong. Semoga ALLAH juga memampukan dan mengizinkan aku dan suami untuk jadi ortu yg baik dan strong juga. Semangaaattt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mba. Mba Farida ini termasuk orangtua yang luar biasa dalam mendidik anak-anaknya. Bisa dijadikan panutan dan referensi dalam 'mengelola' anak-anak.

      Hapus
  6. Senang sekali kalau anak minta belajar bela diri ya karena manfaatnya juga banyak. Kalau latihannya rame2 asyik juga, tambah semangat belajarnya ya. Btw itu si dedek lucu amaaat :D

    BalasHapus
  7. Anakku milih karate mba cuman latihannya rame-rame di lapangan hehehe dan jadwalnya sih seminggu sekali gitu :)

    BalasHapus
  8. Menurutku keren banget nih cewek bisa bela diri pencak silat. Aku juga jadi pengen bisa nih wkwk. Enak ya belajarnya privat di rumah.

    BalasHapus
  9. Anak-anak saya latihan Taekwondo sejak kecil. Berhenti karena kami pindah rumah dna belum menemukan tempat latihan yang dekat. Tapi, di sekolah anak saya, silat menjadi salah satu ekskul wajib. Jadi setidaknya dia masih tetap ikut beladiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang anak saya olahraga rutinnya lari. Memang gak sebanyak dulu sih olahraganya

      Hapus
  10. Wah, ciat-ciat....hehehe....aku pengen belajar bela diri tapi tubuhku tak lentur, tempo hari belajar yoga kelas pemula aja kapok, apalagi bela diri ya, hihihih kan butuh tendangan2 manjah ituh :))

    BalasHapus
  11. aihh seru liat yg latihan begitu bersemangat :D
    si sulung ikutan eskul mp di smpnya dulu. yg no 2 udah pernah ikut taekwondo tapi merasa ga cocok n dia lebih suka renang, bola n badminton. si bungsu lebih suka futsal. ah tiap anak emang beda2 minatnya :D
    moga sukses terus buat kakak belajar silat ya

    BalasHapus
  12. Katanya sih, pencak silat itu olahraga yang bagus, melatih keseimbangan fisik, mental dan fokus juga. terutama untuk anak2. katanya sih.

    BalasHapus
  13. Wah ternyata bisa juga panggil guru bela diri rovate ke rumah ya mbak, selama ini aku pikir harus ke perkumpulannya gitu. Lucu banget sih itu si adek yang pakai baju merah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya ampun aku typo mbnak di atas maafkan. robvate maksudnya private. AKu tuh suka khawatir kalau anak mau bela diri masa (emak macam aoa ya hehehe) mending panggul privaye kaya gini ya jadi bisa mantau juga

      Hapus
  14. Waaah seru banget ya lihat anak anak latihan pencak silat. Kirain ikut ekskul di sekolah. Ternyata panggil guru privat ke rumah buat ngelatih ya mbak

    BalasHapus
  15. Wah keren mba, ini salah satu cita2ku yang belum tercapai... mudah2an anak2 di rumah mau ikutan pelatihan bela diri kayak gini nantinya

    BalasHapus
  16. Gemes banget seriusaan pas latihan nya.. aku sendiri gak bisa bela diri apapun huhuu pengen bisa deeh :"""

    BalasHapus
  17. Aku dulu sempet les karate dan iyaa seru banget olahraga bela diri ini bener-bener berguna banget buat ilmu self defense buat kita mbak

    BalasHapus
  18. Kedua anakku saat SD ikut ekskul silat di sekolah Mbak, yang sulung sampai sabuk biru dan sekarang sudah enggak mau...pilih renang aja katanya. Adiknya masih lanjut dan sampai di sabuk biru juga.
    selamat berlatih untuk putrinya ya..memang silat banyak manfaatnya

    BalasHapus
  19. Kalau ada cerita begini, jadi inget dulu waktu kecil juga didorong sama Bapak buat bisa bela diri. Walau akhirnya nggak ikut klub bela diri semacam pencak silat atau taekwondo, tapi biasanya Bapak yang ngajak latihan langsung di rumah. Seru sih :D

    BalasHapus
  20. Tadinya anak-anakku sudah kudaftarkan ikut les pencak silat lo
    sudah kubelikan seragamnya juga. Eh malah gak dilanjutkan latihannya

    BalasHapus
  21. anak2ku sempat ikut karate... lalu pindah taekwondo, lalu selesai.. tidak ada yang diseriusin hingga jenjang tinggi.

    BalasHapus
  22. Masya Allah. Like this story 😊
    Saya penasaran dengan si putri sulungnya Mbak Farida, justru gak ada di foto dan video. Rupanya saat latihan gak pake hijab. Semoga konsisten semua latihan bela dirinya dan sehat terus.😍

    BalasHapus
  23. wah, jadi kepikiran juga nih, kayaknya kapan gitu anakku mulai dikenalin bela diri ya, biasanya mulai usia berapa ya?

    BalasHapus
  24. Waa jadi kangen belajar silat. Beberapa tahun lalu aku sempat ikut salah satu perguruan. Tapi karena kerjaan, akhirnya mandek. Padahal waktu itu ada bagian mengontrol tenaga dalam gitu deh. Bagusnya kalau belajar bela diri ya memang dari kecil. Badannya kan masih lentur. Pikirannya polos dan bisa cepat diarahkan

    BalasHapus
  25. Yg baju hijau itu pelatihnya y mba? Masih muda ya..dan tampsknya akrab dg putera-puteri mba sbg murid2nya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oya, klo tidak salah Pencak Silat ada aliran2nya juga y mba..? Klo yg ini aliran apa nih yg cocok diajarkan sejak kanak2 begini?

      Hapus
    2. Iya masih mahasiswi. Kayaknya kalau sekadar teknik bela dirinya bisa belajar aliran apa aja kok

      Hapus
  26. Ini belajar pencak silat privat ya mbk. Seru banget karena belajarnya berdua, jadi ada temannya. Mbk Farida pasti lama lama bisa juga pencak silat nih

    BalasHapus
  27. Keren banget anak2nya mba pada suka ikut bela diri saya dulu waktu kecil malah takut ikut beladiri pas kuliah baru mau haha telat yah, btw itu si adek baju merah keren juga tuh bela dirinya capoera ya kalau gak salah namanya, kalau salah ya mungkin lagi break dance hehehe :D

    BalasHapus
  28. Bela diri silat bagus bun bisa melestarikan budaya bangsa dan sportifitas plus badan jadi sehat dan langsing.

    BalasHapus
  29. Ya ampuuun. Si adek heboh banget 🤣 akupun waktu kecil disuruh les bela diri, selain untuk jaga diri, biar bisa percaya diri kalau bergaul, hihihi

    BalasHapus
  30. Selama ini saya selalu berpikir kalau mau ikut latihan bela diri harus di sanggarnya. Gak kepikiran manggil guru privat ke rumah hihihi
    Padahal kalau ada guru privat di rumah, lebih praktis dan aman juga ya...

    BalasHapus
  31. Self confidence yah mbk. Bela diri banyak manfaatnya juga apalagi perempuan dibekali bela diri buat jaga-jaga diri jga.

    BalasHapus
  32. Wah, Mak Farida dan hubby, orang tua super cool!
    Mengakomidir passion buah hati
    Lihat cewek latihan beladiri apalagi sejak dini, awesome!

    BalasHapus
  33. Seru ya mbak anak-anak bisa belajar beladiri bareng di rumah dengan pelatihnya. Pasti mereka senang, apalagi jika pelatihnya telaten. Dulu anak saya juga tertarik ikut beladiri tapi karena tempat latihannya jauh akhirnya malas pergi dan sekarang ganti main bola bareng teman-teman nya.

    BalasHapus
  34. Cakep nih, masih kecil sudah mencintai bela diri dan berlatih. Pencak silat pula. Kalau telaten siapa tahu nantinya jadi atlet Pencak Silat ya.

    Latihannya asyik ya, karena bisa memanggil guru datang ke rumah, enggak perlu kita datang ke padepokan pencak silat.

    BalasHapus
  35. Seru ya, latihan silat
    Kupikir tadi yang baju ijo si sulung, ternyata pelatihnya ya.

    Btw anakku juga tipe kinentetik banget tuh, semoga ntar di SD nemu ekstrakurikuler yang sesuai.syukur2 ada silat

    BalasHapus
  36. Seru deh liat anak2nya berlatih pencak silat. Baca postingan ini jadi langsung ingat sama si bungsu adik saya yang juga suka olahraga bela diri. Cuma dia olahrganya bukan di pencak silat.

    BalasHapus
  37. Eh sumpaa ya,
    Aku sendiri aja yang udah gede pengen banget belajar silat untuk melindungi diri hiksss. Apalagi anak-anak 🤢🤗

    BalasHapus
  38. Masyaallah keren banget bun.. dari kecil udah diajarin bela diri. Menurut ujame sih emang penting bnaget ya bela diri apa lagi dijaman sekarang ya paling engga bisa untuk protect diri sendiri siih

    BalasHapus
  39. Bela diri adalah salah satu skill yang mau aku kasih ke anakku kelak. Soalnya penting kan agar lebih mawas diri. mudah-mudahan nanti anaknya minat juga hehehe :)

    BalasHapus
  40. Saya justru sedang merayu anak semata wayang kami untuk ikutan olahraga bela diri. Terserah mau pencak silat, taekwondo atau karate. Yang penting dia bisa menjaga diri. Tapi sayang kayaknya dia belum minat.

    BalasHapus
  41. Alhamdulillah di sekolah anakku dikenalin juga dengan pencak silat tetapi durasinya ga lama bahkan bisa pada saat momen tertentu saja

    BalasHapus
  42. Suka banget mbak kalau anak sedari dini sudah dilatih kecerdasan kinestiknya dengan Bela Diri. Dalam waktu dekat anak perempuan saya pun akan belajar bela diri mbak silat atau taekwondo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Mbak
      Salah satu manfaat pencak silat, anak anak bisa menjaga dirinya dari bahaya di luar sana

      Hapus
  43. Anakku ikut karate mba dari 4 taun ya gitu seneng sampe sekarang. Lagi ngejar o2sn pas dia sd nanti

    Pengennya

    BalasHapus
  44. Wah ternyata bisa ya belajar privat bela diri? bisa nih ditawarin ke anak-anakku yang aktif juga..

    BalasHapus
  45. Penting juga ya untuk anak cewek belajar bela diri. Paling tidak untuk basicnya mereka belajar untuk disiplin ya. Saat latihan kan pasti ada unsur disiplinnya tuh. Bisa juga ya ternyata latihan silat secara privat.

    BalasHapus
  46. Aku waktu kecil sampai kuliah ikut latihan bela diri, tapi sayangnya anak-anak malah gak ada yang tertarik. Asik ikut bela diri gini, badan jadi lentur emang. Sampai sekarang aku bisa sit up dengan enjoy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal ikut olah raga beladiri ini bisa menjadikan tangan dan kaki reflek bergerak ketika mendapat ancaman, hahahaa. Aku udah ngalamin sih, ketika ada yang ganggu otomatis kaki langsung nendang. Tapi ini jaman masih abege

      Hapus
  47. Keumala kayanya cocok nih diajarin beladiri. Aku emang udah tertarik pengen nyobain dia belajar beladiri macam silat atau taekwondo. Sabar sek nunggu agak gedean

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga berpikir gini buat Hasna, keknya dia cocok ikut bela diri seperti silat, supaya energinya tersalurkan. Tapi entahlah nanti pas SD, di TK aku pikir dia tertarik ikut ekstra tari, ternyata milih gambar-mewarnai

      Hapus
  48. Anakku yg lk suka bole yg perempuan suka bngt renang.. didukung Aja olahraga anak biar mereka nyaman selain kbersihan ku ajarin Juga tentunya

    BalasHapus
  49. Kalau saya sukanya bersepeda. Masyaa Allah Kakak sholehah tekun banget ngajari adik-adiknya. Saya sedari tadi ketawa sendiri lihat gerakan adik-adiknya yang seru dan lucu.

    BalasHapus
  50. Wah baru tau kalau beladiri juga ada les privatnya :D Saya juga ada rencana masukin anak ke les karate tapi nanti nunggu adik besaran jd biar keduanya latihan bareng. Tujuannya selain belajar membela diri juga supaya anaknya olahraga hehe

    BalasHapus
  51. Wah serunya bisa belajar silat beramai-ramai bareng sodara. Penting nih emang belajar silat, bisa buat jaga diri juga ya kannn :)

    BalasHapus
  52. Hiks, jd keingat seset pakaian karate si sulung yg nganggur. Jd pengen deh bisa aktif latihan lagi

    BalasHapus
  53. Anakku sih sekarang baru mulai latihan karate di rumah sama Bapaknya, kebetulan suami juga pelatih jadi latihan di rumah bisa lebih intens tapi tetap fleksibel waktu dan durasinya.

    BalasHapus
  54. Hebat sekali sang anak gadis bisa bela diri sendiri setelah ini. Penting banget bs bela diri mengingat kejahatan akhir2 ini menghawatirkan. Eh itu yg baju merah heri yaaa... heboh sendiri

    BalasHapus
  55. Nailah olahraganya renang, sedangkan Alde sepakbola, bagus juga ya diajarkan silat, selain untuk beladiri juga untuk kebugaran tubuh ya

    BalasHapus
  56. Waktu SMA dulu aku pingin banget bisa olah raga bela diri. Sekadar untuk melindungi diri sendiri aja kalau ada hal yang tidak diharapkan. Tapi putriku belum tahu nih suka olah raga apa. Pernah kutawari beladiri entah silat atau taekwondo tapi belum ada keinginan

    BalasHapus
  57. Wah, justru si Kakak sulung ini gak ada di video ya Mbak, kirain yg hijab itulah si Kakak padahal gurunya ya. Semangat berlatih ya, saya juga nih mau daftarin anak sulung bela diri, biar terarah gerak geriknya, aktit banget sih dia.

    BalasHapus
  58. Enak ya mb, kalau sudah bisa milih gini... Kita sebagai orang tua tinggal memfasilitasi dan mengarahkan..

    BalasHapus
  59. Bagus tuh mba, selain untuk kesehatan baik ut defensif anak2

    BalasHapus
  60. jadi kangen deh pas SD aku juga belajar silat, tapi ga selesai, cuma smapai tingkat pertama. naik ke tingkat kedua tenryata sadar silat bukan jalan ninjaku

    BalasHapus
  61. Wah asyik banget kalo anak yang minta
    Karena saya pernah nanya ke pegiat Perempuan, dia bilang anak perempuan harus belajar Bela diri agar terhindar Dari cobaan perkosaan dan pelecehan seksual

    BalasHapus
  62. Anak anakku juga mulai belajar silat..
    Meskipun mereka perempuan..
    Hehe

    BalasHapus
  63. Aku pun setuju mba dengan menghindari latihan beka diri yg salam hormatny pakai membungkuk. Karena menurutku juga itu tidak sesuai dengan hatiku. So, silat emang pilihan terbaik kalau aku. Semoga latihannya istiqomah ya mba��

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^