Menghias Toples Kaca dan Kaleng dengan Teknik Decoupage

decoupage
Hasil decoupage karya Si Ketiga

Menggali bakat anak itu bisa dimulai dengan memberikan pengalaman selengkap-lengkapnya tentang segala sesuatu. Baik itu dimulai dari minat anak, atau dengan mengenalkan hal-hal yang menurut kita baik untuk dipelajari.

Baik itu untuk mengasah kecerdasan jasmani seperti belajar bela diri, untuk meningkatkan kecerdasan spasial dengan kegiatan mewarnai, atau pun berbagai aktivitas lain guna melatih kemampuannya dalam segala aspek.

Decoupage
Tas decoupage hasil karya Si Sulung

Nah, kali ini aku akan bercerita tentang pengalaman anak-anak belajar decoupage. Sebelumnya, Si Sulung sudah pernah sih, belajar menghias tas kanvas dengan teknik ini. Namun, saat itu aku tidak ikut masuk, sehingga tidak dapat mendokumentasikan.

Setelah beberapa bulan berlalu, akhirnya ada kesempatan lain bagi adik-adiknya untuk belajar decoupage juga. Kali ini, anak-anak akan menghias toples kaca atau kaleng dengan cangkang telur dan kertas koran. Sedangkan decoupage tissue paper dan bahan serta alat lain disediakan di lokasi.


Pengertian Decoupage


Decoupage
Mama Meli sedang menjelaskan tentang decoupage

Decoupage (dibaca: dekupaj) berasal dari bahasa Prancis découper yang berarti memotong. Ini merupakan kerajinan atau bentuk seni yang memerlukan potongan-potongan bahan (biasanya kertas) yang ditempel pada objek hingga tampak menyatu seolah hasil lukisan.

Teknik ini bisa digunakan untuk mendekorasi objek dari berbagai bahan seperti kertas, kain, kayu, plastik, rotan, bambu, kaca, kaleng dll. Decoupage tissue paper yang digunakan memang sedikit berbeda dengan tisu kebanyakan. Tisu ini biasa disebut Servietten yang cukup kuat dan tipis.

Decoupage bisa dipelajari dengan relatif cepat dan terlihat sangat mudah. Namun, kunci keahlian yang dibutuhkan untuk hasil yang memuaskan adalah ketelitian dan kesabaran. Walau menurutku, masih lebih sulit daripada membatik. Hehehe ...

Decoupage
Kerutan yang tak termaafkan dalam decoupage

Setidaknya, dalam membatik itu masih berlaku prinsip "kesalahan adalah bagian dari keindahan." Jadi, misalnya malam atau pewarna ada tumpah sedikit, tidak masalah. Itu bisa dikreasikan menjadi motif baru. Tapi dalam decoupage, no way! Tak boleh ada kerutan atau lipatan sedikit pun. Titik!

Baca juga: Workshop Plus di Batik Semarang 16.

Seni ini pertama muncul ternyata dari negeri Cina pada abad 12, lalu dibawa dan berkembang di Eropa sejak abad 17. Decoupage ada yang flat dan ada pula yang 3D. Hasil dari teknik decoupage ini memberikan kesan unik, manis, shabby, vintage, dan kekinian.


Bahan Decoupage


Decoupage
Bahan-bahan untuk membuat decoupage

Berhubung kita akan menghias toples kaca dan kaleng, maka bahan yang kita butuhkan adalah:

  • Toples kaca/kaleng yang sudah dibersihkan
  • Kertas koran
  • Cangkang telur, bersihkan hingga seluruh selaput putihnya dan retakkan 
  • Decoupage tissue paper
  • Cat akrilik, biasanya warna pastel atau putih agar tulisan di koran tetap terlihat
  • Lem putih/transparan khusus decoupage
  • Pernis jenis doff, agar hasil akhir tampak menyatu, mengkilap dan awet
  • Aneka hiasan tambahan


Alat Decoupage


Decoupage
Tutorial membuat decoupage

Alat yang digunakan untuk decoupage ini adalah:

  • Ampelas halus 400 grit
  • Gunting, untuk memotong kertas koran, decoupage tissue paper dan mungkin hiasan yang lain
  • Spons, untuk mengecat permukaan kaca dan kaleng
  • Kuas dua buah, untuk mengoleskan lem dan pernis
  • Kartu ATM bekas, untuk meratakan permukaan koran yang ditempel
  • Hair dryer, untuk mengeringkan
  • Lem tembak, untuk menempelkan hiasan


Cara Membuat Decoupage


Decoupage
Menempel kertas koran berwarna ke kaleng

Sebelumnya, alasi area kerja dengan koran agar nanti mudah dibersihkan. Pastikan objek yang akan dihias dalam keadaan bersih dan kering. Tambal lekukan yang dalam, jika ada. Ampelas permukaan objek yang menonjol, misalnya alur gelombang pada kaleng.

1. Tempelkan kertas koran ke seluruh permukaan media


Gunting koran mengikuti lekukan wadah dan tindih hingga halus dengan kartu ATM bekas jika ada kerutan, dari tengah permukaan ke arah luar. Pastikan semua pinggiran kertas tertempel sempurna dan rata di seluruh permukaan wadah. Kemudian, keringkan lem dengan hair dryer.

Memang, Jagoanku dalam foto di atas menggunakan kertas koran berwarna. Namun, sebaiknya gunakan kertas koran putih dan hanya berupa tulisan sebagai dasar, agar gambar decoupage akan tampak lebih menonjol dan menyatu.

Sebenarnya, kita bisa saja menggunakan lem lain asalkan bisa menempel pada media. Namun, untuk lem Fox misalnya, hasil akhirnya nanti lama-kelamaan akan menguning. Karenanya, disarankan untuk menggunakan lem khusus decoupage yang tidak akan tampak bekasnya begitu mengering.

decoupage
Mengeringkan adalah salah satu langkah yang diulang-ulang dalam decoupage

2. Tempelkan cangkang telur ke media


Cangkang telur ini bermanfaat sebagai tambahan tekstur agar hasilnya tampak lebih hidup dan tidak monoton. Tempelkan kepingan cangkang telur ke toples kaca/kaleng dengan lem pada seluruh permukaan cangkang dalam jumlah yang agak banyak. Lalu, keringkan lagi dengan hair dryer.

decoupage
Mengecat permukaan licin dengan spons

3. Oleskan cat dasar ke seluruh permukaan media


Karena permukaan kaca dan kaleng itu licin, maka kita melapisi permukaannya dengan cat akrilik menggunakan spons. Cat satu bagian hingga rata, baru ke bagian berikutnya. Lalu keringkan. Lagi-lagi, Jagoanku memilih warna merah. Jadi ya, gitu deh, tabrak lari dengan warna kertasnya. Hihihi.

decoupage
Menggunting gambar di decoupage tissue paper

3. Gunting gambar di decoupage tissue paper


Ikuti pola gambar pilihanmu. Oleskan lem merata pada objek, tempelkan hasil guntingan dan keringkan. Beri lapisan lem lagi di atasnya pelan-pelan agar kertas tak menempel di kuas dan robek, lalu kembali keringkan. Sudah tahu dong, kesabaran seperti apa yang dimaksud. Hehehe ...

Kita bisa saja membuat motif sendiri di atas kertas yang cukup fleksibel namun kuat. Jangan mencetak gambar menggunakan ink-jet printer, karena warnanya akan membaur dengan lapisan atas. Fotokopi kertas tersebut dengan fotokopi berwarna menggunakan tinta yang tidak membaur.

4. Lapisi dengan pernis 


Oleskan pernis menggunakan kuas yang berbeda dari kuas untuk lem agar hasil menjadi sempurna dan keringkan. 
Kegiatan ini bisa diulang beberapa kali sehingga memberikan efek yang diinginkan.

5. Rapikan dengan ampelas halus


Gunakan ampelas ini untuk merapikan lapisan pernis atau pinggiran bahan. Gunakan kain yang lembap untuk menghilangkan sisa pengampelasan.

decoupage
Menambah hiasan di karya decoupage masing-masing

6. Tambahkan hiasan lain


Sebagai pemanis, kita bisa menambahkan aksesori lain, seperti: renda, pita, tali, bunga, daun dll. Semuanya bisa ditempelkan memakai lem tembak, dan selesai! Untuk lebih jelasnya, bisa disimak video berikut ini, ya:



Pernahkah kamu membuat kerajinan decoupage? Sulitkah menurutmu?

11 komentar

  1. Seru banget buat dicoba nih.
    Jadi bisa memanfaatkan ulang banyak barang bekas, seperti kaleng, botol kaca sampai cangkang telur.

    Kapan-kapan nyoba bikin ah.

    BalasHapus
  2. cakep mbak hasilnya, bisa makin cantik dengan bahan-bahan yang sederhana, ya, kayaknya harus dicoba nih

    BalasHapus
  3. Belum pernah nyoba mbak. Ngga bakat craft aku. Aktivitas kayak gini cocoknya mulai umur brp ya mbak? Diliat2 kok butuh kesabaran ekstra

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih, aku aja ga bisa rapi tuh garapnya. Tapi anakku yang umur 9 tahun udah bagus hasilnya

      Hapus
  4. Aku blm pernah bikin dan membaca tahapan2nya, aku minder sendiri. Haha..Ita, aku memang ceroboh orangnya jadi sepertinya akan susah belajar ini..hehe.. TFS mba..

    BalasHapus
  5. Wah kayanya seru ya mbak. Bisa nih buat kegiatan kak nadia selama liburan

    BalasHapus
  6. Wah.... Aku belum pernah nyoba decoupage. Dulu pas HSMN Semarang ngadain workshop aku nggak ikut.

    Btw untuk pemula berarti lebih aman di media yg datar ya, supaya nggak risiko ada lipatan2

    BalasHapus
  7. Waah decoupage..aku sudah lama penegn belajar ini tapi belom kesampaian...mbok akpan-kapan buka kelas kreatif gitu mbak, belajar bareng-bareng :D

    BalasHapus
  8. Wah, emang kudu sabar pol ya bikin karya decoupage ini. Lha bolak-balik harus mengeringkan gitu ya.

    Btw, itu mom Melly kayaknya pernah ketemu waktu event IIDN jaman dulu, pas bahas bukunya Mb Ellen Christy.

    BalasHapus
  9. Aku pernah ikut kelasnya mba Melly di Tembalang dulu, di rumah mba Aan. Bikin hiasan dari decoupage untuk tas pesta, asik sih bikinnya. Pengen bikin lagi tapi kok mesti nyari bahannya yang susah kalo di Semarang

    BalasHapus
  10. cantik sekali hasilnya selepas siap. Nampak mudah untuk membuatnya tapi perlu kreatif juga ya

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^