Staycation, Wisata Keluarga yang Alergi di Rumah Aja

 Wisata Keluarga

Ini kiriman tunda, ya. Sebenarnya kami menginap di sini sudah agak lama, tetapi masih dalam masa pandemi. Ceritanya memang kami ini di sedang mati gaya di rumah melulu. Ingin wisata Semarang, tetapi ke mana?

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Berhubung tempat tinggal kami kamar mandinya rusak dan butuh diperbaiki seharian, mau tidak mau kami harus mengunsi sementara. Setelah dipikir-pikir, mending menginap di hotel saja, deh, pilihan wisata keluarga kali ini.


Tadinya, kami ingin ke hotel favorit keluarga, yaitu OYO Hotels di Taman Wisata Kopeng. Apa daya, lokasinya berada di perbatasan Semarang-Salatiga, di mana saat itu Salatiga masih masuk zona merah. Selain khawatir tertular virus Corona, kami juga enggak yakin kalau hotelnya beroperasi dalam situasi seperti ini.

Suami pun berselancar di dunia maya untuk mencari informasi hotel yang buka, murah, dan cukup nyaman di kota ini. Beliau pun akhirnya memutuskan memesan beberapa kamar di MG Setos karena memenuhi semua kriteria di atas.

Bagaimana Cara ke MG Setos?


Hotel ini berlokasi di Jl. Inspeksi, Gajah Mada – Semarang 50133. Saat ke sana, Suami seperti biasa mengandalkan Google Maps sebagai petunjuk karena Beliau buta arah. Tiga tahun tinggal di Semarang tidak cukup membuat hafal jalan ke sana walaupun sering melewatinya.

Menjadi catatan penting bagi yang mau ke sini, sebaiknya tidak mengikuti jalur yang ditunjukkan oleh Google Maps secara mentah-mentah karena rute terdekat yang disarankan melewati sebuah gang sempit yang sangat mepet untuk satu mobil.

Sebaiknya, cari saja arah ke Jl. Gajah Mada, kemudian menyusuri sepanjang jalan itu. Nanti akan tampak bangunan menjulang dengan tulisan "MG Setos" yang mencolok berwarna ungu kuning. Setelah memarkir kendaraan, kami masuk melalui pintu dengan lambang besar seperti di bawah ini.

wisata keluarga

Setelah menyapa dengan ramah dan menajalankan protokol cuci tangan serta cek suhu badan, petugas keamanan yang berjaga di depan gerbang ini bertanya untuk memastikan, "Mau ke MG Setos atau MG Suites?"

Keduanya memang dikelola dalam satu manajemen dan letaknya berdekatan. Bedanya, MG Suites jumlah kamarnya lebih sedikit dan terdiri dari apartemen juga. Kisaran harga kamar MG Suites biasanya lebih mahal dari MG Setos.

Setelah memastikan memang kami memilih menginap di MG Setos, petugas tersebut menawarkan membawa seluruh tas bawaan tanpa ada tambahan biaya lagi. Beliau kemudian mengarahkan kami untuk memesan kamar di lobi lantai 8.

Wisata Keluarga

Lobinya luas dan indah. Ada banyak sofa empuk siap menampung tubuh lelah dengan dekorasi di sana-sini yang bagus banget buat foto-foto. Dikelilingi dinding kaca buat yang ingin menikmati pemandangan kota sembari menunggu.

Fasilitas Kamar di MG Setos


Sebenarnya, kami ingin menyewa kamar Junior Suites karena luas dan ada bathtub idaman anak-anak. Sayangnya, saat itu hanya satu lantai yang beroperasi sehingga kami mendapat kamar Deluxe. Meski termasuk tipe ekonomis dan tanpa bathtub, namun luasnya sudah 40 meter persegi, lho. 

Fasilitas kamarnya apa saja? Selain tentunya sebuah ranjang yang nyaman, disediakan juga lemari besar, rak barang nan lebar, beberapa laci memanjang, televisi layar datar dengan banyak pilihan kanal internasional, meja kerja menghadap sebuah cermin besar, serta sepasang sofa dan meja sudut. Seluruh lantai tertutup karpet halus.

Wisata Keluarga

Perlengkapan mandi yang disediakan standar saja, ya. Ada sampo, sabun cair, sikat dan pasta gigi. Yang istimewa adalah ada pengering rambut serta cermin rias selain cermin utama yang besar memenuhi satu sisi dinding.

Wisata Keluarga

Selain itu, ada juga dua botol tanggung air mineral, kopi, teh, serta pemanas air. Yang menakjubkan adalah ternyata di sini kulkas menyala secara otomatis dan gratis! Mungkin ini adalah kompensasi karena selama menginap di sini kami tidak bisa menikmati fasilitas restoran, kolam renang, dan area bermain.

Wisata Keluarga

Jadinya, ya kami cuma bisa menghabiskan waktu di dalam kamar saja. Benar-benar seperti pengungsian, namun tentunya dalam kondisi yang jauh lebih nyaman. Kami keluar hanya untuk membeli makanan.


Bisa tebak berapa tarif yang harus kami bayar untuk menikmati ini semua? Kami mendapatkannya dengan harga 250 ribu rupiah saja per kamar! Murah banget, kan? Secara umum, kami puas menginap di sini dan berencana menjadikannya pilihan kembali saat ingin bersantai dan mencari suasana lain di luar rumah.

4 komentar

  1. halo mba.

    rute salatiga-semarang aman ya? Semarang bukannya Zona merah?
    bude pade saya ada yang di semarang. mau ke Jakarta pada nggak berani.
    begitu juga sebaliknya, saya mau ke semarang juga nggak berani. khawatir.
    karena sedang pandemi ini. sedih sih belum bisa ke sana.
    tapi harus punya strategi agar tidak alergi di rumah. hehe.

    semoga kita semua diberikan kesehatan. aamiin ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya aku enggak ke salatiga. Di dalam kot semarang aja keluarnya

      Hapus
  2. elegan ya interiornya, nuansa coklat gelapnya keren

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^