Semoga Laptop Jadul Tinggal Kenangan, ASUS di Genggaman

 

Laptop ibarat sudah menjadi salah satu anggota keluarga kami. Untuk menunjang kegiatan sehari-hari, kami kerap menggunakan laptop saat bekerja, belajar, bermain atau keperluan lainnya. Berhubung selama ini dia bukan gawai utama, jadinya agak jadul spesifikasinya.

Alkisah Laptop Jadul-ku



Touchpad yang Telah Terpatri Oleh Kata Cinta

Tak perlu gagal fokus dengan ukiran di atas touchpad-nya. Satu tanda yang jelas bahwa itu berarti touchpad-nya sudah rusak. Hihihi... Jadinya sehari-hari kami menggunakan tetikus untuk membantu.

Saat Windows 7 Tak Lagi Mampu

Hari gini masih pakai Windows 7? Eeaa... Tadinya sih, kita cuek aja. Toh, masih ada komputer yang memiliki Windows 10. Namun belakangan, sistem operasi tak terkini ini mulai terasa mengganggu. Berhubung pekerjaan Suami makin sering menuntut untuk bertemu klien langsung.

Ceritanya, saat itu Suami akan melakukan presentasi di hadapan rekan bisnisnya. Beliau memintaku membuat materinya dengan PowerPoint. Dengan senang hati aku menyusunnya semalaman di komputer dan mengirimkan dalam bentuk video melalui surat elektronik.

Alhamdulillah, presentasinya sukses. Mitra kerjanya terkesan dan meminta Suami melakukan presentasi yang sama ke pihak klien. Kali ini diminta dalam bentuk per slide untuk memudahkan penjelasan dan diskusi. Suami pun memintaku mengirim file slide presentasinya.

E-mail sent. Dengan penuh percaya diri, Beliau langsung menghadap klien. Apa daya, slide-nya kacau! Ternyata ada banyak kelengkapan dalam PowerPoint 2010 yang tidak optimal hasilnya di Windows 7. A'auw...

Untungnya Suami masih bisa berimprovisasi dengan mengandalkan kemampuan pribadinya dalam berkomunikasi. Sehingga klien dapat memahami aplikasi yang ditawarkan dan setuju melakukan kerjasama. Fiuh...

Namun kericuhan ini membuat agenda panjang yang tadinya tersusun jadi mundur sementara. Tadinya, mereka berencana safari ke beberapa klien untuk menawarkan aplikasi yang serupa dengan sedikit modifikasi.

Berhubung presentasinya tidak dapat dimodifikasi di Windows 7, Suami terbatas waktunya untuk membuat dari awal karena harus mengerjakan yang lain, dan aku pun tak paham satu per satu modifikasi yang dimaksud, jadilah acara presentasi berikutnya tertunda. Balik kampung dulu. Sigh.

Dan Baterai Pun Berulah 

Pulang dari ibukota, Suami pun berdiskusi denganku untuk menyusun presentasi yang dimaksud. Beres! Di hari yang dijanjikan, kembali Suami meluncur menemui klien yang lain. Kali ini, rupanya baterai laptop yang sudah berusia lebih dari 5 tahun berulah.

Di tengah presentasi, tiba-tiba saja laptop mati tanpa kabar berita. Manis banget, ya? Dan kembali Suami harus mengeluarkan jurus public speaking otodidaknya untuk menuntaskan semuanya. Yang namanya rezeki sih nggak bakal ke mana. Namun serangan panik yang bertubi-tubi harus diatasi.


Perubahan Itu Sebuah Keniscayaan

Kembali Suami mendapat pekerjaan yang mengundangnya ke ibukota. Bedanya, kali ini Beliau harus masuk kerja sesuai jam kantor selama beberapa bulan. "Harus ganti laptop, nih!" tekad Suami. Pulang dari acara, Beliau mengajakku, anak-anak dan seorang temannya mengitari Plasa Simpanglima. 


"Pokoknya nanti anak-anak kalau mau pakai laptop harus izin dulu, ya," kata Suami saat memasuki area parkir. Sebagaimana pengakuan putriku di video, selama ini memang anak-anak lebih mendominasi memakai laptop.
"Pakai sidik jari aja, Pak, biar aman," saran temannya.

Di bagian laptop, bendera biru sangat mendominasi di sini. ASUS! Wah, merek no. 1 nih, di Indonesia! Aku sempat tertarik melihat sampul majalahnya yang disediakan gratis.

"Aku ambil satu ya, Mas," tunjukku pada sampul bergambar ASUS Vivobook Flip 14.
"Itu edisi lama lho, Mbak," kata pemilik tokonya.
"Iya, nggak papa. Kalau boleh saya bawa," Ya jelas boleh to, kan gratis. Hihihi...

Karena bingung menentukan pilihan dan terus dikejar waktu, akhirnya Suami memutuskan beli di Jakarta saja nanti. Beli apa? Belum tahu. Dan ia juga tak tahu kalau hati istrinya ini sudah terpaut pada laptop model sampul majalah yang sedang dipegangnya.

Mengapa Memilih ASUS Vivobook Flip TP410?



Bukan tanpa alasan aku tertarik melihat gambar ASUS Vivobook Flip 14. Selain nama brand yang sudah terpercaya, juga karena memang sudah lama aku mengidamkan laptop 2 in 1 atas alasan kepraktisan. Secara khusus, produk ini memiliki 4 keunggulan utama, lho. Ini dia:


Tipis dan Ringan

Bobotnya hanya 1,6 kg dengan tebal hanya 1,92 cm. Jadi, praktis banget dibawa ke mana-mana. Pindah tempat ke sana ke mari menemui banyak klien seharian, tetap bebas dari keluhan pundak atau tangan pegal menenteng laptop.

NanoEdge Display

Bingkai laptopnya sih, 13 inci. Namun layarnya yang Full HD itu bisa berukuran 14 inci. Keren, kan? Karena bingkai berbahan bezelnya super ramping cuma 8 mm. Ini yang disebut fitur panel NanoEdge Display. ASUS Vivobook Flip TP410 merupakan laptop 14 inci pertama yang memilikinya!

Teknologi ini membuat ASUS Vivobook Flip TP410 jadi memiliki rasio layar-ke-tubuh 78,7% dengan area tampilan yang lebih besar untuk tampilan yang lebih mendalam. Layar seperti ini tentu membantu sekali untuk mengoptimalkan pengalaman pribadi maupun klien saat berinteraksi.

Fingerprint Sensor

Ini nih, yang disarankan temannya Suami. Fitur ini menjamin keamanan yang lebih dan tentu saja kita tak perlu lagi repot menghafal dan mengubah kata kunci. Fitur ini terintegrasi dengan dukungan Windows Hello yang biasanya dimiliki laptop papan atas.

4 Mode Display

Yup! ASUS Vivobook Flip TP410 bisa diubah posisinya menjadi hingga 4 mode, yaitu: Media Stand, Powerful Laptop, Responsive Tablet dan Share Viewer. Wow! Seperti mimpi menjadi nyata, ya. Menyelesaikan pekerjaan, menuangkan ide, melakukan presentasi dan berdiskusi jadi makin asyik.


ASUS Vivobook Flip TP410 untuk Bloger



Aku sibuk memikirkan laptop pengganti ini tentu saja bukan semata untuk mendukung pekerjaan Suami. Namun juga sebagai fasilitasku dalam menyalurkan hobi menulis blog. Hehehe... Ketahuan deh, ada maunya. Namanya juga dana terbatas. Kalau bisa, satu gawai untuk semua, kan?

Nah, yang namanya menulis blog sekarang ini bukan hanya melulu tentang tulisan. Namun bloger juga dituntut untuk dapat menyajikan konten kreatif dengan tampilan visual yang menarik dalam artikelnya. Bisa dengan infografis, gambar pendukung, foto yang artistik maupun video.

Untuk memproduksi itu semua, tentu dibutuhkan perangkat yang handal. Dari sisi grafis, audio, kecepatan kinerja dll.

Tahu sendiri kan, kalau keberadaan Windows 7 di laptopku cukup menghambat kreativitas dalam membuat grafis atau video? Belum lagi jika tiba-tiba mati. Shock therapy banget itu. Makanya aku lebih suka mengerjakan blogku di komputer dan harus rela libur saat jauh dari rumah.

Padahal nih, kalau aku punya ASUS Vivobook Flip TP410, maka aku bisa terus menuntaskan aliran jus kreatif untuk blogku kapan saja dan di mana saja. Karena produk ini memiliki fitur-fitur yang sangat mendukung untuk mengembangkan konten menjadi lebih menarik. Apa sajakah itu?


Display

Bahan aluminium yang melapisi bagian luarnya membuat penampilan laptop ini tampak bergaya. Pentingkah? Kalau untuk manusia visual seperti aku, ya penting. Karena penampilan gawai yang cantik membuat mood kerja pun membaik.

Kondisinya yang tipis, ringan dan dapat diubah dalam 4 mode display sangat mendukung bloger dengan mobilitas tinggi. Jadi setelah ini, aku tetap bisa aktif menyusun artikel dan membuat konten menarik walau sedang bepergian.

Papan laptop ini bisa berputar 360°, lho! Apa nggak gampang rusak itu, kalau sering diputar dan ditekuk-tekuk? Tenang! Laptop ini sudah melalui tes buka-tutup hingga 20.000 siklus untuk memastikan daya tahan maksimalnya digunakan dalam mode apa pun selama bertahun-tahun!

Layar lebarnya yang Full HD memberikan pandangan yang lega saat bekerja. Apa lagi dilengkapi teknologi wide-view 178° yang memastikan warna dan kontras tetap hidup serta tajam, bahkan bila dilihat pada sudut yang tajam.

Jadi, saat berdiskusi dengan banyak teman dalam membuat konten kreatif, kita tetap bisa melihat gambar dengan jelas di mana pun posisi masing-masing. Keistimewaan ini juga membantu kala memotret isi layar laptop untuk ditunjukkan pada pembaca. Saat mengulas suatu aplikasi, misalnya.

Performa

Prosesor hingga Intel Core i5 generasi ke 7 dan memori hingga 8 GB memberikan kinerja hebat dan hemat energi. Baca-baca artikel, mengedit gambar atau pun me-render video bisa berjalan lancar jika performanya mantap begini.

"Aku beli laptop baru. Buat kerja," isi pesan Suami kemarin.
"Lebih bagus dari sebelumnya?" balasku.
"Lebih bagus yang sebelumnya. Cuma lebih cepat," jelasnya.
"Memorinya lebih besar?" tanyaku.
"Sama, 4 Giga," jawabnya.

Eaa... Lha, buat apa beli laptop yang sama kemampuannya? Malah jadi nggak praktis menenteng 2 laptop. Mending sekalian pilih yang punya memori 8 GB.

Ingin segera menyelesaikan tugas? Tak perlu lagi menunggu hingga sampai di rumah. Aku bisa menuntaskan pekerjaan di mana saja. Tingkat produktivitas pun melesat tajam dan bisa membuatku lebih berenergi sebagai bloger.

Tentu saja sistem operasinya harus Windows 10, ya. Karena sistem operasi ini memberikan hasil visual yang jauh lebih baik daripada generasi sebelumnya. Sudah asli angkat tangan aku kalau masih harus memakai Windows 7 lagi.

Selain itu, ASUS Vivobook Flip TP410 ini memiliki kapasitas penyimpanan HDD hingga 1 TB. Jadi, ada cukup banyak ruang untuk menyimpan presentasi bisnis, album foto, dan file multimedia kita.

Audio

Selain kemampuan visual, bagian yang patut diperhatikan dalam memilih laptop bagi bloger adalah fitur audionya. Karena ini sangat berpengaruh dalam pembuatan konten video pendukung dalam artikel.

Kualitas audio yang ekspansif dalam produk ini disetel oleh para ahli dari tim ASUS Golden Ear dan ICEpower®. Dengan teknologi ASUS SonicMaster, VivoBook Flip TP410 memiliki kombinasi dari perangkat keras, perangkat lunak dan penyetelan audio yang dirancang khusus.

Perangkat kerasnya berupa amplifier, pengeras suara besar dan ruang resonansi yang disesuaikan dan dirancang untuk pengiriman audio yang kuat dan suara bass yang lebih dalam. Perangkat lunaknya berupa grading codec kelas profesional yang membantu encoding dan decoding audio secara tepat.

Selain itu, terdapat pula pengolahan sinyal tambahan dan penyetelan untuk memperbaiki detail suara, menyaring suara dan meningkatkan kejernihan suara.

Teknologi audio ASUS ini menyediakan 5 mode suara yang dapat dipilih dengan sekali klik, yaitu: Mode Music, Movie, Gaming, Recording/Speech dan Manual.

Mode Music memberikan suara yang realistis dengan perubahan yang minimal. Mode Movie memperbaiki bagian bass dan frekuensi tinggi sehingga menghasilkan efek suara yang penuh energi. Mode Gaming memperbaiki setiap detil suara saat bermain.

Nah, Mode Speech sangat membantu untuk mengisi suara dalam pembuatan video. Mode ini akan memastikan hasil rekaman suara kita jernih dengan keseimbangan antarfrekuensi yang baik. Sedangkan di Mode Manual, kita bisa menyetel sesuka hati sesuai kebutuhan.

Baterai

Jika kita mengisi penuh baterai VivoBook Flip, maka ia bisa bertahan seharian, lho. Jadi kita tak perlu repot mojok di tembok untuk mengisi di tengah perjalanan. Penting banget nih, daya tahan lama bagi bloger, kan?

Saat pengisian, teknologi ASUS Battery Health Charging membantu melindungi baterai agar berumur panjang. Caranya dengan menyetel Status Biaya hingga 60%, 80% atau 100% sehingga mengurangi kemungkinan kerusakan akibat pembengkakan baterai.

Papan Kunci

Tombolnya berukuran penuh dan dengan jarak kunci yang tepat sehingga sangat nyaman digunakan, bahkan untuk tugas mengetik maraton. Selain itu, ia juga memiliki backlit yang membantu kita tetap bisa melihat papan kunci di tempat gelap.

Layar Sentuh

Saat VivoBook Flip dalam mode tablet, maka senjata utama kita adalah sentuhan jari. Ternyata, sensor sentuh milik laptop ini memiliki presisi tinggi yang ditempatkan pada interval 6 mm sehingga sentuhan sangat kecil pun terdeteksi.

Wah, aku membutuhkan sekali ini. Karena terus terang, sepertinya daya setrum jariku ini kok berkurang, ya? Sering aku merasa sudah memencet tapi ternyata tidak ada respon. Jadi, layar sentuh yang sangat akurat seperti ini cocok sekali untukku.

Lain-Lain

Untuk kepentingan berkomunikasi nirkabel, laptop ini juga dilengkapi dengan fitur Bluetooth® 4.1 dan dual-band 802.11ac Wi-Fi berdaya rendah terbaru, yang lebih handal dan maksimal 6X lebih cepat daripada generasi sebelumnya. Di mana pun tetap bisa mengudara!

Sedangkan untuk transfer data langsung, VivoBook Flip TP410 memiliki port USB Type-C™ yang revolusioner untuk koneksi any-way-up dan transfer data super cepat. Selain itu, ia juga memiliki satu port USB 3.0, 2 port USB 2.0 standar, SD Card dan HDMI. Pindahin data lancar jaya, deh!

Siap #2018GantiLaptopASUS!

Kata Suami, laptop yang baru dibelinya itu nantinya akan diberikan untukku seusai proyek. Bukannya tidak bersyukur. Namun aku sudah terlanjur jatuh hati dengan ASUS Vivobook Flip TP410. Lebih baik 2 laptopnya dijual saja untuk membeli laptop idamanku ini. Hihihi...

Wah, dengan berbagai kelebihan di atas, berapa ya, harga laptop ini? Tentu saja bukan sejuta seperti tebakan putriku, ya. Hehehe.. Pilihanku adalah varian TP410UA (i5-7200U/8GB/1TB/Win 10). Nah, yang ini dibandrol Rp 9.099.000. Sebuah harga yang masuk akal dan relatif murah lho, di kelasnya.

Semoga harapanku menjadi nyata, dan #ASUSLaptopku benar-benar terwujud di hadapan.

ASUS Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com.

Komentar

  1. Wah baterai 5 tahun udah lumayan tuir ya mba. Untung punya jurus pamungkas buat ngatasin laptop mati saat presentasi, hahaha...

    Hestegnya berbau politik, #2018gantilaptop hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.. Iya, lbh dr 5th. Memang politis nih, politik dalam rumahtangga hahaha. .

      Hapus
  2. semoga bisa diganti denagn yang baru, asus model ini ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Terimakasih doanya, Mbak Tira ��

      Hapus
  3. ganti...laptop.. :) tapi klo aku diganti jg pun kebanyakan fungsinya buat ngetik sm browsing :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. yg ada masih bisa emmenuhi kebutuhan berarti ya :)

      Hapus
  4. Asiknyaaaa yang udah ganti laptop Asus baruuu

    BalasHapus
  5. Laptop yang mumpuni ya Mba. Gemes sama vivobookfilp ini . Bismillah semoga dapet mba.

    BalasHapus
  6. Aliran jus kreatif. Hmmm...sound yummy mbaa ��

    BalasHapus
  7. Mantaaab...memang bikin kemecer nih Asus yg ini.. semoga sukses mba..

    BalasHapus
  8. Semoga terwujud impianmu punya laptop Vivobook ya mba. Emang sih Vivobook bikin mupeng. Aku tertarik sama model tabletnya, bisa bantuin kerja saat nemeni ibu mertua atau suami di rumah sakit, hahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya betul bgt. secara posisi meja kursi di rs kadang ga sama ya, jd enak kalo laptopnya fleksibel :)

      Hapus
  9. Slim banget ya mbak laptopnya. Harganya juga sepadan dengan kualitasnya. Semoga harapan mbak untuk punya laptop ini bisa segera terwujudkan.

    BalasHapus
  10. Wah, laptop ASUS VivoBook memang keren, speknya oke bgt. Yang suka bisa jadi diputer jadi tablet juga. Mudah2an bisa terwujud impiannya yah mba buat bisa punya laptop ini :)

    BalasHapus
  11. aku ga pernah kepikiran sesor sidik jari itu bermanfaat untuk sharing laptop ya. ahahaha bener juga
    Ayo mbak, aku dukung dengan doa dan semangat bawa pom pom untuk ganti ke Asus Vivobook. Aku aja mupeng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... iya nih karena di rmh banyak iklan lewatnya hihihi...

      Hapus
  12. Sensor sidik jari jadi data pribadi aman yaa..

    BalasHapus
  13. Semoga tercapai ganti laptop yaa aamiin

    BalasHapus
  14. Asiknya bisa punya yg beginian, enteng dibawa kemanapun :)

    BalasHapus
  15. Terima kasih ya Mb Farida sudah berpartisipasi dalam ASUS Laptopku Blogging Competition. Good luck.

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^