Ciumbuleuit, Izinkan Aku Mengenalmu Sebagai Bagian Hidupku

punclut bandung
Puncak Ciumbuleuit, Bandung (Sumber: tempatwisatadibandung.info)

Ada nggak di sini para istri yang belum pernah berkunjung ke kampung halaman suaminya sekali pun? Kalau ada, mari kita toss dulu! Kok bisa-bisanya ya, aku ini 14 tahun menikah namun sama sekali belum pernah menapakkan kaki di bumi Ciumbuleuit, tempat tinggal keluarga besar Suami.

"Memangnya Pak Suami tidak pernah mengunjungi keluarga besarnya di sana sejak menikah?" mungkin itu tanyamu. Jawabnya, jelas pernah, dong! Bahkan, beberapa anak kami pun turut serta. Namun saat itu aku harus menjaga anak-anak lain yang tidak bisa ikut. Balada anak banyak, ya.

Walau sudah pernah tinggal di Bogor selama 3,5 tahun pun, ternyata tidak otomatis membuat kami bisa berkesempatan ke sana lagi. Ada... saja alasannya yang membuat kami menunda-nunda dan akhirnya kembali terlempar jauh dari Bandung.

Dan entah mengapa, belakangan ini nama Ciumbuleuit sering disebut warganet. Apakah memang sedang naik daun, ya? Apakah ini kode alam bagiku untuk kembali merajuk meminta agar diantar Suami berjalan-jalan ke sana?

Sebenarnya, jika ada waktu, menuju Bandung dari Kota Semarang itu mudah saja. Bisa melalui jalan udara maupun darat. Jika ingin lebih hemat, naik bus adalah pilihan yang tepat. Agar kenyamanan perjalanan tetap terjaga, kami tinggal memesan bus secara daring dengan klik di sini.

Kalau soal menginapnya, sebenarnya tidak perlu terlalu kawatir. Karena menurut Suami dan anak-anak, keluarga di sana memiliki rumah yang luas dengan pekarangan yang besar. Cukuplah untuk menampung seluruh pasukan kami. Bahkan, warga di desa sana kebanyakan masih kerabat juga.

Namun, jika ingin tempat bernaung yang lebih privasi dan mungkin sambil melanjutkan jalan-jalan ke sudut Bandung yang lain, bisa saja kami menginap di hotel dengan memperhatikan Tips Memilih Hotel di Bandung untuk Liburan yang pernah aku muat dalam blogku ini.

Ciumbuleuit, Ada Apa di Sana?


Buat kamu yang baru membaca nama ini di sini, mungkin bertanya-tanya, sebenarnya ada apa di Ciumbuleuit, hingga banyak diperbincangkan di dunia maya? Ya, saat ini, Ciumbuleuit sedang santer disebut karena kawasan puncaknya, yang sering disebut Punclut.

Punclut adalah singkatan dari Puncak Ciumbuleuit. Tak jarang pula orang menyebutnya dengan Puncrut Bandung alias Puncak Bandung. Karena memang kawasan ini merupakan salah satu titik puncak ketinggian di atas 1000 meter dari permukaan air laut yang terletak di bagian Utara Bandung.

Kawasan ini adalah dataran tinggi pegunungan yang paling dekat dari pusat kota Bandung. Jaraknya hanya kurang dari 7 km saja. Tak heran jika udara di sekitar sini terasa sejuk di siang hari dan sangat dingin di malam hari, dengan tingkat suhu rata-rata antara 15 hingga 22 derajat Celcius.

Jadi, bisa untuk latihan bagi yang ingin liburan musim dingin ke luar negeri, nih. Hehehe... Baca juga: 5 Tempat Terbaik untuk Menghabiskan Libur Musim Dingin di Prancis

Kawasan Punclut Bandung memiliki luas area hampir 290 hektar. Makanya, dia juga merupakan salah satu kawasan paru-paru Kota Bandung. Tak heran jika kita akan mudah menjumpai pengunjung yang berolahraga pagi di sini setiap hari libur.

Dari ketinggiannya, kita bisa menyaksikan langsung bentuk geografis Kota Bandung yang berbentuk cekungan. Jika kita berdiri tepat pada suatu titik tertentu, kita akan merasa seperti berdiri di tepi mangkuk raksasa.

Di bagian Selatan, terdapat bentangan Gunung Malabar, Gunung Patuha (Kawah Putih) dan Waringin yang memagari pemandangan cantik Kota Bandung di tengahnya. Waktu terbaik untuk ke sini adalah sore menjelang malam. Saat gemerlap lampu kota mulai berkelipan dengan romantis.

Kawasan ini selalu terbuka 24 jam untuk dikunjungi. Selain menawarkan pemandangan indah, Punclut juga terkenal akan wisata kulinernya. Kita bisa menikmati secangkir kopi dari dalam tenda atau saung transparan agar bebas mengedarkan pandangan dalam suasana yang sangat tenang.

Baca juga: Berkenalan Lebih Dekat dengan Espresso

Selain kopi, ada juga minuman hangat lain seperti bandrek, wedang jahe, susu, dan sebagainya. Kita juga bisa menikmati aneka kudapan dan masakan khas Sunda yang menggoyang lidah di sini. Harganya pun cukup terjangkau.

d'dieuland
D'Dieuland Bandung di malam hari (Sumber: piknikasyik.com)

Di kawasan ini juga terdapat area bermain raksasa yang bernama D’Dieuland. Dipadu dengan skywalk yang dicat berwarna-warni. Semua orang pasti suka berada di sini karena banyak wahana unik yang disediakan. Duh, nggak salah kan, kalau aku rindu ingin ke sini?

36 komentar

  1. masyaAllah Bandung masih jadi tempat impian yang ingin aku kunjungi Mba, semoga kesampaian. Jadi suamimu aslinya Bandung keren ih.

    BalasHapus
  2. saya 5 th di bandung belum pernah ke ciumbuleuit nih.. :(

    BalasHapus
  3. Aku lahir dan gede di Bandung aja jarang banget ke Ciumbeuleuit hahaha, pernah tapi jarang, males macetnya karena sekarang banyak tempat wisata sekitaran situ. Ke punclut pun ngga pernah, karena lebih sering langsung cuss ke Lembang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. macet ya? yaahh... kudu pagi2 gitu kali ya datangnya?

      Hapus
  4. Keren kak D'Dieuland nya mah, jadi pengen ksna juga. Aku ke Bandung baru sekali doank hehe.

    BalasHapus
  5. Jalan pagi di punclut, dari rumah pake angkot ciumbeleut...
    Culinary di punclut saat kita2 dulu sering main ke sana emang luar biasa , saya ga pernah lupa beli opaq

    BalasHapus
  6. Kalau ke Bandung sama keluarga, kita suka nginep di Ciumbuleuit ini, karena ada apartemen langganan yang bisa ditempati ramai-ramai :)
    Berkembang pesat ya daerah ini, banyak tempat wisatanya juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah begitu ya. sebenarnya ada penginapan gratis juga, nginep di rumah saudara hihihi..

      Hapus
  7. Sayangnya macet banget mbaaa ke bandung dari bekasi. Padahal banyak juga tempat wisata baru yang blm pernah aku kunjungi.

    BalasHapus
  8. Aduh mbak, itu ke punclut perjuangan banget deh kalo weekend. Macetnya ampun2an. Dan saya agak serem sama jalannya yg sempit, pdhl nanjak gitu ya. Tp jalanan di Bandung emang kebanyakan gitu sih, sempit dan konturnya naik turun. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. mirip dong ya sama bogor dan semarang atas :)

      Hapus
  9. Kampung halaman yang cantik banget mba. Klo aku pasti betah banget di sini..apalagi kulineranny juga gampang

    BalasHapus
  10. Aku suka deh liburan ke tempat berhawa dingin mba. Btw, susah beud ngucapin ciumbuleuit, mbaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. bacanya kalau tidak salah cim-bu-le-it :)

      Hapus
  11. Waktu kecil pernah ikut papa main ke rumah temannya di ciumbeuleuit, tapi yaa dulu belum ngerti tempat2 bagus kaya puncaknya ini. Tapi inget kalau udara di sini MasyaAllah enaknya, sejuk, adem, bikin menggigil kalau malam hehehe

    BalasHapus
  12. Kli yg bukit bintdang itu daerah ini bukan yaaa?
    Bbrp kali lewat sini sih oas ke bandung cm gak terlalu hafal dan belom pernah ke D Dieuland

    BalasHapus
  13. Saya nyebutnya susah nih. Keselip mulu. Memangnya kalau semua anak diajak, tidak bisa ya? Hehe saya masih anak 1 sih. Kemana2 juga masih motoran, huhu. Mungkin kalau anaknya banyak, mikir2 juga...kasian kalau kena angin mulu *moga lekas punya mobil. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. waktu itu berangkat abreng keluarga besar sih. kan kita nebeng mobil saudara. aklau dibawa semua, kita udah bikin 1 mobil penuh sendiri :P

      Hapus
  14. Huaaaahh senangnya bisa liburan bareng keluarga sampai ke sana.
    Saya paling jauh cuma ke Makassar haha

    BalasHapus
  15. Duh nama Temlatnya susah banget kayak nama saya hahhaa. Tapi saya pernah ke Ciumbuleuit dulu banget sama teman-teman kantor, bikin liburan sendiri gitu gara-gara stress banget kerja melulu. Sayangnya kami enggak ke bukit yang Mbak ceritakan ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi memang daerah situ segar udara dan pemandangannya ya

      Hapus
  16. Kalau ke Bandung kopdaarr, kak...
    Aku juga di Bandung.

    Dan ciumbuleuit ini deket banget sama peredaranku tiap hari.

    Hiihii~

    BalasHapus
  17. Karena dulu kuliah di Bandung dan tau benar romansa Ciumbuleuit, aku koq agak baper bacanya Kak hehehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. aih, pastilah.. aku yang belum pernah ke sana aja baper tiap denger cerita suami, anak2 dan para warganet :)

      Hapus
  18. Bagi yang bukan orang sunda pasti deh melafalkan ciumbuleuit itu susah banget hihi

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^