Bakso Boedjangan, Boleh Juga untuk Keluarga

Bakso Boedjangan

Kali ini, aku akan mengulas satu lagi tempat kuliner di Semarang, ya. Namanya Bakso Boedjangan. Mungkin udah banyak yang tahu label kuliner ini, karena sudah ada banyak gerai waralabanya yang tersebar di Jawa maupun luar Jawa.

Bakso Boedjangan yang berdiri di tahun 2015 ini baru membuka cabangnya di Semarang sekitar Juli 2019 lalu, atas permintaan para warganet Semarang. Penasaran kali ya, seheboh apa sih, rasa bakso dengan tagline "Uratnya nyoss, pedesnya joss, kejunya cosss" ini?

Kalau kami sih, mampir ke sini atas rekomendasi Suami. Ternyata, Beliau langganan makan di Bakso Boedjangan kalau sedang di Jakarta. Makanya, begitu melihat ada gerainya di Semarang, Beliau ajak kami ikut mencicipi.

Gerai pertama di Semarang berlokasi di Jl. MT. Haryono No.886, Semarang. Ini adalah gerai yang kami kunjungi dan akan kuulas di sini. Sedangkan gerai lainnya berada di Transmart Majapahit Jl. Brigjen Sudiarto No.761, Semarang. Keduanya buka setiap hari dari jam 10 pagi sampai 10 malam.

Bakso Boedjangan

Gerai yang kami kunjungi ini memiliki parkir yang cukup luas. Berderet-deret mobil sudah berbaris rapi di depannya. Sedangkan parkiran sepeda motor lebih masuk ke bagian samping bangunan. Dekat pintu masuk, kami sudah disambut dengan menu besar begini. Sangat memudahkan untuk memilih.

Menurut keterangan di depan gerai, Bakso Boedjangan di sini memiliki fasilitas WiFi gratis, ruang privat, dan musala. Namun, aku tidak menggunakan satu pun sarana tersebut. Jadi, aku tak bisa berkomentar apa-apa ya, soal ini.

Bakso Boedjangan

Bagian dalam resto ini terdiri dari satu ruangan yang luas tanpa sekat. Interiornya bergaya industrial, dengan bagian pelayanan di pojok kanan. Di sini sistemnya prasmanan. Jadi, pilih menu yang disukai, nanti dibantu pegawai mengambilkan, dan terakhir membayar di kasir.

Konsep gerai bakso semacam ini sudah lama aku kenal. Pertama kali, kalau tidak salah saat aku masih SMU. Senang sih, karena kesannya bersih dan bisa disesuaikan dengan selera. Salah satu gerai bakso dengan sistem semacam ini adalah Bakso Serdadu di Malang.


Bakso Boedjangan menghadirkan aneka varian bakso. Ada beberapa pilihan bakso yang ditawarkan yaitu bakso wagyu cincang, bakso urat, bakso keju, bakso pedas, bakso mozarella dan bakso goreng.

Untuk pecinta mie, ada juga yamin spesial manis, yamin spesial asin, green yamin, black yamin dan juga mie ayam gerobak. Sedangkan pelengkapnya, yang disebut sebagai Topping Duniawi, tersedia siomay kukus, pangsit goreng, batagor, pangsit rebus, siomay kotak dan siomay panjang.

Bakso Boedjangan

Tak hanya bisa memilih beragam jenis bakso, pelanggan juga bisa memilih kuah sesuai selera. Ada empat kuah bakso yang disediakan yaitu kuah kaldu, kuah rawon, kuah pecel, kuah tom yum, dan kuah Taichan dengan 3 level kepedasan.

Bakso Boedjangan ini juga menyediakan beberapa pilihan nasi, diantaranya Nasi Goreng Urat Boedjangan, Nasi Bakso Saos Mentega, dan Nasi Bakso Telor Asin.

"Wih, pasti mahal ya, harganya? Aku tahu sih, gerainya di Surabaya ini. Tapi aku nggak berani masuk. Soalnya kesannya mewah gitu. Seporsi 50 ribuan kali, ya?" komentar kakakku saat tahu kami sedang makan di Bakso Boedjangan.

Bakso Boedjangan

Ternyata, enggak dong. Untuk harga terbilang terjangkau. Satu varian bakso dan menu makanan berkisar dari harga Rp 5.000 hingga Rp 25.000. Usai membayar di kasir, kita bisa menambahkan sendiri saus yang diinginkan. Dengan catatan, botol sausnya jangan dibawa ke meja, ya.

Bakso Boedjangan

Jadinya, kita pesan apa saja? Ada bakso wayu cincang kuah rawon untuk Suami dan Bunda, bakso mozarella untuk Bang Dul, seporsi bakso polos untuk Mas Bro, dan batagor untukku. Rasanya? Semuanya enak! Tentunya tersaji dalam mangkok, ya. kalau di piring nanti kuahnya mbleber, dong.

Kuah rawon memang sukses membuat penasaran. Setelah disesap, ternyata memang rasa rawonnya otentik sekali dengan sensasi sedikit pedas. Semua bumbunya berpadu pas! Bakso wagyunya bertekstur padat berisi daging cincang yang lembut. Sedap nian.

Sedangkan bakso mozarellanya aku tak sempat merasakan. Sudah terlanjur tandas oleh Bang Dul. Penasaran juga sih, seperti apa rasanya. Karena kalau dari pengalamanku sebelumnya, biasanya mozarella akan terasa hambar, kalah oleh tebalnya rasa bakso. Aku hanya sempat mencicipi kuah baksonya yang tercampur dengan lelehan mozarella. Cukup terasa juga lho, mozarellanya. Nikmat!

Lalu, batagornya bagaimana? Aku mengambil 3 jenis gorengan, yaitu: batagor, siomay goreng, dan bakso goreng. Yang membuatku geli adalah, ternyata di sini apa pun tetap diberi sentuhan kuah bakso. Bahkan batagor sekali pun. Baru kemudian ditambah dengan bumbu kacang.

Rasa bumbu kacangnya seharusnya enak. Sayangnya, karena diberi sedikit kuah, jadi terlalu encer. Dari ketiga gorengan di atas, yang paling aku suka adalah siomay gorengnya. Bakso gorengnya juga enak, kok. Halus banget bagian dalamnya. Batagornya biasa saja, walau bukan berarti buruk. Isi baksonya cukup tebal di dalam tahu.


Selain pilihan menu yang beragam, ada juga menu pencuci mulut di sini. Mulai dari Es Durian Kesepian yang penuh dengan daging durian lembut nan manis, lalu ada es kelapa durian, alpukat kerok greentea dan masih banyak lagi.

Bunda memesan Es Alpukat Kelapa. Untuk itu, kami dibekali alat tunggu berbentuk lingkaran merah yang akan menyala dan berbunyi jika pesanan telah siap. Kami tinggal mengambilnya di kasir. Ya, Bakso Boedjangan ini mengajarkan pembeli untuk lebih mandiri, ya.

Rasanya Es Alpukat Kelapa ini bagaimana? Segar dan nikmat. Yang istimewa adalah alpukatnya yang benar-benar tampak pilihan dengan kematangan pas dan daging yang tebal. Jadi makyus di lidah, deh. Untuk minuman dan hidangan pencuci mulut, harganya dari Rp 10.000 hingga Rp 25.000.


Begitulah. Menurut Suami, yang di gerai ini lebih enak rasanya dibandingkan Bakso Boedjangan yang biasa Beliau nikmati di Jakarta. Kalau dari keterangan pegawainya, baksonya dikirim langsung dari Jakarta. Sedangkan kuahnya diramu di sini. Berarti, yang meramu kuah di sini pintar sekali, ya.

Lengkap sudah ulasanku. Terbukti bahwa Bakso Boedjangan ini memiliki tempatnya sekaligus menu yang enak. Bisa ditambahkan untuk melengkapi daftar resto Semarang dengan sajian dan suasana jempolan, nih


Pelayanannya pun prima. Walaupun ramai, mereka tetap fokus dan ramah. Jadi, kalau kamu sedang mau makan bakso kekinian dengan beragam isi? Pas banget memang untuk mencicipi Bakso Boedjangan terdekat di lokasimu. Baksonya sudah terstandarisasi halal dan higienis, kok.


Apakah kamu pernah mencicipi Bakso Boedjangan? Bagaimana kesanmu?

4 komentar

  1. Gerai nya mudah di temui, di Jakarta dan sekitarnya juga banyak cabangnya. Yang aku suka disini menyediakan aneka bakso yang variatif
    Untuk tempat makannya pun juga cukup nyaman

    BalasHapus
  2. Ooh keunikan bakso Boedjangan itu dari kuahnya ya yang macam-macam itu. Bukan khusus kuah bakso.

    BalasHapus
  3. Baca tagline "Uratnya nyoss, pedesnya joss, kejunya cosss" langsung auto ngilerrr ini.. Suka banget sama bakso urat dan yg ada keju lumernya, harus nyobain iniih!

    BalasHapus
  4. Wah kuliner nusantara sekelas bakso bisa dikonsepin gini juga ya😍 di Medan juga ada Bakso Boedjangan tapi aku blm coba, next time aku coba deh kak

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^