Dusun Semilir Review

Dusun Semilir Review

Setelah minggu sebelumnya mengantar saudara ke Ayanaz Gedongsongo, berikutnya kami menemani klien Suami yang sedang perjalanan mampir ke Semarang. Mereka sekeluarga minta ke Dusun Semilir. Kesempatan nih, jadi bisa bikin Dusun Semilir review.

Dusun Semilir terletak di Jl. Soekarno - Hatta No.49, Ngemple, Bawen, Ngemplak, Kabupaten Semarang. Setidaknya satu jam perjalanan dari Kota Semarang. Dusun Semilir buka jam 8 pagi sampai 9 malam.

Meski masih situasi pandemi begini, tempat wisata ini ternyata cukup ramai hingga parkirnya penuh. Untung saja kami sudah memarkir mobil di salah satu rumah penduduk dekat area wisata yang menyediakan halamannya untuk parkir.


Dusun Semilir, Tiket Masuk Berapa?


Dusun Semilir tiket masuk

Enggak perlu repot tanya satu-satu wahana di Dusun Semilir tiket masuk harganya berapa. Soalnya, tertulis semua di loket. Kita bisa langsung beli semua tiket wahana yang kita inginkan di sini, atau  pilih seperti kami. Sambil lihat-lihat Dusun Semilir, tiket masuk aja yang dibeli dulu.

Hal asyik pertama yang dapat kusampaikan di Dusun Semilir review ini adalah semua jalur dari depan sampai pelosok pada ramah troli, ya. Jadi, buat yang memakai kursi roda atau membawa kereta bayi, bisa banget ke sana ke mari dengan nyaman.

Warisan Indonesia


toko cinderamata terdekat

Usai mencuci tangan dan diukur suhu tubuhnya oleh petugas, kami segera memasuki area toko cinderamata terdekat yang bernama Warisan Indonesia. Di sini, selain mata dimanjakan oleh deretan aneka kerajinan dan hasil bumi dari berbagai wilayah Nusantara, kami juga terpesona dengan desain interiornya yang etnik banget. Atap bambu yang disusun artistik dipenuhi banyak lampu gantung aneka bentuk.

Tidak heran jika keluarga klien Suami sempat tertahan lama sejak dari toko cinderamata terdekat ini karena sibuk foto-foto di sana dan di sini. Memang tempatnya instagramable banget, sih. Belum lagi kalau doyan belanja. Bisa kalap!

Jembatan Senggol


Jembatan Senggol

Keluar toko, kami bertemu dengan deretan pot-pot cantik berisi tanaman segar yang mengantarkan masuk ke area Jembatan Senggol. Kupikir, jembatan ini sempit makanya bakal bikin senggol-senggolan saat melewatinya.

Ternyata, jembatan ini lega, kok. Atapnya berupa susunan bambu yang agak renggang dan berbentuk stupa. Unik sekali. Belum lagi aneka properti cantik di sepanjang jembatan yang pasti bikin gatal ingin mengabadikannya dulu. Ada rumbai warna-warni, gazebo, lampu-lampu cantik, aneka lampion, dan lain-lain.

Sepoi-sepoi


Lepas dari Jembatan Senggol, kami disambut lahan terbuka yang asri dengan latar pemandangan deretan gunung. Lalu, kita kembali masuk ke sebuah ruang pujasera yang disebut Sepoi-Sepoi. Di loket tiket masuk tadi, sebenarnya kami mendapat banyak kupon diskon dari beberapa gerai makanan di sini. Akan tetapi, karena belum lapar, kami memilih melanjutkan perjalanan.  

Perosotan


Dusun Semilir perosotan

Berikutnya, kami menemukan deretan panjang antrean pengunjung yang ingin menikmati wahana Dusun Semilir, perosotan. Untuk bisa menikmatinya, tinggi badan harus minimal 120 cm, ya. Dua putri kami pun ikut mengantre dan naik ke bangunan nan tinggi dengan jalur berputar-putar untuk mendapat giliran.

Perosotannya tinggi banget, ya. Terdapat empat jalur dengan penampilan seru berwarna-warni. Para pengunjung akan meluncur melalui perosotan ini dengan menaiki sebuah bak besar. Untuk menambah keseruan, di salah satu titik papan luncur diberi genangan air yang menyiprat saat melewatinya.

Jalan Kenangan


Sedangkan yang tidak turut mengantre untuk merasakan keseruan wahana Dusun Semilir perosotan ini, bisa menunggu di bawahnya. Kami melewati sepanjang Jalan Kenangan untuk sampai di pintu keluar perosotan.

mobil golf

"Ada mobil golf, Mi!" seru putraku.

Wah, benar juga. Buat yang pegal berjalan, bisa berkeliling ke seluruh pelosok Dusun Semilir ini menggunakan aneka moda transportasi. Tinggal pilih saja. Mau berkuda, naik trem, atau mobil golf seperti yang disebutkan putraku.

trem adalah

Di Dusun Semilir ini, yang disebut dengan trem adalah mirip kereta kelinci bergaya Eropa. Saat berjalan, ia akan berbunyi seperti kereta uap. Sesekali, terdengar bunyi klakson yang khas melengkapi suasana.

Senang sekali berjalan-jalan di Jalan Kenangan ini. Bagian atasnya tertutup rumbai berwarna-warni. Sedangkan kanan-kiri dihiasi kios-kios yang menjajakan beragam produk dan jasa. Ada makanan, minuman, pakaian, mainan, dan sebagainya. Puas menyusuri sepanjang Jalan Kenangan, kami pun berbelok ke area akhir perosotan.

Plataran


plataran Semarang

Setelah agak lama, anak-anak pun mendapat giliran perosotan. Kemudian, kami terus berjalan dan menjumpai area terbuka yang disebut plataran. Plataran Semarang ini memiliki banyak tempat bersantai seperti hamparan rumput sintetis atau tenda Indian yang terbuka.

sepeda

Selain itu, ada jajaran gerai makanan dan minuman yang siap menemani kita beristirahat. Di sekelilingnya, banyak wahana bermain disediakan di plataran Semarang ini. Ada rumah balon, sepeda, dan mobil genjot. Bahkan juga terdapat penjual gembok cinta yang biasanya disukai para remaja.

Jika kita belum membeli tiket di loket masuk, kita bisa mendapatkannya di sini. Berkeliling plataran sepertinya seru juga ya, jika memakai mobil genjot dan sepeda ini. Tarifnya masing-masing 15.000 rupiah.

Di sini kita juga bisa menemukan jasa fotografer yang siap membantu mengabadikan momen manis di Dusun Semilir. Sayangnya, karena aku tidak menggunakannya, jadi tidak tahu detil biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan layanan jasa fotografer ini.

Alun Eropa


Alun Eropa

Semakin jauh berjalan, kami pun bertemu dengan area Alun Eropa. Masuk sini gratis, kok. Yang pastinya bikin hepi para penggemar swafoto, ya. Banyak sekali spot cantik di sini. Benar-benar seperti miniatur Eropa, deh.

musala

Mulai dari tiang yang dipenuhi rumah burung merpati, gerai makanan dan minuman bergaya Barat, jajaran rumah Mediterania yang salah satunya ternyata adalah musala di sebelah kiri, dan kursi meja untuk menikmati hidangan di sebelah kanan. Tempat makan ini berada di pinggir sungai buatan yang menjadi jalur gondola lewat. Di seberangnya, tampak deretan rumah bergaya pedesaan khas Eropa.

gondola

Ada beberapa tiket wahana yang bisa dibeli di gerbang masuk Alun Eropa ini. Misalnya tiket gondola, trem, kereta wisata, berkuda, dan Trewelu Park. Kereta wisata ini apakah yang dibilang sebagai mobil golf sama putraku tadi, ya?

wahana Dusun Semilir

Taman kelinci memang merupakan wahana kesukaan anak-anak. Tidak heran jika kami menyempatkan untuk bersenang-senang di sini. Dibandingkan dengan wahana yang sama di Little Ranch, taman kelinci di sini lebih kecil namun tidak kalah cantik.

taman kelinci

Dusun Semilir Malam Hari


Hari semakin sore. Karena itu, kami memutuskan untuk kembali. Terlebih dulu kami salat dan mengisi perut di Jalan Kenangan. Tidak seperti umumnya tempat wisata yang hanya menyediakan satu musala, Dusun Semilir ini justru memilikinya di banyak titik.

sepanjang Jalan Kenangan

Berlama-lama di sini membuat kami berkesempatan menikmati suasana Dusun Semilir malam hari yang jauh lebih indah dari dugaan. Jumlah lampu-lampu yang menyala sangat cantik difoto. Mengingat Dusun Semilir buka jam 8 pagi sampai 9 malam, aku rekomendasikan agar kalian juga merasakan sendiri nuansa Dusun Semilir malam hari ini.

Apa lagi, tidak banyak tempat wisata di Semarang yang tetap indah diabadikan di malam hari. Destinasi wisata malam seperti Taman Kota Lama sudah lama tidak beroperasi. Entah kapan bisa bermain di sana lagi.


Keindahan Dusun Semilir ini sepertinya belum final. Di beberapa titik, masih terlihat kosong dan sedang dalam pembangunan. Tampaknya, kami harus ke sini lagi untuk menikmati wahana-wahana baru yang sangat menjanjikan di Dusun Semilir.

26 komentar

  1. Tiket masuk 25rb, tapi wahana2 nya masih mbayar2 lagi yaa mbak ternyata. Kalo dihitung2, tetep aja cukup mahal yaa.
    Tapi, walopun gitu, melihat ulasan dan foto2 nya, aku rasa harga segitu tidak lah masalah.. Pasti puas dan menyenangkan.
    Catet dulu nih, kalo ke Kabupaten Semarang, siapa tau bisa ke sini 😀

    BalasHapus
  2. Aku tu dari awal buka sampai sekarang belom sempet juga main ke Dusun Semilir, haha. Padahal kalo kalo mudik mayan deket banget. Nanti kapan-kapan ku sempatin deh main kesini. Seru banget kayaknya

    BalasHapus
  3. Perosotan yang normal aja aku ngeri, kok itu tinggi banget yaaa. Aku penasaran sama suasana Dusun Semilir pada malam hari. Kayanya romantis gitu

    BalasHapus
  4. Makin inovatif aja ya tempat piknik supaya menarik minat pengunjung. Perosotannya seru amat tuh ya, warna warni dan tinggiiii, huhu. Dan banyak wahananya juga. Rasanya gimana ya kalo malem-malem kesana

    BalasHapus
  5. baru tahu ada dusun semilir, wahananya ternyata bayar lagi ya mba terpisah dari tiket masuk,
    kalau kesini anak anak bisa betah banget apalagi ada perosotan warna warni yang tinggi seru, tempatnya luas dengan beragam permainan, harus dari pagi kesininya biar bisa dicoba semuanya ^_^

    BalasHapus
  6. Menarik banget tempatnya, bawa anak kecil pasti suka kalau ke sini. Eh, yang dewasa suka juga.
    Tiket masuknya murah ya, 25 ribu aja. Tapi kok untuk tiap wahananya bayar lagi. Nggak ada tiket terusan gitu ya

    BalasHapus
  7. Waah keren dan kreatif ini Dusun Semilir.
    Btw kugagal paham, kenapa disebut jembatan senggol padahal lega ya hihi.

    BalasHapus
  8. Kalau mau ke Dusun Semilir mungkin bisa pilih waktunya dari sore ke malam, ya. Supaya bisa melihat lampu-lampu cantiknya itu. Uniknya di sini ada Trem dan Gondola, duh saya belum pernah naik nih.

    BalasHapus
  9. Aku tertarik banget kepengen main ke Dusun Semilir ini. Barusan aku kasih lihat ke suami nih tulisan mbak hahahaha :) Rata2 wahananya 20K an ya. Anaka2 bakalan demen nih. Apalagi makin cantik di malam hari pemnadangan lampu2nya :)

    BalasHapus
  10. Asik banget yang meluncur di perosotan. Itu kan harga tiketnya Rp15 ribu. Itungannya untuk sekali meluncur atau bisa berkali-kali?

    BalasHapus
  11. Wah ini wahana out door baru ya di Semarang
    Cucok lah utk wisata di musim pandemi gini kan wahan2 outdoor gini.
    Yg penting jaga protokol kesehatan selalu

    BalasHapus
  12. Wah, sekitar Semarang makin lengkap ya destinasi wisatanya, ada Dusun Semilir sekarang. Bisa nih disinggahi saat mudik ke Madiun nanti. Btw, tiketnya terlihat murah tapi per wahana ya? Enggak ada tiket terusan ya, Mbak..ANak-anak bakal senang nih kalau diajak ke sini

    BalasHapus
  13. Dusun semilir bisa jadi pilihan destinasi wisata yang keren buat dikunjungi baik saat siang ataupun malam, banyak spot kekinian yang instagramable juga ya

    BalasHapus
  14. Pemandangan malamnya memang cantik banget ya, Mba. Kok aku tertarik dengan prosotannya. Unik. Anakku apalagi nih paati antusias banget kalau ke sini.

    BalasHapus
  15. Ini seru banget ya tempatnya, anak-anak dibawa kesini happy banget pasti. Apalagi sudah kelamaan di rumah ya mbak, senang banget lihat anak-anak bisa main di outdoor.

    BalasHapus
  16. Waw mbak ini surga banget buat rekreasi keluarga ya? Mana tiketnya murah trus kalau mau melakukan aktivitas lainnya tambahan tiket lain jg gk mihil2 imit yaa.
    Tp emang agak khawatir kalau ramai ya? Mungkin kalau ke sana pas gak hari libur kyknya lebih bisa menikmati kali ya? #sokteu hehe

    BalasHapus
  17. Ternyata nama lokasi ini Dusun Semilir, sering banget lihat foto perosotannya dan videonya wara-wiri di Instagram.

    BalasHapus
  18. Belum kesampaian ke sini, masih ragu mau piknik tapi anak-anak pengen, mungkin ke sananya hari biasa ya biar lengang Mbak..

    BalasHapus
  19. Aku dari awal buka mau ke dusun Semilir gagal, gara-gara selalu ramai. Enggak usah pandemi aja aku ogah diajak mau, apalagi sekarang. Mungkin pilih weekdays aja kali ya agar gak terlalu ramai

    BalasHapus
  20. Duh anak2 kalo dibawa kesini pasti pd happy banget ya mba. Jadi pengen jalan akutuh. Smg nanti gak tll ramai ya

    BalasHapus
  21. Duh makin keren aja nih Dusun Semilir...Semoga bisa mampir kesana lagi setelah pandemi nanti...Kalo sekarang belom bernai bepergian jauh..heheh

    BalasHapus
  22. Yaampun ini yang dulu awalnya aku tahu dari Tik Tok, ternyata se keren itu ya tempat wisata di Dusun Semilir. Banyak wahana yg bisa dicobain,Jadi pengen liburan dehh

    BalasHapus
  23. wah naik gondolanya kayaknya lucuk ya Mba... bisa menikmati suasana desa semilir dengan tenang meski orang-orang riuh dan ramai...

    BalasHapus
  24. Biasanya yang perosotan itu kalau di kolam renang yaa..
    Ini bagus banget loo...konsep bermain di alam yang membuat semua (anggota keluarga) senang.

    BalasHapus
  25. Wahananya cukup komplit ya, dari perosotan yang tinggi banget sampe spot eropa dengan berbagai keunikannya. Anak2 pasti senang banget karena area beraktivitas fisiknya banyak.

    BalasHapus
  26. Aku sering bangetttt lihat destinasi wisata satu ini di TikTok. Bagian seluncurannya sih yang cukup sering muncul. Seru deh kayanya kalo bisa nyobain seluncur di sana!

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^