header permata pengalamanku

Serial "Rencana Besar": Adaptasi Novel yang Brilian

4 komentar

Sejak resmi tayang pada 5 Oktober 2023. Produksi Falcon Pictures ini telah mencuri perhatian banyak pencinta film di Indonesia, bahkan menjadi salah satu rekomendasi drama seri Indonesia bergenre kriminal.

Adaptasi Novel

Serial ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya penulis fiksi-kriminal Indonesia, Tsugaeda, yang terbit tahun 2013. Namun, film maker Indonesia berhasil memberikan sentuhan yang unik pada adaptasi ini. "Rencana Besar" lebih banyak menggali jalinan konflik yang kompleks, baik dalam diri karakter maupun antara tokoh-tokohnya.

Sebenarnya ya, menurutku, sekadar visualisasi apa yang ada di novel aja sudah cukup menegangkan. Namun, sutradara Danial Rifki dan penulis naskah Titien Wattimena justru menempuh jalan terjal dengan membuat banyak perubahan sudut pandang, karakter, dan pastinya berpengaruh pada jalan cerita. 

Makarim, tokoh utama dalam novel yang berprofesi sebagai konsultan manajemen sumber daya, di serial ini jadi polisi penyelidik. Sudah terbayang dong, cara Makarim menyelidiki kasus akan berbeda dengan yang di novel.

Dahsyatnya lagi, tampaknya Dwi Sasono sebagai Makarim bukan tokoh utama kalau dilihat dari urutan nama-nama pemeran yang muncul di awal serial. Jadi, kita sudah terasa segarnya pendekatan serial ini sejak intro.

Episode pertama memang banyak bercerita tentang Makarim. Akan tetapi, dia absen di beberapa episode. Sementara tokoh Rifad yang diperankan Adipati Dolken, yang namanya berada di urutan pertama dalam daftar pemain, konsisten ada di setiap episode. Jadi, tokoh utama dalam versi serial ini adalah Rifad. 

Kalian harus baca novelnya juga sih, agar tahu betapa cerdasnya adaptasi novel ini. Masing-masing memiliki banyak titik menarik yang tak tergantikan satu sama lain. Sehingga, paling enak kalau dinikmati sendiri-sendiri secara terpisah, seperti minum teh dan kopi.

Yang Kece dari Serial "Rencana Besar"

Alur Cerita

Dengan alur cerita yang cepat dan maju-mundur yang seru untuk ditonton secara beruntun, "Rencana Besar" merupakan drama heist yang menghibur. Buatku sih, secara porsi dan kecepatan sudah pas, ya. Enggak tergesa-gesa atau pun ada yang tertinggal.

Di akhir episode satu sudah ditunjukkan siapa pelaku pembobolan dana bank sebesar 17 milyar rupiah itu. Nah, lo! Terus, episode selanjutnya bercerita tentang apa? Iya. Jika novelnya bertujuan memberi tahu siapa pelakunya, maka versi serialnya ini memang ternyata lebih banyak membahas tentang mengapa dan bagaimananya. 

Jadi, serial "Rencana Besar" memberikan latar belakang cerita yang kuat pada setiap karakter, memperdalam motivasi mereka dalam membuat rencana bersama, menghadirkan kepingan baru dalam cerita dan mengangkatnya ke semesta yang lebih luas.

Fenomena-fenomena baru sesuai zaman hadir dalam serial ini. Misalnya, tentang kerusuhan Mei 1998, penarikan dana oleh para nasabah karena berita yang viral, kampanye calon presiden, peretasan, mata uang kripto, pinjaman daring, dan lain-lain.

Berhubung penyelidiknya adalah seorang polisi, dengan berani serial ini menunjukkan banyak aksi kepolisian yang memuat nama Bareskrim, prosedur penanganan demonstrasi, baku tembak, dan penangkapan.

Serial ini menyuarakan keadilan melalui media film. Dengan keunikan ceritanya yang tidak hanya berfokus pada keuangan dan penyelidikan, tetapi juga membawa unsur politik, kriminal, dan misteri detektif. Dengan beberapa plot twist baru, "Rencana Besar" tetap berhasil mempertahankan esensi cerita dari novel dan membuat penonton penasaran menyaksikan episode berikutnya. 

Akting

Para pemain dalam serial ini juga tampil luar biasa. Dwi Sasono, Prisia Nasution, dan Chicco Kurniawan, Hanggini memberikan penampilan yang memukau dengan ekspresi dan karakter yang kompleks. 

Tanpa mengecilkan performa yang lain, kredit terbesar kuberikan ke  Chicco Kurniawan yang berperan sebagai Reza, staf divisi IT yang speknya ketinggian sehingga sering bosan sama pekerjaan sehari-hari. Ini mengingatkanku pada karakter Jovan di novel digitalku yang berjudul "Para Joki". Bayanganku persis kaya Reza, deh. Cengengesan tetapi ambisius, bukan cupu kaya kebanyakan orang menggambarkan anak IT.

Belum lagi Arswendy Bening Swara. Cocok banget beliau berperan sebagai komisaris bank yang manipulatif, Surya Nawasena, yang mencalonkan diri menjadi presiden dengan agenda besar yang potensial meluluhlantakkan negeri. 

Di episode 4 dan 5, ada penampilan Tengku Rifnu Wikana sebagai Teddy, narapidana yang dengan santainya keluar-masuk penjara sesuai pesanan. Gaya bicaranya tentang "cara lama" benar-benar sangat menunjukkan di zaman apa tokoh yang diperankannya ini difungsikan.

Terus, ada Khiva Iskak yang berperan sebagai Agung Suditama. Gelagatnya sejak awal sampai akhir sih, netral aja. Tapi, nih, kok rasanya enggak percaya ya, kalau seorang Khiva Iskak cuma berperan lempeng begitu. Dari mimik muka sih, kaya ada pikiran jahat yang disembunyikan. Cuma, apa?

Nah, tokoh Teddy dan Agung, rencana B yang dirancang Reza, serta tertembaknya sang tokoh utama di episode terakhir asli bikin aku meronta-ronta pengin ada musim keduanya. Kamu sudah menonton juga? Apa pendapatmu?

Related Posts

4 komentar

  1. Serial 'Rencana Besar': Kisah yang Brilian dari Halaman Novel ke Layar Kaca. Adaptasi yang Memukau, Menghadirkan Kejutan dan Ketegangan. Satu lagi bukti bahwa karya brilian tak hanya hidup di buku, tapi juga di dunia visual! 📚🎬

    BalasHapus
  2. Penuh dengan misi dan kecurigaan di sepanjang nonton Serial Rencana Besar.
    Seru banget.
    Karena menampilkan aktor kece dan alur cerita yang sulit ditebak.

    BalasHapus
  3. Baru tau klo film ini di adaptasi dari sebuah Novel tetapi pas dijadikan film sepertinya sama serunya seperti saat membaca novelnya, jadi penasaran pengen nonton Rencana Besar tayang sampai habis

    BalasHapus
  4. Bikin penasaran banget , Mbak. Saya baru tahu dan baru baca ini, tapi tetap dapat semangatnya. Saya juga mulai suka film/web series buatan Indonesia, karena sudah banyak perubahan significant-nya.

    BalasHapus

Posting Komentar