header permata pengalamanku

Sehari Menjadi Chocolatier di Kampung Coklat

kampung coklat blitar

"Aku kan, pernah ke sini," celetuk si boba begitu mobil parkir di depan Kampung Coklat.

Sebenarnya kami sudah cukup lama penasaran dengan tempat ini. Bahkan, bertahun-tahun sebelum Boba yang saat ini duduk di kelas TK A lahir. Setiap kali berkunjung ke rumah saudara kami yang tinggal di Blitar, tempat ini selalu jadi topik yang lewat begitu saja.

Boba berkesempatan lebih dulu main ke sini saat diajak jalan-jalan oleh sepupuku. Dan, akhirnya, kami benar-benar menyempatkan diri datang, dan ternyata tempatnya jauh lebih menarik dibanding bayangan kami sebelumnya.

Mendengar nama Kampung Coklat, awalnya kami membayangkan tempat wisata edukasi biasa dengan kebun kakao dan toko oleh-oleh. Namun, begitu sampai di sana, kesannya jauh berbeda dari ekspektasi.

Alih-alih terasa seperti kawasan wisata perkebunan yang kaku, suasananya justru lebih mirip area kafe bergaya Paris. Banyak sudut dengan desain estetik, bangunan bernuansa Eropa, kursi-kursi santai di area terbuka, lampu gantung cantik, serta taman yang ditata rapi. Rasanya seperti gabungan taman wisata, kafe keluarga, dan pusat kuliner dalam satu tempat.

Yang paling kami suka: tempat ini benar-benar dibuat agar pengunjung betah berlama-lama.

Sayang, aku tidak sempat banyak mengambil di foto di sini, karena diprotes Boba yang lebih suka menghabiskan waktu dengan menikmati apa yang ada. Sepertinya, tempat ini benar-benar berkesan untuknya.

Lokasi, Jam Operasi, dan Harga Tiket

Wisata Kampung Coklat ini terletak di Jl. Banteng Blorok No.18, Plosorejo, Kec. Kademangan, Kabupaten Blitar. Buka setiap hari pukul 09.00 - 17.00 WIB.

Setelah melewati gerbang penuh kanopi seperti foto di bawah ini, kami bertemu loket untuk membeli tiket. Harga tiket reguler: Rp20.000 per orang, dan tiket Terusan: Rp35.000 per orang (Cocok untuk menikmati berbagai wahana dan fasilitas bermain di dalam area wisata). Tiket berlaku untuk anak mulai usia dua tahun.

wisata cokelat di jawa timur

Fasilitas Berkeliling di Kampung Coklat

Di depan loket, kami melihat jajaran fasilitas untuk berkeliling. Ada sepeda listrik dengan harga sewa Rp35.000 per unit, bisa dipakai berdua dengan maksimal berat 170 kg. 

Ada juga Kereta Si Choco. Dengan hanya Rp15.000, per orang, siap berkeliling area wisata sampai ke kebun kakao ditemani masinis yang mengenalkan berbagai tempat menarik sepanjang perjalanan.

Kami memilih berkeliling dengan mobil golf. Biayanya Rp15.000, per orang. Pemandu memperkenalkan berbagai tempat, dan mengajarkan tentang tumbuhan kakao. Kami sempat mencicipi rasa buah kakao yang mirip srikaya.

Kata pemandu, kebun cokelat ini memang sengaja dipadukan dengan peternakan ikan, membantu menambah kelembapan udara alami yang dibutuhkan tanaman cokelat untuk tumbuh.

review kampung coklat blitar

Aneka Aktivitas di Kampung Coklat

Hal pertama yang langsung terasa saat masuk adalah suasananya hidup, tetapi tetap nyaman. Banyak pengunjung datang bersama keluarga, anak-anak berlarian di taman, sementara orang tua duduk santai menikmati makanan atau sekadar mengobrol.

Salah satu hal yang paling membuat kami penasaran justru bukan cokelatnya, melainkan konsep tata ruangnya. Begitu melewati loket, kami menyusuri jalan masuk dengan jajaran taman berdiri di sisi-sisinya. Cantik sekali untuk berfoto.

Sambil melintasi jembatan beratap dengan plafon seindah foto di bawah ini, kita bisa melihat kolam di kanan dan taman di kiri hingga sampai di area gerai makanan dan permainan.

suasana kampung coklat blitar

Ada 14 wahana permainan di sini yang lebih murah jika memiliki tiket terusan. Tersedia Perahu Dayung, Panahan, Pancingan Anak, Playground B, Terapi Ikan Timur, Perahu Ceria, Bombom Car, Trampolin, Animal Toys, Istana Balon, Kereta Lokomotif, Kereta Monorel, Kolam Renang, dan Mini Golf.

Dinding-dinding di area ini juga dihiasi dengan berbagai gambar latar suasana pertokoan Eropa yang tampak begitu nyata sebagai tempat berfoto.

tempat wisata blitar

Terus melangkah ke dalam, kami berjumpa wahana hiburan lain, seperti kolam pemancingan yang gratis. Hasil pancingan bisa dibawa pulang atau langsung dimasak sesuai selera. Harga per ons ikan yang didapat Rp 5.000 sebelum dimasak.

Juga ada kursi pijat dengan durasi 15 menit. Cukup 15 ribu untuk kursi pijat kecil, atau 25 ribu untuk kursi pijat besar. Khusus untuk pijat kaki dan punggung sebesar 15 ribu.

Si ketiga kaget banget karena wahana flying fox di sini biayanya hanya 20 ribu. Kita juga bisa berkeliling menggunakan ATV atau Mini Jeep yang bisa digunakan anak-anak maupun dewasa dengan tarif 25 ribu selama 10 menit. Bisa pula kita memberi makan hewan ternak dengan biaya pakan dua ribu.

wisata keluarga di blitar

Kami juga berkesempatan berkeliling sejenak di dalam gerai coklat untuk melihat proses pembuatan, mendengarkan penjelasan pemandu, dan mencicipi air mancur cokelat leleh yang manis. Tempatnya bergabung dengan gerai yang menjual produk khas Kampung Coklat.

Tempat wisata ini juga dilengkapi beberapa ruang pertemuan yang bisa disewa untuk beracara bersama. Ada juga yang beracara di area latar luas, ataupun tempat makan semi terbuka dengan banyak kursi dilengkapi panggung.

Oleh-oleh dari Kampung Coklat

Jalur paling tepat untuk mengakhiri perjalanan di Kampung Coklat ini adalah lewat aula cantik bernuansa galeri museum di bawah ini. Menyusurinya akan mengantarkan kita ke area oleh-oleh yang cukup luas sehingga tidak perlu khawatir berdesakan meski ramai.

wisata kampung coklat

Aneka bentuk dan rasa cokelat tinggal dipilih. Kemasannya lucu-lucu. Ada juga berbagai cinderamata seperti pakaian, boneka, dan lain-lain. Aku memastikan cokelat bubuk menjadi salah satu yang harus dibawa pulang, demi mengenali rasa produk Kampung Coklat sesungguhnya.

Karakter cokelat di sini cenderung manis, tetapi punya aroma kakao yang cukup terasa. Saat memilih antara kemasan yang cokelat muda dengan putih, kupikir yang kemasan putih itu terbuat dari cokelat putih. Ternyata, menurut penjaga gerai, sama-sama dari cokelat susu, hanya lebih banyak susunya.

Tempat Wisata yang Cocok untuk Semua Umur

Yang membuat kami puas adalah semua anggota keluarga bisa menikmati tempat ini dengan cara masing-masing, dikelilingi aneka bangunan cantik dengan pernak-pernik estetik di sana-sini. Jarang ada tempat wisata yang benar-benar bisa dinikmati lintas generasi seperti ini.

Buat kami, Kampung Coklat bukan cuma wisata cokelat. Tempat ini lebih terasa seperti taman rekreasi keluarga dengan nuansa kafe Paris yang dipadukan dengan konsep perkebunan modern.

Perpaduan kebun cokelat, kolam ikan, udara yang lebih lembap dan adem, kendaraan santai seperti otopet dan mobil golf, serta area kuliner yang nyaman membuat pengalaman di sini terasa unik dan berbeda dari wisata keluarga biasa.

Yang terpenting, tempat ini berhasil membuat kami benar-benar menikmati waktu bersama keluarga tanpa harus sibuk mengejar wahana atau jadwal.

Pernahkah kamu ke Kampung Coklat Blitar?

Related Posts

Posting Komentar