Kamis, 13 Desember 2018

Memandang Rasa Sesal dengan Kacamata Jernih


Siapa sih, yang tidak pernah menyesal dalam hidupnya? Aku pun memiliki banyak hal yang pernah kusesali. Karena memang manusia itu tempatnya salah dan lupa. Jadi, tentu ada saja hal yang membuat kita kecewa karena tidak berjalan sesuai harapan.

Penyesalan, Sebuah Anugerah dari Tuhan


Tahukah kamu, bahwa rasa sesal itu sebenarnya salah satu kenikmatan yang diberikan oleh Tuhan? Jadi, jika suatu saat kita merasakannya, maka bersyukurlah. Karena rasa sesal itu membuat kita:


1. Mengetahui Mana yang Tidak Perlu Dilakukan


Aku ingin begini, aku ingin begitu
Ingin ini, ingin itu, banyak sekali...

Hayo, siapa yang membacanya sambil bernyanyi? Hehehe… Banyak sekali yang ingin kita lakukan. Namun seiring perjalanan hidup, kita akan menyesali beberapa hal dan tidak ingin mengulanginya. Sehingga berikutnya, aktivitas kita akan lebih mengerucut pada hal-hal yang bermanfaat.


2. Mengetahui Mana yang Perlu Diperbaiki


Penyesalan itu datangnya selalu di akhir.
Karena kalau di awal, itu namanya pendaftaran.

Pernahkah kamu bertanya, mengapa penyesalan datangnya selalu di akhir? Menyesalkah kamu karena selalu baru menyesal setelah semuanya terlewati?

Sebenarnya, penyesalan yang ditempatkan di belakang itu adalah salah satu cara Tuhan agar kita bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ketika semua telah lampau, kita punya cukup banyak waktu untuk merenung dan belajar. Sehingga bisa memahami suatu masalah dengan lebih jernih.

Kita sudah melewati secara utuh sebuah fase hidup. Sehingga kita bisa memaknainya dengan lengkap. Dan jika itu sebuah kesalahan, kita bisa merunut mengapanya. Kita sudah melihat akibatnya. Dan kita tahu bagian mana yang bisa diperbaiki ke depannya.


3. Mengetahui Apa yang Perlu Diajarkan Kepada Orang Lain


Pengalaman adalah guru terbaik. 

Setiap penyesalan mengandung pengalaman, dan pengalaman akan membawa kita pada kebijaksanaan. Jika itu adalah pengalaman kita, maka artinya kita telah belajar langsung pada Sang Guru.

Dan kepada yang tidak mengalaminya, tentu kita tidak ingin hal yang kita sesalkan terjadi padanya. Lalu bagaimana ia akan belajar? Dari kita, dari pengalaman kita. Kitalah yang menjadi gurunya, yang menceritakan kepadanya agar jangan sampai mengalami hal buruk yang sama dengan kita.

Nyata sudah bahwa penyesalan membuat hidup kita lebih terarah, terus memperbaiki diri dan mendorong kita untuk menebarkan manfaat kepada sesama. Maka, syukurilah rasa sesalmu.

Penyesalan, Harus Dimiliki Namun Tidak Bergelimang di Dalamnya


Tentu saja menyesal itu baik. Asalkan kita masih memiliki kesempatan untuk memaknai dan memperbaikinya. Syukur-syukur jika kemudian masih sempat menyebarkan pelajarannya kepada yang lain.

Yang menyedihkan adalah ketika penyesalan itu datang saat waktu kita sudah habis. Tak ada lagi yang dapat diperbuat. Itulah yang biasa disebut orang dengan:

Sesal kemudian tiada guna.

Karena itu, janganlah berlarut-larut dengan rasa sesalmu. Segera pacu diri untuk memahami apa arti semua ini dan perbaiki diri. Senyampang waktu dan kesempatan masih ada.

5 komentar:

  1. Betul bgt. Knp penyesalan slalu dtg terlambat, tp gk blh berlarut

    BalasHapus
  2. Betul bgt. Knp penyesalan slalu dtg terlambat, tp gk blh berlarut

    BalasHapus
  3. Sebenarnya gak ada rasa sesal yang harus terjadi karena setiap kejadian sudah ada ketentuan yang digariskan Nya. Solusinya adalah "ambil hikmah"

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^