Pertimbanganku Memilih Sekolah untuk Anak

Memilih Sekolah untuk Anak

Sebelumnya, kemungkinan para pembaca setia blogku ini (ciee ... emang ada?) mengenalku sebagai ibu dari 6 anak yang menerapkan homeschooling untuk seluruh anaknya. Namun, semua berubah sejak kepergianmu, eh bukan. Sejak anak-anak sendiri yang minta bersekolah, sih.

Mengapa mereka minta bersekolah? Semoga bukan karena bosan belajar dengan orangtua, ya. Katanya sih, ingin tahu saja rasanya bersekolah seperti apa. Baiklah kalau begitu. Maka, sejak setahun ini, kami pun mencari info sekolah yang sesuai untuk keempat anak yang penasaran ini.

Memilih Sekolah untuk Anak

Iya, yang dua terkecil tetap belajar di rumah. Dul, Si Keempat, sebenarnya sudah pernah menumpang belajar di PAUD dekat rumah dan rupanya dia suka. Hal ini pernah kuceritakan dalam artikel Cherish Every Moment, Celebrate Every Day. Makanya, dia ingin tetap bersekolah tahun berikutnya di TK.

Memilih Sekolah untuk Anak

Sudah ada beberapa sekolah yang kami kunjungi dan daftarkan anak-anak di sana untuk mengikuti tes masuk. Syukurlah, akhirnya kami mendapatkan sekolah bagi mereka berempat. Mengapa kami memilih sekolah ini? Alasannya antara lain sebagai berikut:


1. Berbasis Islam


Sangat mudah dipahami mengapa kami menjadikan ini alasan. Karena memang masalah agama adalah masalah prinsip dalam hidup kami. Jadi, sebuah hal yang wajar jika kami cenderung mencari sekolah yang berbasis agama Islam.


2. Mengakomodasi Semua Jenjang Pendidikan Anak


Secara ya, anak 4 yang bersekolah. Kalau masing-masing sekolahnya berjauhan, ya pusing juga yang mengantar. Memakai opsi antar-jemput juga itu artinya menambah biaya lagi, kan

Jadi, akan sangat disukai jika sekolah yang menerima anak-anak ini sebagai siswanya mengakomodasi jenjang pendidikan mulai dari TK, SD dan SMP. Setidaknya, lokasi sekolah mereka diusahakan masih berdekatan.


3. Mau Menerima Siswa yang Belum Lancar Baca-Tulis


Ya, dialah Bilqis, Si Ketiga yang disleksia. Yang belum juga lancar membaca dan menulis di usia 8 tahun. Berhubung sekolah ini bersedia menerima Bilqis belajar di sini, maka otomatis seluruh anak pun kami daftarkan ke sekolah ini juga. Kebetulan, memang dia memiliki TK, SD dan SMP. Klop!



4. Dekat dengan Rumah


Sebenarnya, sekolah ini letaknya cukup jauh dari tempat tinggal kami saat itu. Membutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan mengendarai mobil melalui jalur biasa, atau bisa dipangkas menjadi 30 menit jika melalui tol.

Pengalaman mondar-mandir keluar-masuk sekolah selama ini mencari yang tepat untuk anak, mengajarkan kami bahwa mendapatkan sekolah yang bisa menerima Bilqis itu tidak mudah. Maka, begitu ada yang bisa, jika memang sekolahnya jauh, kamilah yang kemudian mendekatinya.

Ya, akhirnya kami memutuskan untuk pindah kontrakan ke dekat sekolah ini. Biar lebih hemat waktu dan tenaga, begitu. Sehingga pikiran dan fisik anak bisa tetap segar mengikuti pelajaran, tidak termakan oleh jalan.



5. Biaya Murah 


Masalah biaya sesungguhnya bukanlah hal utama yang kami pertimbangkan dalam memilih sekolah untuk anak. Bagi kami, berapa pun akan kami usahakan untuk dapat membayarnya, jika memang itu yang terbaik bagi pendidikan anak-anak. Tentu saja, biaya yang murah akan sangat kami syukuri.


6. Kurikulum yang Ringan


Banyak sekolah Islam yang menetapkan target cukup berat bagi siswa. Jumlah hafalannya, jadwal belajarnya dll. Bersyukur sekali sekolah ini memasang target tidak muluk-muluk. Sebagai gambaran, untuk siswa SMP, hanya diarahkan untuk bisa hafal Alquran 2 juz setahun.

Begitu juga terkait dengan lamanya waktu belajar. Memang sekolah ini menerapkan jam belajar hingga sore untuk siswa SMP. Namun jam istirahatnya 3 kali, kok. Jadi, ada jeda yang cukup bagi anak-anak untuk melepaskan penat usai mengikuti beberapa pelajaran.

Memilih Sekolah untuk Anak

Itulah beberapa hal yang membuat kami memutuskan untuk memiliki sekolah untuk anak di sini. Sedangkan untuk hal lainnya, kami berusaha untuk dapat beradaptasi agar kegiatan di sekolah dapat saling mendukung dengan pendidikan yang kami terapkan di rumah.

Kalau kalian, apa saja pertimbangannya saat memilih sekolah untuk anak?

14 komentar

  1. Oh jadi pindah karena mendekati sekolah ya mbaa. Aku juga seperti poin2 yg dirimu paparkan dalam memilih sekolah anak. Yaa mirip2 lah bedanya anakku udah sekolah malah sempet pengen berhenti 😅😅😅

    BalasHapus
  2. secara umum pertimbangannya sama mbak, pilih sekolah yang membuat siswa dan ortu nyaman. Semoga betah ya anak-anak dilingkungan sekolahnya

    BalasHapus
  3. Wah nggak kebayang nih masukin sekolah sekaligus 4 anak, speechless saya :D. Tapi pindah tempat tinggal agar bisa lebih dekat dengan sekolah merupakan ide bagus, ya. Mungkin selama ini banyak orang tua yang enggan memilih sekolah tertentu yang padahal bagus tapi gak jadi daftar karena jaraknya yang jauh. Semoga Bilqis dan saudara-saudaranya selalu semangat belajar ya, Mbak. Semangaaat.

    BalasHapus
  4. kalo aku dulu waktu merantau, pilih sekolah cari sekolah islam yg terbaik dan kalo bisa deket rumah. pernah dapet yg deket cuma 1 km, juga dapet yang jauhhh ampe 30 menit lebih naik mobil

    BalasHapus
  5. Pilih sekolah terutama untuk jenjang pendidikan dasar lumayan sulit ya mak, apalagi sekarang hampir semua sekolah menuntut muridnya bisa dan lancar calistung sejak dini, padahal menurutku anak-anak rasanya terbebani banget, salah satu TK favorit di lingkunganku jadi rebutan orangtua karena sejak dini ada pelajaran baca tulis, dan nyaris ngak ada waktu bermain padahal sejatinya anak TK itu masih usia bermain. Mudah-mudahan menemukan sekolah yang cocok ya mak.

    BalasHapus
  6. Kebalikan nih sama anak saya yang kedua. karena susah menyesuaikan di sekolah baru jadinya minta home schooling

    BalasHapus
  7. Penting banget ya memilihkan sekolah yang tepat untuk anak. Poin-poin di atas cukup membantu orang tua dlm memilih sekolah untuk anak.
    Namun, bagi anak yg sdh besar menurut sy penting juga bagi kita utk mempertimbangkan pendapat anak dlm memilih sekolah yg tepat.

    BalasHapus
  8. Dile mamak2 kayak qt ya mom dalam memilih sekolah buat anak qt pastinya yg terbaik yaa...

    BalasHapus
  9. Pemilihan sekolah untuk anak-anak sama kayak aku dan suami, mbak. Aku juga lebih suka memilih sekolah berbasis agama, agar mereka kenal materi ilmu agama yang kami enggak punya kemampuan mengajarkannya di rumah.

    BalasHapus
  10. Kurang lebihnya sama mbak, tapi kadang saya dan suami beda pandangan, jadi kudu menyamakan dulu visi misi menyekolahkan anak untuk apa dulu. Baru lanjut deh hehe agak ribeut emang

    BalasHapus
  11. saya masih enjoy HS dengan anak. Kalaupun nanti dia mau sekolah, ku cari yang jam belajarnya pendek aja supaya bisa tetep banyak main sambil belajar.

    BalasHapus
  12. Memilih sekolah memang ga boleh sembarangan dan susah susah gampang ya maaaak. tapi insyaaAllah nanti juga tiap anak ketemu sama jodoh sekolahannya. Hihi.

    BalasHapus
  13. Kebetulan anak-anakku menjalani pendidikan yang konvensional alias sekolah di sekolah umum hehehee... Dulu pas pilih SD juga karena faktor dekat rumah saja. Biar kalau udah gedean dikit bisa berangkat sendiri. Latihan untuk mandiri gitu.

    BalasHapus
  14. Nah, saya pun lagi mempertimbangkan mengenai pilihan sekolah mbak, tahun depan si sulung udah masuk SD dan si bungku bakal masuk KB. kurang lebih alasan memilih sekolah hampir sama, pengen yng lebih kuat berbasis agama cuma agak jauh dan yang dekat sekolah negeri

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung.
Jejakkan komentarmu di sini ya... ^_^