Minggu, 26 Agustus 2018

Kamera Mirrorless, Kamera Idamanku Sebagai Bloger


Sudah pada paham dong ya, bahwa blog itu kini tidak melulu mengenai tulisan. Namun juga harus dilengkapi dengan konten-konten pendukung yang menarik dan mampu membantu pembaca lebih memahami apa yang kita tulis. Misalnya dengan gambar, infografis, foto dan video.

Kamis, 23 Agustus 2018

Memantaskan Dapur Impian Bersama Pantes Home Decoration Gallery


Sebagaimana yang pernah aku ceritakan sebelumnya, aku jatuh cinta pada rumah kontrakan yang kutinggali di Semarang ini. Karena tampak sekali bahwa setiap detilnya digarap dengan sengaja menambahkan sentuhan artistik di sana-sini.

Yuk, baca ini dulu: Sstt... Cintaku Bersemi di Dapur dan Kamar Mandi.

Minggu, 19 Agustus 2018

Keindahan Membius dari Hidden Canyon, Beji Guwang, Bali

Sumber foto: tempatwisatadibali.info

Merencanakan liburan ke Bali harus dilakukan dengan matang. Pilihlah beberapa tempat liburan yang indah dan bagus untuk dikunjungi. Kamu bisa menyertakan spot liburan yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas outdoor. 

Selasa, 14 Agustus 2018

Katakan Cinta, Jurus Menyelamatkan Harmoni Kehidupan Rumah Tangga


Membaca tulisan Mbak Ria M. Fasha yang berjudul “Ketika Rumah Tangga Diuji, Apa Hikmahnya?” cukup membuat kepala terasa berat. Bukan karena susah memahaminya. Namun karena langsung terbayang bagaimana rasanya saat bahtera rumah tangga mulai dimainkan riak ombak prahara.

Aku ingat betul yang aku rasakan saat pertengkaran pertama kami sejak akad nikah itu terucap. Seketika bangunan langit seolah runtuh menimpaku. Berat, sakit serta membuatku terasa lemah dan semakin lemah.

Padahal masalahnya ya, sepele saja. Dan pertengkarannya pun bukan yang sengit begitu. Hanya berselisih pendapat. Suatu hal yang wajar dalam berinteraksi dengan siapa pun. Sejak sebelum menikah pun, kami sudah beberapa kali bersilang pendapat soal itu.

Namun tetap saja, pecahnya sebuah perdebatan dalam rumah tangga membuat semua mimpi indah dalam khayalanku runtuh sudah. Kukira semua perbedaan akan bisa melebur begitu saja saat kami menikah. Ternyata tidak. Tidak ada yang otomatis. Semua membutuhkan usaha. 

Sejak hari itu, aku menyadari bahwa aku harus lebih kuat hati dan telinga dari sebelumnya. Aku harus lebih terampil mendengar dan berbicara dari sebelumnya. Aku harus memperkaya kemampuanku berinteraksi dengan cara-cara baru yang bisa naik beberapa level dalam waktu singkat.

Karena aku berhadapan dengan seseorang yang akan berhubungan secara intens denganku. Orang asing yang tiba-tiba saja begitu dekat dengan keseharianku dan menduduki posisi penting dalam hidupku. Bahkan dia lebih dekat dari teman, saudara maupun orangtua.

Kalau dulu ada masalah, aku bisa mengunci kamar dan membenamkan wajahku ke atas bantal. Dan tak seorang pun bisa mengganggu. Tapi kini, ada yang terus menggedor pintu minta dibukakan bahkan bisa merusak kunci dengan paksa untuk sekadar bertanya kalem, “Ada apa?” Argh…!

Jauh sebelum menikah, sudah banyak bacaan tentang kehidupan rumah tangga yang kulahap. Begitu juga praktiknya, sudah sering aku amati diam-diam. Bagaimana orang-orang yang kukenal menjalankan kehidupan berkeluarganya dan menyelesaikan berbagai masalah di dalamnya.

Namun tetap saja, ada lubang menganga yang menuntutku untuk terus belajar di sepanjang pernikahan ini. Yaitu belajar mencintai. Karena memang kami bukanlah bermula dari sepasang insan yang di mabuk asmara untuk kemudian mengikat janji akan hidup bersama selama-lamanya.

Sebab itulah, sejak awal aku memilih panggilan “Sayang” untuknya. Bukan karena aku sudah benar-benar sayang padanya. Namun untuk selalu mengingatkanku bahwa aku harus menyayanginya. Panggilan itu ibarat mantra. Walau awalnya tiada maksud, lama-kelamaan mempengaruhi jiwa juga.

Kalau Cinta jangan Marah



Jadul banget ya, quote di atas. Yang tahu berarti kita seumuran. Hahaha… 

“Kalau cinta jangan marah.”
“Kalau ngga cinta?”
“Ya tetap jangan marah. Karena kan kamu harus belajar mencintai.” Begitulah suara-suara di kepalaku sering bertalu-talu jika aku sedang jengkel berat sama Suami.

Berhasil? Tidak selalu. Namun memang harus kuakui bahwa kata-kata cinta itu cukup magis dalam menyulap suasana hati hingga menjadi lebih tenang. 

Menurutku, setiap perempuan itu diciptakan sebagai manusia terkuat di dunia. Seperti sosok seorang ibu yang pernah aku ceritakan ini, misalnya.


Perempuan itu bisa diajak susah maupun senang. Bisa dilimpahi berbagai tugas dan kesibukan. Bisa tulus menerima keadaan Suami yang jelek, miskin, sakit parah atau bahkan membagi hati. Perempuan bisa saja tetap tegar melewati semua itu.

Namun jangan pernah, sekali pun jangan pernah, berkata kasar padanya. Karena itu akan meluluhlantakkan seluruh sendinya seketika. Lebih-lebih jika disertai dengan kekerasan fisik. Big no! Perempuan bukan diciptakan untuk itu.

Karena ia akan segera kehilangan setiap kekuatannya. Untuk kemudian jatuh menangis. Sekeras apa pun hati perempuan, akan merintih jika disakiti dengan kata-kata. Kini engkau tahu cara cepat menghancurkan seorang perempuan, kan?

Sebaliknya, jika engkau sangat bingung menghadapi perempuan yang sulit ditebak maunya namun ingin selalu dimengerti, maka caranya mudah saja. Karena kata orang, lelaki itu kelemahannya di mata, sedangkan perempuan kelemahannya di telinga.

Ungkapan cinta yang disampaikan dengan tulus akan secara ajaib mengurai berbagai kekusutan sikap seorang perempuan. Biarlah dibilang gombal, terimalah disebut bohong, akui saja kalau dituduh cuma lagi ada maunya.

Namun apa yang kausampaikan dari hati akan tembus hingga ke hati. Kata-kata itu tetap bekerja dengan efektif walau ditutupi dengan cibiran bibir atau kibasan daster. Berani coba?

Lalu, para istri yang kebanyakan jarang menerima kata cinta dari Suami, bagaimana dong? Kata cinta itu tetap bekerja, baik jika disampaikan darinya maupun darimu. Jadi, mulai saja dengan diri kita.

Bukalah dengan pujian, iringi dengan terimakasih dan tutup dengan kata cinta. Mau lanjut dengan yang lain? Itu terserah Anda berdua. Ehem, berani coba juga?

Minggu, 12 Agustus 2018

[Resensi Buku] Mana yang Paling Enak?


Identitas Buku


Judul Buku : Mana yang Paling Enak?
Pengarang : Lia Herliana
Penerbit : Tiga Ananda
Tahun Terbit : 2018
Tebal Halaman : 36 halaman
Harga: 25.000 rupiah.

Sinopsis

 

Bunda bilang, harus cermat saat membeli jajanan. Kenapa, ya? Lalu, bagaimana caranya? Yuk, belajar memilih jajanan yang bersih dan sehat bersama Zaki.

Sekilas Tentang Buku “Mana yang Paling Enak?”


Hadir dengan sampul glossy dengan gambar ilustrasi yang sangat memikat hati, baik bagi anak-anak maupun orangtua. Lembar-lembar halamannya pun didominasi gambar penuh warna menggunakan jenis kertas yang cukup tebal.

Buku ini merupakan salah satu dari Seri Waspada, Yuk! karangan dari salah satu penulis yang saya kenal, Mbak Lia Herliana. Secara keseluruhan, seri buku ini terdiri dari 6 buku, yaitu:
  • Main Apa, Dong?
  • Mana yang Paling Enak?
  • Ketika Yuri Pulang Sendiri
  • Kelasku Seru
  • Di Lorong Kelas
  • Di Mana Semua Orang?


Bisa dibilang, seri buku ini merupakan jawaban dari keresahan para orangtua dan masyarakat pada umumnya. Sangat memotivasi kita untuk menciptakan lingkungan yang aman dan menumbuhkan kesadaran untuk selalu waspada dan berhati-hati.

Isi Buku



Di bagian awal buku ini, disertai panduan bagi orangtua untuk mengoptimalkan fungsi dari buku ini.

Buku ini bercerita tentang seorang anak sekolah bernama Zaki. Suatu hari, ibundanya tidak sempat membuatkan Zaki bekal makanan saat bersekolah. Sehingga Beliau memberi Zaki uang saku untuk membeli jajannya sendiri.

Rupanya, Zaki sudah dibekali dengan sejumlah pengetahuan tentang kriteria jajan yang baik. Sehingga, ia bisa memilih jajanan yang sehat. Bahkan mengajarkan kepada temannya. 


Selain cerita, buku ini juga memiliki dua halaman aktivitas yang memfasilitasi kebutuhan anak untuk belajar sambil bermain. Aktivitas pertama berguna untuk melatih anak memahami dan memilih jajan yang baik.

Sedangkan aktivitas yang kedua, sedikit lebih menantang karena anak harus terlebih dulu memahami aneka bahan dan alat yang dibutuhkan untuk membuat brownies. Kalau mereka pernah melihat kegiatan membuat brownies, tentu dengan mudah mereka bisa menaklukkan tantangan ini.


Terakhir, buku ini ditutup dengan selembar halaman yang berisi Tip Asyik dalam memilih jajan yang baik. Sederhananya, halaman ini merupakan rangkuman dari hal-hal penting yang perlu diingat saat memilih jajan. Ditampilkan melalui ikon-ikon dengan gambar berwarna yang mudah dipahami.

Pengalaman Anak-Anak Membaca Buku Ini



Tentu saja, anak-anak menyambut gembira setiap kali mendapatkan buku baru. Anak-anak yang belum bisa membaca meminta tolong pada kakaknya untuk membacakan isi buku ini. Hal ini sangat bermanfaat bagi mereka secara keseluruhan.

Bagi anak-anak yang masih kecil, mereka akan terbantu untuk mengetahui isi buku ini. Walau sebenarnya mereka bisa saja menebak-nebak ceritanya berdasarkan gambar yang memang cukup ekspresif dan mewakili, namun ada pesan-pesan penting dalam bentuk tulisan yang harus disampaikan.

Sedangkan bagi anak yang lebih besar, mereka belajar setingkat lebih tinggi dari sekadar membaca. Dengan membacakan buku, mereka jadi belajar cara membaca yang jelas dan mudah dipahami. Dari sisi volume, intonasi dan ekspresi.

Walaupun memuat jumlah halaman yang cukup banyak untuk ukuran anak-anak, namun rupanya buku ini tidak terlalu berat dicerna. Bisa jadi karena isinya lebih banyak berupa gambar yang sangat menarik.

Teks cerita dalam buku ini pun dibuat singkat dan jelas. Cukup sebagai keterangan yang berguna bagi anak. Sembari mereka asyik membuka halaman demi halaman dan melayangkan imajinasinya sendiri berdasarkan gambar yang ada.

Penggunaan bahasa yang dipakai pun sederhana. Selain itu, font yang dipilih juga lucu seperti tulisan tangan anak-anak dan nyaman dibaca.

Jadi, dengan buku ini, selain makin menguatkan nilai-nilai kewaspadaan dalam diri anak-anakku dalam memilih jajan, mereka juga berlatih bekerjasama dalam kegiatan belajar-mengajar. Terimakasih, Mbak Lia Herliana atas kesempatannya menikmati buku yang bagus ini.

Buat para orangtua, demi menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang Si Kecil, yuk berburu buku ini di toko-toko buku kesayangan Anda! 

5 Pemandian Air Panas Pelepas Penat di Bali

Siapa sih, yang tak ingin berlibur ke Bali? Sepertinya destinasi wisata satu ini tetap menjadi yang paling favorit bagi para pelancong. Baik yang domestik maupun mancanegara.

Sabtu, 11 Agustus 2018

Ini 5 Hal Penting Jika Ingin Jadi Selebgram


Selebgram atau Selebriti Instagram adalah fenomena baru yang menjamur di kalangan anak muda generasi Y dan generasi Z. Bukan hanya untuk status sosial, menjadi selebgram pun terbukti dapat menjadi ladang penghasilan. Tidak jarang orang menjadikannya sebagai karir utama.

Bagi Anda yang tertarik ingin mencoba menjadi selebgram, barangkali panduan bawah ini dapat membantu Anda

1. Gali passion Anda


Sebelum memulai karier sebagai selebgram, Anda harus menemukan terlebih dahulu bidang apa yang menjadi passion Anda. Gunanya adalah agar akun Instagram Anda memiliki satu ciri khas tersendiri.

Misalkan Anda mengkhususkan akun Anda menjadi akun pecinta hewan. Maka Anda harus sering mengunggah aktivitas Anda bersama hewan peliharaan Anda. Anda pun harus sigap dan jeli dalam menangkap momen-momen lucu atau mengharukan yang dilakukan oleh hewan peliharaan Anda. Dua hal itu lah yang menarik minat warganet untuk setia mengikuti akun Anda. 

Misalnya pula Anda mengkhususkan akun Anda untuk kecantikan. Maka Anda harus mulai belajar make up dan mengaplikasikannya. Anda harus rajin mengunggah foto selfie dengan sapuan make up karya Anda sendiri. Setelah mendapat perhatian cukup banyak, segera luncurkan tips-tips atau tutorial make up versi Anda.

Oleh karena itu, Anda harus mulai mendalami pengetahuan seputar alat-alat make up yang sedang tren di dunia. Jadi dengan menemukan passion Anda, konten yang akan Anda unggah dapat lebih terarah. 

2. Perhatikan kualitas gambar atau video


Industri perfilman bergantung pada kualitas produksi agar lahir karya film yang dapat dinikmati oleh banyak orang. Begitu pula menjadi selebgram. Anda sebagai calon selebgram pun harus memperhatikan kualitas gambar atau video yang diunggah ke akun Anda.

Warganet menyukai gambar atau video yang jelas, artinya tidak blur. Latar dan pencahayaan yang baik juga dapat meningkatkan kualitas gambar dan video Anda. 

Oleh karena itu, sebaiknya Anda melakukan pengambilan gambar di outdoor dengan memanfaatkan cahaya alami matahari. Setelah selesai pengambilan gambar, maka Anda wajib untuk melakukan penyuntingan terlebih dahulu. Anda wajib memilah gambar atau video yang paling menarik untuk diunggah.

Setelah itu gunakan aplikasi Adobe Lightroom, VSCO atau Snapseed untuk menciptakan tone warna yang khas. Dengan demikian, halaman Instagram Anda akan lebih rapi dan enak untuk dipandang karena memiliki tone warna yang seragam. 

3. Travel, travel dan travel


Traveling menjadi salah satu poin penting untuk menarik minat warganet karena Anda dapat menyuguhkan dunia baru kepada followers Anda. Anda adalah kacamata followers Anda. Jadi apa yang Anda lihat adalah apa yang followers Anda lihat. Apa yang Anda unggah adalah apa yang mereka terima sebagai identitas diri Anda. 

Dengan sering melakukan traveling, Anda dapat terus membangun citra diri Anda yang ceria dan bahagia. Hal itulah yang dapat menginspirasi atau bahkan menghibur para followers Anda. Namun Anda tidak perlu langsung memilih tujuan travel ke luar negeri. Anda bisa explor kota yang Anda tinggali terlebih dahulu, sebelum mengeksplorasi daerah lain. 

Setelah selesai mengeksplorasi daerah Anda sendiri maka Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur adalah destinasi yang wajib Anda kunjungi untuk menciptakan konten yang lebih menarik.

Tidak perlu khawatir karena cukup banyak tiket promo pesawat dengan harga yang affordable. Konsisten melakukan itu semua maka followers Anda akan menyentuh angka ribuan dalam waktu sekejap. 

4. Miliki attitude yang positif


Menjadi selebgram berarti Anda harus dapat berinteraksi dengan followers atau sesama selebgram lainnya. Tujuannya adalah menciptakan komunitas setia yang selalu mendukung karya Anda.

Untuk itu, Anda wajib memiliki attitude yang baik. Ramah, terbuka, dan komunikatif adalah tiga poin penting untuk berinteraksi dengan followers. 

Jangan ragu untuk membaca dan membalas setiap komentar dari followers Anda karena itu adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan komunitas Anda.

Attitude positif juga berguna dalam berhadapan dengan calon klien yang mungkin tertarik untuk mensponsori Anda. Dari attitude yang baik dapat lahir kepercayaan yang berujung pada keuntungan bagi kedua belah pihak. 

5. Perhatikan tren luar negeri


Dengan adanya Instagram, tren-tren di luar negeri dapat lebih cepat menyebar ke Indonesia. Tengok saja berapa banyak tren di Amerika Serikat, Korea Selatan atau Tiongkok yang mulai diikuti oleh remaja Indonesia.

Oleh karena itu, Anda harus lebih peka dalam menangkap sinyal-sinyal tren dunia. Apabila menurut Anda tren itu menarik, sebaiknya langsung buat konten sesuai tren tersebut. Dengan demikian Anda bisa menjadi yang pertama kali menggaungkannya di Indonesia. Akun Anda pun akan lebih cepat mendapatkan perhatian. 

Kamis, 09 Agustus 2018

[Ulasan] Outdoor Speaker SPC Noah Sound, Nendang Suaranya!


Hai, Teman-Teman! Kali ini aku mau mengulas sebuah perangkat kekinian, nih. Yaitu bluetooth speaker. Sebenarnya, aku sudah punya alat semacam ini sebelumnya, hadiah dari menang lomba blog. Namun aku tak tahu cara pakainya. Hahaha...

Selasa, 07 Agustus 2018

Warnai dan Hidupkan Harimu dengan Faber Castell



Bicara tentang mewarnai, selalu melemparkanku pada kenangan masa kecil. Ya, ini adalah salah satu hobiku. Setiap 2 hari sekali, Bunda membelikan buku mewarnai yang baru karena yang lama sudah penuh oleh ekspresiku.